I Can’t Believe

ICantBelieve

Title: I Can’t Believe

Author: Felicia Rena

Rating: PG 15+

Genre: Romance

Main Cast: Lee Jonghyun, Im Yoona

Disclaimer: I do not own anything except the storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Poster by Felicia Rena

Author’s Note: FF ini adalah sekuel dari FF “More Than You”. FF ini juga (masih) terinspirasi sama lagu CNBLUE yang judulnya “I Can’t Believe” ciptaannya Jonghyun.

Hope you’ll enjoy this fanfic

NO PLAGIAT, PLEASE… 🙂

.

.

.

Music Bank, February 01, 2013

Studio tempat di adakannya acara Music Bank tampak ramai. Acara tersebut baru saja selesai dengan membawa CNBLUE sebagai pemenang untuk minggu ini. Seusai acara, para staff tampak sibuk membereskan peralatan dan beberapa idol yang hadir juga mulai membereskan barang-barang mereka.

Chukhahae!”

Salah satu member SNSD, Im Yoona tertawa riang menyambut gitaris CNBLUE, Lee Jonghyun yang baru saja turun ke backstage bersama ketiga member CNBLUE lainnya. Di belakang Yoona, beberapa member SNSD juga kembali mengucapkan selamat pada rival yang berhasil mengalahkan mereka minggu ini.

“Benar kan apa kataku? Kalian pasti menang minggu ini,” ujar Yoona pada Jonghyun. Walaupun grupnya kalah, namun kedua mata Yoona masih nampak berbinar.

Ketika nama CNBLUE keluar sebagai pemenang mengalahkan SNSD, semua member dari kedua grup itu bersorak bersama. Kejadian yang mungkin agak aneh jika dilihat oleh orang lain. Kapanlagi mereka melihat dua grup yang sedang bersaing kemudian bersorak bersama ketika salah satunya di umumkan sebagai pemenang.

“Yonghwa-ssi,” panggil Jessica.

Ne?” Yonghwa mengalihkan perhatiannya pada Jessica.

“Kerja bagus dengan memisahkan mereka berdua tadi,” kata Jessica sambil menunjuk Yoona dan Jonghyun. “Aku sudah khawatir Yoona akan melompat memeluk Jonghyun di atas panggung. Karena itu juga aku memeganginya terus.”

Eonni!” Kedua pipi Yoona mulai memerah seiring tawa para membernya.

“Ah, soal itu. Aku juga sudah mengantisipasinya, karena itu aku langsung menengahi mereka,” jawab Yonghwa dengan mimik serius.

“Ei, oppa, beraninya kau bicara begitu tentang kami. Padahal hari ini kau dan Seohyunie juga menarik cukup banyak terhatian, tahu?” balas Yoona sambil memicingkan matanya pada Yonghwa.

“Ah, begitukah?” tanya Yonghwa yang hanya cengar-cengir mendengar perkataan Yoona.

“Ngomong-ngomong,” Jonghyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling, “dimana Seohyun?”

“Seohyunie sudah pergi duluan ke ruang ganti. Aku, Yuri, Sooyoungie dan Jessica disini hanya menemani Yoona dan memastikan kalau ia tidak akan menahan kalian terlalu lama,” sahut Tiffany.

“Tenang saja, aku tidak akan lama-lama kok. Setelah ini kalian akan ada jadwal lagi kan?” tanya Yoona.

Ne. Kami masih ada interview setelah ini dan acara broadcast setelahnya,” jawab Jungshin.

“Kalau begitu, kami bertiga akan kembali ke ruang ganti terlebih dulu,” kata Yonghwa. “Jonghyun-ah, jangan terlalu lama. Kami menunggumu disana, araseo?”

Ne, arayo, hyung!” jawab Jonghyun.

Araseo, oppa. Gomawo!” sahut Yoona.

“Yoona-ya, kalau begitu kami juga kembali ke ruang ganti dulu ya,” ucap Yuri.

Ne, eonni,” balas Yoona sambil melambaikan tangannya sampai para membernya menghilang dari pandangannya.

“Ikutlah denganku.” Jonghyun tiba-tiba menarik tangan Yoona dan mengajak gadis itu pergi.

