We Got Married: Episode 5 (Wedding Preparation)

wegotmarried

Title: We Got Married [Episode 1] [Episode 2] [Episode 3] [Episode 4]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 13+

Genre: Romance, Family, and others

Main Casts: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Other Casts: Kim Jung Min as MC1, Park Mi Sun as MC2, Lee Ji Hye as MC3, Danny Ahn as MC4, Lee Jungshin as guest commentator

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

*Note: Yang berwarna merah adalah komentar dari para MC di studio. Oranye adalah pertanyaan dari PD-nim di sesi interviewPink adalah kata-kata Yoona di sesi interviewBiru adalah Jonghyun di sesi interview.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

NO PLAGIAT, Please…:)

.

.

.

EPISODE 5—WEDDING PREPARATION

January 19, 2014 ; 08.10 KST – WGM Village

TING! TONG!

MC1: Mission card? Apakah itu misi mereka?

Yoona beranjak menuju pintu ketika mendengar suara bel dibunyikan. Sementara itu Jonghyun tetap dalam posisinya duduk di sofa. Tidak lama kemudian Yoona masuk kembali dengan sebuah amplop berwarna merah di tangannya.

Mission card?” tanya Jonghyun sambil menegakkan posisi duduknya.

Yoona menganggukkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Jonghyun. Ia lalu duduk di sebelah Jonghyun dan membuka amplop kemudian mulai membacakan isinya.

“Selamat atas pernikahan kalian! Untuk mempersiapkan pernikahan kalian, silahkan menemui wedding organizer kami untuk mengonsep acara pernikahan yang kalian inginkan. Setelah itu, pergilah memilih baju pengantin!” Yoona membacakan misi mereka yang tertulis dalam mission card itu.

MC1,2,3,4: Aaah! Chukhaderimnida! Selamat atas pernikahan kalian!

Jonghyun menampilkan ekspresi blank-nya setelah Yoona selesai membaca misi mereka untuk hari itu. Yoona sendiri masih belum melepaskan pandangannya dari mission card itu. Kedua bola matanya bergulir membaca ulang misi mereka.

Q: Apa yang ada dalam pikiran kalian setelah membaca misi itu?

Jonghyun: (blank-face) Ah, aku sudah menikah.

Yoona: Pernikahan—(berpikir). Aku suka sekali memikirkan tentang itu sejak aku masih remaja. Tidak kusangka hari itu akhirnya akan datang (tertawa).

Jonghyun: Ige mwoya? Apa yang harus kulakukan? Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan (menghela napas).

MC3: Jonghyun sepertinya benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Yoona pada Jonghyun.

“Menemui wedding organizer,” sahut Jonghyun, masih dengan tatapan kosong.

“Kurasa sebaiknya kita membicarakan dulu konsep seperti apa yang kita inginkan,” usul Yoona.

“Konsep pernikahan seperti apa yang kau inginkan?” tanya Jonghyun.

“Aku menginginkan konsep pernikahan outdoor,” jawab Yoona cepat.

Outdoor?” Jonghyun kembali memastikan.

Outdoor,” ulang Yoona yakin.

“Ini masih musim dingin,” celetuk Jonghyun. “Lebih baik di dalam gedung saja.”

“Tapi aku ingin outdoor,” ujar Yoona.

Outdoor akan lebih bagus saat musim semi dan ini belum musim semi. Udara diluar masih dingin, nanti kau bisa sakit,” kata Jonghyun.

MC2: Majayo. Musim semi adalah musim yang paling cocok untuk konsep outdoor. Jika masih musim dingin seperti ini kau bisa sakit.

“Kalau begitu undur saja pernikahannya sampai musim semi,” cetus Yoona.

Ya!”

Araseo,” ucap Yoona sambil mengerucutkan bibirnya.

Yoona: (menghela napas) Haah. Aku menyukai suasana alam, jadi aku menginginkan pernikahan indoor. Tetapi Jonghyun bilang kalau ini masih musim dingin. Apa boleh buat (menganggukkan kepala).

“Kurasa kita tidak akan menemukan pencerahan jika hanya duduk diam seperti ini,” ujar Jonghyun. “Bagaimana kalau kita pergi menemui wedding organizer-nya sekarang?”

