We Got Married: Episode 9 (Honeymoon Trip)

wgmnew

Title: We Got Married [Episode 1] [Episode 2] [Episode 3] [Episode 4] [Episode 5] [Episode 6] [Episode 7] [Episode 8]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 15+

Genre: Romance, Family, and others

Main Casts: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Other Casts: Kim Jung Min as MC1, Park Mi Sun as MC2, Lee Ji Hye as MC3, Danny Ahn as MC4

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Poster by Felicia Rena

*Note: Yang berwarna merah adalah komentar dari para MC di studio. Oranye adalah pertanyaan dari PD-nim di sesi interviewPink adalah kata-kata Yoona di sesi interviewBiru adalah Jonghyun di sesi interview.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

NO PLAGIAT, Please…:)

.

.

.

EPISODE 9 – HONEYMOON TRIP

February 19, 2014

Yoona dan Jonghyun duduk bersebelahan di sofa ruang tengah mereka. Keduanya menyandarkan kepala mereka kebelakang dan menatap langit-langit. Mereka terlihat terlalu lelah untuk melakukan hal lain.

Suara bel memecahkan keheningan di antara mereka. Yoona menoleh ke arah Jonghyun yang sama sekali tidak mengubah posisinya. Laki-laki itu seolah tidak peduli dengan suara bel yang kembali berbunyi untuk kedua kalinya.

Yoona akhirnya beranjak dari tempat duduknya dan menuju pintu masuk. Tidak lama kemudian, ia kembali ke ruang tengah dan mendapati Jonghyun masih dalam posisi yang sama seperti sebelumnya.

Ya! Ireona! Ayo bangun!” Yoona menendang-nendang kaki Jonghyun sampai laki-laki itu membuka matanya.

MC2: Kau seharusnya membangunkannya dengan lebih mesra. Ia pasti akan langsung bangun kalau kau menciumnya.

MC1,3,4: (tertawa setuju)

Mission card!” Yoona duduk di sebelah Jonghyun sambil menunjukkan amplop yang dibawanya.

Jonghyun mengeluh keras-keras. “Lagi?” tanyanya.

“Sudahlah, kita baca saja dulu,” ujar Yoona sambil membuka amplop dan menarik keluar sebuah kartu berisi misi mereka.

“Selamat atas pernikahan kalian!” Yoona dan Jonghyun membaca mission card mereka bersama. “Untuk merayakan pernikahan kalian, kami sudah menyiapkan honeymoon trip selama dua hari. Kalian akan berangkat malam ini. Tempat yang akan kalian tuju adalah—”

Jonghyun merobek kertas yang menutupi tulisan tempat tujuan mereka.

MC3: Melihat dari ekspresinya, sepertinya Jonghyun benar-benar tidak ingin pergi.

MC4: Mereka sedang disibukkan dengan persiapan comeback, tentunya mereka pasti ingin beristirahat.

MC2: Baru kali ini aku melihat pasangan yang tidak bersemangat ketika diberikan kesempatan untuk berbulan madu.

Jonghyun menggigiti bibirnya. “Haruskah kita pergi?” tanyanya.

“Ugh, rasanya aku benar-benar lelah,” ujar Yoona sambil kembali bersandar di sofa.

“Kita bisa pergi kemudian hanya tidur seharian di penginapan,” usul Jonghyun. “Bagaimana menurutmu?”

Q: Sepertinya kau tidak ingin pergi?

Jonghyun: Bukannya aku tidak ingin pergi, tapi—ugh—entahlah, apakah aku harus pergi? Menjelang comeback, jadwalku menjadi sangat padat. Sebenarnya aku sangat menantikan waktu dimana aku bisa beristirahat. Liburan bisa menjadi salah satu cara melepas kejenuhan, tetapi jika membayangkan perjalanannya—aku sudah merasa pegal.

Yoona: Kurasa—liburan ditengah persiapan comeback kami sepertinya bukan ide yang buruk. Setidaknya kami bisa sedikit melepas kejenuhan kami yang selalu sibuk akhir-akhir ini.

“Kau ingin pergi?” tanya Jonghyun lagi.

