We Got Married: Episode 4 (Their First House)

wegotmarried

Title: We Got Married [Episode 1] [Episode 2] [Episode 3]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 13+

Genre: Romance, Family, and others

Main Cast: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Other Cast: Lee Jung Shin as guest commentator

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

*Note: Yang berwarna merah adalah komentar dari para MC di studio. Oranye adalah pertanyaan dari PD-nim di sesi interview. Pink adalah kata-kata Yoona di sesi interview. Biru adalah Jonghyun di sesi interview.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

NO PLAGIAT, Please…:)

.

.

.

EPISODE 4 – THEIR FIRST HOUSE

WGM Studio

MC2: Hari ini kita kedatangan seorang tamu komentator, CNBLUE Jungshin!

MC1,2,3,4: (bertepuk tangan)

Jungshin (JS): Annyeonghaseyo! CNBLUE Jungshin-imnida!

MC3: Jungshin-ssi, kudengar kau adalah fans Yoona? Benarkah itu?

JS: Ne? Ah, Yoona sunbaenim—ia adalah member favoritku di SNSD.

MC4: Lalu, bagaimana perasaanmu saat mengetahui Yoona yang akan menjadi istri dari salah satu membermu.

JS: Aku merasa terkhianati, tentu saja (tertawa). Aniyeyo. Gwaenchanayo. Mereka berdua terlihat cocok dan aku ikut senang untuk mereka.

MC2: Apakah kau menonton episode-episode sebelumnya?

JS: Hanya episode pertama. Kami (CNBLUE members) menontonnya bersama-sama. Pada minggu berikutnya kami tidak memiliki kesempatan untuk menonton.

MC1: Sayang sekali. Kalau begitu hari ini kau bisa menonton dan ikut berkomentar.

JS: (tertawa) Aku akan melakukannya dengan baik.

.

January 18, 2014 – Cheongdamdong

Pagi hari di hari ke-delapanbelas bulan Januari. Jonghyun dan Yoona kembali bertemu di sebuah rumah makan. Sudah menjadi aturan tidak resmi bagi mereka untuk menghabiskan waktu sarapan pagi bersama. Seperti sebelumnya, sesi mengobrol mereka akan baru akan dimulai setelah mereka selesai makan.

Mwoya?” Yoona menoleh bingung ketika seorang kru menyerahkan sebuah amplop padanya. Yoona menerima amplop itu, membaliknya sekilas, kemudian menatap Jonghyun sebelum membuka amplop itu. Ia mengeluarkan mission card dari dalam amplop dan membacanya.

Chukhaderimnida! Hari ini kalian akan menuju ke WGM village dan melihat rumah baru kalian,” ucap Yoona sesuai dengan yang tertulis dalam mission card yang diterimanya.

MC3: Benarkah? Mereka sudah mendapatkan rumah sendiri?

MC4: Cepat sekali.

PD: Bagaimana perasaan kalian saat mengetahui kalian akan menuju ke rumah baru kalian?

Yoona: Aku merasa sangat bersemangat. Aku sangat bersemangat untuk melihat seperti apa rumah kami nantinya. Aku juga memikirkan bagaimana kita akan mendekorasi rumah kita dan apa saja yang harus dibeli. Semua pikiran itu dengan segera melintas di kepalaku. Memikirkannya saja membuatku merasa senang.

Jonghyun: Aku tidak pernah memikirkan hidup selain bersama dengan memberku. Tapi untuk kali ini, aku merasa bersemangat sekali. Kupikir begitu. Menempati rumah bersama setelah menikah, seperti inikah rasanya? Aku ingin tahu bagaimana rasanya (tersenyum).

“Kita akan menuju ke rumah baru kita? Jinjjaya?” tanya Jonghyun.

Yoona menyerahkan mission card-nya pada Jonghyun dengan wajah berseri. Jonghyun menerimanya dan membaca sendiri isinya.

“WGM village?” Jonghyun mengangkat kedua alisnya.

“Alamatnya tertulis di bagian bawah mission card-nya,” terang Yoona sambil menunjuk ke bagian bawah mission card mereka.

“Ah, jadi mereka sudah menentukan rumahnya? Kita tidak memilihnya sendiri?” Jonghyun kembali bertanya memastikan.

