We Got Married: Episode 17 (Spring Date)

wgmnew

Title: We Got Married [Episode 1] [Episode 2] [Episode 3] [Episode 4] [Episode 5] [Episode 6] [Episode 7] [Episode 8] [Episode 9] [Episode 10] [Episode 11] [Episode 12] [Episode 13] [Episode 14] [Episode 15] [Episode 16]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 15+

Genre: Romance, Family, and others

Main Casts: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Other Casts: Kim Jung Min as MC1, Park Mi Sun as MC2, Lee Ji Hye as MC3, Danny Ahn as MC4, CNBLUE Yong Hwa and SNSD Seo Hyun as guest commentators.

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Poster by Felicia Rena

*Note: Yang berwarna merah adalah komentar dari para MC dan guest commentators di studio. Oranye adalah pertanyaan dari PD-nim di sesi interviewPink adalah Yoona di sesi interviewBiru adalah Jonghyun di sesi interview.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

NO PLAGIAT, please…:)

.

.

.

EPISODE 17 – SPRING DATE

May 03, 2014 – WGM Studio

MC2: Hari ini kita kedatangan dua orang tamu spesial! CNBLUE Jung Yonghwa-ssi dan SNSD Seohyun-ssi, banggapseumnida!

Yonghwa: Annyeonghaseyo! CNBLUE Jung Yonghwa-imnida! Banggapseumnida!

Seohyun: Annyeonghaseyo! SNSD Seohyun-imnida. Banggapseumnida.

MC2: Senang sekali rasanya bisa melihat kalian berdua lagi setelah tiga tahun berlalu. Bagaimana pendapat kalian mengenai Yoona-ssi dan Jonghyun-ssi yang juga mengikuti acara ini?

Yonghwa: Awalnya aku sedikit mengkhawatirkan Jonghyun, apakah ia bisa melakukannya dengan baik atau tidak. Tetapi seiring berjalannya waktu—kurasa ia melakukannya dengan sangat baik.

Seohyun: Setiap kali pulang dari syuting ‘We Got Married’, Yoona eonni tidak pernah berhenti berbicara pada kami, membernya. Ia selalu menceritakan apa saja yang ia dan Jonghyun oppa lakukan. Para eonnideul selalu merasa iri setiap kali ia bercerita.

MC4: Bagaimana denganmu sendiri, Seohyun-ssi? Apakah kau juga merasa iri?

Seohyun: Hhmm… Aniyeyo. Kurasa tidak.

MC1: Siapa yang menurutmu lebih baik? Lee Jonghyun-ssi atau Jung Yonghwa-ssi?

Seohyun: Ne (kaget)?

Yonghwa: Mwoya (mengeluh)! Kenapa kalian bertanya seperti itu?

Seohyun: Kurasa mereka berdua sangat berbeda. Mereka mempunyai cara dan gaya mereka masing-masing.

April 26, 2014

Siang hari di tengah musim semi ini tampak cerah. Sebuah mobil Mercedes-Benz putih melaju di tengah jalan besar kota Seoul.

Di dalam mobil tersebut, Yoona dan Jonghyun hanya duduk diam tanpa bersuara sedikitpun. Jonghyun sibuk dengan kemudinya, sementara Yoona lebih memilih untuk mengamati pemandangan di luar jendela. Walaupun begitu, sesekali Yoona akan menoleh dengan ekspresi penasaran ke arah Jonghyun.

MC4: Mereka mau pergi kemana?

“Kita mau pergi kemana?” Pertanyaan Yoona yang entah untuk keberapa kalinya kembali memecah keheningan.

“Nanti kau juga akan tahu sendiri,” sahut Jonghyun sambil tersenyum penuh rahasia.

Q: Kemana kau membawa istrimu pergi?

Jonghyun: Aku ingin mengajaknya ke suatu tempat. Belakangan ini kami sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing dan kami jarang memiliki waktu untuk berdua, jadi aku berpikir untuk mengajaknya kencan (tersenyum).

MC1,2,3,4: Aaah!

MC1: Itu bagus!

Yonghwa: Jarhaesseo! Good job!

