Only One – Part 4

onlyone

Title: Only One [part 1] [part 2] [part 3]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 13+

Genre: Romance, Hurt, Friendship

Main Cast: Im Yoon Ah, Cho Kyuhyun, Victoria Song

Other Cast: Lee Donghae, Lee Jonghyun

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Author’s Note: Seharusnya ini jadi part terakhir, tapi karena terlalu panjang, akhirnya aku pisah jadi dua bagian. Kalau yang komen di part ini banyak, aku janji part terakhirnya bakal aku posting kurang dari seminggu. Hehe.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

NO PLAGIAT, Please…:)

.

.

.

Victoria yakin tidak ada sesuatu yang terjadi di antara Kyuhyun dan Yoona. Kyuhyun mencintainya dan ia tahu Yoona menyayanginya. Ia memilih untuk percaya pada mereka berdua.

.

ONLY ONE – PART 4

.

Yoona menatap deretan buku yang tersusun rapi di atas rak yang tingginya diluar jangkauan uluran tangannya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencoba mencari bantuan tetapi tidak ada siapapun disekitarnya. Perpustakaan memang selalu sepi ketika jam makan siang seperti ini. Yoona mulai merutuki Jonghyun yang biasanya selalu mengekor di belakangnya tetapi kali ini lebih memilih untuk makan siang daripada menemani Yoona ke perpustakaan.

Setelah merasa bimbang selama beberapa saat, Yoona akhirnya berjinjit dengan tangan terulur, berharap dengan begitu ia bisa meraih buku yang dibutuhkannya, namun buku itu tetap tidak bisa dijangkaunya. Ia baru saja berpikir untuk mencoba meloncat ketika ada tangan lain yang mengambil buku itu dan memberikan kepadanya.

Yoona mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Kyuhun berdiri di depannya. Laki-laki itu masih mengulurkan buku yang di ambilnya pada Yoona.

Yoona menerima buku itu dan menatap Kyuhyun. “Gomawo,” ucapnya.

Kyuhyun mengangguk pelan. “Mana Jonghyun? Biasanya ia selalu bersamamu,” tanya Kyuhyun.

“Makan siang,” jawab Yoona singkat. “Bagaimana keadaan Victoria eonni?”

Biar bagaimanapun, Yoona tetap saja mengkhawatirkan keadaan Victoria. Ia memang belum sempat bertanya mengenai kondisi Victoria pasca pesta ulangtahun itu.

“Sekarang ia baik-baik saja,” jawab Kyuhyun.

“Begitu.” Yoona menganggukkan kepalanya. “Kalau begitu aku permisi.”

Yoona membalikkan tubuhnya dan baru akan melangkah pergi ketika sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya. Yoona tersentak ketika menyadari Kyuhyun-lah yang memeluknya. Ia berusaha melepaskan diri namun Kyuhyun jelas lebih kuat darinya.

Oppa, apa kau sudah gila?” Yoona berbisik dengan panik. Ia khawatir jika ada yang akan memergoki mereka nantinya.

Kyuhyun tidak mempedulikan ucapan Yoona. Ia sama sekali tidak berniat untuk melonggarkan ataupun melepaskan pelukannya. Ia juga tidak peduli kalau gadis yang sedang dipeluknya saat ini adalah kekasih sahabatnya. Yang ia tahu adalah ia sangat merindukan Yoona.

“Lepaskan aku!” pinta Yoona. “Bagaimana jika ada orang lain yang melihat?”

“Perpustakaan sedang sepi saat ini jadi tidak akan ada yang melihat kita,” bisik Kyuhyun di telinga Yoona.

“Aku sudah menuruti semua keinginanmu, jadi biarkan aku seperti ini sebentar saja,” bisik Kyuhyun lagi dengan kedua mata terpejam. Ia menyandarkan dagunya di bahu Yoona. “Aku merindukanmu. Neomu bogoshiposeo, Yoona-ya.”

Terlambat. Yoona tidak bisa lagi memberontak. Seluruh tubuhnya terasa lemas mendengar pengakuan Kyuhyun. Ia membiarkan Kyuhyun memeluknya seperti itu tanpa berusaha melepaskan diri lagi. Perlahan, perasaan hangat muncul di hatinya dan mulai menjalari tubuhnya.