“Mereka sudah menyiapkan rumahnya,” sahut Yoona.

“Kau tidah tahu?” tambah Yoona ketika Jonghyun masih menampilkan ekspresi blank-nya. “Apakah kau tidak pernah menonton WGM sebelumnya?”

JS: Jonghyun hyung tidak pernah menonton acara-acara seperti ini. Ia menghabiskan waktunya hanya dengan bermain game atau mengkomposisi musik.

MC1: Ah, tentu saja ia tidak tahu kalau begitu.

“Salah satu junior di agensiku, SHINee Taemin juga mengikuti acara ini sebelumnya, jadi aku tahu  beberapa hal tentang WGM di season ini,” jelas Yoona.

Jonghyun mengangguk-anggukkan kepalanya walaupun ekspresinya mengatakan bahwa ia belum sepenuhnya paham.

Kajja! Kalau kita sudah ada disana, kau pasti akan mengerti sendiri,” ajak Yoona.

“Kita akan pergi dengan mobilku?” tanya Jonghyun.

“Kau ingin aku jalan kaki?” balas Yoona.

Jonghyun tertawa kecil setengah merutuki pertanyaannya. Ia berjalan bersama Yoona keluar dari rumah makan dan menuju mobilnya yang ia parkir beberapa meter dari rumah makan itu.

Setelah menemukan mobilnya, Jonghyun membuka kuncinya dengan kunci otomatis. Ia kemudian berjalan ke arah pintu depan dan membukakannya untuk Yoona. Setelah Yoona masuk, ia menutup pintunya dan menuju ke pintu kemudi. Selagi Jonghyun menyalakan mesin mobilnya, Yoona kembali membacakan alamat yang akan mereka tuju.

“Kau ingin tahu sesuatu?” Jonghyun membuka pembicaraan setelah sepuluh menit perjalanan.

“Apa?” tanya Yoona sambil menoleh ke arah Jonghyun.

“Belum pernah ada wanita lain yang naik mobilku selain eomma dan noona-ku,” kata Jonghyun. “Kau adalah yang pertama.”

MC2: Oh, jeongmalyo? Benarkah itu? (melihat ke arah Jungshin)

MC1: Sulit dipercaya.

JS: Aniyeyo. Kurasa yang dikatakannya itu memang benar.

Jinjjayo?” Yoona melebarkan kedua matanya.

Jonghyun mengangguk mantap. “Yang pernah naik mobilku selain keluargaku hanyalah para memberku,” lanjutnya.

Waeyo? Kenapa begitu?” tanya Yoona lagi.

“Aku jarang menggunakan mobilku. Walaupun aku hampir selalu memegang kemudi, tetapi kami, CNBLUE, jarang menggunakan mobilku. Kami lebih sering menggunakan mobil Yonghwa hyung. Aku hanya menggunakan mobilku untuk acara pribadi,” jelas Jonghyun.

MC2: Benarkah begitu, Jungshin-ssi?

JS: Ne. Yang dikatakannya memang benar. Kami memang lebih sering menggunakan mobil Yonghwa hyung atau mobil manager hyung. Tapi Jonghyun hyung hampir selalu menjadi supir kami (tertawa).

MC4: Ah, benar-benar sulit dipercaya.

“Waaahh.” Yoona terdengar takjub kemudian menambahkan sambil tertawa, “Aku merasa sangat tersanjung.”

“Kau memang seharusnya merasa begitu,” timpal Jonghyun. “Aku mengatakannya supaya kau merasa tersanjung.”

JS: Mwoya, hyung? Apa yang kau katakan? (menutup wajahnya malu)

MC1: Apakah ia berniat menggombal?

Ya!” Yoona menanggapi dengan tertawa sambil memukul pelan lengan Jonghyun.

Setelah beberapa puluh menit berlalu lagi, mereka berdua akhirnya tiba di WGM village. Mereka keluar bersamaan dari mobil setelah Jonghyun memarkir mobilnya. Yoona terlihat mengagumi deretan rumah yang ada di WGM village.

Yoona dan Jonghyun meneliti nomor rumah mereka dari mission card yang mereka terima. Mereka kemudian berjalan bersama menuju rumah tersebut. Sebuah kotak pos merah sudah menanti mereka di depan rumah.