“Baiklah. Kajja!”

.

January 19, 2014 ; 10.00 KST – Gangnam-gu

Jonghyun dan Yoona berjalan berdampingan memasuki sebuah gedung dua tingkat. Sesampainya mereka di dalam, sudah ada seorang pria berusia sekitar awal empat puluhan yang menyambut mereka. Pria itu mengenalkan dirinya sebagai Park Gwae Hyun sambil menjabat tangan Yoona dan Jonghyun.

Seorang wanita yang merupakan asisten Park Gwae Hyun kemudian mucul. Wanita bernama Kim Yi Soo itu mengantarkan Jonghyun dan Yoona ke sebuah ruangan untuk membicarakan konsep pernikahan mereka.

“Jadi,” Park Gwae Hyun memulai, “apakah kalian sudah memiliki gambaran konsep yang kalian inginkan?”

“Sebenarnya aku menginginkan pernikahan outdoor,” aku Yoona, “tetapi Jonghyun menolaknya karena ini masih musim dingin.”

Gwae Hyun menganggukkan kepalanya. “Tenang saja, nona. Kita bisa memilih gedung dengan jendela besar dan taman yang luas sebagai gantinya,” usulnya.

“Aku setuju!” sahut Yoona cepat.

“Lalu, rencananya berapa orang yang akan kalian undang?” tanya Gwae Hyun.

Yoona dan Jonghyun saling bertukar pandang kemudian mulai berhitung bersama. Jumlah member mereka digabung sudah ada sebelas orang.

“Bagaimana dengan anggota kyu-line?” Jonghyun meminta pendapat Yoona.

“Tentu saja kita harus mengundang mereka juga!” ucap Yoona. “Kyuhyun oppa bisa mengutuk kita kalau kita melupakannya.”

“Lagipula kita tidak mungkin melupakan mereka,” tambah Yoona.

Q: Apa hubungan kalian dengan Kyu-line?

Jonghyun: Aku adalah salah satu member Kyu-line yang dibentuk oleh Super Junior Kyuhyun. Kami sering menghabiskan waktu bersama. Yoona juga dekat dengan Kyuhyun dan anggota Kyu-line lainnya. Dari situ jugalah aku dan Yoona pertama kali berkenalan dan menjadi dekat.

Yoona: Jonghyun adalah member dari grup yang dibentuk oleh Kyuhyun oppa. Aku pertama kali mengenal Jonghyun dari Kyu-line. Kyuhyun oppa-lah yang mengenalkanku padanya. Jadi sebelum ini kami memang sudah dekat, karena itu kami tidak terlalu merasa canggung (tersenyum). Benarkan? Kami tidak terlihat canggung kan?

MC2: Aaah! Jadi mereka memang sudah dekat satu sama lain sebelum ini?

MC3: Pantas saja mereka cepat beradaptasi. Mereka juga menggunakan banmal sejak awal kan? Kupikir itu karena umur mereka sama.

 Setelah selesai menghitung, Yoona dan Jonghyun sepakat untuk mengundang empat belas orang. Termasuk di dalamnya adalah member dari grup mereka ditambah dengan Kyu-line.

“Tapi kita tidak bisa memastikan apakah mereka semua bisa datang atau tidak.” Yoona memberitahu Gwae Hyun dan Yi Soo.

“Yah, setidaknya kita bisa memperkirakan besar ruangan yang akan digunakan dan yang lainnya,” sahut Yi Soo.

“Kita akan melakukan foto pra-wedding dulu sebelumnya. Jadi kuharap kalian bisa meluangkan waktu,” kata Gwae Hyun. “Kapan kira-kira kita bisa melakukannya?”

“Uhm, kurasa aku baru punya waktu awal bulan depan,” ujar Jonghyun.

Wae?” Yoona menoleh ke arah Jonghyun. “Apa saja yang akan kau lakukan sampai akhir bulan ini?”

“Aku tidak akan berada di Korea sampai akhir bulan ini. Aku masih harus menjalani tour ke luar negeri,” jawab Jonghyun.

Jinjjayo?” Yoona terlihat sedikit kecewa.

