My Feeling Is Real

myfeelingisrealhyukstal

Title: My Feeling Is Real

Author: Felicia Rena

Rating: PG 13+

Genre: Friendship, romance (maybe), etc

Main Cast: Kang Minhyuk, Krystal Jung

Other Cast: Lee Jonghyun, Im Yoona, Lee Jungshin, Jessica Jung

Disclaimer: I do not own anything except the storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Hope you’ll enjoy this fanfic

NO PLAGIAT, Please 🙂

.

.

.

Krystal POV

“Aku tidak menyukai Cha Eun Sang! Aku membencinya! Aku sangat membencinya!” seruku sambil berjalan dengan wajah ditekuk.

Saat ini aku sedang menjalani proses syuting untuk drama terbaruku, ‘The Heirs’. Minhyuk oppa yang berperan sebagai kekasihku dalam drama ini ikut berjalan di sampingku.

“Tidak bisakah kau tidak membencinya?” tanya Minhyuk—ah—Yoon Chan Young.

“Sekarang aku semakin membencinya karena kau bertanya seperti itu!” balasku, mengutip kalimat yang sudah kuhafalkan dari naskah. “Ia orang miskin dan memandang rendah diriku. Dia tidak menganggapku sama sekali.”

“Ia mengetahui tentang masa kecilmu yang tidak aku ketahui. Itu sangat menyebalkan!” Aku mengakhiri ocehan panjangku.

“Marah-marah hanya akan membuatmu menua,” ujar Minhyuk.

“Ah, aku tidak bisa menghindarinya hari ini.” Aku melipat kedua tanganku di depan dada, memeluk tas merahku sambil tetap memasang wajah cemberut.

Aigoo—“

DEG! Aku merasakan jantungku berdetak dua kali lebih cepat ketika Minhyuk mengangkat tangannya dan mengacak-acak rambutku seolah ia merasa gemas dengan sikapku. Aku hampir kehilangan keseimbanganku karena sentuhannya, namun aku tahu aku harus bersikap profesional.

“Ini benar-benar tidak adil.” Aku melajutkan kalimatku.

“Eun Sang dan aku hanya berteman. Kami sudah berteman selama setengah dari umurku. Tidak bisakah kau mempercayaiku?” jelas Minhyuk.

“Pria dan wanita tidak bisa hanya menjadi teman!” seruku sebelum berjalan pergi meninggalkan Minhyuk.

“CUT!”

Akhirnya aku berhasil menyelesaikan scene keduaku setelah scene di coffee shop tadi. Aku berdiri diam sementara sutradara berbicara pada Shin Hye eonni mengenai scene berikutnya yang akan mereka ambil. Beberapa kru menghampiriku dan membenarkan make-up ku.

Aku merasakan jantungku yang masih berdebar keras. Entah apa yang terjadi pada diriku, aku juga tidak mengerti.

“Lee Bo Na!”

Tanpa harus menoleh-pun aku sudah tahu siapa yang memanggilku dengan nama peranku di drama. Siapa lagi kalau bukan orang yang berhasil membuat jantungku menjadi tidak normal seperti ini? Lihat, bahkan hanya dengan mendengar suaranya, debaran jantungku menjadi semakin keras.

Waeyo oppa?”

Minhyuk berjalan menghampiriku dengan senyum yang membuat matanya seperti tertutup. Saat pertama kali melihatnya tersenyum seperti itu, aku bertanya-tanya sendiri, bagaimana caranya ia bisa berjalan dengan mata tertutup seperti itu?

“Apakah kau sedang sibuk?” tanyanya.

“Tidak. Ada apa memangnya?” Kerutan kecil muncul di antara kedua alisku.

“Tidak apa. Aku hanya ingin mengobrol denganmu. Director bilang kita harus sering-sering ngobrol supaya bisa lebih dekat dan membangun chemistry dengan lebih bagus lagi,” jelas Mihyuk.

Araseo,” sahutku sambil balas tersenyum. “Kajja oppa. Ayo kita cari tempat duduk dan mengobrol.”

Minhyuk tertawa kecil dan berjalan beriringan denganku. Astaga, aku merasa jantungku benar-benar membutuhkan pertolongan saat ini.

.

Jonghyun duduk di hadapan komputernya. Tangan kanannya sibuk memainkan mouse sedangkan tangan kirinya bergerak dengan lincah di atas keyboard. Kedua bola matanya bergerak-gerak menatap layar komputer.