Jonghyun membuka kotak pos itu dan menemukan sebuah amplop berisi mission card beserta kunci rumah. Ia lalu menyerahkan kunci rumahnya pada Yoona.

“Kita baca mission card-nya di dalam saja. Ayo kita masuk dulu,” ujar Yoona yang sudah terlihat sangat bersemangat.

Yoona membuka kunci rumahnya dan masuk ke dalam. Walaupun hari masih pagi dan sinar matahari masuk melalui jendela, ia tetap menyalakan lampu.

Annyeonghaseyo,” ucapnya sembari melangkah masuk ke dalam rumah. Jonghyun mengikutinya di belakang.

“Uwaah!” seru Yoona sambil memperhatikan sekeliling isi rumahnya yang masih kosong.

Jonghyun membuka mission card-nya selagi Yoona sibuk mengelilingi rumah baru mereka. Selain mission card, dalam amplop tersebut juga terdapat WGM card.

“Silahkan mengelilingi rumah baru kalian dan tentukan bagaimana kalian akan mendekorasi rumah kalian. Setelah itu pergilah berbelanja untuk membeli barang-barang yang kalian butuhkan menggunakan WGM card.” Jonghyun membacakan isi mission card kedua mereka hari itu.

“Mereka memberi kita uang untuk membeli yang kita butuhkan?” tanya Jonghyun sambil mencermati WGM card di tangannya.

“Kurasa begitu,” sahut Yoona.

“Nah, bagaimana dengan ruang tengah ini?” Yoona melihat ke sekeliling ruang tengah sekaligus ruang tamu tempat mereka berdiri saat ini. Hanya ada sebuah sofa dan meja kecil disana.

“Kurasa yang kita butuhkan sudah tersedia disini,” sahut Jonghyun simpel. “Kita hanya membutuhkan sofa dan meja kecil untuk disini kan?”

“Apa ini?” Yoona menemukan sebuah bingkisan berbentuk persegi panjang yang cukup besar di atas meja.

Yoona mengambil bingkisan itu dan membuka bungkusnya. Jonghyun bergerak mendekat ke arahnya untuk ikut melihat apa isi bungkusan itu. Yoona merobek lapisan terakhir pembungkusnya dan mengeluarkan isinya.

Omo!”

Isi dari bingkisan itu adalah sebuah foto dalam pigura ketika mereka pertama kali bertemu di kafe sebuah hotel di Jeju. Momen yang terlukis disana adalah ketika para member SNSD dan CNBLUE yang lain sama-sama saling memunggungi dan hanya Yoona dan Jonghyun yang berbalik untuk menemukan satu sama lain.

MC3: Ah! Itu foto pertemuan pertama mereka kan?

MC1,2: Ne, majayo!

“Kita harus memajangnya!” Yoona terlihat sangat menyukai foto itu.

“Dimana kita akan meletakkannya?” tanya Jonghyun sambil memandangi dinding.

“Bagaimana kalau di atas sofa ini?” Yoona menunjuk dinding di atas sofa mereka berada.

Jonghyun mengangguk. “Baiklah, nanti kita akan memasangnya disitu. Kemudian ketika kita memiliki foto lain, kita bisa memajangnya sampai mengitari ruangan ini.”

“Itu ide yang bagus!” seru Yoona sambil mengangkat tangannya untuk ber-high five dengan Jonghyun.

MC3: Oh! Apakah mereka ber-high five? Kurasa itu skinship pertama mereka.

MC4: Aniya! Yang seperti itu tidak bisa disebut skinship (serius).

MC1,2,3,JS: (tertawa)

Yoona dan Jonghyun mengelilingi rumah baru mereka itu bersama-sama. Mereka mengecek setiap ruangan-ruangan yang ada. Ruangan pertama yang mereka buka adalah kamar tidur. Ruangan itu belum memiliki dekorasi apapun, hanya ada sebuah tempat tidur dan meja panjang di dalamnya.

“Aku akan mengkomposisi musikku disini,” ucap Jonghyun sambil mengedarkan pandangannya.

“Dimana kau akan meletakkan peralatanmu? Disana?” Yoona menunjuk sebuah meja panjang.

“Hmm.” Jonghyun mengangguk. “Aku akan membeli tambahan meja sendiri kalau perlu.”