MC3: Kira-kira kemana ia akan membawa Yoona ya?

Jonghyun: Teman-temanku mengatakan musim semi adalah musim cinta dan musim yang paling tepat untuk berkencan. Musim semi juga adalah musim kesukaanku, jadi aku ingin membaginya dengan Yoona.

MC2: Kurasa mereka akan pergi ke suatu tempat yang berhubungan dengan musim semi.

Yoona mengerucutkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya kembali ke luar jendela. Jonghyun meliriknya sekilas dan tersenyum. Ia terus melajukan mobilnya menuju keluar kota Seoul.

MC2: Apakah mereka akan terus-menerus diam sepanjang perjalanan seperti itu?

“Apa kau marah padaku?” tanya Jonghyun pada Yoona tanpa mengalihkan pandangannya.

Aniya. Aku tidak marah,” elak Yoona.

Jinjjayo? Benarkah? Kukira kau marah padaku,” ucap Jonghyun, masih dengan nada santainya.

MC3: Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?

MC1,2,4: (menggeleng bingung)

MC4: Apakah kalian tahu apa yang terjadi pada mereka?

Seohyun: (menggeleng) Mollaseo. Yoona eonni tidak mengatakan apapun.

Q: Apa yang terjadi di antara kalian?

Yoona: Jonghyunie—ia—selama ini ia tidak pernah menghubungiku. Selalu aku yang menghubunginya lebih dulu. Yah, terkadang memang ia menghubungiku lebih dulu, tetapi itu sangat jarang. Aku tidak tahu mengapa, tetapi bagiku itu sangat menyebalkan.

MC2: Lagi-lagi kita menemui masalah ini (menggelengkan kepala).

MC4: Tapi untuk kasus ini, kurasa Jonghyun-ssi tidak bermaksud bermain tarik-ulur. Kurasa memang ia orang yang cuek seperti itu.

Seohyun: Kurasa juga begitu. Jonghyun oppa tidak mungkin melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu. Sudah kukatakan, ia dan Yonghwa oppa memang berbeda.

Yonghwa: Jadi menurutmu aku kekanak-kanakan, eoh?

Seohyun: Oppa, kau memang kekanak-kanakan. Yong choding.

MC2: Eeii, kalian ini, kenapa jadi membahas masa lalu?

Q: Kenapa kau berpikir istrimu marah padamu?

Jonghyun: Karena aku tidak menghubunginya?

MC3: Ia tahu.

Jonghyun: Aku tidak benar-benar mengerti mengapa persoalan siapa dulu yang menghubungi menjadi hal yang penting. Sebenarnya aku juga tidak akan tahu mengenai hal itu kalau Yonghwa hyung tidak memberitahuku.

Yonghwa: Itu benar! Aku yang memberitahunya hal itu. Waah, aku tidak menyangka Yoona benar-benar marah karena hal itu.

MC1: Jonghyun-ssi masih harus banyak belajar.

Yonghwa: Tenang saja, aku akan mengajarinya.

“Aku tidak marah!” ulang Yoona dengan nada yang lebih tinggi.

MC3: Jelas sekali ia marah.

MC4: Seohyun-ssi, apakah menurutmu Yoona-ssi benar-benar marah atau tidak?

Seohyun: Hmm… Kurasa ia memang sedang marah.

Jonghyun menggigit bibir bawahnya, mencoba untuk tidak tertawa. Ia jelas tidak ingin memperburuk suasana hati Yoona.

Araseo. Araseo. Baiklah,” gumam Jonghyun pelan.

Q: Apakah persoalan itu sangat penting untukmu?

Yoona: (berpikir) Sebenarnya, aku tidak ingin terlalu mempermasalahkan hal itu. Tetapi ketika ia tidak menghubungiku, aku jadi bertanya-tanya, apakah ia tidak ingin mengetahui bagaimana kabarku? Apakah ia benar-benar peduli padaku? Aku tidak bisa menghindari pikiran-pikiran seperti itu.

Mc3: Tentu saja semua wanita akan berpikir seperti itu.