Biarkan hanya kali ini saja. Kali ini saja ia akan mengikuti egonya. Kali ini saja, selama beberapa menit, biarkan Kyuhyun kembali menjadi miliknya. Seperti dulu.

.

Victoria merasakan kedua matanya memanas. Perasaan terkhianati muncul tanpa bisa ia hindari lagi. Ia sama sekali tidak menyangka jika Kyuhyun akan melakukan hal seperti itu di belakangnya. Bagaimana mungkin Kyuhyun bisa memeluk gadis lain seperti itu di tempat sepi seperti perpustakaan?

Victoria masih menatap nanar punggung Kyuhyun. Ia tidak bisa melihat siapa gadis yang dipeluk oleh Kyuhyun. Ia juga tidak sanggup untuk menegur mereka.

“Aku sudah menuruti semua keinginanmu, jadi biarkan aku seperti ini sebentar saja.” Victoria mendengar suara Kyuhyun yang pelan namun masih jelas di telinganya.

 “Aku merindukanmu. Neomu bogoshiposeo, Yoona-ya.”

Kata-kata Kyuhyun berikutnya begitu menghantam Victoria. Siapa nama yang disebut oleh Kyuhyun tadi? Yoona? Tidak! Ini tidak mungkin! Victoria berusaha menyangkalnya namun nama yang disebutkan oleh Kyuhyun tadi begitu jelas terdengar di telinganya. Ia tidak mungkin salah dengar.

Apakah ini berarti dugaannya selama ini memang benar? Apakah Kyuhyun memang memiliki suatu hubungan dengan Yoona? Kalau memang selama ini Kyuhyun memiliki hubungan dengan Yoona, dan jika Kyuhyun mencintai Yoona, itu berati—Ya Tuhan! Apa yang sudah ia lakukan?

.

Kyuhyun mengetuk pintu kamar Victoria. Tidak ada jawaban dari dalam, maka Kyuhyun membuka pintunya yang tidak terkunci. Ia melihat Victoria berbaring di atas tempat tidurnya.

Kyuhyun melangkah masuk dengan perlahan. Jika Victoria sedang tidur, maka ia tidak ingin membangunkannya. Kyuhyun mendekati tempat tidur Victoria dan duduk di tepi tempat tidurnya.

“Vic,” panggil Kyuhyun pelan. “Apakah kau sudah tidur?”

Victoria tidak menjawab panggilan Kyuhyun, tetapi entah mengapa Kyuhyun merasa jika Victoria belum tidur. Lalu mengapa gadis itu tidak menjawab panggilannya? Victoria tidak pernah mengabaikannya sekalipun sebelumnya.

“Vic? Ada apa?” tanya Kyuhyun sambil mengusap kepala Victoria.

“Pergilah.”

Kyuhyun mengernyit ketika mendengar suara parau Victoria. Gadis itu sepertinya baru saja menangis. Dan apakah ia baru saja mendengar Victoria mengusirnya?

“Vic, katakan padaku apa yang terjadi?” desak Kyuhyun. Ia mulai merasa panik. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres yang disembunyikan oleh Victoria.

“Sudah kubilang pergilah, Kyu! Aku tidak ingin bertemu denganmu!” seru Victoria sambil bangun dan menatap Kyuhyun dengan kedua mata bengkak dan memerah.

Kyuhyun terkejut dan bangkit berdiri lalu mundur selangkah. Ia tidak pernah melihat Victoria seperti ini sebelumnya. Ia tidak pernah melihat Victoria marah seperti ini. Victoria juga tidak pernah membentaknya.

“Vic, apa yang sudah kulakukan?” tanya Kyuhyun bingung.

Melihat Kyuhyun yang benar-benar terlihat tidak mengerti membuat tangis Victoria akhirnya pecah.

“Aku sudah tahu semuanya, Kyu! Jangan berpura-pura lagi di depanku! Aku sudah tahu tentang kau dan Yoona!” beber Victoria di sela tangisnya.

Kyuhyun terpaku di tempatnya. Apa yang dimaksud oleh Victoria? Apa yang ia ketahui tentang dirinya dan Yoona?

“Tadi aku melihatmu di perpustakaan bersama Yoona,” jelas Victoria dengan suara tercekat.

Kyuhyun membelalakkan kedua matanya. Hal yang ditakuti oleh Yoona benar-benar terjadi. Tetapi kenapa di antara sekian banyaknya orang yang bisa memergoki mereka, harus Victoria yang melakukannya?

