We Got Married: Episode 2 (Jeju In Love)

wegotmarried

Title: We Got Married [Episode 1]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 13+

Genre: Romance, Family, and others

Main Cast: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Author’s Note: Untuk chapter ini dan juga chapter-chapter mendatang, mungkin akan banyak kesamaan dengan beberapa variey show atau drama Korea karena aku memang mencari inspirasi dari sana, terutama untuk tempat-tempatnya 🙂

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

NO PLAGIAT, Please…:)

.

.

.

EPISODE 2 – JEJU IN LOVE

December 27, 2013 – Seongsan Sunrise Peak

PD: Apa hal yang belum sempat kalian lakukan di tahun 2013?

Yoona: Mmm—memiliki seorang kekasih? (tertawa) Yah, setidaknya melalui acara ini, hal itu bisa kucapai (tertawa malu).

Jonghyun: Kurasa liburan. Tahun 2013 ini aku disibukkan dengan berbagai macam kegiatan  seperti world tour, persiapan album dan sebagainya. Aku belum sempat merasakan liburan tahun ini.

Hari masih tampak gelap tetapi terlihat ada dua orang sedang berjalan ke arah pantai. Keduanya sama-sama memakai mantel tebal untuk melawan dinginnya cuaca di pagi hari. Mereka berdiri berdua di pinggir pantai seolah menunggu sesuatu.

MC1: Apa yang akan mereka lakukan pagi-pagi buta seperti itu?

“Apakah kau pernah melihat matahari terbit seperti ini sebelumnya?” tanya Yoona.

“Di pantai seperti ini? Tentu saja sudah. Aku tinggal di daerah pantai, kau ingat?” jawab Jonghyun. “Bagaimana denganmu?”

“Belum,” sahut Yoona menggelengkan kepalanya. Kedua matanya menelusuri pantai yang mengeluarkan suara desiran ombak. Sesekali giginya bergemeletuk karena hawa dingin yang menusuk.

Pulau Jeju biasanya bercuaca hangat. Bahkan saat musim dingin-pun jarang turun salju di pulau tersebut. Tetapi saat ini hari masih pagi dimana matahari bahkan belum muncul dan angin pantai membuat hawa dingin begitu terasa.

Jonghyun memperhatikan Yoona yang sedikit menggigil karena kedinginan. Ia kemudian tampak berpikir sesaat.

“Tunggu disini sebentar,” ucap Jonghyun.

Laki-laki itu kemudian langsung pergi meninggalkan Yoona yang bahkan belum sempat mengatakan apapun.

Ya! Eodiga? Kau mau kemana?” tanya Yoona setengah berteriak karena Jonghyun sudah semakin menjauh.

“Mau kemana dia?” ulang Yoona bingung.

Selama beberapa saat, Yoona masih memandang ke arah laut dengan kedua tangan merapatkan mantelnya. Kemudian ia merasakan sesuatu menyelimuti tubuhnya. Ia menoleh dan melihat Jonghyun-lah yang menyelimutinya dengan selimut hangat.

“Aku mencari jaket tambahan tetapi mereka bilang tidak punya, jadi mereka memberiku selimut ini,” jelas Jonghyun menjawab pandangan bertanya dari Yoona.

“Kau kedinginan kan?” tambah Jonghyun ketika Yoona masih menatapnya bingung.

Yoona mengulas senyum kecil. Ia teringat saat kemarin Jonghyun juga memberikan jaketnya pada dirinya. “Gomawo,” ucapnya.

MC2: Aah, Jonghyun-ssi benar-benar seorang laki-laki sejati.

MC1: Dia seharusnya memeluknya saja. Tidak perlu repot-repot mencari selimut (tertawa).

MC2,3: Itu benar! Seharusnya seperti itu!

MC4: Aku benar-benar merasa iri.

“Kau sendiri apa tidak merasa kedinginan?” tanya Yoona.

Gwaenchana. Aku baik-baik saja. Aku sudah hidup di pantai sejak kecil,” jawab Jonghyun sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang dalam.

“Kita seharusnya kemari saat musim semi,” kata Jonghyun kemudian. “Saat musim semi, bunga-bunga canola akan bermekaran dan terlihat cantik sekali.”

“Sepertinya kau tahu banyak sekali,” balas Yoona sambil menyipitkan kedua matanya. “Apakah kau pernah kemari bersama seseorang juga sebelumnya?”