“Kalau begitu kalian bisa mempersiapkan semua yang diperlukan dulu. Yi Soo-ssi akan mengantarkan kalian untuk memilih baju pengantin kalian,” ujar Gwae Hyun, menyudahi pertemuan mereka siang itu.

“Kabari saja aku ketika kalian sudah menentukan tanggalnya,” tambah pria itu sambil menjabat lagi tangan Yoona dan Jonghyun bergantian.

Yi Soo membawa Yoona dan Jonghyun naik ke lantai dua gedung itu yang merangkap sebagai butik baju pengantin. Disana Yi Soo memberikan sebuah dua buah album pada Yoona. Satu album berisi bermacam-macam foto gaya rambut sementara yang lainnya berisi kumpulan foto gaun pengantin.

“Pilih saja yang kau sukai,” kata Yi Soo sementara Yoona sibuk membolak-balik album di depannya.

Style seperti apa yang kau sukai?” tanya Yoona pada Jonghyun.

“Apa saja yang kau sukai,” sahut Jonghyun.

“Aku suka yang ini.” Yoona menunjuk sebuah foto gaun berpotongan rendah di depan dan panjang di belakang.

MC4: Aah, itu seperti gaun pengantin yang digunakannya dalam serial drama ‘Love Rain’ kan?

“Ini mirip dengan gaun yang kupakai dalam ‘Love Rain’,” tambah Yoona.

“Tidak,” jawab Jonghyun cepat. “Andwae. Sudah kukatakan ini masih musim dingin. Gaun itu terlalu terbuka. Kau mau masuk angin?”

Jonghyun: Gaun itu terlalu terbuka. Potongan depannya terlalu pendek. Aku tidak suka kalau ia harus memakai pakaian yang pendek dan terbuka seperti itu. Shireoyo.

MC1: Tentu saja! Laki-laki memang seperti itu. Ia tidak ingin wanitanya memakai pakaian yang terbuka, apalagi di depan laki-laki lain.

Ya! Bukankah kau bilang apa saja yang aku suka?” Yoona memprotes penolakan Jonghyun.

“Baiklah, apa saja yang kau sukai. Tetapi tidak dengan gaun yang terbuka atau berpotongan pendek.” Jonghyun meralat kalimatnya.

Yoona menganggukkan kepalanya. Ia kembali mengalihkan perhatiannya pada album berisi foto gaun pengantin.

“Bisakah kau mencari gaun yang berlengan?” tanya Jonghyun.

Araseo,” sahut Yoona tanpa menoleh ke arah Jonghyun.

“Bagaimana? Apakah ada yang bisa dibantu?” Yi Soo kembali menghampiri mereka.

“Ehm, bisakah kau merekomendasikan gaun panjang yang berlengan? Ia tidak ingin aku memakai baju yang pendek atau terbuka,” ujar Yoona sambil menunjuk Jonghyun di sebelahnya.

Yi Soo tampak menahan senyumnya geli. “Baiklah. Tunggu sebentar, akan kubawakan beberapa contoh gaun seperti yang kau inginkan,” katanya kemudian berlalu.

Tidak lama kemudian, Yi Soo kembali dengan membawa deretan gaun-gaun pengantin yang tampak cantik dan elegan.

“Wuaa!” Yoona tidak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat gaun-gaun itu.

“Kau bisa mencobanya satu per satu dan biar Jonghyun-ssi memberikan komentarnya,” ujar Yi Soo sambil tersenyum.

Yoona mulai memilih gaun-gaun itu. Kedua matanya meneliti gaun itu satu per satu.

MC2: Bagi seorang wanita ini adalah salah satu momen yang paling penting dalam hidup.

MC3: Ne. Memilih gaun pengantin juga menjadi momen yang paling dinanti-nantikan bagi kaum wanita.

“Aku akan mencoba yang ini.” Yoona mengambil sebuah gaun berlengan sampai ke siku dengan potongan susun melebar ke bawah.

“Tunggu aku,” kata Yoona pada Jonghyun sebelum mengikuti Yi Soo menuju ruang ganti.

Jonghyun menunggu Yoona sambil membuka-buka album berisi gaun pengantin yang ditinggalkan di atas meja. Sekitar sepuluh menit kemudian, terdengar suara langkah kaki. Yoona sudah kembali. Jonghyun menoleh dan melihat Yoona dalam balutan gaun pengantinnya berdiri sambil tersenyum manis padanya.