Ya! Kau akan membawaku kemana?” tanya Yoona tanpa dijawab oleh Jonghyun.

Yoona terus mengikuti Jonghyun yang masih menarik tangannya tanpa bertanya lagi. Jonghyun baru berhenti berjalan ketika mereka sampai di depan ruang ganti CNBLUE.

“Untuk apa kau membawaku kemari?” tanya Yoona bingung.

“Tunggu sebentar disini, arachi?” ucap Jonghyun.

Setelah Yoona menganggukkan kepalanya tanda setuju, Jonghyun masuk ke ruang gantinya. Yoona menunggu di luar ruang ganti CNBLUE selama satu menit sebelum Jonghyun kembali muncul.

“Untukmu.” Jonghyun tersenyum dan mengulurkan sebuket bunga pada Yoona.

Yoona tercengang menatap buket bunga yang disodorkan oleh Jonghyun. Bunga-bunga berwarna ungu itu masih segar dan tampak indah.

Yeppo! Cantik sekali,” bisik Yoona sambil mengambil buket itu dari tangan Jonghyun.

“Selamat atas kemenanganmu selama tiga minggu berturut-turut kemarin,” kata Jonghyun lagi. “Aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Asal kau tahu saja, sebelum ini aku tidak pernah memberikan bunga pada seorang gadis.”

“Suatu kehormatan bagiku untuk menjadi yang pertama,” sahut Yoona yang tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

“Kau suka? Aku tidak tahu bunga apa yang kau suka. Aku mencari di internet dan mereka hanya mengatakan bahwa kau menyukai bunga berwarna ungu,” tambah Jonghyun.

“Aku menyukainya,” kata Yoona cepat. “Joahaeyo. Neomu joahaeyo!”

Jonghyun tersenyum. “Tetapi—mianhae, aku tidak bisa mengantarkanmu ke ruang ganti SNSD. Yonghwa hyung sudah memanggilku. Mereka sudah bersiap untuk interview setelah ini.”

Gwaenchana,” ujar Yoona. “Tidak apa-apa. Aku bisa kembali sendiri. Lakukan saja interviewnya dengan baik, arachi?”

“Tentu saja,” sahut Jonghyun sambil mengangguk.

“Kalau begitu aku kembali dulu. Annyeong!” Yoona melambaikan tangannya dengan senyum lebar.

Gadis itu sudah akan melangkah pergi ketika tiba-tiba Jonghyun menahan tangannya. Ketika Yoona menoleh untuk bertanya pada Jonghyun, bibir laki-laki itu sudah mendarat di pipinya.

Annyeong, nona Im,” balas Jonghyun sambil tersenyum jahil.

Kedua pipi Yoona kembali merona merah. Ia bahkan tidak dapat menyembunyikan senyumnya. Setelah melemparkan seulas senyum manis pada Jonghyun dan kembali melambaikan tangannya, ia pun berbalik dan melangkah pergi.

Jonghyun ikut tersenyum dan melambaikan tangannya sambil terus mengawasi Yoona yang berjalan menjauh. Setelah Yoona menghilang dari pandangannya, barulah gitaris CNBLUE itu masuk kembali ke ruang gantinya.

“Yoona-ya, bunga dari siapa itu?” tanya Sooyoung ketika melihat Yoona masuk ke ruang ganti mereka dengan sebuket bunga ditangannya dan senyum yang tidak lepas dari wajah cantiknya.

“Kau pasti akan iri jika aku menjawab pertanyaanmu, eonni,” balas Yoona yang masih tersenyum lebar tanpa melepaskan pandangan dari buket bunga ungu-nya.

.

March 14, 2013 – at CNBLUE’s dorm

“Bagaimana Australia?”

“Sangat mengagumkan.”

“Bagaimana syutingnya?”

“Baik-baik saja. Semua berjalan lancar.”

“Bagaimana Minho hyung?”

“Tampan seperti biasa.”