Seohyun: Ne. Dan lebih lagi, ketika ia tidak menghubungimu, kau mungkin akan berpikiran buruk, seperti apa yang terjadi dengannya? Apakah ia marah padaku? Atau apakah aku melakukan suatu kesalahan? Perasaan-perasaan seperti itu pasti muncul.

MC2: Kereuchi! Benar sekali!

Setelah perbincangan singkat itu, suasana hening kembali menyelimuti mereka berdua. Yoona masih menatap ke luar jendela seolah tidak mau melihat Jonghyun. Sisa perjalanan mereka habiskan dalam diam.

Jonghyun melajukan mobilnya memasuki distrik Jinhae, yang berada di kota Changwon, provinsi Gyeongsangnam-do. Di bulan April ini, hampir seluruh daerah di Jinhae tertutup dengan bunga sakura. Pada musim seperti inilah Jinhae dipadati oleh wisatawan dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri.

Jonghyun akhirnya menghentikan mobilnya di Jehwangsan Park, salah satu tempat yang terkenal untuk menikmati keindahan bunga sakura. Setelah mematikan mesin mobil, Jonghyun bergegas turun, disusul oleh Yoona. Walaupun masih tampak cemberut, tetapi kedua bola mata Yoona berbinar kagum melihat sekelilingnya.

Sepanjang jalan setapak nampak teduh dengan naungan pohon sakura di kedua sisi. Jinhae dikenal memiliki puluhan ribu pohon sakura. Oleh karena itu, tidak heran jika hampir tidak ada jalanan yang tidak tertutup dengan kanopi daru bunga pink itu.

Tidak hanya sakura, bunga-bunga warna-warni juga bermekaran dengan cantik dan menambah keindahan tempat itu. Di kejauhan, samar-samar terlihat bayangan laut biru membentang.

“Kau suka?” tanya Jonghyun sambil memperhatikan perubahan ekspresi Yoona.

Yoona menganggukkan kepalanya. Senyuman mulai terukir di wajah cantiknya dan semakin mengembang.

Yoona: Wuaaah, tempat itu sangat indah! Neomu yeppeo! Aku tidak pernah menyangka kalau ia akan mengajakku ke tempat seperti itu. Tidak pernah sekalipun aku pernah terpikirkan tentang itu. Waa, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aku merasa sangat senang ia mengajakku ke tempat itu.

MC1: Kurasa ia sudah lupa kalau sebelumnya ia marah.

Jonghyun mengulurkan tangan kanannya pada Yoona. Gadis itu menatap tangan Jonghyun yang terulur sesaat sebelum meraihnya. Mereka berjalan menyusuri jalan setapak dengan bergandengan tangan.

“Kita bisa melihat pemandangan yang bagus dari Jinhae tower. Apa kau ingin kesana?”

Yoona menganggukkan kepalanya mendengar usulan Jonghyun. Mereka berdua menuju tempat cable car yang bisa membawa mereka naik ke atas tower. Cable car itu berukuran kecil dan hanya muat untuk diisi paling banyak empat orang dewasa. Jonghyun dan Yoona mendapatkan satu cable car untuk mereka berdua.

Sepanjang perjalanan naik, Yoona terlihat tertarik mengamati pemandangan dibawahnya. Ia tidak berhenti berdecak kagum. Sudah lama sekali ia tidak berada di tempat yang memiliki pemandangan seindah ini. Suasana seperti ini benar-benar menyegarkan baginya.

Seohyun: Oh, aku juga ingin sekali pergi kesana.

Yonghwa: Haruskah kita juga pergi?

MC1,2,3,4: Yaaaa!!!

“Tempat ini pasti akan terlihat sangat indah ketika sudah malam,” gumam Yoona.

MC3: Majayo! Tempat itu pasti akan terlihat jauh lebih indah dan romantis, apalagi melihatnya dari dalam cable car berdua seperti itu.

MC4: Seharusnya mereka berciuman atau melakukan shinship dengan suasana seperti itu.

MC2: Ya! Yang ada di pikiranmu hanya skinship saja! Dasar!