“Aku mendengar semua pembicaraanmu dengannya,” lanjut Victoria. “Aku sama sekali tidak percaya. Tidak, tapi—“

“Jawab aku, Kyu, apa kau mencintai Yoona?” tanya Victoria. “Kumohon. Katakan kalau kau hanya mencintaiku. Kumohon yakinkan aku jika yang kulihat tadi siang hanyalah halusinasiku saja. Penyakit otakku pasti sudah terlampau parah sampai aku berhalusinasi seperti itu. Kumohon, Kyu. Yakinkan aku!”

Kyuhyun menatap Victoria dengan iba. Nada suara Victoria yang putus asa terdengar begitu menyakitkan baginya. Ia bisa saja mencoba untuk meyakinkan Victoria seperti yang diminta oleh gadis itu. Namun di sisi lain ia tidak ingin lagi membohongi dirinya maupun Victoria. Ia mencintai Yoona dan Victoria harus tahu itu.

“Ya,” jawab Kyuhyun. “Aku mencintai Yoona. Semua yang kau lihat tadi siang bukanlah halusinasi, Vic.”

Victoria merasakan sakit kembali mendera kepalanya mendengar jawaban Kyuhyun. Ia memegangi kepalanya dan hampir saja jatuh jika ia tidak berpegangan pada meja di samping tempat tidurnya.

Kyuhyun terkejut ketika melihat reaksi Victoria. Ia sudah bergerak mendekati gadis itu ketika Victoria mengangkat tangannya meminta Kyuhyun untuk berhenti mendekatinya.

“Berhenti bersikap baik padaku. Kau hanya akan melukaiku,” bisik Victoria dengan suara tertahan. Airmatanya mulai mengalir tanpa bisa ia kendalikan.

“Jadi selama ini kau membohongiku? Kalian membohongiku?” Isak pilu Victoria membuat Kyuhyun merasakan sakit di ulu hatinya.

“Kenapa kalian tega melakukan ini padaku?” raung Victoria. “Kau tak pernah mencintaiku kan? Kau hanya kasihan padaku kan? Aku tidak butuh belas kasihan kalian!”

“Vic, kumohon dengarkan aku—“

“Kenapa kalian tega padaku?” Victoria mengulangi ucapannya dengan suara yang lebih pelan. Ia sudah lelah berteriak-teriak dan kepalanya kembali terasa sakit. “Kenapa kalian tega menjadikan aku orang jahat yang sudah memisahkan kalian?”

“Pergilah,” kata Victoria lagi. “Kembalilah pada Yoona kalau memang dia yang kau cintai.”

Kyuhyun menatapnya dengan cemas namun juga tidak berani mendekatinya atau menyentuhnya. Laki-laki itu tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Siapa yang harus ia pilih? Ia sangat mencintai Yoona dan hanya Yoona saja yang ia cintai. Yoona adalah jantungnya, napasnya dan jiwanya. Ia merasa tidak bisa hidup tanpa Yoona.

Namun disisi lain, ia tahu kalau Victoria sangat membutuhkan dirinya. Walaupun kini gadis itu mengusirnya dan memintanya untuk kembali pada Yoona, namun Kyuhyun tahu bagaimana gadis itu membutuhkannya untuk berada disisinya. Ia tahu seberapa besar cinta yang diberikan oleh Victoria untuknya. Cukup besar untuk membuatnya tidak bisa meninggalkan gadis itu begitu saja. Ia tidak ingin melukai gadis itu. Gadis yang sudah mencintainya begitu dalam walaupun ia tidak bisa membalas perasaannya.

“Pergi, Kyu,” ucap Victoria lirih. “Tinggalkan aku.”

“Tidak!” Kyuhyun mendengar dirinya menjawab dengan tegas.

Victoria menatapnya nanar. Wajah cantik gadis itu sudah basah dengan airmata. Kyuhyun merasakan hatinya ikut sakit melihat airmata yang tidak berhenti mengalir dari kedua bola mata cantik gadis itu. Walaupun rasa sakitnya tidak sesakit ketika ia melihat Yoona yang menangis, namun Kyuhyun tetap tidak ingin melihat Victoria menangis. Ia menyayangi Victoria, meskipun perasaannya pada gadis itu tidak sama dengan perasaannya pada Yoona.