“Aku juga ingin memasang peredam suara. Karena aku akan mengomposisi musik disini,” tambahnya.

Yoona menganggukkan kepalanya. “Aku ingin mendekorasinya dengan nuansa biru. Bagaimana menurutmu?”

“Biru?”

“Hmm. Aku suka warna biru dan karena nama grupmu adalah CNBLUE, jadi kurasa tidak ada masalah kan?” ujar Yoona sambil tertawa. “Aku ingin seprei warna biru dan semacamnya.”

“Kalau begitu masukkan itu dalam daftar barang yang harus kita beli nantinya,” kata Jonghyun.

Setelah itu mereka menuju ke kamar mandi dan mengecek aliran airnya. Tempat berikutnya yang mereka datangi adalah dapur. Yoona mengecek kompor dan membuka lemari yang ada sementara Jonghyun membuka kulkas.

“Kurasa kita harus membeli beberapa bahan makanan,” usul Yoona.

“Memangnya kau bisa memasak?” tanya Jonghyun.

“Aku suka memasak,” jawab Yoona yakin.

Ya! Aku bertanya apakah kau bisa memasak atau tidak. Bukan apakah kau suka memasak atau tidak,” balas Jonghyun.

Yoona mengeluarkan cengirannya. Jonghyun menggelengkan kepalanya. Tanpa Yoona harus menjelaskannya dengan kata-kata pun ia sudah mengetahui jawabannya.

PD: Bagaimana dengan urusan memasak? Siapa yang akan menjadi juru masak?

Yoona: Aku suka memasak, tapi setiap kali aku masuk dapur di dorm-ku, aku tidak tahu apa yang kulakukan disana (tertawa pahit). Kurasa aku harus banyak belajar lagi dan belajar lebih keras. Aku ingin menjadi seorang istri yang bisa memasak makanan sendiri untuk suaminya.

Jonghyun: Kurasa aku hanya suka makan. Aku tidak pernah memasak di dorm sebelumnya. Jungshin selalu melakukannya untuk para member.

JS: Majayo. Aku selalu melakukannya (tersenyum kecut).

“Bagaimana kalau sekarang kita pergi berbelanja?” Yoona mengusulkan sambil bersandar pada meja dapur.

“Sekarang?” Jonghyun menoleh. “Geurae. Kajja.”

Setelah membahas apa saja yang perlu mereka beli, Yoona dan Jonghyun bersama pergi ke pusat perbelanjaan. Sesampainya disana, mereka langsung mencari apa saja yang mereka butuhkan.

Sesuai dengan keinginannya, Yoona memilih seprei dan tirai berwarna biru. Setelah menentukan pilihannya, Yoona mengalihkan perhatiannya pada tumpukan keset. Ia menarik keluar sebuah keset bergambarkan panda.

“Lihat! Lihat!” seru Yoona sambil menunjukkan keset panda itu pada Jonghyun.

Mwo?” tanya Jonghyun.

“Bukankah ini terlihat sangat mirip denganmu?” ucap Yoona polos. “Ayo kita beli!”

Mwoya? Kau mau menginjakku?” balas Jonghyun.

“Aku akan membelinya!” Yoona memutuskan tanpa mendengarkan Jonghyun.

Ya! Kau tidak mendengarkanku?” seru Jonghyun ketika Yoona berlalu sambil bersenandung setelah mengambil keset panda itu.

Mereka berdua kemudian mencari peredam suara yang diinginkan oleh Jonghyun. Yoona membiarkan Jonghyun mengurus soal peredam suara itu karena ia sendiri tidak terlalu mengerti.

“Bagaimana kalau kita memasak untuk malam ini?” usul Yoona setelah mereka selesai membeli barang-barang yang mereka butuhkan.

“Memasak?” Jonghyun terlihat ragu. “Ehm, kau ingin melakukannya?”

Keurom! Tentu saja! Ayolah!” bujuk Yoona.

Jonghyun masih terlihat ragu namun akhirnya menyerah dan mengikuti Yoona ke bagian bahan-bahan masakan.

“Memangnya kau mau memasak apa?” tanya Jonghyun selagi mereka berputar-putar di bagian sayuran.

“Apakah kau keberatan dengan kimbap? Sejauh ini kurasa itu yang paling aman selain mi instan,” jawab Yoona.