“Apakah besok-besok kita harus kembali lagi ke tempat ini saat malam hari?” tanya Jonghyun.

“Ide bagus!” sahut Yoona.

“Baiklah, kita akan kembali lagi ke tempat ini saat malam hari. Jika tahun ini kita tidak sempat kembali kesini, kita akan melakukannya tahun depan. Jika tahun depan kita belum bisa kembali, kita akan melakukannya di tahun depannya lagi. Bagaimana?” ujar Jonghyun sambil tersenyum miring, membuat lesung pipinya nampak memesona.

“Kau berjanji akan membawaku kembali?”

Jonghyun menganggukkan kepalanya.

“Aku pegang janjimu,” ucap Yoona puas.

MC2: Semoga mereka benar-benar bisa kembali lagi ke tempat itu.

Sesampainya mereka di lantai teratas Jinhae tower, Yoona langsung menuju beranda luar. Ia merentangkan kedua tangannya, membiarkan angin kencang menerpa wajah dan rambutnya. Jonghyun memperhatikannya dari belakang sambil tersenyum. Ia lalu berjalan dan berdiri di sebelah Yoona yang masih menutup kedua matanya.

Gomawo!”

Jonghyun menoleh dan mendapati Yoona sedang menatapnya sambil tersenyum lebar.

“Untuk apa?” tanya Jonghyun bingung.

“Karena sudah mengajakku ke tempat ini. Disini benar-benar indah dan aku sangat menyukainya,” ucap Yoona.

Jonghyun mengulas senyum lembut. “Gwaenchana. Aku senang kalau kau menyukai tempat ini. Sudah lama kita tidak pergi berkencan seperti ini kan?” sahutnya.

“Kupikir kau tidak suka pergi kencan seperti ini,” kata Yoona.

“Kau salah,” ujar Jonghyun sambil terkekeh.

“Jangan menghabiskan energimu disini. Aku masih akan mengajakmu ke tempat lain,” lanjut Jonghyun.

Jinjjayo? Kemana?” tanya Yoona.

“Rahasia,” sahut Jonghyun sambil tersenyum jahil.

“Kau benar-benar menyebalkan!” Yoona kembali mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di depan dada. “Aku membencimu!”

Jonghyun terkekeh mendengar ucapan Yoona. “Tapi aku mencintaimu,” balasnya pelan dan nyaris menyerupai bisikan, tetapi masih bisa di dengar.

All MC, Yonghwa, Seohyun: Ooh! Omo!

MC4: Apa yang ia katakan? Apakah aku tidak salah dengar?

“Kau bilang apa?” Yoona mengerjapkan kedua matanya, terlihat jelas jika ia terkejut.

MC2: Apakah ia tidak mendengarnya?

Yonghwa: Kurasa ia mendengarnya.

Aniya. Aku tidak mengatakan apa-apa,” elak Jonghyun sambil berlalu. Ia membelakangi Yoona, tetapi gadis itu masih bisa melihat kedua telinganya yang memerah.

Ya! Lee Jonghyun, apa yang kau katakan tadi? Ulangi lagi! Aku tidak mendengarnya!” seru Yoona sambil berlari mengejar Jonghyun yang semakin menjauh.

Senyuman lebar terpatri di wajah Yoona selagi ia mengejar Jonghyun.

Q: Apakah kau mendengar apa yang dikatakan suamimu atau tidak?

Yoona: Tentu saja aku mendengarnya (tersenyum)!

Yonghwa: Sudah kuduga, ia pasti mendengarnya!

Q: Bagaimana perasaanmu saat itu?

Yoona: Aku merasa jantungku berdebar begitu kencang dan aku tidak bisa untuk tidak tersenyum. Sampai sekarangpun aku masih merasakan hal itu (tersenyum). Aigo—apakah aku mengalami gangguan jiwa? (tertawa)

MC2: Kurasa itu yang disebut jatuh cinta.

Q: Apakah kau menyatakan perasaanmu pada istrimu?

Jonghyun: (berpikir) Entahlah. Aku tidak tahu apa itu bisa disebut menyatakan perasaan atau tidak (tertawa). Aku hanya mengatakan apa yang kupikir seharusnya kukatakan (tersenyum).