Yoona menoleh untuk melihat Jonghyun yang menatapnya dengan tatapan tajam. Visual SNSD itu lalu tertawa melihat ekspresi wajah kekasihnya. Entah apa yang merasuki Jonghyun, tetapi sejak mereka kembali bersama Januari lalu, laki-laki itu sepertinya menjadi sedikit lebih protektif. Yoona sama sekali tidak mengeluh dengan Jonghyun yang sekarang. Ia justru sangat menyukai jika Jonghyun sudah menunjukkan sifat cemburunya.

Wae? Kenapa ekspresimu seperti itu?” goda Yoona.

Jonghyun memalingkan wajahnya supaya Yoona tidak bisa lagi melihat ekspresinya saat ini.

“Ah, wae? Lihat aku!” Yoona berusaha membuat Jonghyun kembali menghadap dirinya. “Ya, Lee Jonghyun!”

“Baiklah, kalau kau tidak mau menatapku, lebih baik aku pulang saja sekarang,” ancam Yoona sambil bangkit berdiri.

Ya!” Jonghyun menahan pergelangan tangan Yoona sebelum gadis itu benar-benar melangkah pergi.

Jonghyun memberi kode pada Yoona untuk kembali duduk di sebelahnya. Yoona menurutinya dengan sedikit mencibir.

“Tunggu disini dan jangan pergi kemana-mana,” pesan Jonghyun.

Laki-laki itu kemudian bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Yoona. Tidak sampai lima menit, Jonghyun sudah kembali ke ruang tamu dimana Yoona sedang menunggunya.

“Ini untukmu.”

Yoona membelalakkan matanya ketika melihat Jonghyun mengulurkan beberapa batang lolipop yang diikat menjadi satu seperti buket bunga. Ia mengambil lolipop di tangan Jonghyun dengan takjub. Warna-warni lolipop itu terlihat sangat cantik bagi Yoona.

Happy white day!” ucap Jonghyun sambil tersenyum. “Kau suka?”

“Suka sekali! Neomu joahaeyo!” seru Yoona. Kedua matanya berbinar penuh semangat. “Gomawo, Jonghyun-ah.”

“Tapi—“ Yoona menoleh menatap Jonghyun sambil menggigit bibirnya. “aku bahkan tidak memberimu apa-apa saat valentine kemarin.”

“Tidak apa. Aku tahu kalau kau sedang sibuk saat itu,” sahut Jonghyun sambil kembali duduk di sebelah Yoona.

“Tetap saja!” Yoona masih bersikeras. Raut wajahnya tampak menyesal. “Maaf jika aku tidak memberimu apa-apa saat Valentine kemarin.”

Jonghyun menghela napasnya. “Kalau begitu, berikan hadiah valentine-ku sekarang juga.”

Mwo? Bagaimana mungkin?” Yoona kini menatap Jonghyun dengan pandangan aneh.

“Ya sudah kalau tidak mau, kemarikan lolipopnya! Aku akan menyimpannya sampai kau mem—“

Usaha Jonghyun untuk mengambil kembali lolipopnya terhenti karena tiba-tiba saja Yoona sudah membungkamnya. Gadis itu menempelkan bibirnya pada bibir Jonghyun, membuat laki-laki itu berhenti berkata-kata.

Happy valentine’s day!” bisik Yoona sambil tersenyum.

Happy white day!” ulang Jonghyun sambil balas tersenyum.

.

July 09, 2013 – at CNBLUE’s studio practice

Yoona menyilangkan kedua kakinya. Ia menatap ke sekeliling studio dimana ia sedang duduk sendiri. Tangannya merapikan jas pria di pangkuannya yang menutupi kaki jenjangnya. Sesekali ia akan melirik jam tangannya sambil bertanya-tanya kapan laki-laki itu akan kembali.

Waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Yoona sebenarnya sudah merasa sangat lelah. Ia baru saja selesai menghadiri acara premiere “Mr. GO” bersama kedua rekan grupnya, Taeyeon dan Seohyun. Namun ia juga tidak pernah bisa menolak jika ia mendapatkan kesempatan untuk bisa bertemu berdua dengan laki-laki itu. Maka ketika kesempatan itu datang, ia tidak perlu berpikir dua kali untuk mengiyakan.