“Kurasa tidak ada salahnya. Toh juga tidak terlalu jauh dari Seoul,” sahut Yoona. “Bagaimana menurutmu?”

“Kalau kau ingin pergi, maka tentu saja aku juga akan pergi,” balas Jonghyun kalem.

MC4: Ya! Sungguh cliche!

Yoona mendengus tertawa dan mendorong bahu Jonghyun.

“Kalau begitu sebaiknya kita mulai bersiap-siap sekarang,” ajak Yoona.

“Kau saja dulu. Aku masih lelah,” ujar Jonghyun. Ia kembali bersandar ke sofa dan menutup kedua matanya.

Ya! Ayo cepat beres-beres!” Yoona menarik tangan Jonghyun dan memaksanya untuk berdiri.

Jonghyun menghela napasnya dan akhirnya membiarkan Yoona menariknya untuk bersiap-siap

.

Kajja! Kita berangkat!” seru Yoona ketika ia dan Jonghyun sudah berada di dalam mobil.

Selama beberapa menit perjalanan, tidak ada satupun di antara mereka yang bersuara. Jonghyun tampak sibuk menyetir sedangkan Yoona asik melihat pemandangan diluar jendela mobil.

“Jonghyun-ah.” Yoona memanggil Jonghyun tanpa mengalihkan pandangannya yang menatap keluar.

“Hm?”

“Aku belum mengucapkannya kemarin—“ Yoona memberi jeda sesaat, “gomawo.”

“Untuk?” tanya Jonghyun dengan kedua alis saling bertaut bingung.

“Kejutanmu kemarin,” sahut Yoona. “Gomawo. Aku benar-benar menyukainya.”

MC3: Aaah! Aku juga menyukainya!

MC4: Ia tidak menyiapkannya untukmu (menatap MC3)

MC1&2: (tertawa)

“Benarkah? Kau menyukainya?”

Keurom! Tentu saja! Aku sama sekali tidak menyangka kalau kau sudah menyiapkan semua itu,” balas Yoona.

“Baguslah kalau kau menyukainya,” ujar Jonghyun sambil tersenyum.

“Kupikir kau pernah mengatakan kalau kau bukan tipe yang romantis,” celetuk Yoona.

“Memang iya,” sahut Jonghyun.

“Lalu kenapa kau bisa menyiapkan semua itu?” tanya Yoona sambil menatap Jonghyun penasaran.

MC1: Tentu saja karena cinta bisa mengubah seseorang!

“Apanya? Aku hanya menyiapkan apa yang kau inginkan. Biar bagaimanapun, aku ingin memastikan kalau kau tidak akan pernah menyesal menikah denganku,” jawab Jonghyun sambil tersenyum miring.

Semburat merah muda muncul di kedua pipi Yoona. Gadis itu mengalihkan pandangannya kembali ke luar jendela, tetapi bibirnya tidak bisa menahan senyuman yang terbentuk.

Gomawo,” ulang Yoona lagi. “Yah, kurasa aku tidak akan menyesal menikah denganmu.”

“Memang seharusnya begitu,” timpal Jonghyun.

“Ah! Ada yang ingin kutanyakan padamu!” Yoona kembali mencondongkan tubuhnya ke arah Jonghyun.

Wae? Apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Jonghyun sambil melirik Yoona.

“Apakah kemarin kau cemburu pada Kyu oppa?” Yoona menatap Jonghyun intens.

“Kenapa aku harus cemburu padanya?” Jonghyun balas bertanya.

MC4: Tidak usah menutupinya. Kami semua tahu kalau kau cemburu padanya!

“Jadi kau tidak cemburu padanya karena aku berlari ke arahnya ketika ia datang? Kau juga tidak cemburu karena aku sangat dekat dengannya?” cecar Yoona.

Q: Kenapa kau bertanya seperti itu?

Yoona: Karena kalian memberitahuku kalau mungkin Jonghyun cemburu ketika aku berlari menghampiri Kyuhyun oppa. Aku hanya ingin memastikan apakah ia cemburu atau tidak.

MC3: Mereka benar-benar membuatku gemas!