MC1,2,3,4: Oooh! Neomu yepputa! Cantik sekali!

Jonghyun terpana menatap Yoona. Gadis itu masih tersenyum padanya kemudian memutar pelan tubuhnya ke kanan dan kiri.

“Bagaimana?” Yoona menanyakan pendapat Jonghyun.

“Cantik,” gumam Jonghyun.

Yoona tersenyum puas, tetapi ia kemudian menghadapi Yi Soo. “Bisakah aku mencoba yang lain?” tanyanya.

Yi Soo menganggukkan kepalanya. “Tentu saja. Pilih saja yang kau suka,” jawabnya.

Jonghyun masih belum melepaskan pandangannya dari Yoona yang sudah kembali sibuk memilih gaun. Laki-laki itu nampak jelas terpesona pada penampilan Yoona.

Jonghyun: Aku tidak bisa berkata-kata. Ia terlihat sangat cantik.

Yoona kembali ke ruang ganti dengan membawa gaun pilihannya. Kali ini adalah gaun yang mirip dengan yang digunakannya dalam drama terbarunya, “Prime Minister & I”.

Jonghyun kembali menunggu Yoona yang sedang mencoba gaunnya. Merasa bosan karena terus menunggu, Jonghyun mulai berjalan-jalan dan melihat-lihat gaun yang tergantung disana.

Otte? Bagaimana yang ini?”

Suara Yoona membuat Jonghyun menoleh dengan cepat. Yoona rupanya sudah kembali dengan gaun baru menempel di tubuhnya. Gaun itu nampak elegan di tubuh Yoona dan membuat gadis itu terlihat anggun.

MC3: Yepputa. Ia benar-benar cantik seperti seorang dewi.

“Cantik.” Jonghyun mengulang komentar yang sama seperti sebelumnya.

“Komentarmu sama sekali tidak membantu,” gerutu Yoona.

Jonghyun tertawa kecil kemudian mengambil sebuah gaun yang menarik perhatiannya sejak tadi. Ia memberikan gaun itu pada Yoona.

“Cobalah yang ini,” ucapnya.

Yoona menerima gaun itu dan mengamatinya. Gaun berlengan panjang itu berwarna putih polos tanpa hiasan. Pada bagian punggungnya hanya ditutupi dengan kain transparan sehingga akan menampilkan punggung pemakainya. Berbeda dengan gaun pengantin pada umumnya yang mengembang pada bagian bawah, gaun ini memiliki potongan yang langsung jatuh kebawah.

“Kau ingin aku mencobanya?” tanya Yoona.

“Ehm. Cobalah,” ulang Jonghyun sambil menganggukkan kepalanya.

Yoona kembali mengamati gaun pilihan Jonghyun itu. “Kukira kau tidak ingin aku memakai sesuatu yang terbuka?” katanya sambil menunjuk bagian punggung gaun itu.

“Tapi itu tidak terbuka secara langsung,” elak Jonghyun.

Yoona tersenyum geli. “Baiklah. Tunggu sebentar,” ucapnya sebelum beranjak pergi.

Q: Apakah ada alasan kenapa kau memilih gaun itu?

Jonghyun: Aku lebih menyukai sesuatu yang simpel dan aku menyukai warna putih bersih seperti itu. Sesederhana itu saja.

MC4: Benar-benar cara berpikir yang sederhana.

Jonghyun kembali menunggu kembalinya Yoona dengan membuka-buka album. Kali ini yang berisi macam-macam model rambut. Ia benar-benar terlihat bosan.

MC3: Ia pasti merasa sangat bosan hanya menunggu seperti itu.

MC1: Tentu saja.

Suara langkah kaki kembali membuyarkan perhatian Jonghyun. Laki-laki itu mengangkat kepalanya dengan cepat dan melihat Yoona sudah berdiri di depannya. Kali ini ia tidak dapat menyembunyikan senyumannya.

Yoona tersenyum manis dalam balutan gaun putih pilihan Jonghyun. Gaun itu tampak cantik dan elegan di tubuhnya serta menunjukkan lekuk pinggang ramping yang dimiliki oleh Yoona. “Otte?” tanyanya lagi.