Ia nampak sangat berkonsenterasi pada pekerjaannya. Ia bertekad harus bisa menyelesaikan game baru yang dipinjamkan oleh Kyuhyun ini. Jonghyun bahkan tidak mempedulikan sindiran-sindiran Jungshin yang mengatakan ia seperti orang autis karena berjam-jam duduk di depan komputer tanpa melakukan hal lain. Ia tahu Jungshin merasa kesal dan kesepian karena Yonghwa dan Minhyuk sedang sibuk syuting drama sementara Jonghyun sendiri sibuk bermain game.

CEKLEK!

Jonghyun hanya melirik sekilas ketika mendengar suara pintu yang terbuka. Dari sudut matanya, ia melihat Minhyuk masuk dengan langkah gontai. Drummer CNBLUE itu kemudian merebahkan tubuhnya ke sofa dan menghela napas panjang.

Wae? Ada apa denganmu?” tanya Jonghyun singkat tanpa berhenti bermain.

Hyung—“ kata Minhyuk lambat-lambat. “kurasa—aku rasa aku sedang jatuh cinta.”

Ucapan Minhyuk sontak membuat Jonghyun menghentikan permainannya dan menoleh kaget ke arah dongsaeng-nya itu.

Mwo?”

Minhyuk menatap Jonghyun dan mengulangi kata-katanya. “Kurasa aku sedang jatuh cinta, hyung.”

Jonghyun melompat berdiri dan ikut menghempaskan dirinya di sofa di sebelah Minhyuk. Ia menatap laki-laki yang satu tahun lebih muda itu dengan pandangan tidak percaya.

“Siapa?” tanya Jonghyun penasaran. “Dengan siapa?”

Minhyuk kembali menghela napasnya. Ia tidak langsung menjawab pertanyaan Jonghyun melainkan menengadahkan kepalanya menatap langit-langit. Pandangan matanya menerawang jauh. Melihat Minhyuk yang bertingkah seperti itu benar-benar membuat Jonghyun menjadi tidak sabar.

Ya! Sadarlah!” Jonghyun sedikit mengguncangkan bahu Minhyuk. “Apa yang sebenarnya terjadi padamu?”

“Bukankah sudah ku katakan, hyung? Aku sedang jatuh cinta,” jawab Minhyuk pelan.

Jonghyun mengacak rambutnya frustasi. Ia tidak pernah melihat Minhyuk seperti ini sebelumnya dan ia tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan.

“Jungshin-ah!” Jonghyun akhirnya memanggil bala bantuan satu-satunya yang bisa ia temukan di dorm.

Tidak butuh waktu lama, Jungshin muncul dari kamarnya dan menghampiri Jonghyun serta Minhyuk.

Waeyo, hyung? Apa kau lapar? Huh, kalau ada maunya saja kau baru memanggilku,” kata Jungshin sambil mendengus kesal.

Ya! Bukan itu!” balas Jonghyun sambil memberi kode supaya Jungshin memperhatikan Minhyuk yang sepertinya tidak menghiraukan keberadaan Jungshin.

“Minhyuk-ah, apa yang terjadi padamu?” Jungshin duduk di sisi lain Minhyuk dan menatap rekannya itu dengan bingung. “Hyung, ada apa sebenarnya?”

“Jungshin-ah,” panggil Minhyuk pelan. Sudut bibir laki-laki itu sedikit tertarik membentuk senyuman. “Kurasa aku sedang jatuh cinta.”

MWO?” Jungshin membelalakkan kedua matanya karena kaget.

“Ceritakan pada kami, Minhyuk-ah,” desak Jonghyun sementara Jungshin nampaknya masih belum pulih dari rasa kagetnya.

“Apakah—“ Jonghyun berusaha menebak karena Minhyuk masih belum mau menjawab. “kami mengenal orang itu?”

Minhyuk menganggukkan kepalanya. “Kalian pasti tahu siapa dia.”

“Apakah ia juga seorang idol?” Kini giliran Jungshin yang bertanya.

Minhyuk kembali menganggukkan kepalanya.

Jonghyun dan Jungshin nampak sama-sama berpikir. Jungshin kemudian kembali bertanya setelah ia mendapatkan pencerahan. “Apakah ia bermain di drama yang sama denganmu sekarang?”

Sekali lagi, Minhyuk hanya menganggukkan kepalanya.

“Park Shin Hye?” tebak Jonghyun.

Minhyuk menggelengkan kepalanya. Kalau begitu—Jonghyun dan Jungshin sama-sama berpikir—hanya ada satu kemungkinan lagi.

“Krystal?” tebak Jonghyun dan Jungshin bersamaan.

Kali ini Minhyuk tidak merespon. Ia tidak menganggukkan kepalanya maupun menggelengkannya. Ia hanya kembali mengulas senyumnya, seolah hanya dengan mendengar nama Krystal disebut saja sudah membuatnya bahagia.