Ani. Aku tidak cemburu,” sahut Jonghyun.

“Hanya jangan melakukannya lagi,” tambahnya cepat.

Wae? Kenapa tidak boleh?” tanya Yoona.

“Karena aku akan benar-benar cemburu kalau kau melakukannya lagi,” terang Jonghyun dengan suara pelan sehingga tidak terdengar jelas.

“Apa?”

Ani. Bukan apa-apa,” jawab Jonghyun tanpa mengetahui jika sebenarnya Yoona mendengar jelas ucapannya.

Keheningan kembali hadir di antara mereka selama sisa perjalanan. Yoona yang biasanya selalu ramai kini terlihat lebih banyak diam. Sepertinya ia sudah sangat lelah. Berkali-kali ia menguap, tetapi tidak sekalipun ia menutup matanya karena ia tidak ingin tidur dan membiarkan Jonghyun sendiri yang terjaga.

Setelah menghabiskan satu jam lebih di perjalanan, mereka akhirnya sampai di daerah yang mereka tuju. Hari sudah berubah gelap, jadi Jonghyun langsung membawa mobilnya menuju pension yang sudah disediakan untuk mereka.

“Aaah! Aku benar-benar lapar!” seru Jonghyun ketika mereka sudah memasuki penginapan.

“Aku juga!” Yoona menimpali.

Jonghyun melihat jam tangannya. “Sekarang sudah malam. Apa yang bisa kita makan?”

“Bagaimana kalau kita memasak ramyun? Aku membawanya,” usul Yoona.

“Baiklah, ayo kita membuat ramyun!” Jonghyun langsung menyetujui.

Yoona mengambil beberapa bungkus ramyun dari dalam tasnya sementara Jonghyun mengambil dua botol air mineral. Bersama-sama mereka menyiapkan panci, kompor dan sumpit.

Yoona menuangkan air ke dalam panci sementara Jonghyun terus memperhatikannya.

“Tambahkan lagi airnya!” ujar Jonghyun.

“Tidak! Itu terlalu banyak!” tolak Yoona.

Aniya! Tambahkan sedikit lagi!” Jonghyun masih bersikeras. Tangannya meraih botol air mineral tetapi Yoona menahannya.

Andwae! Sudah, kau diam saja!” suruh Yoona.

Jonghyun mengerucutkan bibirnya. Ia menarik kembali tangannya dan kembali diam memperhatikan Yoona yang sedang membuka bungkus ramyun selagi menunggu air panas.

Ya! Jangan memasukkannya seperti itu!” Jonghyun kembali mengeluarkan suara protesnya ketika Yoona memasukkan tiga batang mi sekaligus.

“Aish! Bisakah kau duduk diam dan tidak mengomentari pekerjaanku?” gerutu Yoona.

MC4: Wae? Wae? Wae? Kenapa mereka harus bertengkar?

MC1: Benarkah mereka ini pasangan pengantin baru kita? Mereka bertengkar hanya karena soal memasak ramyun. Tidak masuk akal (menggelengkan kepala).

Jonghyun kembali mengunci mulutnya, tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama. Setelah beberapa menit, Yoona mematikan kompor dan membuka tutup panci.

Ya! Tunggu sebentar lagi! Itu belum sepenuhnya matang!”

MC2: Aigoo, Jonghyun-ssi!

Yoona menatap Jonghyun kesal sambil mengaduk isi panci. “Bagaimana kalau kau memasaknya sendiri saja?” tukasnya.

Q: Kalian berdebat hanya soal memasak ramyun?

Jonghyun: Aku hanya memberitahunya. Kenapa ia tidak mau mendengarkanku?

Yoona: Ia terus-menerus berkomentar seharusnya begini seharusnya begitu. Apakah ia tidak mempercayaiku? Ia menyebalkan sekali jika sedang bersikap seperti itu.

Jonghyun akhirnya mengalah dan membiarkan Yoona menyelesaikan pekerjaannya dalam diam. Yoona menuangkan ramyun di panci ke dalam dua buah mangkuk.

“Selamat makan!”