Joahaeyo. Aku menyukainya,” ucap Jonghyun.

Jinjjayo? Atau haruskah aku memilih yang lain lagi?” Yoona kembali mengarahkan pandangannya pada gaun-gaun yang belum dicobanya.

Aniya. Aniya. Tidak, pilih saja yang itu. Aku menyukainya,” ujar Jonghyun.

MC2: Ia pasti sudah lelah dan sangat bosan.

Jinjjayo?” ulang Yoona.

Jonghyun menganggukkan kepalanya mantap.

“Baiklah. Aku akan mengganti bajuku dulu,” ujar Yoona.

Yoona: Sebenarnya aku masih ingin mencoba gaun yang lain tetapi ia terlihat sudah sangat lelah dan bosan. Ia bilang ia menyukai gaun itu dan menyuruhku untuk mengambil gaun itu saja. Entah karena ia memang menyukainya atau karena ia sudah bosan (menghela napas).

Q: Apakah akhirnya kau mengambil gaun itu?

Yoona: Ne. Aku mengambilnya. Karena Jonghyun yang memilih gaun itu.

Sekarang giliran Jonghyun untuk memilih tuksedo-nya. Ia tampak serius mengamati beberapa tuksedo yang tergantung di depannya. Yoona mendekatinya dan mencoba untuk membantunya memilih.

“Ambil saja beberapa dan lihat mana yang paling cocok untukmu,” usul Yoona sambil menunjuk beberapa tuksedo.

“Tidak. Aku ingin langsung memilih dan hanya mencoba sekali,” sahut Jonghyun.

“Kau pasti sudah bosan kan?” tebak Yoona sambil tersenyum geli.

Jonghyun mengabaikan Yoona dan memfokuskan perhatiannya untuk memilih tuksedo. Yoona sebenarnya tidak mengerti mengapa Jonghyun menghabiskan waktu lama untuk memilih sebuah tuksedo. Bagi Yoona, semua tuksedo itu mirip dan hampir tidak ada bedanya. Hanya kemeja dengan jas dan celana panjang. Perbedaan yang mencolok hanya pada jenis dasinya.

“Aku suka yang itu,” ujar Yoona sambil menunjuk sebuah tuksedo.

Jonghyun melayangkan pandangannya pada tuksedo pilihan Yoona. Tanpa berbicara lagi, ia mengambil tuksedo itu dan langsung menuju ruang ganti. Dibelakangnya, Yoona menatapnya bingung.

Yoona: Aku hanya mengatakan aku menyukainya dan ia langsung membawanya pergi untuk dicoba (tertawa). Aku membantunya untuk memilih karena kurasa ia terlalu lama memilih. Kurasa itu karena ia sudah tidak bisa berkonsenterasi lagi.

Jonghyun: Aku tidak bisa berpikir ketika melihat tuksedo-tuksedo itu didepanku. Yang ada dalam pikiranku saat itu hanyalah aku ingin cepat pulang karena aku sudah merasa lelah dan bosan. Tiba-tiba saja Yoona memilih sebuah tuksedo dan langsung saja aku mengambilnya untuk dicoba.

Yoona menunggu kembalinya Jonghyun sambil duduk di atas sofa dan mengayunkan kakinya. Ia juga mulai terlihat bosan. Untungnya tak lama kemudian, Jonghyun sudah kembali menggunakan tuksedo yang tadi dipilih oleh Yoona.

“Ooo! Kau terlihat cocok memakai itu,” ucap Yoona sambil tersenyum lebar.

Yoona: Aku menyukai laki-laki yang terlihat keren saat mengenakan jas (tertawa). Dan ia terlihat sangat bagus menggunakan tuksedo seperti itu. Ia sangat keren!

“Baiklah, kalau begitu aku akan mengambil yang ini,” putus Jonghyun.

Jinjjayo? Kau tidak ingin memilih yang lain?” tanya Yoona kaget.

“Tidak perlu,” sahut Jonghyun. “Kau bilang kau menyukai yang ini dan aku juga menyukainya.”

Araseo. Baiklah kalau begitu,” balas Yoona.

Jonghyun kemudian pergi lagi untuk mengganti bajunya. Sementara itu Yoona mendiskusikan model rambutnya nanti dengan salah seorang karyawan disana.