“Pergilah,” ulang Victoria di sela tangisannya. “Kembalilah pada Yoona. Bahagiakan dia. Ia sudah cukup menderita karena diriku.”

“Aku tidak akan pergi,” ulang Kyuhyun. “Aku memang mencintai Yoona, tetapi aku juga menyayangimu, Vic.”

Kyuhyun memberanikan dirinya untuk menyentuh Victoria dan membimbing gadis itu untuk duduk di tempat tidurnya. Ia kemudian berlutut di hadapan gadis itu dan menghapus airmata yang mengalir di wajah Victoria.

“Aku akan tetap ada disisimu. Aku akan selalu ada kapanpun kau membutuhkanku. Jangan pernah menyuruhku untuk pergi karena aku tidak akan melakukannya,” ucap Kyuhyun.

Airmata Victoria justru mengalir semakin deras mendengar ucapan Kyuhyun. Ia kemudian melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun dan memeluk laki-laki itu. Biar saja, pikirnya. Biarkan untuk kali ini saja ia memiliki Kyuhyun. Ia tidak akan membagi Kyuhyun pada siapapun termasuk pada Yoona. Biarkan ia menjadi orang yang egois sekali ini saja.

.

Victoria mengundurkan diri dari peran utama. Itulah hal pertama yang didengar oleh Yoona ketika ia datang untuk latihan sore itu. Berita itu nampaknya cukup menggemparkan semua yang terlibat dalam drama musikal pertama Kyeonggu University.

Beberapa orang langsung menanyai Yoona setibanya ia di tempat latihan. Mereka tahu Yoona adalah orang terdekat Victoria. Mereka ingin mengetahui apa alasan Victoria mengundurkan diri, padahal sebelumnya gadis itu terlihat sangat bersemangat. Yoona sendiri kebingungan harus menjawab pertanyaan itu dengan jawaban apa. Akhirnya ia hanya mengatakan ia tidak mengetahui apa-apa dan membiarkan setiap orang yang bertanya padanya berlalu dengan kecewa.

Yoona sudah bersiap di atas panggung untuk memulai latihan. Di gedung pertunjukkan tempat mereka berlatih saat ini cukup ramai dengan mahasiswa yang ingin menonton. Yoona menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan. Ia melihat Jonghyun duduk di bagian tengah di antara mahasiswa lainnya. Ketika menoleh ke sudut bagian atas kursi penonton, Yoona melihat Victoria duduk bersama Kyuhyun.

Ya, bukankah itu Victoria?” Yoona mendengar seseorang di belakangnya berbisik.

“Benar. Apa sebenarnya yang membuatnya mengundurkan diri? Kalau ia sudah mengundurkan diri, lalu untuk apa ia datang menonton latihan kita?” sambung seorang temannya.

Yoona bersikap seolah ia sama sekali tidak mendengar percakapan itu. Ia tidak ingin mendengar orang lain membicarakan Victoria.

Yoona berusaha mengatur napasnya untuk menghilangkan rasa gugupnya. Ini bukan pertama atau kedua kalinya ia berlatih, tetapi rasa gugup masih menjadi musuh utamanya. Ia mencoba untuk berkonsenterasi karena sebentar lagi gilirannya untuk tampil. Walaupun ini hanya latihan, tetapi ia ingin memberikan yang terbaik seperti jika mereka sedang tampil. Sayangnya, bayangan Victoria yang duduk bersama Kyuhyun terus menerus muncul di benaknya dan membuatnya sulit berkonsenterasi.

Ketika gilirannya tiba, Yoona berusaha melakukan perannya dengan baik. Rasa gugupnya masih ada, tetapi ia menikmati saat-saat itu. Yoona menggerakkan tangan dan kakinya untuk menunjukkan koreografi yang apik. Ia juga membacakan kalimatnya dengan lancar.

Sebelum mengakhiri penampilannya di bagian itu, Yoona harus melakukan gerakan berputar. Gerakan itu cukup sulit, namun Yoona selalu bisa melakukannya dengan baik. Tetapi saat itu, ketika sedang berputar, Yoona kembali menangkap bayangan Victoria dan Kyuhyun di atas sana. Konsenterasinya seketika buyar dan Yoona terjatuh dengan suara cukup keras.