Tidak seperti biasanya, laki-laki itu mengajak Yoona ke studio musik tempat ia biasa berlatih. Padahal sebelumnya, walaupun Yoona meminta, laki-laki itu tetap tidak mau mengajaknya ke tempat ini. Entah apa yang membuat laki-laki itu berubah pikiran hari ini.

Penantian Yoona baru berakhir setelah lima belas menit berlalu. Seorang laki-laki membuka pintu studio dengan dua botol minuman di tangannya. Laki-laki itu tersenyum menampilkan lesung pipinya yang sudah banyak menawan hati para wanita.

“Untukmu. Maaf jika aku terlalu lama meninggalkanmu,” ujar laki-laki itu sambil menyodorkan sebotol minuman pada Yoona yang diterima oleh gadis itu.

“Apa yang membuatmu begitu lama?” tanya Yoona sambil mengerucutkan bibirnya pura-pura kesal.

Laki-laki itu hanya tersenyum penuh rahasia dan mengacak pelan rambut gadis itu. Ia menarik sebuah kursi dan duduk di sebelah Yoona. Saat itulah Yoona baru menyadari jika laki-laki itu memegang iPod di tangannya.

Yoona memandang iPod itu dengan penuh rasa ingin tahu. Walaupun laki-laki itu mengetahui kebingungan Yoona dan bahwa gadis itu sedang menuntut penjelasannya, namun ia masih tetap diam dan hanya tersenyum.

“Apakah kau akan menjelaskan sesuatu padaku atau tetap tersenyum seperti itu terus?” Yoona mulai merasa kesal karena laki-laki itu tampaknya suka melihatnya dipenuhi rasa penasaran.

Laki-laki itu masih tetap tersenyum menggoda Yoona. Alih-alih menjawab pertanyaan Yoona, ia malah menyalakan iPod-nya dan memasang headsetnya.

“Lee Jonghyun!”

Jonghyun terkekeh ketika mendengar Yoona memanggil namanya dengan lengkap. Itu artinya gadis itu sudah kehilangan kesabarannya. Maka Jonghyun harus berhenti bermain-main dengannya jika tidak mau menghadapi rajukan gadis itu.

“Kau tahu kan, kalau kami akan merilis album Jepang kedua kami akhir bulan ini?” tanya Jonghyun.

Yoona mengganggukkan kepalanya. “Tentu saja. Kau mengatakan hal itu padaku setidaknya sekali seminggu, jadi bagaimana mungkin aku melupakannya?”

Jonghyun tertawa. Ia memang cukup sering mengatakan hal itu pada Yoona walaupun tidak tepat seminggu sekali.

“Aku menulis dua lagu baru untuk album itu,” lanjut Jonghyun, “selain ‘Blind Love’ dan ‘Starlit Night’.”

“Salah satunya kutulis untukmu,” kata Jonghyun lagi.

Yoona melebarkan kedua matanya. “Benarkah?”

Jonghyun menganggukkan kepalanya. “Kau pasti akan terkejut jika mendengarnya. Lagu ini benar-benar berbeda dari lagu yang biasanya kuciptakan. Bahkan Minhyuk dan Jungshin-pun meragukan jika aku yang membuat lagi ini.”

“Seperti apa lagunya? Kau tidak menulis yang aneh-aneh kan?” selidik Yoona.

“Aku tidak mungkin menulis lagu yang aneh,” kata Jonghyun sambil terkekeh. “Apa kau mau mendengarnya?”

“Bolehkah?”

“Tentu saja! Pencipta lagu ini sendiri yang memberikan ijinnya untukmu,” ujar Jonghyun.

“Tentu saja aku mau!” jawab Yoona antusias.

“Di albumnya nanti, aku menyanyikannya bersama dengan Yonghwa hyung. Tapi yang akan kuperdengarkan untukmu adalah versi demo yang kubuat dimana aku menyanyikannya sendiri,” jelas Jonghyun.

Yoona mengangguk cepat. Ia sudah tidak sabar untuk mendengarkan lagu ciptaan Jonghyun. Ia selalu menyukai lagu-lagu buatan laki-laki itu. Sebagian karena Yoona memang pecinta lagu-lagu ballad dan lagu-lagu ciptaan Jonghyun selalu bernuansa ballad.