“Ah, Jonghyun-ah! Kau ingin model rambutku nanti seperti apa?” Yoona langsung menanyai Jonghyun ketika laki-laki itu kembali.

“Aku lebih suka rambutmu dibiarkan tergerai saja,” jawab Jonghyun. “tapi kurasa diikat satu juga boleh.”

Setelah menanyakan pendapat Jonghyun, Yoona kembali berdiskusi dengan seorang karyawan tadi ditambah dengan Yi Soo yang baru bergabung dengan mereka. Jonghyun yang kembali menunggu akhirnya berjalan-jalan sambil melihat-lihat semua benda yang ada di sana.

“Jonghyun-ah, kajja!” panggil Yoona setelah ia selesai berdiskusi.

Jonghyun dengan cepat bergerak menghampiri Yoona. Mereka berdua kemudian mengucapkan terima kasih pada Yi Soo dan bersama turun ke lantai satu. Yi Soo mengantarkan mereka sampai ke pintu depan dan baru masuk kembali setelah mobil Jonghyun berjalan pergi.

.

Yoona dan Jonghyun langsung merebahkan diri mereka di atas sofa setelah sampai di rumah mereka. Jonghyun menutup kedua matanya sementara Yoona memandangi Jonghyun.

“Tadi kau bilang akan pergi keluar negeri,” Yoona memulai pembicaraan. “Kapan kau akan pergi?’

“Besok,” jawab Jonghyun singkat tanpa membuka kedua matanya.

“Besok?” Yoona membelalakkan kedua matanya kaget. “Dan kau baru memberitahuku sekarang?”

Yoona: Jinjja! Ia tidak mengatakan apapun padaku soal tur-nya, kapan ia akan pergi, kemana, berapa lama. Aishh—

MC1: Kenapa wanita selalu mempermasalahkan hal-hal seperti itu? Apakah mereka selalu ingin tahu semuanya seperti itu?

MC2: Tentu saja! Bagi kami para wanita, keterbukaan bahkan untuk hal-hal seperti itu sangatlah penting dalam sebuah hubungan.

“Aku akan pergi ke Amerika sampai akhir bulan Januari,” jelas Jonghyun. “Kami akan mengadakan tur di lima negara di Amerika.”

“Begitukah?” Yoona tampak merenung.

Wae? Apakah kau akan merindukanku?” tanya Jonghyun.

Yoona tertawa kecil sebelum menganggukkan kepalanya. “Ne, aku akan meridukanmu,” jawabnya.

Jonghyun tersenyum kemudian bangkit berdiri dan mengambil gitarnya. Ia membawa gitarnya dan duduk lagi di sebelah Yoona.

Jonghyun: Karena sebentar lagi kami akan mengadakan acara pernikahan kami, ada sesuatu yang ingin aku lakukan untuknya. Kupikir suatu pernikahan tidak akan sempurna tanpa hal ini.

“Aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu,” kata Jonghyun sambil memeriksa lagi bunyi gitarnya.

Jinjjayo?” Yoona tampak berbinar semangat.

Jonghyun memainkan gitarnya membuat suatu alunan melodi ballad yang indah. Ia kemudian mulai bernyanyi.

It always appeared before me
Your face, I remember
My heart that stopped short
You spitefully took my disfunctional heart
And with your bright smile
That’s how you easily opened my heart

And now like a dream my heart
has gradually stopped by your side
Without awakening for a single moment,
I dream an endless dream

And now like breathing,
if you were to always rest by my side
if you were to always remain this way
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you

nothing better nothing better than you

Yoona menepukkan kedua tangannya ketika Jonghyun selesai bernyanyi. Jonghyun memetikkan gitarnya untuk terakhir kali sebelum mengakhiri penampilannya. Ia kemudian menatap Yoona dengan ekspresi serius lalu merogoh kantongnya.

“Ini untukmu,” kata Jonghyun sambil menyerahkan sebuah kotak yang dibungkus rapi. “Permintaan maaf dariku karena aku tidak memberitahumu kalau aku akan pergi sampai akhir bulan ini.”

Yoona menerima bungkusan itu dengan bingung. “Gomawo,” balasnya.