Mereka berdua menghabiskan sepanjang siang berada di Jehwangsan Park. Tidak hanya menikmati pemandangan dari Jinhae tower, Yoona dan Jonghyun juga berjalan-jalan menyusuri jalan setapak dibawah naungan bunga sakura yang sesekali mulai berguguran. Yoona mengaitkan lengannya pada lengan Jonghyun sementara lelaki itu memasukkan kedua tangannya ke kantung celananya.

Sesuai janjinya, mereka tidak hanya mengunjungi Jehwangsan Park. Selanjutnya, Jonghyun mengajak Yoona ke Yeojwacheon Stream. Tempat itu sangat terkenal sebagai tujuan liburan musim semi di Korea. Yeojwacheon Stream memiliki sungai sepanjang 1,5 km yang dihiasi bunga sakura di kedua sisinya dan membentuk terowongan yang indah.

Seperti tadi, Yoona dan Jonghyun juga berjalan berdua menyusuri jalan setapak di pinggir sungai. Yoona kembali mengaitkan lengannya pada Jonghyun dan memeluk lengan lelaki itu.

“Ah! Aku tahu tempat itu!” Yoona menunjuk ke sebuah jembatan yang ramai dilalui orang-orang.

Jonghyun mengikuti arah pandang Yoona dan melihat sebuah jembatan panjang berwarna cokelat.

“Jembatan itu pernah menjadi tempat syuting serial MBC yang berjudul ‘Romance’. Sejak serial itu tayang, jembatan itu ramai didatangi oleh wisatawan dan dikenal dengan nama ‘Romance Bridge’,” jelas Yoona panjang lebar, mengartikan diamnya Jonghyun sebagai ketidaktahuan lelaki itu.

MC2: Aaah! Maja! Maja! Aku ingat jembatan itu! Aku juga menonton serial itu dulu sekali!

Kajja! Ayo kita kesana!” ajak Yoona sambil menarik Jonghyun sementara yang ditarik hanya diam dan mengikuti saja.

Yoona berhenti di pinggir jembatan dan memandang aliran sungai di bawahnya. Senyuman kagum tidak berhenti terukir di wajahnya.

“Yoona-ya.” Jonghyun memanggil Yoona, berusaha mendapatkan perhatian gadis itu.

“Hhmm?” Yoona hanya menggumam pelan sebagai jawaban. Perhatiannya masih terpusat pada keindahan alam di depan kedua matanya.

Mianhae,” bisik Jonghyun pelan.

Berhasil! Kali ini perhatian Yoona teralih sepenuhnya pada Jonghyun. Yoona menoleh ke arah Jonghyun dengan kening berkerut. Ia menatap lelaki itu dengan pandangan bertanya. Jonghyun tersenyum melihat kebingungan Yoona.

Mianhae,” ulangnya. “Maaf karena aku tidak pernah menghubungimu lebih dulu.”

Yoona mengerjapkan kedua matanya. Ia sepertinya sudah lupa kalau sebelumnya ia merasa marah pada Jonghyun.

Yonghwa: Kurasa ia sudah lupa akan hal itu.

Gwaenchana,” ucap Yoona pelan. “Aku hanya ingin tahu mengapa.”

“Jangan berpikir kalau aku tidak menghubungimu duluan, lalu aku tidak peduli pada keadaanmu. Aku peduli padamu, jinjjayo,” kata Jonghyun dengan nada lucu sehingga membuat Yoona menahan senyum geli.

“Hanya saja—yah, mungkin ini efek dari ajaran kedua orangtuaku. Prinsip mereka adalah no news is good news. Jika tidak ada kabar, berarti semuanya baik-baik saja,” lanjut Jonghyun.

“Tetapi—“ Jonghyun menoleh ke arah Yoona dan menatapnya, “jika kau ingin aku lebih sering menghubungimu, maka aku akan melakukannya.”

Q: Jika istrimu memintamu seperti itu, apakah kau benar-benar akan melakukannya?