Baik Yoona maupun Jonghyun tidak ada lagi yang bersuara. Keduanya sama-sama sibuk dengan ramyun di hadapan mereka.

MC3: Sudah lama sekali kita tidak melihat mereka makan berdua seperti itu.

MC1: Majayo. Dan seperti sebelum-sebelumnya, mereka tidak pernah memperbincangkan sesuatu yang menarik untuk kita jika sedang makan seperti itu.

“Aah! Matshita!” Jonghyun mendorong mangkuknya yang sudah kosong tanpa sisa.

“Lihat! Enak kan? Lain kali biarkan aku bekerja dan jangan mengomentari pekerjaanku,” dengus Yoona yang masih merasa kesal.

Jonghyun mengeluarkan cengirannya. “Araseo. Lain kali aku akan diam,” ujarnya.

“Aku benar-benar lelah,” kata Yoona sambil merenggangkan tubuhnya.

“Lebih baik sekarang kita beristirahat,” ucap Jonghyun. “Lagipula ini memang sudah larut malam.”

“Apa yang akan kita lakukan besok?” tanya Yoona.

Molla. Yang ingin kulakukan hanyalah bermalas-malasan,” sahut Jonghyun sekenanya. “Ayo kita hanya bermalas-malasan seharian.”

MC1 : Ini benar-benar bulan madu paling aneh yang pernah kulihat (menggelengkan kepala).

Q: Kau sudah jauh-jauh datang. Apa kau benar-benar hanya ingin bermalas-malasan?

Jonghyun: Uh—entahlah. Mungkin aku akan sedikit bersenang-senang dengan pergi keluar. Tetapi kurasa aku akan lebih banyak beristirahat (tertawa).

Yoona: Jinjja! Ia benar-benar—astaga! Aku tidak akan membiarkannya hanya bermalas-malasan.

Ya! Kita sudah jauh-jauh datang kemari, masa hanya mau bermalas-malasan seharian?” Yoona mengerucutkan bibirnya dan melipat tangannya di depan dada.

“Baiklah. Baiklah. Lalu apa yang ingin kau lakukan?” Jonghyun ganti bertanya.

“Ayo kita main ski!” ajak Yoona dengan kedua mata berbinar semangat.

“Ini sudah bulan Februari.”

“Apa hubungannya? Toh salju di tempat ski juga tidak mencair,” ujar Yoona. “Ayolah!”

Araseo. Kalau besok kau ingin pergi, lebih baik kau membiarkan aku tidur sekarang,” kata Jonghyun sambil beranjak menuju kamarnya.

Otte! Selamat tidur!” seru Yoona riang.

.

Langit kini sudah berubah terang. Jarum jam menunjukkan kini telah mencapai tengah hari. Terlihat semakin banyak orang yang meluncur di atas hamparan putih. Jonghyun dan Yoona juga berada di tengah orang-orang itu.

Pasangan itu tampak asik meluncur sendiri-sendiri. Orang-orang yang melihat mereka mungkin tidak akan mengira jika mereka berdua pergi bersama.

MC2: Kenapa mereka sibuk sendiri seperti itu? Seharusnya mereka meluncur bersama dengan mesra!

MC3: Aku benar-benar tidak mengerti dengan mereka. Terkadang mereka membuatku sangat iri, tetapi mereka juga bisa membuatku sakit kepala karena gemas!

Yoona meluncur ke arah Jonghyun dan menarik jaket lelaki itu. “Ayo kita naik lift!” ajaknya.

Jonghyun mengangguk menyetujui. Keduanya kemudian meluncur ke tempat untuk naik lift. Mereka harus menunggu selama beberapa saat sampai mendapatkan kursi kosong. Jonghyun naik terlebih dulu kemudian mengulurkan tangannya dan membantu Yoona untuk naik.

“Waaa! Yepputa! Cantik sekali!” teriak Yoona ketika ia melihat pemandangan tempat ski itu dari ketinggian. Senyum lebar menghiasi wajah gadis itu. Sepertinya ia benar-benar senang.