“Aah!” Yoona memegangi pergelangan kakinya yang terasa sakit. “Appo,” rintihnya pelan.

Semua yang berada di atas panggung langsung menghampiri Yoona untuk melihat kondisinya. Jonghyun yang melihat kejadian itu juga melompat berdiri dan berlari ke arah panggung.

Kyuhyun juga hampir melompat berdiri jika saja Victoria tidak memegangi lengannya. Ketika menyadari sentuhan Victoria, Kyuhyun menahan dirinya untuk berlari seperti Jonghyun. Walaupun seluruh tubuhnya tegang dan dilanda rasa cemas, ia mencoba untuk tetap duduk. Kedua matanya tidak lepas dari mengawasi Jonghyun yang mendekati Yoona dan menggendongnya ke belakang panggung.

Victoria mengeratkan pegangannya di lengan Kyuhyun. Ia menyadari ekspresi Kyuhyun yang tampak cemas. Ia juga bisa melihat Kyuhyun yang tidak melepaskan pandangannya dari panggung dimana Yoona berada. Ia merasakan tubuh Kyuhyun yang menegang karena panik dan bagaimana laki-laki itu menahan diri untuk tidak melompat dan berlari ke atas panggung demi dirinya. Victoria menghela napasnya. Akhirnya ia mengerti betapa Kyuhyun sangat mencintai Yoona.

.

“Sudah, aku bisa jalan sendiri! Turunkan aku!”

 “Ya! Jangan banyak bergerak! Kau mau jatuh lagi dan kali ini tanganmu yang patah atau tulang punggungmu?”

Jonghyun yang menggendong Yoona di punggungnya mulai kesal karena gadis itu tidak bisa berhenti bergerak dan ngotot untuk berjalan sendiri.  Padahal tadi untuk berdiri saja ia masih meringis kesakitan, batin Jonghyun.

Ya! Lee Jonghyun! Kau menyumpahiku?” balas Yoona.

“Aish! Kau ini berisik sekali sih?” gerutu Jonghyun.

Mereka berdua akhirnya sampai di depan rumah Yoona. Belum sempat Jonghyun ataupun Yoona membunyikan bel, pintu sudah terbuka dan ibu Yoona muncul di baliknya. Kelihatannya ia sudah mendengar pertengkaran mereka dari dalam. Ia terkejut melihat Yoona yang digendong oleh Jonghyun dengan kaki diperban.

“Aigo! Apa yang terjadi padamu, Yoona-ya?” tanyanya cemas.

Gwaenchanayo, eomma,” ujar Yoona menenangkan ibunya yang terlihat panik. “Aku hanya jatuh dan terkilir daat latihan tadi.”

“Kau ini kenapa tidak hati-hati sih?” Yoona hanya meringis mendengar ibunya mulai mengomel.

“Jonghyunie, tolong bawa Yoona ke kamar ya,” pinta ibu Yoona pada Jonghyun.

Aniyeyo! Tidak apa, aku bisa naik sendiri ke atas,” potong Yoona cepat ketika Jonghyun baru membuka mulutnya untuk menjawab.

“Kau ini berjalan di tanah datar saja sudah meringis kesakitan, bagaimana bisa kau naik tangga?” tukas Jonghyun.

“Jonghyun benar, Yoona-ya. Sudahlah Jonghyunie, jangan dengarkan ucapannya. Tolong bawa Yoona ke atas ya,” kata ibu Yoona.

Ya! Turunkan aku! Aku bisa naik sendiri!” Yoona kembali memberontak ketika Jonghyun membawanya naik.

“Yoong, kau ini bisa diam tidak? Kita sedang naik tangga. Kau ingin kita jatuh? Kau ingin membuatku patah tulang juga?” gertak Jonghyun.

Ya! Aku akan membuatmu patah tulang kalau kau tidak mau menurunkanku sekarang!” ancam Yoona.

“Kau tidak mendengar apa kata eomma-mu tadi? Dan jangan berteriak-teriak terus seperti itu, kau membuat telingaku mau pecah!” balas Jonghyun.

Ibu Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya melihat pertengkaran antara anak dan keponakannya. Sejak kecil mereka memang selalu seperti itu. Ketika sedang akur, mereka seperti tidak bisa dipisahkan. Tetapi ketika sedang bertengkar, maka tidak ada yang bisa mendamaikan mereka kecuali mereka sendiri.