Jonghyun: Jika Yoona memintanya, dan jika itu akan membuatnya merasa lebih baik, maka aku akan benar-benar melakukannya (mengangguk yakin).

Yonghwa: Jonghyunie—sebagai seorang pria Busan, ia memiliki kepribadian yang cuek. Ia tidak terlalu tertarik dengan romantisme hubungan percintaan. Tetapi, ketika ia sudah menambatkan hatinya pada satu wanita, ia akan melakukan apapun untuk wanita itu. Kurasa, bukankah semua laki-laki juga seperti itu?

MC1&4: Ne, majayo! Tepat sekali!

“Benarkah?” tanya Yoona memastikan.

Jonghyun mengangguk. “Keurom! Apa kau ingin aku seperti itu?”

Yoona menatap Jonghyun dengan intens selama beberapa detik. Kemudian ia tersenyum manis yang dilanjut dengan tawa kecil melihat ekspresi serius Jonghyun.

Aniya,” ujarnya di sela tawanya. “Kurasa jika kau melakukannya, aku juga akan mengalami shock karena perubahanmu yang tiba-tiba.”

“Kau tidak perlu mengubah dirimu,” lanjutnya. “Hanya saja, walaupun tidak terlalu sering, cobalah untuk menghubungiku lebih dulu supaya aku tidak berpikiran macam-macam. Araseo?”

Jonghyun mendengus pelan dan tersenyum. Ia mengangkan tangannya dan mengusap puncak kepala Yoona.

Araseo, nona Im. Aku mengerti,” ucapnya. “Mianhae.”

Gwaenchanayo. Jangan meminta maaf lagi,” kata Yoona sambil tersenyum, menampilkan deretan giginya yang putih.

“Aku lapar. Bagaimana kalau kita mencari makan?” usul Jonghyun.

“Setuju! Kajja!” sambut Yoona.

Mereka mengunjungi salah satu restoran yang terkenal dengan steak dan pasta-nya. Mereka memilih duduk di dekat jendela dan memesan makanan masing-masing.

“Kapan terakhir kali kita makan berdua seperti ini?” tanya Yoona.

Jonghyun mengerutkan keningnya. “Entahlah, aku tidak ingat. Sepertinya sudah lama sekali,” ucapnya sambil mengangkat bahu.

“Aku juga tidak mengingatnya,” tambah Yoona.

Yoona: Aku baru menyadari sesuatu. Sudah lama sekali aku dan Jonghyun tidak pergi berdua seperti ini, bahkan hanya untuk sekedar makan berdua. Kapan kami terakhir kali pergi berdua seperti ini? (berpikir) Kurasa terakhir kali adalah saat kami pergi berbulan madu. Aku baru menyadari betapa berharganya saat-saat seperti ini.

Jonghyun: Sejak dulu aku selalu berpikir, jika aku menikah nanti, aku ingin tetap menjalaninya sama seperti ketika berkencan. Jadi aku berharap hari-hari seperti ini akan terus berlanjut. Tidak hanya bekerja atau di rumah, tetapi pergi kencan seperti ini kurasa adalah ide yang sangat bagus. Aku yakin Yoona pasti setuju denganku (tersenyum).

Selagi menunggu makanan mereka datang, mereka berbagi cerita dan saling bercanda. Ketika pesanan mereka sudah datang, barulah mereka berhenti karena fokus mereka sudah berpindah pada makanan di depan mereka.

MC1: Sudah lama sekali kita tidak melihat mereka berdua seperti itu.

MC3: Ne. Aku merindukan saat-saat mereka seperti itu.

“Ayo pergi,” ajak Jonghyun setelah mereka berdua selesai makan.

“Eh? Sudah mau pulang? Bukankah sekarang masih sore? Tidak bisakah kita lebih lama lagi disini?” Yoona terlihat belum ingin pergi dari tempat itu.

“Siapa bilang kita akan pulang?” balas Jonghyun. “Aku masih ingin mengajakmu ke suatu tempat lagi.”

“Benarkah? Kemana?” Wajah Yoona kembali cerah dan antusias.