“Apa judulnya?” tanya Yoona.

“I can’t believe,” jawab Jonghyun sambil menyiapkan headset-nya.

“Lagunya bercerita tentang apa?” tanya Yoona lagi.

“Kau akan mendengarkannya sendiri nanti,” sahut Jonghyun sambil tersenyum.

Jonghyun memasangkan headsetnya di kedua telinga Yoona dan memainkan satu file yang tersimpan di iPod-nya. Suara Jonghyun segera masuk ke dalam indra pendengarah Yoona.

As special as a magician,you know?

Make me a romantic guy.Buying freesia

Never could have known before I met you

I’m not what I used to be now

Walaupun baru bait pertama, tetapi Yoona merasa bahwa ia akan menyukai lagu itu. Musiknya memang terdengar berbeda dengan yang biasa diciptakan oleh Jonghyun, tetapi Yoona tetap menyukainya.

As special as a magician, you know?

Make me a lovely guy.Buying your candies

Never could have known before I met you

How can I remember White Day?

I can’t believe my eyes

I’m a changed man. You should know it!

I can’t believe my eyes. Like a dream, oh! baby

I’m just with you

Yoona terus tersenyum seiring lagu tersebut berputar. Ia bertanya-tanya apakah Jonghyun menulis sendiri liriknya atau tidak. Karena lirik lagu itu terdengar cukup cheesy dan sangat berbeda dari yang biasanya ditampilkan oleh Jonghyun. Tidak heran jika Minhyuk dan Jungshin meragukan lagu itu sebagai ciptaan Jonghyun.

As special as a magician, you know?

Make me a romantic guy. Buying your ring

Never could have known before I met you

Baby, how can you still near my mind?

How can you still near my mind?

I can’t believe my eyes

I’m a changed man. You should know it!

I can’t believe my eyes. Like a dream, oh! baby

I’m just with you

Tidak perlu menunggu sampai lagu itu selesai, Yoona sudah memutuskan jika ia menyukai lagu itu. Sangat menyukainya. Ditambah lagi dengan fakta bahwa Jonghyun menciptakan lagu itu untuknya, maka bagaimana mungkin ia tidak menyukainya?

I can’t believe my eyes

I’m a changed man. You should know it!

I can’t believe my eyes. Like a dream, oh! baby

I’m just with you

How can I know you more?

I don’t know, know, know all about you

I can’t believe all I know now

I can’t believe, baby. I’m just with you

I can’t believe my eyes

I’m a changed man. You should know it!

I can’t believe my eyes. Like a dream, oh! baby

I’m just with you

(CNBLUE – I Can’t Believe)

Yoona melepas headset-nya setelah lagu tersebut berhenti berputar. Jonghyun yang sedang memainkan gitarnya langsung menoleh menatap Yoona yang juga balas menatapnya.

Wae?” tanya Jonghyun yang bingung dengan tatapan yang diberikan Yoona padanya.

“Apa kau yang menulis lirik lagunya?” tanya Yoona.

Jonghyun mengangguk. “Wae? Apa kau juga meragukan jika aku yang menciptakan lagu itu dan menulis liriknya?”

Ani,” jawab Yoona sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum lebar. “Jadi, apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan padaku kali ini?”

Jonghyun mengerutkan keningnya. “Apa maksudmu?”

“Eii, jangan berpura-pura tidak tahu apa maksudku,” ujar Yoona. “Kau tidak pernah menulis lagu untukku jika kau tidak mempunyai sesuatu untuk disampaikan padaku kan?”

Jonghyun tertawa mendengar ucapan Yoona. Jonghyun memang suka menuangkan apa yang tidak bisa ia katakan dengan kata-kata menjadi sebuah alunan nada dan lirik yang berisi apa yang ingin ia katakan. Gadis itu nampaknya sudah begitu baik mengenal dirinya yang seperti itu. Padahal seingat Jonghyun, ia baru pertama kali menulis lagu untuk gadis itu. Lagu “More Than You”-nya yang rilis di awal tahun ini berisi pesan yang ingin disampaikannya pada gadis itu.