“Mereka benar-benar tidak berubah,” gumam ibu Yoona sambil menghela napasnya.

Jonghyun menurunkan Yoona di atas tempat tidurnya. Yoona masih memberengut sebal. Ia tidak suka diperlakukan seperti orang sakit, walaupun memang kakinya masih terasa nyeri saat digunakan untuk berdiri.

“Berhenti memasang wajah seperti itu!” Jonghyun terlihat gemas melihat Yoona yang menurutnya bertingkah sangat kekanak-kanakan.

Yoona tidak menjawab dan melipat kedua tangannya di depan dada. Ia bahkan memanyunkan bibirnya untuk menunjukkan jika ia sedang kesal.

Jonghyun mendengus dan menggertakkan giginya geram, tetapi kemudian ia berjalan mendekati Yoona. Ia menarik kursi dan duduk di depan Yoona. Raut wajahnya berubah khawatir.

Gwaenchana?” tanyanya.

Yoona menatap Jonghyun tidak mengerti. “Huh? Kakiku baik-baik saja. Kau dan dokter saja yang belebihan dan—“

“Bukan itu maksudku, bodoh!” potong Jonghyun. “Kau—apa kau baik-baik saja?”

Yoona mengerjapkan kedua matanya. Ia akhirnya mengerti arah pembicaraan Jonghyun.

“Oh,” sahutnya. “Gwaenchana. Aku baik-baik saja.”

Jonghyun menatap Yoona sesaat kemudian menghela napasnya keras-keras sambil bangkit berdiri. “Haah! Baiklah kalau kau baik-baik saja. Aku pulang sekarang ya!” ucapnya.

Ya!” Yoona memegangi lengan Jonghyun dan menarik paksa laki-laki itu untuk kembali duduk.

“Bisakah kau bergeser sedikit?” ujar Yoona dan membuat Jonghyun menggeser kursinya sampai 90 derajat.

“Kenapa sih—“ Ucapan Jonghyun terpotong ketika Yoona menjatuhkan kepalanya di bahunya. Ia tidak bisa melihat Yoona dari posisi itu, tetapi ia bisa mendengar isak tangis yang keluar dari mulut adik sepupunya itu.

Jonghyun mengangkat tangannya dan menepukkannya ke lengan Yoona, satu-satunya bagian yang bisa disentuhnya. “Gwaenchana, Yoong,” bisiknya lembut. “Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah.”

.

Yoona melangkahkan kakinya pelan-pelan. Sesekali ia masih meringis kesakitan. Ia sudah bisa berjalan, tetapi terkadang kakinya masih terasa sakit dan sulit digerakkan.

“Aah!”

Yoona merasakan nyeri di kakinya ketika akan menaiki tangga dan membuatnya nyaris kehilangan keseimbangan. Untungnya ada seseorang yang menahannya dari belakang . Orang itu memegangi lengannya dan membantunya untuk berdiri tegak.

Gamsahamni—oppa?” Yoona membelalakkan matanya kaget melihat Kyuhyun-lah yang membantunya. Kenapa Kyuhyun selalu datang di saat seperti ini?

“Apa kau baik-baik saja? Bagaimana kakimu? Apakah parah? Apakah masih terasa sakit? Kau sudah memeriksakannya lagi belum?” Kyuhyun segera memberondong Yoona dengan berbagai macam pertanyaan.

Yoona bisa melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang menunjukkan kecemasan. Laki-laki itu sepertinya benar-benar mengkhawatirkan kondisinya.

Gwaenchanayo, oppa. Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir,” sahut Yoona.

“Benar kau baik-baik saja? Kakimu masih sakit tidak?” Kyuhyun kembali memastikan.

“Aku baik-baik saja, oppa. Sungguh,” ulang Yoona untuk meyakinkan Kyuhyun.

Kyuhyun masih menatap Yoona tidak percaya. Kalau gadis itu memang baik-baik saja, lalu kenapa ia hampir jatuh lagi saat mau naik tangga? Kalau tidak ada Kyuhyun yang menahannya, entah apa yang akan terjadi.

“Eum, mana Victoria eonni?” Yoona mencoba untuk mengalihkan kekhawatiran Kyuhyun.

“Yoona?”