Yoona membuka bungkusan kecil berbentuk persegi panjang itu dan menemukan suatu kotak yang terlihat seperti kotak permen. Kotak itu hanya berukuran kira-kira tujuh kali empat sentimeter. Merasa penasaran, Yoona membuka kotak itu dan menemukan dua cincin di dalamnya.

Narang gyeolhonhae jullae? Maukah kau menikah denganku?” ucap Jonghyun.

MC1,2,3,4: Uwaaaa (berteriak)! Lamaran! Ia melamarnya!

Q: Jadi kau melamarnya?

Jonghyun: Menurutku, untuk menikah, tentu saja harus ada proses lamaran terlebih dulu. Aku juga tidak ingin melewatkannya. Aku ingin melakukannya. Aku ingin benar-benar merasakan perasaan itu dan aku merasa harus melakukannya. Aku ingin mengatakan padanya kalau ia adalah orang yang tepat. Karena itu aku juga menyanyikan lagu ‘Nothing Better’ untuknya.

MC3: Haaah! Aku benar-benar iri!

Yoona menatap cincin dalam kotak itu dengan takjub, terlebih ketika mendengar ucapan Jonghyun selanjutnya. Ia nampak kehabisan kata-kata, namun airmata mulai menetes dari matanya.

Wae?” tanya Jonghyun yang terkejut melihat airmata Yoona. “Kenapa kau menangis? Uljima. Jangan menangis.”

Q: Kenapa kau menangis?

Yoona: Aku sangat terharu. Aku sama sekali tidak menyangka ia akan melakukan hal itu. Tidak pernah sekalipun terbayang dalam pikiranku. Tapi aku merasa sangat senang sampai dadaku terasa sesak. Saat itu aku hanya diam karena aku terlalu kaget. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaan itu dengan kata-kata. Tiba-tiba saja airmata mulai mengalir dari mataku.

MC2: Ia pasti sangat terharu. Jonghyun benar-benar romantis.

MC3: Siapa yang tidak akan terharu jika dilamar seperti itu? Aku sangat iri pada mereka.

Yoona membiarkan Jonghyun mengusap wajahnya yang basah karena airmata. Ia lalu mengambil cincin yang lebih besar, yang sudah jelas adalah milik Jonghyun. Kemudian Yoona meraih tangan kanan Jonghyun yang masih menyentuh wajahnya dan memasukkan cincin itu ke jari manis laki-laki itu.

Ne, aku mau,” ujar Yoona sambil tersenyum. “Aku tidak mungkin bisa menolakmu.”

Jonghyun balas tersenyum kemudian mengambil cincin satunya dan memakaikannya di jari manis tangan kanan Yoona. Mereka kemudian saling menempelkan telapak tangan kanan mereka dan menyelipkan jari-jarinya.

MC4: Ya! Bukankah itu termasuk menggengam tangan? Mereka akhirnya melakukan shinship!

MC1: Kau ini bersemangat sekali soal shinship.

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 6 – WEDDING PHOTOSHOOT

Pagi itu Yoona dan Jonghyun mendatangi sebuah studio foto. Mereka akan melakukan wedding photoshoot mereka hari ini. Jonghyun dan Yoona kemudian di make-up dan mengganti pakaian mereka dengan baju pengantin yang sudah mereka pilih. Sebelum memulai, sang fotografer memberikan berbagai arahan dan menjelaskan konsep yang akan mereka lakukan.

Yoona: Jantungku terus berdebar dengan kencang. Aku merasa gugup dan bersemangat di saat yang bersamaan.

Jonghyun: Aku mencoba untuk bersikap tenang, tetapi kurasa tetap saja aku merasa gugup.

Ketika mereka sedang bersiap-siap, empat orang tamu hadir di studio. Mereka adalah SNSD Yuri dan Tiffany serta CNBLUE Minhyuk dan Jungshin. Suasana studio seketika menjadi semakin ramai dengan kehadiran mereka berempat.

“Jangan gugup dan jangan canggung,” pesan Tiffany pada Yoona dan Jonghyun sebelum mereka memulai sesi foto berdua.

Yoona: Eotteoke? Kami tidak pernah merasa canggung sebelumnya, tetapi kali ini kami benar-benar merasa canggung.