“Jadi kau jatuh cinta pada Krystal?” tanya Jungshin untuk memastikan.

Ya! Minho dan Jonghyun bisa membunuhku,” komentar Jonghyun yang teringat pada dua sahabatnya, SHINee Minho dan Jonghyun yang sangat protektif pada maknae f(x) itu.

.

Jonghyun menaiki mobil bersama managernya dan menyebutkan kemana ia akan pergi. Tangannya menempelkan handphone di telinganya. Tidak lama kemudian, nada sambung telepon berhenti digantikan dengan suara seorang laki-laki.

Yeoboseyo.”

Yeoboseyo. Minho-ya,” panggil Jonghyun.

Eoh. Waeyo, hyung?” tanya Minho dari seberang telepon. “Tumben sekali kau meneleponku.”

“Aku ingin bertanya sesuatu padamu,” ujar Jonghyun.

“Bertanya apa?”

“Tentang Krystal. Kau dekat dengan f(x) Krystal kan?” tanya Jonghyun.

“Ya. Memangnya kenapa?” Minho balas bertanya dengan heran.

Ani. Tidak. Hanya saja—apakah ia sudah punya pacar? Atau apakah ia punya seseorang yang sedang ia sukai? Kau atau Jonghyun pasti tahu kan?” lanjut Jonghyun.

“Tidak. Setahuku Soo Jung tidak punya pacar. Aku tidak tahu apakah ia sedang menyukai seseorang atau tidak,” jawab Minho. Nada suara laki-laki itu tiba-tiba berubah menjadi nada curiga. “Waeyo? Kenapa kau menanyakan hal itu, hyung?”

“Itu karena—“ Jonghyun terdiam sesaat untuk mencari alasan. Ia tidak mungkin membocorkan kalau Minhyuk menyukai Krystal dan ia sedang berniat untuk membantu dongsaeng-nya itu. Setidaknya tidak sekarang.

“Astaga, hyung! Jangan katakan kalau kau menyukai Soo Jung! Kau kan sudah punya Yoona noona, hyung! Changmin hyung dan Kyuhyun hyung bisa membunuhmu kalau kau menyakiti Yoona noona. Belum lagi para SNSD noona!” celoteh Minho.

Ya! Apa sih yang sedang kau bicarakan? Aku menanyakannya bukan karena aku menyukai Krystal,” sahut Jonghyun.

“Ei, jangan bohong padaku, hyung. Bukankah beberapa waktu yang lalu kau mengatakan di acara TV kalau Krystal sangat cantik?” kata Minho.

“Aku memang mengatakannya, tapi bukan berarti aku menyukainya,” balas Jonghyun. “Sudahlah. Aku akan menutup teleponnya. Annyeong!”

Jonghyun segera memutus sambungan telepon sebelum Minho bisa kembali mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan aneh.

“Kita sudah sampai,” ucap manager-nya beberapa menit kemudian.

Ne. Gomawo, hyung. Aku akan meneleponmu jika aku sudah selesai,” kata Jonghyun sambil keluar dari mobil diikuti anggukan dari managernya.

Jonghyun berjalan memasuki sebuah gedung apartemen dengan penyamarannya. Ia memasuki lift dan menekan tombol lantai yang menjadi tujuannya.

Sesampainya ia di lantai yang dituju, ia segera berjalan menyusuri lorong dan berhenti di depan pintu sebuah apartemen. Ia menekan bel-nya dan menunggu.

Seorang gadis membuka pintu untuknya dengan senyum lebar. Gadis itu pastilah sudah melihat dirinya melalui interkom.

“Jonghyun-ah!” sapa gadis itu dengan riang. Ia menyingkir dari depan pintu, memberi akses bagi Jonghyun untuk masuk ke dalam.

Bogoshipeo!” Gadis itu langsung memeluk Jonghyun setelah menutup pintu di belakangnya.

Jonghyun terkekeh pelan dan balas memeluk gadis itu. “Nado bogoshipeo, Yoona-ya.”

Yoona tertawa dan melepaskan pelukannya. “Kenapa tidak mengabariku kalau kau akan datang kemari? Bagaimana kalau ternyata aku sedang pergi?”

“Kejutan,” jawab Jonghyun singkat. “Aku menelepon manajermu dan memastikan kalau kau sedang tidak ada jadwal hari ini.”

“Ei. Jadi sebenarnya pacarmu itu siapa? Aku atau manajerku?” tanya Yoona sambil mengerucutkan bibirnya dengan lucu.

Jonghyun kembali tertawa dan mengusap lembut puncak kepala Yoona. “Kau sendirian saja?”

“Jonghyun-ah!”