Yoona dan Kyuhyun serentak menoleh dan melihat Victoria menghampiri mereka. Victoria tersenyum manis pada Yoona.

“Bagaimana keadaanmu? Apakah kakimu masih sakit?” tanya Victoria yang juga terlihat cemas dan menatap ke arah kaki Yoona yang masih terbebat perban.

“Err, aku baik-baik saja, eonni. Jangan khawatir. Kakiku baik-baik saja. Hanya saja dokter memang belum membolehkanku untuk melepas perbannya,” jawab Yoona.

“Oh begitu. Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Semoga kakimu cepat sembuh,” ujar Victoria.

“Oya, kau sudah makan atau belum? Aku dan Kyuhyun baru saja akan makan siang. Apa kau mau ikut dengan kami?” tawar Victoria sambil meraih lengan Kyuhyun dan memeluknya di depan Yoona.

Kyuhyun bergerak kaget ketika Victoria tiba-tiba memeluk lengannya. Ia menoleh tidak mengerti pada Victoria. Apa sebenarnya maunya? Bukankah ia sudah mengetahui semuanya antara Kyuhyun dan Yoona? Lalu kenapa ia bersikap seolah tidak mengetahui apa-apa tentang mereka dan malah mengajak Yoona untuk bergabung bersamanya dan Victoria.

Yoona sedikit menegang ketika melihat Victoria yang memeluk lengan Kyuhyun di depannya, namun dengan segera ia kembali bersikap biasa.

“Tidak perlu, eonni. Aku sudah janji akan makan siang dengan Jonghyun. Kalian pergi saja berdua,” tolak Yoona halus.

“Benarkah? Sayang sekali kalau begitu. Sudah lama kita tidak pergi bertiga,” sahut Victoria.

Kyuhyun mulai menampilkan ekspresi tidak suka pada Victoria. Ia lantas menarik tangan Victoria dan mengajaknya pergi.

“Aku sudah lapar. Kajja!”

“Oh, araseo! Yoona-ya, annyeong!” Victoria masih sempat melambaikan tangannya pada Yoona sebelum menyusul Kyuhyun yang sudah berjalan duluan.

Yoona tersenyum getir melihat mereka. Jantungnya memukul-mukul dengan kencang sampai membuat dadanya terasa sesak. Entah sampai berapa lama ia bisa bertahan. Ia merasa tidak sanggup lagi melihat kebersamaan Victoria dan Kyuhyun. Tetapi apa boleh buat. Ia yang memulai semua ini dan sekarang ia harus menerima resikonya.

.

Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan rumah Victoria. Mereka baru saja pulang makan malam berdua. Seperti biasanya, Kyuhyun mengantarkan Victoria sampai ke depan pintu rumahnya sebelum pergi.

Gomawo,” ucap Victoria lirih setelah mereka berada di depan pintu rumahnya.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. “Kalau begitu aku pulang dulu ya,” ujarnya.

“Tunggu!” Victoria menahan Kyuhyun yang hampir berbalik.

Kyuhyun menatap Victoria dengan kedua alis terangkat. Victoria tidak menatap Kyuhyun melainkan menunduk melihat lantai terasnya.

“Aku ingin kita putus,” bisik Victoria.

Kyuhyun menatap Victoria tidak percaya. Ia menyentuh lengan Victoria dan memaksa gadis itu untuk menatapnya.

“Apa maksudmu? Bukankah sudah kukatakan kalau aku tidak akan meninggalkanmu?” sahut Kyuhyun.

“Tinggalkan aku, Kyu,” pinta Victoria. Kedua mata gadis itu sudah basah dengan airmata.

“Kembalilah pada Yoona,” lanjut Victoria. “Kau—kau mencintainya kan?”

“Aku mencintainya atau tidak, itu urusanku sendiri, Vic. Aku tidak akan meninggalkanmu. Harus kukatakan berapa kali supaya kau mengerti?” balas Kyuhyun.

“Aku tidak ingin menjadi penghalang di antara kalian. Aku ingin kalian berdua bahagia. Yoona sudah cukup menderita. Aku menyayanginya seperti adikku sendiri, Kyu. Aku tidak ingin ia menderita karena aku,” kata Victoria ditengah isakannya

Kyuhyun mengusap wajahnya. “Ia sudah memiliki Jonghyun disisinya, Vic,” ucapnya getir. “Ia sudah tidak memerlukanku lagi.”