Jonghyun tersenyum melihat tingkah Yoona. Ia juga ikut mengagumi pemandangan di sekeliling mereka. Sesekali ia melirik ke arah Yoona dan melihat gadis itu sedang menggosokkan kedua telapak tangannya yang terbalut sarung tangan dan meniupnya.

“Kau kedinginan?” tanya Jonghyun.

Yoona mengangguk. “Sedikit,” akunya.

Jonghyun meraih kedua tangan Yoona yang terkatup dan ikut menggosoknya, menyalurkan kehangatan untuk gadis itu.

Q: Apa yang kau pikirkan saat itu?

Yoona: Saat tangannya menyentuh tanganku, aku bisa merasakan kehangatannya. Saat itu yang muncul dalam pikiranku adalah, ah, ia memperhatikanku. Seperti itu saja dan aku sangat menyukai perhatian kecilnya (tersenyum).

“Ayo kita turun,” ajak Jonghyun yang dijawab dengan anggukan oleh Yoona.

Jonghyun masih menggenggam tangan Yoona dan memberi aba-aba supaya mereka meloncat turun bersama-sama.

“Kau masih ingin meluncur?” tanya Jonghyun.

Keurom! Tentu saja masih!” jawab Yoona cepat.

“Bagaimana kalau kita bertanding?” tantang Yoona.

Jonghyun menoleh menatapnya. Ekspresinya tidak terlalu jelas terlihat karena laki-laki itu juga memakai masker selain memakai topi.

“Ayo kita bertanding meluncur. Kita lihat siapa yang bisa meluncur lebih cepat sampai di pohon itu,” lanjut Yoona sambil menunjuk ke salah satu pohon yang berjarak puluhan meter dari tempat mereka berdiri.

“Yang kalah harus mentraktir yang menang. Bagaimana?”

“Ayo!” Jonghyun langsung menyanggupi setelah mendengar hadiah yang ditawarkan oleh Yoona.

Mereka berdua mengambil posisi dan mulai meluncur setelah Yoona memberikan aba-aba. Keduanya meluncur dengan baik. Jonghyun terlihat lebih unggul dari Yoona dengan berada beberapa meter di depan gadis itu.

MC3: Kurasa Jonghyun yang akan menang.

Jonghyun berhasil sampai di pohon yang menjadi patokan mereka sebelum Yoona. Ia langsung melompat dan bersorak girang. Selang beberapa detik, Yoona sudah berada di hadapannya dengan ekspresi sebal karena kalah.

MC4: Tidak bisakah ia mengalah pada seorang gadis?

“Kau harus mentraktirku!” seru Jonghyun riang. Ia terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang dijanjikan akan dibelikan mainan baru.

Araseo. Araseo. Aku akan mentraktirmu,” balas Yoona.

Jonghyun: Ia terlihat kesal dan dimataku itu sangat lucu. Aku suka menggodanya seperti itu.

“Ayo kita meluncur lagi,” ajak Jonghyun sambil kembali meluncur.

Ya! Lee Jonghyun, tunggu aku!” Yoona segera meluncur menyusul Jonghyun.

.

Jonghyun dan Yoona berjalan berdampingan. Keduanya menuju sebuah restoran di dekat tempat ski yang menyediakan berbagai macam sup. Mereka memilih tempat itu karena mereka memutuskan memerlukan sesuatu untuk menghangatkan tubuh mereka setelah bermain ski.

Yoona memesan samgyetang, sup dengan daging ayam sebagai bahan utamanya. Sementara Jonghyun memilih galbitang, sup daging sapi hangat yang berasal dari tulang rusuk sapi yang telah direbus.

“Apa yang akan kita lakukan setelah ini?” Yoona membuka percakapan selagi mereka menunggu pesanan mereka datang.

“Apa yang ingin kau lakukan?” Jonghyun balik bertanya.

“Aku bertanya padamu.” Yoona kembali membalikkan pertanyaan.

“Aku ingin kembali ke pension dan tidur,” jawab Jonghyun jujur.

Yoona menggelengkan kepalanya. “Tidak. Aku belum ingin kembali,” tolaknya.

“Kau mau kemana lagi?”