Suara sapaan riang milik Yuri dan Sooyoung menjadi jawaban atas pertanyaan Jonghyun. Ia menoleh dan melihat dua member SNSD itu sedang melemparkan tatapan menggoda pada dirinya dan Yoona.

Annyeonghaseyo!” sapa Jonghyun.

Annyeonghaseyo! Silahkan lanjutkan percakapan kalian. Kami tidak akan mengganggu,” ujar Yuri sambil tertawa.

Ne. Nikmati saja waktu kalian. Kami akan masuk ke dalam,” tambah Sooyoung.

Yuri dan Sooyoung kemudian masuk kembali ke dalam sambil terkikik. Yoona hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua eonni-nya.

“Ayo duduk.” Yoona menarik tangan Jonghyun menuju sofa di ruang tamu dan duduk disana. Jonghyun mengikutinya.

“Ada apa tiba-tiba kemari?” tanya Yoona.

Wae? Apakah aku tidak boleh bertemu dengan kekasihku?” balas Jonghyun.

“Bukan seperti itu. Hanya saja tidak biasanya kau tiba-tiba datang tanpa mengabariku terlebih dahulu. Kau juga tidak mungkin datang berkunjung tanpa tujuan, tuan Lee,” ujar Yoona.

Ne, kau memang sangat memahamiku,” kata Jonghyun sambil tersenyum memamerkan lesung pipinya yang terlihat jelas.

“Jadi, ada apa?” tanya Yoona lagi.

“Apa kau dekat dengan f(x) Krystal?”

Yoona mengerutkan keningnya. Sepertinya ia tidak menduga Jonghyun akan menanyakan hal tersebut.

“Krystal? Yah, cukup dekat. Memangnya kenapa?” Yoona memiringkan wajahnya dan menatap Jonghyun dengan tatapan aneh.

“Minhyuk menyukainya,” ungkap Jonghyun.

Yoona kembali menegakkan wajahnya dan membelalakkan kedua matanya. “Mwo? Mworago?”

“Minhyuk menyukai Krystal,” ulang Jonghyun.

Jinjjayo? Benarkah?” Yoona masih terlihat tidak percaya.

“Tentu saja benar,” ujar Jonghyun. “Karena itu aku ingin membantunya untuk mendapatkan informasi mengenai Krystal. Misalnya apakah ia sudah punya pacar atau belum, atau apakah ia sedang menyukai seseorang saat ini. Atau seperti apa tipe lelaki idamannya.”

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya. Dibandingkan fakta bahwa Minhyuk menyukai Krystal, sepertinya fakta bahwa Jonghyun tertarik pada hal seperti ini membuatnya lebih terkejut.

“Ada apa denganmu?” tanya Yoona yang membuatnya mendapat tatapan bertanya dari Jonghyun.

“Tidak biasanya kau tertarik dengan urusan seperti ini. Kenapa tiba-tiba kau jadi seperti ingin mencomblangkan Minhyuk dan Krystal?” lanjut Yoona.

Jonghyun mengerjapkan kedua matanya. Benar apa yang dikatakan oleh Yoona. Kenapa sepertinya ia begitu bersemangat untuk mencomblangkan Minhyuk dan Krystal? Ini seperti bukan dirinya saja.

“Entahlah. Aku hanya ingin membantu Minhyuk,” jawab Jonghyun sambil mengangkat bahunya. “Selain itu—aku juga ingin bertemu denganmu.”

Kalimat terakhir Jonghyun membuat Yoona tersenyum dan memeluk lengan lelaki itu.

“Setahuku, Krystal belum punya pacar. Kurasa ia pernah mengatakan jika tipe idealnya adalah seorang pria yang memiliki tinggi 180-an, berotot dan manly,” ujar Yoona.

Jonghyun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda ia mendengarkan ucapan Yoona.

“Mungkin kita bisa bertanya pada Sica eonni jika ia pulang nanti. Ia pasti jauh lebih tahu tentang Krystal,” usul Yoona.

Baru saja Yoona berkata seperti itu, mereka berdua mendengar suara kunci apartemen yang dibuka. Berikutnya, tiga gadis cantik melangkah memasuki apartemen. Yoona dan Jonghyun segera melompat berdiri.

Omo! Jonghyun-ah!”

Ketiga gadis itu terlihat kaget melihat keberadaan Jonghyun, namun mereka mengatasi kekagetan tersebut dengan cepat.

“Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu,” sapa Tiffany sambil tersenyum.

“Baik-baik saja, noona,” jawab Jonghyun seraya balas tersenyum pada Tiffany dan dua gadis lainnya.