“Apakah kau tidak akan memperjuangkannya lagi? Aku tahu kau sangat mencintainya, Kyu. Aku bisa melihat itu. Karena itu, kembalilah padanya. Perjuangkan kembali dirinya,” ujar Victoria.

“Aku tidak mungkin merebutnya dari sahabatku sendiri. Aku juga tidak bisa meninggalkanmu, Vic,” kata Kyuhyun pelan.

“Aku ingin kau kembali pada Yoona. Kalau kau menyayangiku dan kalau kau peduli padaku, kau harus membahagiakan Yoona. Berjanjilah padaku, Kyu. Berjanjilah padaku kau akan memperjuangkan Yoona lagi. Berjanjilah padaku kalian berdua akan bahagia,” pinta Victoria sambil menggenggam kedua tangan Kyuhyun. “Berjanjilah.”

Kyuhyun menatap Victoria yang nampak sungguh-sungguh dengan ucapannya. Wajah gadis itu berlinang airmata, namun ia tersenyum tulus.

“Aku—“ Kyuhyun merasakan tenggorokannya tercekat, “Aku berjanji.”

Victoria tersenyum dan melepaskan tangan Kyuhyun. Ia mengusap wajahnya, menghapus jejak-jejak airmata. “Gomawo. Terima kasih, Kyu,” ucapnya.

“Kalau begitu, aku masuk ke dalam dulu. Selamat malam, Kyu,” lanjut Victoria sambil masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintunya dengan cepat sebelum Kyuhyun bisa menahannya.

Di balik pintu, airmata kembali membanjiri wajah Victoria. Gadis itu menutup mulutnya supaya tidak ada yang mendengar suara isakannya.

“Aku—aku mencintaimu, Kyu,” bisik Victoria terbata.

Tiba-tiba Victoria merasakan sakit di kepalanya. Rasa sakit itu begitu besar sampai ia merasa tidak bisa melihat apapun. Kedua kakinya tiba-tiba tidak bisa digerakkan dan itu membuat Victoria terjatuh. Rasa sakitnya membuatnya tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Ia tidak bisa merasakan bagian tubuhnya maupun menggerakkannya. Airmata masih mengalir di pipinya ketika ia menutup mata dan kehilangan kesadarannya.

Someone will shed tears and be left alone but

I hate seeing you try not to scar me and feel ill at ease

So I’ll let you go

(Only One – BoA)

.

to be continue

Please leave your comment

Advertisements

21 thoughts on “Only One – Part 4

  1. Keren thor 😊😊😊😊😃😃😃😃 salut sama sikap nya vic 😉 tabah nya yoona eonnie 😊 perhatiannya jonghyun😉 dan sama setia kawannya kyuhyun oppa😊 LIKE THIS 👍

  2. Moga ending nya kyuna… kasian juga vic eonnie… tapi yang nama nya perasaan kan gak bisa di paksakan … next chingu…jangan lama”….

  3. eumm,, mewek.
    tp kata2 itu jg prnah dikatakan kyu ke yoong kan. ,Jangan pernah
    menyuruhku untuk pergi karena aku
    tidak akan melakukannya,”
    uhh,, kyu plin plan eoh!! huhuu

  4. Ouwhh vic unnie baikx~ tpi gmana nie klnjutn kyuna mreka bkln brsatu g sieh?? vic unnie kya tmbh parah tkut kyuna g brstu gra” mrsa brslh ma vic unnie…ya udh lgh mending d.lnjutt keep writing

  5. Vic eonni gomawo karna mau mengerti perasaan kyuhyun oppa ke yoona eonni.. Dan mau melepaskannya.. Semoga tidak terjadi apa2 ma vic eonni.. Dan semoga diakhir ceritanya happy ending semua ya??? (Amin)

  6. Woaaahhhh….. maaf un klo aku komen di sini.. soalnya aku komen di Im Yoona Fiction part 123

    Makin ruwet aja nih hubungannya

    Next

  7. Ooh kasian vic eonni. Jangan mati deh jadian aja sama jonghyun hehe
    Yoona jdi ikut drama musikal gk tuh kakinya malah cidera. Bener2 nasibnya jelek hahaha
    Thor ffnya daebak!!! Suka sama fanficnya romance dan gk ada unsur NCnya! Daebak daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s