“Aku ingin berjalan-jalan di sekitar sini. Ada bukit kecil yang pemandangannya sangat bagus. Aku ingin kesana,” cerita Yoona antusias.

“Berjalan?” Jonghyun mengerjapkan kedua matanya. “Jalan kaki?” ulangnya.

Ne. Kau mau kan?” pinta Yoona.

Shireo! Tidak mau! Itu melelahkan!” Seperti yang bisa diduga, Jonghyun menolak.

“Ayolah! Pasti menyenangkan!” Yoona tetap memaksa Jonghyun.

Jonghyun baru akan membuka mulutnya untuk membalas ketika pesanan mereka datang. Mau tidak mau, perhatiannya teralihkan pada makanan. Ia akhirnya menyanggupi keinginan Yoona.

MC1: Ia memang harus disogok menggunakan makanan terlebih dulu.

MC4: Ternyata benar yang dikatakan oleh Yonghwa-ssi.

.

Jonghyun dan Yoona berjalan berdampingan menyusuri bukit kecil di dekat tempat ski mereka tadi. Yoona tampak segar dan begitu bersemangat sementara Jonghyun masih bertahan tanpa ekspresi. Ia hanya sesekali memperhatikan pemandangan di sekitarnya.

Ya! Berhenti memasang wajah seperti itu!” Yoona mengaitkan lengannya dengan lengan Jonghyun.

Jonghyun sedikit kaget dan menatap lengannya dan Yoona yang bertaut. Ia lalu menatap Yoona yang sibuk mengamati pemandangan dan tersenyum.

MC2: Ia menyukainya! (tertawa)

“Udara disini benar-benar segar,” ujar Yoona. “Aku tidak ingin cepat kembali ke Seoul.”

Nado,” sahut Jonghyun. “Aku juga. Rasanya menyenangkan bisa terbebas dari semua kesibukan.”

MC1: Bukankah awalnya mereka malas untuk pergi? Sekarang mereka malas untuk kembali? Mereka benar-benar pasangan yang aneh.

“Setelah comeback nanti, sepertinya kita akan jarang bertemu,” ungkap Jonghyun.

Yoona menghentikan langkahnya. “Wae?” tanyanya heran.

“Setelah selesai dengan promosi album baru nanti, agensiku akan menggelar konser di Jepang selama dua hari. Lalu CNBLUE juga akan menggelar konser di Seoul dan Busan. Kurasa aku akan sangat sibuk untuk mempersiapkan konser itu,” jelas Jonghyun.

Jonghyun: Jadwalku sudah dipadatkan mulai dari setelah comeback. Aku tidak tahu apakah kami bisa bertemu di sela-sela waktu itu atau tidak. Kami belum berpisah, tetapi aku sudah merasa kalau aku akan merindukannya.

“Begitukah?” Yoona merenung. “Sayang sekali. Aku akan merindukan saat-saat seperti ini.”

“Hm. Aku juga,” ujar Jonghyun. “Kalau begitu, datanglah ke konser saat di Seoul nanti.”

“Bolehkah?” tanya Yoona yang kembali bersemangat. “Tentu saja aku akan datang jika tidak ada jadwal.”

Jonghyun tertawa melihat Yoona yang terlihat antusias dengan tawarannya. “Jika kita tidak bisa bertemu nanti, aku pasti akan merindukanmu yang seperti ini,” gumamnya.

“Bolehkah aku memelukmu?” Jonghyun bertanya sambil tersenyum malu.

MC1,2,3,4: Aaaah! Kenapa ia harus bertanya?

Yoona mengerjapkan kedua matanya kemudian tersenyum dan mengangguk. Ia membuka kedua tangannya dan membiarkan Jonghyun memeluknya ringan.

Q: Kenapa kau harus bertanya lebih dulu?

Jonghyun: Karena aku tidak akan melakukannya kalau ia tidak mau. Aku tidak akan memaksanya.

Yoona: Ia benar-benar tidak romantis (tertawa). Tapi aku sama sekali tidak keberatan. Aku tahu ia memiliki caranya sendiri.