“Kami tidak tahu kalau kau akan datang,” kata Taeyeon. “Biasanya Yoona akan berceloteh panjang lebar jika kau akan datang berkunjung.”

Eonni!”

Jonghyun tertawa. “Aku memang mendadak datang kemari,” sahut Jonghyun.

“Baiklah. Kalau begitu, kami masuk dulu ya. Silahkan kalian berdua melanjutkan,” ujar Tiffany sambil mengedipkan sebelah matanya pada Yoona.

Taeyeon, Tiffany dan Jessica kemudian melangkah masuk meninggalkan Yoona dan Jonghyun. Pasangan itu kemudian teringat akan tujuan Jonghyun dan baru akan berniat memanggil Jessica ketika tiba-tiba saja salah satu member tertua di SNSD itu kembali muncul di hadapan mereka.

“Jonghyun-ah, ada yang ingin kubicarakan denganmu. Apakah aku boleh mengganggu kalian sebentar?” tanya Jessica.

Yoona dan Jonghyun saling berpandangan dengan bingung. “Tentu saja, noona,” jawab Jonghyun.

Jessica duduk di kursi lain di sebelah Yoona. Yoona dan Jonghyun sama-sama menatap Jessica, penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh kakak kandung Jung Soo Jung itu.

“Jonghyun-ah,” Jessica memulai. “aku ingin tahu lebih banyak tentang Minhyuk.”

Yoona dan Jonghyun melongo mendengar perkataan Jessica. “M—maksud noona?”

Jessica menghela napasnya. “Sepertinya adikku menyukai Minhyuk.”

Sekali lagi, Yoona dan Jonghyun dibuat terkaget-kaget oleh Jessica. Pasangan itu kembali saling berpandangan.

“Krystal menyukai Minhyuk?” Yoona bertanya untuk memastikan.

Jessica mengangguk. “Ne. Victoria eonni mengatakan kalau akhir-akhir ini Soo Jung sangat aneh. Ia tidak napsu makan dan sering melamun. Ketika aku bertanya padanya, akhirnya ia mengatakan padaku kalau ia menyukai seseorang dan orang itu adalah CNBLUE Minhyuk.”

“Ia mengatakannya sendiri padamu kalau ia menyukai Minhyuk?” tanya Yoona lagi.

“Ia baru mengatakannya setelah aku mendesaknya,” ungkap Jessica.

“Kebetulan sekali.” Akhirnya Jonghyun mengeluarkan suaranya. “Minhyukie—ia juga menyukai Krystal.”

“Benarkah?” tanya Jessica dengan kedua mata melebar. “Syukurlah kalau begitu. Tadinya aku sudah takut jika perasaan adikku tidak akan berbalas. Aku tidak mau melihatnya patah hati.”

“Bukankah ini berarti bagus?” ucap Yoona riang. Ia menepukkan kedua tangannya. “Mereka hanya perlu mengutarakan perasaan mereka masing-masing.”

“Apakah kita perlu membantu mereka supaya semakin dekat?” tanya Jonghyun.

“Kurasa sebaiknya kita biarkan mereka dulu. Jika mereka terlalu bodoh untuk mengakui perasaan mereka satu sama lain, baru kita bantu mereka. Untuk sekarang, kalian urus saja hubungan kalian sendiri,” ujar Jessica.

Yoona mengeluarkan cengirannya dan mengacungkan tanda peace pada Jessica. “Araseo, eonni. Aku mengerti.”

.

Minhyuk baru saja menyelesaikan syuting dramanya untuk hari ini. Belum sempat beristirahat, jadwal lain sudah menunggunya. Setelah ini Minhyuk harus menyelesaikan syuting untuk reality show agensi-nya, ‘Cheongdamdong 111’. Minhyuk sedang mengobrol dengan salah satu staff agensi-nya sebelum CEO Han Seung Hoon menghampirinya.

“Apakah kau tidak ada jadwal hari ini?” tanya sang CEO dengan segelas kopi di tangannya.

“Jadwalku sudah selesai hari ini,” jawab Minhyuk.

“Apakah kau menonton dramaku?” tanya Minhyuk kemudian.

“Krystal cantik,” sahut CEO Han Seung Hoon.

Ne.” Minhyuk tersenyum dan mengangkat tangannya untuk menyentuh wajahnya sendiri. Tiba-tiba ia merasa sedikit gugup mendengar nama Krystal disebut.

“Krystal sangat cantik,” ulang Han Seung Hoon dengan ekspresi seolah menggoda Minhyuk.

“Dia sangat imut. Karena itu aku tidak bisa mengeluarkan senyum palsu selama akting. Senyumku keluar secara natural,” jelas Minhyuk dengan ekspresi yang mirip seperti orang yang sedang jatuh cinta.