“Tidak. Aku tidak keberatan dengan makanan apapun asalkan bisa dimakan,” sahut Jonghyun.

Yoona memilih bahan-bahan untuk membuat kimbapnya sementara Jonghyun mendorong troli dibelakangnya. Yoona mengambil beras, rumput laut, minyak, dan bahan-bahan serta peralatan untuk membuat kimbap.

“Kau yakin bisa membuatnya?” Jonghyun bertanya lagi setelah mereka selesai berbelanja dan siap untuk pulang.

“Aku pasti bisa,” sahut Yoona dengan yakin.

Araseo. Aku percaya padamu,” balas Jonghyun.

Yoona: Aku merasa ia sebenarnya meragukan kemampuanku, tetapi kemudian ia mengatakan kalau ia percaya padaku. Ah, itu membuatku benar-benar ingin berusaha dan menunjukkan hasil yang memuaskan padanya.

Sesampainya dirumah mereka, Yoona dan Jonghyun bekerja sama menurunkan barang-barang belanjaan mereka. Bersama-sama, mereka menggotong peredam suara yang mereka beli ke dalam kamar.

Setelah semua barang-barang di mobil diturunkan, Yoona dan Jonghyun mulai merapikan barang-barang yang mereka beli dan meletakkannya pada tempatnya. Pertama-tama, mereka memasang seprei dan tirai di kamar tidur. Kemudian mereka juga mulai membuka pembungkus peredam suara dan memasangnya di dinding sesuai dengan instruksi Jonghyun.

“Whoaa—“ Yoona tampak mengagumi dan meraba peredam suara yang sudah tertempel di dinding itu. Jonghyun berdiri di sebelah Yoona dengan kedua tangan di pinggang dan terlihat mengagumi pekerjaannya.

Kajja, kita bereskan ruang tengah.” Yoona mengajak Jonghyun berpindah.

Di ruang tengah, tidak banyak yang bisa mereka ubah. Mereka memasang foto yang mereka dapatkan di dinding di atas sofa berada. Setelah itu Yoona juga mengganti tirainya dengan tirai biru yang tadi dibelinya.

“Kita seharusnya membeli karpet,” ujar Yoona sambil menyentuh lantai.

“Aku sudah memesannya,” sahut Jonghyun. “Kurasa besok karpetnya sudah datang.”

“Benarkah? Kau sudah memesannya?” tanya Yoona. “Kapan?”

“Saat kau tidak melihatku,” jawab Jonghyun sambil tertawa menggoda.

Yoona mencibir dan beralih pada belanjaan dapurnya. Ia mengambil kantung-kantung plastik itu dan membawanya ke dapur. Di sana ia mulai mengeluarkan bahan-bahan dan peralatan memasak yang dibutuhkannya.

“Kau sudah akan mulai memasak?” tanya Jonghyun ketika melihat Yoona mecuci tangannya.

Ne,” balas Yoona. “Kau duduk saja dan tunggu hasilnya.”

Aniya. Aku ingin membantu,” ucap Jonghyun.

Jinjjayo?” tanya Yoona yang sedang berusaha membuka tutup botol minyak wijen.

Ne. Apa yang bisa kubantu?” Jonghyun mencuci tangannya dan melipat lengannya.

“Kalau begitu tolong bukakan ini,” ujar Yoona sambil menyerahkan botol minyak wijen itu pada Jonghyun.

Mwo? Kau bahkan tidak bisa membuka tutup botolnya?” Jonghyun menatap Yoona yang balas menatapnya sambil tersenyum kecut.

Jonghyun membuka tutup botol itu dengan mudah dan meletakkannya di atas meja. Sementara itu Yoona mulai memasak nasi.

“Apa lagi yang bisa kulakukan?” tanya Jonghyun lagi.

“Kau bisa memotong sayuran kan?” Yoona mengeluarkan wortel dan mentimun. “Potong panjang-panjang seperti ini.”

Yoona mengambil pisau dan memberi contoh cara memotongnya pada Jonghyun. Laki-laki itu mengangguk mengerti dan mengambil alih pisau di tangan Yoona.

Yoona berganti mengambil telur dan wajan kemudian menggorengnya. Ia juga mengambil ham dan meminta Jonghyun untuk memotongnya juga.