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 10 – COMEBACK SPECIAL

Suasana belakang panggung studio Music Core sangat ramai. Saat ini broadcast sudah setengah jalan. Baik artis maupun staff terlihat lalu-lalang berjalan dengan terburu-buru untuk mempersiapkan stage berikutnya.

CNBLUE sudah berada di atas panggung dan memulai performance mereka. Di backstage, Yoona menonton mereka melalui televisi di ruangan yang ada tepat di belakang panggung. Seohyun, Yuri, dan Tiffany yang menjadi special MC juga ikut menemaninya dan menonton bersama.

Kini giliran SNSD untuk bersiap-siap tampil. Mereka melakukan pengecekan terakhir sebelum naik ke atas panggung. Jonghyun mengepalkan tangannya ke atas, memberikan semangat pada Yoona untuk comeback-nya.

Yoona: Hari ini adalah comeback SNSD di Music Core, sekaligus merayakan 400 episode Music Core.

Jonghyun: Ini adalah minggu kedua CNBLUE mempromosikan album baru kami. Dan SNSD juga sudah mulai melakukan comeback stage. Kami masih akan terus bertemu sampai beberapa hari ke depan di acara-acara musik (tersenyum).

Yoona: Sayang sekali kami tidak bisa tampil di special stage. Pasti akan sangat menyenangkan jika kami bisa melakukannya.

.

Please leave your comment

.

*Author’s note:

Minggu ini aku bener-bener sibuk sampai susah nemu waktu buat nulis. Akhirnya chapter ini aku buat ngebut dan maaf kalo sedikit telat. Maaf juga kalo chapter hasil kejar tayang ini ceritanya datar dan kurang menarik 😦 Semoga chapter berikutnya bisa jadi perbaikan dan lebih bagus lagi. Neomu neomu gomawo buat readers yang masih setia sama serial ini dan masih mau meninggalkan komen dibawah ini ^^

Please support DeerBurning Story!

Advertisements

17 thoughts on “We Got Married: Episode 9 (Honeymoon Trip)

  1. buahahaha
    jonghyun penurut bgt deh.
    smua yg yoona lakuin akhirnya disanggupi dia haha. mantep.
    aaaaa adegan terakhir unyuuuuu sekali. mereka jujur nih kalo akan slg rindu nanti.

    oh iya author nanti buat scene bertemu orang tua ya. hehe
    keep writing author-nim. fighting

  2. yoona ud tau ga ya kira2 jonghyun bakalan langsung luluh kl disogok dulu sm makanan..??
    ahahahahaa, mereka pasangan paling aneh, yg awalnya males pergi honeymoon, ud disananya ga mau balik lg ke seoul.. aahhh, mereka ini..
    waaaaah, jongyun, sweet bgt..
    fightiiing thor.. dtunggu kelanjutannya..^^

  3. jonghyun….walau kata’a jonghyun itu ga romantis tpi menurutku di cerita ini jonghyun romantis bgt…deerburning jjang…

  4. honeymoon yg sederhana namun cukup romantis 😀 author kalo aku blh ksh saran, nanti bikin episode wgm mereka yg d ksh misi buat ngurus bayi bareng gt thor hehe aaaa ngebayangin mereka ngurus bayi brg 😀 kkk episode selanjutnya sangat ditunggu 🙂 author fighting!!

    • halo, makasih ya udh komen ^^ hmm.. spoiler nggak ya? episode untuk itu udh aku pikirin kok. secara mereka berdua suka bgt sm anak kecil dan pasti seru banget. haha.. ^^

  5. Boleh gak pas next episod nyeritain komentar yoona soal rambut jonghyun yg kyk vampir kesasar itu? Yg nyisirnya ke blakang.. trus si jong gra2 itu minta diganti sm hairstylenya pke poni pas manggung di music core.. hahhaah. Rena semangat ya… banyak kok yg nunggu ff yg selalu keren ini.m *nunjuk diri :D. Lanjuuuutttt

  6. Wlpn awalnya ga mau tp malah mnikamati honeymoon XD
    Bner2 dh couple ini hahaha
    Seandainya ada yg spesial di comeback stage jongyoon psti seru bgt 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s