“Sepertinya kau akan terlibat skandal karena itu,” komentar Han Seung Hoon.

“Anio. Itu tidak akan terjadi,” balas Minhyuk sambil melambaikan tangannya namun tetap tidak bisa berhenti tersenyum.

“Benarkah?” tanya Han Seung Hoon lagi yang dijawab oleh Minhyuk dengan gelengan.

.

Krystal duduk sendiri di ruang latihan yang ada di gedung SM Entertainment. Ia baru saja menyelesaikan syuting dramanya dan langsung menuju gedung SM. Sebentar lagi ia akan berlatih bersama membernya dan member EXO untuk mempersiapkan konser mereka di SMTOWN WEEK.

“Soo Jung-ah! Kau ada disini rupanya?”

Krystal menoleh dan melihat Jessica memasuki ruangan. Jessica terus berbicara sambil berjalan mendekati Krystal.

“Aku baru saja datang untuk latihan dan seorang staff mengatakan kalau kau juga berada disini. Sudah lama sekali kita tidak bertemu dan aku merindukanmu, na dongsaeng,”celoteh Jessica. Ia kemudian duduk di samping Krystal dan mengamati wajah adiknya.

Wae? Ada apa? Kenapa kau terlihat lesu seperti itu?” tanya Jessica. “Bukankah kau seharusnya berlatih untuk SMTOWN WEEK?”

Krystal tidak menjawab pertanyaan kakaknya. Ia justru sibuk memainkan jari-jari tangannya.

“Ah, aku tahu! Pasti karena drama-mu akan selesai kan? Artinya kau sudah harus mengucapkan selamat tinggal pada Chan Young-mu,” kata Jessica sambil tersenyum jahil.

Krystal menghela napasnya dan menoleh ke arah Jessica dengan wajah cemberut yang justru terlihat lucu bagi kakaknya itu.

“Apa yang harus aku lakukan, eonniya? Aku belum siap untuk berpisah dengannya. Aku belum siap untuk meninggalkan Lee Bo Na. Aku belum siap untuk berpisah dari Yoon Chan Young,” beber Krystal.

Jessica menepuk pundak maknae f(x) itu. “Gwaenchana,” ucap Jessica. “Kalian masih bisa berhubungan walaupun drama sudah berakhir kan?”

“Bagaimana jika kemudian muncul skandal? Satu-satunya cara supaya aku bisa bertemu dan bersama dengannya tanpa menimbulkan kecurigaan adalah saat syuting,” sahut Krystal.

Well, itu tergantung bagaimana kalian mensiasati-nya,” balas Jessica. “Lihat saja Yoona dan Jonghyun. Mereka tidak pernah berada dalam satu proyek drama tetapi mereka tetap bisa berhubungan. Atau Seohyunie dan Yonghwa oppa. Mereka juga masih bisa berhubungan walaupun sudah berhenti membintangi program We Got Married.”

“Tapi aku bahkan tidak tahu bagaimana perasaannya padaku,” ucap Krystal lirih.

“Kalau kau tidak mengatakannya, lalu bagaimana kau juga bisa mengetahui perasaannya?” tanya Jessica.

“Bagaimana jika ia ternyata tidak menyukaiku?” Krystal menatap Jessica dengan tatapan memelas yang membuat Jessica mengangkat tangannya dan mengelus rambut adik kesayangannya itu.

“Bagaimana mungkin ia tidak menyukaimu? Kau sangat cantik, lucu, pintar, berbakat dan memiliki kepribadian yang menyenangkan. Dia benar-benar buta jika tidak menyukaimu,” kata Jessica.

Gomawoyo, eonni,” ujar Krystal sambil memeluk Jessica. Senyum mulai mengembang di wajahnya.

Cheonma,” balas Jessica seraya menepuk-nepuk pundak Krystal.

Eonni harus pergi sekarang. Latihanku akan dimulai sebentar lagi. Hyoyeon bisa memarahiku jika aku terlambat datang latihan,” ucap Jessica sambil melirik ke arah jam dinding.

Krystal melepaskan pelukannya dan menatap Jessica yang bangkit berdiri.

Eonni,” panggil Krystal ketika Jessica sudah akan melangkah pergi.

Wae?” Jessica berhenti dan menatap Krystal dengan pandangan bertanya.

“Jangan kaget jika menonton episode terakhir drama-ku nanti,” kata Krystal sambil tersenyum penuh rahasia.

Jessica mengerutkan keningnya bingung. “Memangnya kenapa?” tanyanya.

Krystal menempelkan telunjuk di bibirnya dan tersenyum. “Aku sudah mendapatkan first kiss-ku.”