Ani—“ Jonghyun terdiam selama beberapa saat.

“Aku menontonnya di drama,” lanjutnya pelan.

Yoona tertawa kecil mendengar jawaban Jonghyun. Ia pikir Jonghyun tidak punya waktu lain selain untuk bermain musik, tetapi rupanya laki-laki itu juga punya waktu untuk menonton drama.

“Bagaimana jika kita kembali lagi kesini pada saat musim semi?” usul Yoona.

Jonghyun berpikir sebentar sebelum akhirnya menyanggupinya. “Baiklah,” katanya.

“Kau berjanji akan mengajakku kesini lagi saat musim semi kan?” ujar Yoona.

Araseo. Kita akan kesini lagi saat musim semi,” balas Jonghyun.

Asa!” seru Yoona senang.

Mereka berdua sama-sama menunggu dalam diam. Yoona sesekali akan melihat ke arah jam tangannya sementara Jonghyun akan menguap karena bosan menunggu.

Setelah beberapa lama menunggu, Yoona tiba-tiba menunjuk sambil berseru penuh semangat ke salah satu arah dimana cahaya mulai muncul, “Lihat disana! Mataharinya terbit!”

Jonghyun menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Yoona dengan kedua mata menyipit. Tampak bulatan matahari berwarna kuning mulai naik dari permukaan air laut. Langit disekitarnya turut berubah warna menjadi oranye terang dan memantul di laut.

 “Yepputa! Cantik sekali!” komentar Yoona sementara Jonghyun nampak masih terkagum-kagum dengan apa yang sedang dilihatnya.

Yoona: Wah, aku benar-benar tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Jinjja—benar-benar indah sekali.

PD: Bagaimana rasanya setelah melihat matahari terbit untuk pertama kalinya bersama suamimu?

Yoona: Joahaeyo. Aku menyukainya (tertawa). Ini akan menjadi momen yang tidak akan kulupakan seumur hidupku.

PD: Bagaimana rasanya setelah melihat matahari terbit untuk pertama kalinya bersama istrimu?

Jonghyun: Aku sudah sering melihat matahari terbit sebelumnya, tetapi untuk kali ini rasanya sangat berbeda. Hmm—karena aku melihatnya bersama Yoona, kurasa momen itu menjadi lebih spesial.

MC2: Tentu saja. Jika kau melihatnya bersama pasanganmu, pastinya akan terasa spesial.

MC1,3,4: Ne. Majayo. Benar sekali.

.

Yoona dan Jonghyun memasuki sebuah rumah makan bersama-sama. Bangun di pagi hari dengan cuaca yang dingin membuat perut mereka terasa sangat lapar. Mereka langsung mengambil menu dan hanya perlu melihat sekilas sebelum memesan.

“Kemana kita akan pergi setelah ini?” tanya Yoona selama mereka menunggu makanan datang.

“Kurasa sebaiknya kita pergi berbelanja. Bagaimana?” usul Jonghyun. “Bukankah kau bilang ingin membeli oleh-oleh untuk membermu karena mereka tidak sempat jalan-jalan kemarin?”

Ne. Baiklah,” sahut Yoona. “Bagaimana kalau kita juga mencari barang-barang couple?”

Jonghyun menoleh ke arah Yoona yang menatapnya bersemangat. Melihat Yoona yang menatapnya seperti itu membuat Jonghyun tidak bisa menolak permintaannya. Padahal biasanya Jonghyun tidak begitu suka dengan benda-benda couple seperti itu.

Tidak lama kemudian, berbagai makanan mulai berdatangan di meja mereka berdua. Seperti biasanya, jika sudah berhadapan dengan makanan, pasangan baru itupun langsung sibuk dengan piring masing-masing.

MC3: Mereka sepertinya lebih tertarik pada makanan dibandingkan dengan yang lain.

MC4: Kurasa mereka berdua pastilah sama-sama shikshin di dalam grupnya.

“Apa itu?” Jonghyun bertanya sambil menatap mangkuk di depan Yoona.

Jeonbokjuk, bubur abalon,” jawab Yoona. “Kau tidak tahu?”

“Ini makanan khas di Jeju. Bagaimana kau bisa tidak tahu?” jelas Yoona sambil tertawa ketika Jonghyun menggelengkan kepalanya.

Jonghyun mendengus pelan dan kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling meja.

“Kau ingin mencobanya?” tawar Yoona.