Mereka berdua nampak sibuk berkosenterasi dengan pekerjaan masing-masing. Setelah Yoona selesai menggoreng telurnya, ia memindahkan telurnya ke sebuah tatanan dan mendekati Jonghyun untuk melihat pekerjaan laki-laki itu.

Ya! Lee Jonghyun!” Yoona menghentikan tangan Jonghyun yang sedang menggerakkan pisau. Ia lalu mengangkat beberapa hasil pekerjaan Jonghyun. Disitu terlihat potongan-potongan wortel dan ham yang memanjang namun tidak rapi.

“Apakah kau pernah menggunakan pisau sebelumnya?” tanya Yoona.

MC2: Kuduga ia tidak pernah menggunakan pisau sebelum ini.

JS: Memang tidak pernah. Sudah kukatakan aku yang selalu memasak.

Jonghyun tersenyum malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Tidak,” akunya.

Yoona menggelengkan kepalanya tetapi tersenyum geli melihat hasil pekerjaan Jonghyun. Ia lalu menggantikan Jonghyun memotong-motong sisa sayuran dan telur. Jonghyun dimintanya untuk mengecek nasi dan menyiapkan roll untuk kimbap dan rumput laut.

Setelah semuanya siap, Yoona meletakkan menaruh rumput laut di atas roll kimbap yang sudah di siapkan oleh Jonghyun di atas meja. Yoona lalu mulai meratakan nasi di atasnya dan meletakkan sayuran, ham, atau telur di atasnya sebelum menggulungnya. Selama Yoona bekerja, Jonghyun duduk di seberang mejanya dan menontonnya.

Yoona memotong gulungan kimbap pertamanya dan memberikan salah satu potongannya pada Jonghyun.

“Cobalah,” ujar Yoona sambil mendekatkan kimbap itu ke mulut Jonghyun.

Jonghyun membuka mulutnya dan memakan kimbap yang diberikan oleh Yoona. Ia mengunyahnya pelan sementara Yoona menunggu komentarnya dengan ekspresi penasaran.

MC3: Entah mengapa Yoona terlihat sangat natural menyuapi Jonghyun seperti itu.

MC1: Kurasa memang makanan bisa membuat mereka lebih dekat.

“Enak,” komentar Jonghyun setelah menelan kimbapnya. “Tetapi kurasa nasinya masih kurang matang dan rumput lautnya terasa aneh.”

“Benarkah?” Yoona mengambil kimbapnya dan ikut memakannya. Benar yang dikatakan oleh Jonghyun. Nasinya sedikit kurang matang walaupun tidak terlalu terasa bedanya, tetapi rumput lautnya memang berbeda. Selain itu Yoona juga mendapati rasa asin yang berlebihan. Sepertinya ia terlalu banyak menabur garam.

“Kurasa lebih baik kita memesan delivery saja,” kata Yoona.

“Tidak.” Jonghyun mengulurkan tangannya dan mengambil kimbap itu lagi kemudian memakannya. “Bukankah kita punya ini? Untuk apa memesan delivery? Sudah kukatakan kalau ini enak kan?”

“Tapi rumput lautnya teras berbeda,” ujar Yoona.

“Tidak masalah. Menurutku ini tetap enak. Lanjutkan saja membuatnya,” kata Jonghyun.

“Kau yakin?” tanya Yoona.

Jonghyun menganggukkan kepalanya dan memakan kimbap itu lagi dengan santai.

Yoona: Aku tahu kimbap buatanku tidak seenak itu. Aku menabur terlalu banyak garam dan rumput lautnya terlalu tebal dan terasa aneh. Sebenarnya aku merasa gagal membuatnya. Tetapi diluar dugaanku, Jonghyun menolak untuk memesan delivery dan tetap memakannya. Untuk itu, aku merasa sangat berterima kasih padanya.

Jonghyun: Sejujurnya, rasanya memang terlalu asin dan tidak terlalu enak. Tetapi aku tahu Yoona membuatnya dengan sepenuh hati. Aku merasakan ketulusannya. Aku tidak ingin menyakiti hatinya dengan tidak memakan kimbap itu. Lagipula, aku juga tidak suka membuang-buang makanan.

MC2: Ah, Jonghyun-ssi benar-benar laki-laki sejati.

MC3: Aku jadi iri pada Yoona.