MWO?”

.

Malam ini para pemeran drama “The Heirs” mengadakan pesta perpisahan sekaligus merayakan kesuksesan drama mereka. Semua orang nampak bersenang-senang di pesta itu. Beberapa dari mereka bahkan terkadang naik ke atas panggung untuk menghibur semua yang hadir dan membuat suasana semakin meriah.

Krystal tertawa melihat aksi konyol yang dilakukan oleh Kim Woo Bin di atas panggung. Rekannya yang satu itu memang sangat berbeda dengan yang ada di dalam drama. Di dunia nyata, Kim Woo Bin sangat lucu dan ramah. Krystal masih fokus ke arah panggung ketika seseorang menyodorkan gelas padanya. Gadis itu menoleh dan melihat Minhyuk tersenyum padanya dengan tangan terulur memegang gelas.

“Ambillah,” kata Minhyuk sambil mengacungkan gelas di tangannya.

Krystal mengambil gelas itu sambil mengangkat kedua alisnya pada Minhyuk.

“Kau belum bersulang denganku malam ini, Lee Bo Na. Kau akan berpisah dari kekasihmu tapi kau bahkan tidak mendekatiku sepanjang malam. Apa kau tidak akan merindukanku?” tanya Minhyuk.

Krystal merasakan pipinya memanas dibawah cahaya lampu. Ia memang tidak mendekati Minhyuk sepanjang pesta berlangsung. Ia merasa tidak perlu mendekati laki-laki itu lagi jika toh mereka akan berpisah ketika pagi menjelang. Mendekati laki-laki itu hanya akan membuat perasaannya semakin kacau jika mereka berpisah nantinya.

Aniyeyo, oppa. Bukan seperti itu. Hanya saja—“ Krystal tidak tahu apa yang harus ia ucapkan.

“Sudahlah,” potong Minhyuk ketika ia melihat sepertinya Krystal tidak ingin menjawab. Ia kemudian mengangkat gelasnya sendiri dan berkata, “Ayo kita bersulang.”

Krystal tersenyum dan mengangkat gelasnya. Mereka saling menempelkan gelas masing-masing kemudian menenggak isinya. Selama beberapa saat kemudian, hanya keheningan yang menyelimuti mereka berdua.

“Aku akan merindukanmu, Lee Bo Na,” ucap Minhyuk.

Krystal mengangkat kepalanya dan menatap Minhyuk. “Ya! Yoon Chan Young! Apakah kau hanya akan merindukan Lee Bo Na? Apakah—apakah Kang Minhyuk tidak akan merindukan Jung Soo Jung?” tanya Krystal. Setelah berkata begitu, ia kemudian kembali menundukkan wajahnya malu.

Minhyuk tertegun mendengar pertanyaan Krystal. Gadis itu masih menundukkan kepalanya seolah tidak berani lagi menatapnya.

Ya, Yoon Chan Young dalam diriku akan merindukan kekasihnya, Lee Bo Na, tetapi Kang Min Hyuk tentu saja juga akan merindukan Jung Soo Jung,” sahut Minhyuk sambil mengusap lembut puncak kepala Krystal.

Sekali lagi, Krystal seolah merasakan sengatan listrik di sekujur tubuhnya dan kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. Perasaan itu sama persis ketika Minhyuk pertama kali melakukannya di scene awal mereka.

“Jangan bersikap seolah kita tidak akan bertemu lagi,” kata Minhyuk. “Kita masih akan sering bertemu di berbagai acara musik kan? Walaupun drama ini sudah berakhir, aku berharap kita masih bisa berteman baik.”

“Bisakah kita tetap berteman?” bisik Krystal dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh Minhyuk. “Kita masih bisa tetap berhubungan?”

“Tentu saja! Kenapa tidak?” jawab Minhyuk sambil tertawa dan membuat matanya membentuk eye smile.

Krystal akhirnya mengulas senyum yang membuatnya terlihat semakin cantik. Minhyuk mengagumi wajah cantik di hadapannya itu. Setidaknya, ia masih bisa berteman dengan Krystal. Itu adalah langkah awal yang baik baginya sebelum ia bisa mengutarakan perasaannya.

“Apa kau mau pulang denganku nanti?” tawar Minhyuk.

Krystal mengerutkan keningnya. “Memangnya oppa membawa mobil?”

Minhyuk merogoh kantong celananya dan mengacungkan kunci mobil. “Aku membawa mobil Yonghwa hyung hari ini,” jawabnya.

“Baiklah kalau begitu,” sahut Krystal sambil tertawa.

“Oh ya, oppa,” panggil Krystal.

Waeyo?” tanya Minhyuk.