“Kau percaya diri sekali, nona Im,” gurau Jonghyun sambil kembali memainkan melodi “I Can’t Believe” dengan gitarnya.

Yoona menggeser kursinya mendekat pada Jonghyun. Kedua matanya menelusuri gerak jemari Jonghyun yang memetik senar-senar gitar dengan tertarik.

“Kupikir aku sudah menulis lirik lagu itu dengan cukup jelas. Jadi kau pasti tahu apa yang ingin kukatakan, nona Im,” lanjut Jonghyun tanpa berhenti memainkan gitarnya.

“Kurasa aku tahu apa artinya,” jawab Yoona sambil tersenyum. “Tapi tentunya akan lebih menyenangkan jika aku mendengarnya langsung darimu.”

Jonghyun menghela napasnya. Salah satu alasannya menulis lagu adalah karena ia tidak pandai berekspresi dengan kalimat lisan. Tetapi sepertinya gadis di hadapannya ini sangat ingin mendengar suaranya.

Jonghyun balas menatap Yoona yang tidak berhenti menatapnya sejak tadi. Selama beberapa saat, mereka tetap bertahan dalam posisi seperti itu tanpa ada yang mengalihkan pandangannya.

Gomawo.” Jonghyun memecahkan keheningan di antara mereka dan tersenyum tulus.

Yoona mengerutkan keningnya bingung. “Untuk apa?”

“Semuanya,” balas Jonghyun. “Kau membuatku menjadi orang yang lebih baik lagi.”

Yoona memiringkan kepalanya dan menatap Jonghyun tidak mengerti.

“Apa kau tahu apa isi dari lagu yang baru saja kau dengarkan?” tanya Jonghyun.

“Lagu itu—“ Jonghyun melanjutkan tanpa menunggu jawaban dari Yoona. “—tentang seorang pria yang ingin menunjukkan pada wanitanya bahwa ia sudah berubah walaupun pria itu sendiri tidak bisa mempercayainya. Pria itu ingin mengatakan bahwa sejak ia bertemu dengan wanitanya, ia menjadi orang yang berbeda.”

“Kurasa aku pernah mengatakannya padamu bukan, jika aku tidak pernah memberikan bunga pada seorang gadis sebelumnya? Aku juga sering mengatakannya dalam berbagai interview. Aku juga tidak pernah mengingat dan merayakan hari-hari spesial sebelumnya. Aku tidak pernah mengerti apa gunanya kita merayakan valentine, white day, anniversary, 22nd day,” lanjut Jonghyun. “Tapi entah mengapa, aku tidak lagi seperti itu sejak bertemu denganmu.”

“Aku ingin kau tahu kalau aku bukan lagi Jonghyun yang sama seperti tahun lalu. Aku bukan lagi Jonghyun yang membuatmu kesal karena ketidakacuhanku padamu. Aku ingin mengatakan padamu bahwa aku sudah berubah dan kau harus tahu itu. Aku berubah karena aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi,” jelas Jonghyun.

Yoona tersenyum mendengar penjelasan Jonghyun. Ia bisa merasakan cinta laki-laki itu yang begitu besar untuk dirinya. Ia tidak akan melakukan kebodohan yang membuat dirinya menderita lagi seperti yang ia lakukan tahun lalu. Ia juga merasa tidak akan sanggup lagi jika harus berpisah dari Jonghyun.

“Sebelum lagu itu dirilis, aku harus melengkapinya dulu,” ujar Jonghyun lagi.

Yoona menatap Jonghyun dengan bingung, tidak mengerti apa yang dimaksud oleh laki-laki itu.

Jonghyun bangkit berdiri dan membuka salah satu lemari yang ada di ruangan tersebut. Ia berdiri membelakangi Yoona sehingga gadis itu tidak bisa melihat apa yang sedang dilakukannya.

“Apakah kau menyadari ada sesuatu yang belum kau terima menurut lirik lagu tadi?” tanya Jonghyun sambil berjalan kembali ke arah Yoona. Kedua tangannya ia sembunyikan di belakang punggungnya.

Yoona mengernyitkan dahinya, berusaha mengingat-ingat lirik lagu yang baru saja ia dengarkan.