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 5 – WEDDING PREPARATION

“Untuk mempersiapkan pernikahan kalian, silahkan menemui wedding organizer kami untuk mengonsep acara pernikahan yang kalian inginkan. Setelah itu, pergilah memilih baju pengantin!” Yoona membaca mission card di tangannya.

“Konsep pernikahan seperti apa yang kau inginkan?” tanya Jonghyun.

“Aku menginginkan konsep pernikahan outdoor,” jawab Yoona.

Setelah menemui wedding organizer untuk membicarakan konsep pernikahan mereka, Yoona dan Jonghyun berganti tempat untuk memilih baju pengantin. Mereka mengunjungi butik baju pengantin dan memilih bersama baju yang akan mereka pakai. Yoona dan Jonghyun bergantian mencoba baju pengantin mereka dan yang lain akan memberikan komentarnya.

Yoona: Aku menyukai laki-laki yang terlihat keren saat mengenakan jas.

Selesai dari memilih baju pengantin, Yoona dan Jonghyun pulang bersama ke rumah mereka. Saat itu terlihat Yoona dan Jonghyun duduk berdua di sofa sambil mengobrol.

“Aku akan pergi ke Amerika sampai akhir bulan Januari,” kata Jonghyun.

“Begitukah?” Yoona tampak merenung.

“Apakah kau akan merindukanku?” tanya Jonghyun.

Yoona tertawa kecil sebelum menganggukkan kepalanya. “Aku akan meridukanmu,” jawabnya.

Jonghyun kemudian mengambil gitarnya dan memainkannya di depan Yoona. Tidak hanya itu, ia juga bernyanyi untuk Yoona.

Narang gyeolhonhae jullae?”

Jonghyun: Aku ingin melakukannya. Aku ingin benar-benar merasakan perasaan itu dan aku merasa harus melakukannya. Aku ingin mengatakan padanya kalau ia adalah orang yang tepat.

Yoona: Aku sama sekali tidak menyangka ia akan melakukan hal itu. Tapi aku merasa sangat senang sampai dadaku terasa sesak. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaan itu dengan kata-kata.

.

Please leave your comment

Advertisements

18 thoughts on “We Got Married: Episode 4 (Their First House)

  1. paraaaaah jonghyun laki bgt aaaaa
    yoona bersyukutlah dpt suami jonghyun.
    sumpahhhh cocok bingiiiit mereka.
    makanan emang penyelamat mereka

    lanjuuut

  2. Halooo. Maaf sering jd silent readermu nih #ngaku.Pertamaa aku suka bnget ide kamu buat wgm deerburning.. kkkkk aku ngeship mereka hard banget. Hahaha. Kedua.. terus tulis ttg mereka ya.. wlw yoon udh jadi sma yg laen ttp aja chemistry sama jong still perfect. Blm nemu artis yg cocok slain yoong bwt jonghyun. Hahahaha. Efek delusional kumat lagi. Ketiga.. keep writing ya thorrr. Bca ff ttg mreka udh jd hiburan khusus d weekend 🙂 makaaih udh bikin ff bgus.

    • halo juga.. makasih udah komen yaa ^^ wah, sama dong. aku juga belum nemu artis lain yg cocok buat jong selain yoon. makanya aku masih ngeship mereka banget. hahaha.. makasih ya udah baca ff disini. ^^

  3. Jadi pengen lihat wgm mereka secara real…semoga terwujud aamiin….. emang Jonghyun pria sejati…. walau asin tetap disantap….

  4. Sweet bgt si jonghyun ttp makan wlpun rasanya krg enak XD
    Kyaa~ moment antara mreka bikin senyum sendiri ngebayanginnya 🙂
    Akn sprti apa nt klanjutan wgm shikshin couple ini?
    Hihihi aku pnasaran 😀

  5. Halo… I’m new reader here…
    maaf baru kasih komentar di part ini…
    Ceritanya ringan bgt. Lucu. ngebuat aku senyum2 sendiri bacanya…
    dan aku suka karakter Jonghyun yang diciptakan dengan ‘tepat’ sesuai porsinya. Ga terlalu Cheezy but sometimes can be so sweet. Dia kan emang punya karakter yg agak ‘ajaib’ menurut ku. hahaha…
    Keep writing chingu… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s