“Mulai sekarang, bisakah kau memanggilku Soo Jung? Jangan memanggilku Bo Na lagi,” ucap Krystal.

“Memangnya kenapa?”

“Lee Bo Na dan Yoon Chan Young, biarkan mereka tetap seperti itu. Seperti yang kita ingat dalam drama ini. Sekarang, karena kita sudah memutuskan akan berteman, aku ingin kita menjadi Jung Soo Jung dan Kang Minhyuk,” kata Krystal.

Minhyuk tertawa mendengar penuturan Krystal. “Geurae. Araseo. Aku mengerti, Soo Jung-ah,” balas Minhyuk.

Krystal tersenyum manis. Yoon Chan Young dan Lee Bo Na adalah sepasang kekasih yang kisahnya tidak akan pernah berakhir dalam drama. Dan sekarang, Kang Minhyuk dan Jung Soo Jung baru saja akan memulai kisah mereka.

The End

Please leave your comment 🙂

Advertisements

31 thoughts on “My Feeling Is Real

  1. aaaaaa jd kangen lee bona yoon chan young huhu
    aaaaaa butuh lanjutan cerita ini hihi
    mau liat minhyuk soo jong jadian.
    drama dan nyata semoga sejalan hgahaha.
    nice story author~nim

  2. Alasan utama aku nton heirs adlh couple ini.. Karna aku suka banget sama couple ini !! tp kenapa ending’a hanya berteman ? Knp ga dibuat mereka jadian thor ?
    Tp aku ttp suka dgn cerita’a.. Ditunggu deerburning & minstal lain’a yaaa

    • wah, sama dong chingu. alasan utama aku nonton heirs jg karna couple ini. hehe. untuk disini emg endingnya itu dulu. ada rencana sekuel yg bakal menyusul kok. ditunggu ya ^^ gomawo udh baca+komen 🙂

  3. wuhahaha keren thor, suka sama jalan ceritanya, suka banget sama couple ini, banyakin lagi ff tentang meraka thor di tunggu ff selanjutnya tentang mereka yah 😀
    semangat thor ‘-‘)9

  4. Authornim, coba bikin cerita Bona – Chanyoung mulai dari awal mereka bertemu sampai tamat nya the heirs. Kan kita belum tau persis kisah mereka ^^
    Sebenarnya aku penasaran di ep 14, waktu mereka lari-lari kejar2an pasca penuturan Bona yg d publis sama sunbaenya. Kira2 mereka ngomong apa ya kok bisa baikan.hehe..

    Pasti seru kalo d bikin cerita..
    Thanks thor, ceritanya bagus, bahasanya juga, penulisannya juga enak d baca.
    Ku tunggu cerita tentang HyukStal berikutnya..

    Fighting…! 🙂

  5. Aaaaauthooorrr ceritanya keren banget tapi kenapa gantung gini T_T
    Penasaran banget ini kelanjutannya mereka kaya gimana? Bakalan temenan apa pacaran?
    Aku sih pengennya mereka pacaran aja hahaha #hyukstalshipper
    Terus berkarya ya thor! Sering2 aja nulis cerita ttg mereka berdua okeh?? Hehehe
    Ps. Wah komentarnya Dean diatas itu aku RT banget thor 🙂

  6. Adegan(?) waktu Minhyuk ngaku ke Jonghyun kalo dia suka Krystal itu di Heartstrings ya thor?
    ChanBona kangeeeeeennn :3
    cuma ini kopel kedua yg beda di drama2 korea, nggak ketutup kopel pertama :3
    alasan nonton heirs juga sama, aku shipper mereka sebelum heirs, bahkan kalo liat heirs cuma aku cut yg part 5 menit-nya chanbona aja #plak!curhat
    sekuel author sekuel :3

  7. Pertama kalinya baca ff di sini, kebetulan nemu ini pas nyari ff hyukstall hehe, aku suka cerita ini, tapi ini harus ada sequelnya hehe, btw boleh aku tanya authornim? Ini kak feliciarena yang suka ada di FFn di harrypotter archieve bukan? Hehe

  8. aigoo, yg saling jatuh cinta ini lagi galau ama perasannya *lirik hyukstal* kekeke~ jongyoon & jessica jadi makcomblang-nya.. moga deh mereka cpet jadian (berharap mereka real sih) 😀 author daebak!! berasa beneran klo kyk gini ❤ ❤ ditunggu karya lainnya ^^

  9. Ya ampun suka banget sama ceritanya, bikin senyum senyum sendiri. Pipi ku sampek sakit gara-gara kebanyakan senyum dari awal ff sampek akhir senyum multi. Ditunggu ff yang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s