Jonghyun mengulurkan setangkai bunga mawar merah pada Yoona. Maknae kedua SNSD itu tersenyum dan mengambil bunga mawar itu dari tangan Jonghyun.

PLUK!

Ketika tangan Jonghyun terlepas dari tangkat mawar itu, Yoona merasakan sesuatu jatuh ke atas jari-jarinya yang sedang menggenggam tangkai mawar. Kedua mata cantiknya terbelalak ketika melihat benda tersebut. Sebuah cincin perak melingkari tangkai bunga mawar itu dan jatuh dengan manis ke atas jari-jarinya.

Jonghyun menarik bunga mawarnya, membiarkan cincin itu jatuh ke telapak tangan Yoona yang masih menatap cincin tersebut tanpa berkedip.

“Ini hanya cincin couple,” jelas Jonghyun. Ia mengambil cincin itu dari telapak tangan Yoona kemudian berlutut dan memakaikannya ke jari manis gadis itu. “Aku tahu masih terlalu cepat bagi kita untuk memikirkan pernikahan. Aku hanya ingin menunjukkan jika aku benar-benar serius menjalani semuanya denganmu.”

Jonghyun menengadah dan tersenyum menatap Yoona. Gadis itu balas menatap Jonghyun tanpa berkata apapun. Yoona merasakan dadanya begitu sesak karena kebahagiaan. Ia bahkan merasa airmata sudah mulai menyeruak untuk keluar.

“Jangan menangis,” ucap Jonghyun sambil mengusap lembut pelupuk mata gadis itu, menghapus genangan air mata yang siap mengalir turun. “Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?”

Yoona menggelengkan kepalanya. Ia menarik Jonghyun supaya laki-laki itu berdiri sementara ia sendiri juga bangkit. Ia kemudian memeluk Jonghyun dan membenamkan wajahnya ke dada bidang laki-laki itu.

Gomawo. Jeongmal gomawo,” bisik Yoona.

Jonghyun membalas pelukan Yoona dan mengelus-elus rambut gadis itu.

“Kau—“ Yoona kembali bersuara. “Bukankah kau selalu mengatakan bahwa kau bukan orang yang romantis? Jadi bagaimana mungkin kau bisa membuatku terharu seperti ini?”

Jonghyun tertawa mendengar ucapan Yoona. “Bukankah barusan sudah ku katakan padamu? Kau yang membuatku berubah,” jawab Jonghyun sambil mengecup puncak kepala kekasihnya.

“Aku masih tidak percaya akan ada seseorang yang bisa membuatku berubah demi dirinya. Semuanya seperti mimpi bagiku, termasuk bersamamu,” gumam Jonghyun seraya sedikit mengeratkan pelukannya.

“Kalau begitu, ayo kita bermimpi bersama,” balas Yoona sambil tertawa kecil.

Jonghyun ikut tertawa. Ia kemudian menunduk dan menempelkan keningnya di kening Yoona.

Saranghaeyo, Yoona-ya,” bisik Jonghyun.

Nado saranghaeyo,” balas Yoona sambil sedikit berjinjit untuk menutup jarak di antara mereka.

I want to hold your hand and walk like this forever

Together with the person I love in a world just for the two of us

Even a long time passes, I want to dream forever with you

(SNSD – Forever)

 .

END

Please leave your comment

.

Link to “More Than You

Advertisements

19 thoughts on “I Can’t Believe

  1. aseeeek deerburning lg ff-nya..ga berasa dah mau 1 tahun jd shipper mereka, suka banget nih sm tulisan2 authornim, ditunggu lg ff deerburning berikutnya

  2. jonghyun romantis bangeet jd senyum2 sndiri bacanya xD seperti biasa aku ga pernah bosen baca ff deerburning buatan author hehe ditunggu ya ff deerburning selanjutnya thor 😀

  3. dr skalian ff deerburning kenapa ini kena bgt romantisnya ya
    kyaaaaaaa
    sumpah sumpah pengen deerburning jd nyata. aaaaaa
    mantep authornya manteeep

  4. Pingback: Love Story (2013) | Felicia Rena Fanfictions

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s