Jonghyun kembali menatap Yoona. Gadis itu sudah mengangkat sendoknya yang penuh dengan bubur dan mendekatkannya ke arah Jonghyun. Tanpa berpikir lagi, Jonghyun membuka mulutnya dan membiarkan Yoona menyuapinya.

MC1,2,3,4: Aaaah! Seperti itu baru benar!

MC1: Kurasa makanan justru membantu mereka untuk lebih dekat lagi.

“Kita seharusnya juga mencoba okdom,” kata Jonghyun. “Ikan merah yang terkenal di Jeju. Kudengar ada rumah makan di Seogwipo yang menjual okdom yang enak.

“Seogwipo? Itu lumayan jauh dari sini kan?” jawab Yoona.

“Kurasa lain kali kita harus berkeliling Jeju untuk mencoba makanan-makanan di tiap daerahnya,” tambahnya.

Ne, kau benar,” sahut Jonghyun sambil melanjutkan kegiatan makannya.

MC2: Tidak diragukan lagi. Mereka berdua memang shikshin.

.

Setelah selesai mengisi perut mereka, pasangan inipun melanjutkan perjalan mereka di pulau Jeju. Mereka memutuskan untuk berkeliling ke pusat-pusat perbelanjaan untuk membeli oleh-oleh. Yoona tampak asik memilih berbagai souvenir yang ada dan sesekali akan bertanya pendapat Jonghyun. Sementara itu Jonghyun hanya mengikutinya dari belakang dan terlihat tidak menaruh minat pada barang-barang yang dijual. Laki-laki itu memang tidak terlalu suka berada di pusat perbelanjaan dalam waktu lama, tetapi karena Yoona mengatakan ingin pergi, maka ia-pun mengikutinya.

“Kau tidak membeli oleh-oleh untuk membermu?” tanya Yoona ketika ia membayar barang yang dibelinya untuk member SNSD.

“Tidak. Kami tidak saling memberi oleh-oleh seperti itu,” jawab Jonghyun.

Yoona kembali menarik Jonghyun ke toko lain setelah selesai membayar. Kali ini untuk mencari barang untuk mereka berdua.

“Apa yang harus kita beli?” Yoona tampak lebih bergumam pada dirinya sendiri sambil berjalan mengitari toko.

“Bagaimana dengan barang-barang yang biasa kita pakai sehari-hari?” ujar Jonghyun sambil mengangkat sebuah mug dan mengamatinya.

“Boleh saja,” sahut Yoona sambil ikut mengamati deretan mug.

“Kurasa model-model seperti ini sudah tidak cocok untuk usia kita,” kata Yoona sambil menunjuk berbagai model mug couple.

“Ah, bagaimana dengan yang ini!” Yoona mengambil sepasang mug berwarna biru muda dan pink dengan desain gambar yang sederhana. “Biru untuk CNBLUE dan pink untuk SNSD. Cocok untuk kita bukan?”

Jonghyun tersenyum dan mengambil mug itu dari tangan Yoona kemudian mengamatinya. Ia lalu mengangguk kecil.

“Baiklah, ayo kita beli yang ini,” katanya.

Setelah mengambil mug itu, mereka kembali berjalan mengelilingi toko. Masih sama seperti sebelumnya, Yoona akan berjalan di depan sementara Jonghyun mengikuti di belakang.

“Oh!” Yoona tiba-tiba berjalan lebih cepat dan membuat Jonghyun mempercepat langkahnya juga.

“Bagaimana dengan ini?” Yoona menyodorkan sebuah penutup mata bergambar mata panda ke arah Jonghyun sambil tertawa. “Kurasa ini cocok sekali denganmu.”

MC4: Benar sekali! Itu cocok sekali dengan Jonghyun-ssi.

Jonghyun menatap Yoona dengan tatapan aneh, tetapi ia menerima penutup mata itu. Yoona masih mencoba untuk mencari-cari di antara penutup mata lain yang tergantung.

“Sayang sekali tidak ada rusa untukku,” gumam Yoona.

Jonghyun ikut melihat ke arah tumpukan penutup mata yang masih dipegang oleh Yoona. Matanya menangkap gambar pada salah satu penutup mata. Ia kemudian mengambilnya dan memberikannya pada Yoona.

“Ini saja. Kau suka rilakkuma kan?” kata Jonghyun.

“Bagaimana kau bisa tahu?” Yoona tampak terkejut.