Jonghyun: Ige mwoya? Apa yang terjadi? Aku benar-benar merasa gugup dan canggung.

Yoona dan Jonghyun melakukan beberapa scene photoshoot berdua sebelum mengambil gambar mereka sendiri-sendiri. Selain itu mereka juga berfoto bersama para tamu mereka yang menjadi bridesmaid dan groomsmen.

“Apakah ada kemungkinan untuk mereka melakukan kissing scene?” Yuri dan Tiffany bertanya penuh semangat pada sang fotografer.

Yoona: Aku tidak sabar untuk melihat hasilnya.

Please leave your comment

Author’s note: Kenapa lagu ‘Nothing Better’ yang aku pilih? Karena aku jatuh cinta banget sama Jonghyun waktu nyanyiin lagu ini di radio star bulan September tahun 2012 lalu. Lagunya juga romantis banget, apalagi kalo Jonghyun yang nyanyi. Hehehe.

[VIDEO]

CNBLUE Jonghyun – Nothing Better (120926 Radio Star)

credit video: MBCentertainment

Untuk gaun pengantin yang dipilih Yoona, aku terinspirasi dari gaun pengantin di film ‘Twilight: Breaking Dawn’. Gaunnya simpel tapi elegan (menurut aku).

twilight-wedding-dress

Advertisements

24 thoughts on “We Got Married: Episode 5 (Wedding Preparation)

  1. Aaaa.. berasa nnt wgm bneraaaan. kkk~ andai sajaaa bisa bner.. hahaha
    Well, ceritanya bagus dan rapi. Tapi ching gmn kalo dibikin sedikit konflik antara mereka biar kesannya ga datar2 aja gitu. Ya.. emg sih cm wgm tapiiiii.. aku cuma saran loh..
    Hmmm… pokonya aku tungguin tiap minggu deh series ini. Btw, salam kenal.. uple imnida 😉

  2. gilaaaaaaaa jonghyunnnn aaaaa
    romantis bgt. ngebayangin gimana kalo itu beneran si kisah nyata sweet bgtbgt. aaaa jongyoon jjang!!!
    jonghyun keren bgt ga mau ribet tp hasilnya wowww. hihi

    ditunggu kisah selanjutnya.

  3. Caranya ngelamar unik bgt. .
    Astaga aq jg mw. .hahhaha
    Sypa coba yg ga bakal nagis dilamar gitu. .hahahha
    Aq jg suka liat gaunnya si bella.
    Tp gaunnya kate midelton lebih elegan lgi. .

    Req versi hyukstal dong. .hahhahaha*banyak minta*

  4. Seandainya yoona ama jonghyun beneran ikut wgm..
    Aku adalah orang pertama yang yang akan jingkrak2 aneh..
    .
    Bagus thor..
    Tapi jonghyun terlalu cuek datar yak..
    Hehehe..
    Sifat yoona lagi..
    Kurang childish..
    Hehehe

  5. Seneng bngett karena masih banyakk yg buat ff nya DeerBurning walaupun yoong eonnie udah Dating.
    I love this couple so much. Keep update and always love DeerBurning forever,..
    Jinja Gomawoyo Author Eonnie.

  6. Akhh si jonghyun super duper so sweet XD
    Akhh ngebayangin next part sprtinya seru 😀
    Aku suka critanya wlpun kdang jonghyun datar bgt dan yoona kayanya yg smgt bgt tp bagiku trlihat sling mlengkapi hehe 🙂

  7. T^T huhu aku juga suka bnget lagu Nothing better..Jonghyun,Kyuhyun,Nichkhun..kaya ny bnyak cowo2 ganteng yg suka bnget nyanyiin ni lgu..
    Teristimewa buat Jonghyun..nyanyi pake musik gitar..ah romantis ny kau..
    Dan lagu ini buat nglamar Yoona..ah aku meleleh lagi… *apasih

  8. yaampuuun plis itu so sweet pake banget…aaaa ngiri bgt sama yoona unni huhu..jonghyun oppa daebak~ fighting^^9

  9. jong nyoba nge-lamar cewek, ciee
    untung aja gk di tolak hahah
    baru nikah, udah saling kangen..
    aku nunggu konfliknya, yg rumit ya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s