“Bukan hanya kau yang tahu tentangku, nona,” sahut Jonghyun sambil tersenyum. “Kajja. Kalau sudah, ayo kita lanjutkan lagi.”

PD: Apa saja yang kalian beli sebagai barang couple pertama kalian?

Yoona: Kami membeli mug dan penutup mata. Kami akan membeli barang-barang lain di kesempatan berikutnya. Mungkin jika kami sudah memiliki rumah sediri (tertawa).

Jonghyun: Yoona memilihkan mug dan penutup mata untukku. Panda.

PD: Apakah kau tidak menyukainya.

Jonghyun: Aniyeyo. Tidak, bukan seperti itu. Aku menyukainya. Ia memilih panda untukku karena ia mengatakan jika mataku berkantung seperti panda. Aku menyukai fakta bahwa itu berarti ia memperhatikanku (tertawa).

“Sayang sekali kita harus segera kembali ke Seoul,” kata Yoona. Tangannya memegang belanjaan yang berisi oleh-oleh untuk membernya sementara Jonghyun membawa kantung berisi barang-barang couple mereka.

“Kita masih punya banyak jadwal sampai akhir tahun nanti,” tambah Jonghyun.

“Apakah kita tidak akan bertemu lagi sampai tahun baru?” tanya Yoona.

Jonghyun mengangkat bahunya. “Entahlah. Mungkin,” sahutnya.

Yoona: Aku tidak bisa menghadiri acara-acara akhir tahun karena jadwal syutingku yang padat sementara Jonghyun justru akan sibuk menghadiri acara akhir tahun. Kurasa kami tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu sampai tahun baru nanti. Sayang sekali.

PD: Apa harapan kalian di tahun 2014 nanti?

Yoona: Aku berharap semuanya berjalan dengan lancar. Kami mungkin akan mengalami perselisihan dan bertengkar, tetapi aku berharap untuk kebahagiaan kami di tahun 2014.

Jonghyun: Aku berharap aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi di tahun 2014. Untuk para fans-ku, untuk member CNBLUE, orangtuaku, dan juga untuk Yoona.

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 2 – 22nd Day

PD: Apakah kalian pernah merayakan 22nd day sebelumnya?

Yoona: Belum. Tapi aku berharap aku bisa melakukannya.

Jonghyun: Aku tidak pernah merayakan hari-hari spesial. Apakah kita perlu melakukannya?

Yoona dan Jonghyun terlihat duduk berhadapan dengan dipisahkan sebuah meja. Mereka tampak berdebat kecil.

“Untuk apa? Aku juga tidak pernah merayakannya sebelumnya,” ucap Jonghyun.

Ya! Karena itu kali ini kita harus merayakannya,” balas Yoona.

“Apa yang ingin kau lakukan?” tanya Jonghyun.

Yoona: Ia selalu mengatakan tidak ingin melakukannya, tetapi aku terus memaksanya.

Jonghyun: Kupikir aku tidak akan bisa menolek permintaannya. Ia selalu membuatku tidak bisa menolak apapun yang ia inginkan.

.

Please leave your comment

Advertisements

21 thoughts on “We Got Married: Episode 2 (Jeju In Love)

  1. aaa jd inget yongseo pas part mereka beli mug couple hehe ff nya bagus thor tp menurutku msh krg romantis antara jonghyun sm yoona, episode selanjutnya sangat ditunggu dan semoga mereka makin romantis 😀

    • aku jg banyak terinspirasi dari yongseo kok, soalnya mereka couple fav aku di wgm. hehe 🙂 pastinya aku bakal bikin mereka tambah romantis di episode-episode mendatang. haha ^^

  2. Kurang romantis….tp mgk juga baru pertama sih…
    Jonghyun masih agak malu-malu……hehehehe
    tapi tetap bagus kok, aq menunggu cerita ini
    ditunggu next chapter ya dan cerita Deerburning lainnya
    tq

  3. Pingback: We Got Married: Episode 3 (22nd Day) | Felicia Rena Fanfictions

  4. Pingback: We Got Married: Episode 4 (Their First House) | Felicia Rena Fanfictions

  5. Pingback: We Got Married: Episode 5 (Wedding Preparation) | Felicia Rena Fanfictions

  6. Dari wgm yg sllu q tonton sih kurang greget sih..tp ok lh mngkin bru knl jd pda kikuk
    Pngen liat yg keliatan real…
    So bgus sjauh ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s