“Rahasia.” Jonghyun mengulangi jawabannya, lengkap dengan senyum jahilnya.

Ya!”

Jonghyun terkekeh dan berjalan pergi. Mau tidak mau, Yoona mengikutinya sambil setengah berlari di belakangnya.

Langit sudah berubah menjadi gelap ketika Jonghyun dan Yoona kembali memasuki Seoul. Jonghyun terus mengemudikan mobilnya dan berhenti di area Universitas Dongguk, yang menjadi tempat ketiga yang mereka datangi hari itu. Walaupun hari sudah malam, tetapi area kampus itu, tepatnya di Stadium Dongguk, masih ramai oleh orang-orang. Semuanya seperti sedang merayakan sesuatu.

“Bukankah ini kampusku? Untuk apa kita kemari?” Yoona mengernyitkan dahinya bingung ketika menyadari dimana ia berada.

“Untuk mengantarmu kuliah.” Jonghyun menjawab asal dan membuatnya mendapatkan satu jitakan dari Yoona di kepalanya.

MC2: Universitas Dongguk adalah kampus Yoona dan juga Seohyun-ssi bukan?

Seohyun: Ne, majayo! Benar sekali!

“Kau ini banyak bertanya. Sudahlah, ayo ikut!” Jonghyun menarik tangan Yoona dan menggandengnya membelah kerumunan orang-orang.

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 18 – HEART SONG

Universitas Dongguk menjadi salah satu tempat untuk menikmati Lotus Lantern Festival. Dari tempat itu, Jonghyun dan Yoona berpindah ke Jogyesa Temple. Mereka tiba tepat pada waktunya untuk melihat Lantern Parade. Mereka berdua memandangi lentera-lentera yang diterbangkan ke langit dengan kagum.

Ketika malam datang, mereka berdua pergi untuk menonton salah satu festival musim semi yang terkenal, Lotus Lantern Festival. Mereka menatap kagum ke langit ketika lentera-lentera itu diterbangkan dan menebarkan cahaya memenuhi langit yang gelap.

Yoona: Aku tidak akan melupakan hari ini (tersenyum).

Jjaan!” Yoona menunjukkan sebuah album pada Jonghyun.

“Kau membelinya?” Jonghyun melebarkan kedua matanya.

Hey, listen to my heart song. Can you hear me? This song for you. Hey, listen to my heart song every time.”

“Katakan padaku, kau menciptakan lagu itu untuk siapa?” tanya Yoona.

Yoona: Aku hanya merasa penasaran saja. Darimana ia mendapatkan inspirasi untuk menulis lagu yang bagus seperti itu? Aku ingin tahu.

Jonghyun: Haruskah aku memberitahunya (tertawa)?

Please leave your comment

*A/N: Seperti yang udah aku sampein di twitter, dikarenakan beberapa hal (baca: tugas akhir semester), untuk beberapa minggu kedepan (mungkin sampai libur semester tiba), FF ini pindah tayang (baca: di update) di hari Minggu. Tapi di sela-sela itu, kalau ada waktu, mungkin aku bakal publish behind the scene atau cut scene (scene yang dipotong/ nggak di tampilin di on-air) sebagai side story. Readers boleh usul kok episode atau bagian mana yang kayaknya seru buat dibikin behind the scene atau cut scene-nya 🙂

Oh ya, ada yang nanya ke aku, kira-kira WGM ini bakal sampe episode berapa. Jujur aja, aku belum nentuin FF ini bakal tamat di episode berapa. Aku masih enjoy aja nulisnya dan selama ide masih ngalir, aku bakal tetep lanjutin FF ini. Jadi mungkin FF ini baru bakal tamat kalo aku udah kehabisan ide, atau readers udah pada bosen sama FF ini :’)

Advertisements

24 thoughts on “We Got Married: Episode 17 (Spring Date)

  1. So sweettt
    Tmbah keren
    Ceritanya
    Moment ny romantis
    Daebakkk thor
    Emg ngga sia” kalau tnggu klnjutanny
    Soal terbayar dgn cerita yg bgus bgt
    Topppp bngett thor:D

  2. Kereeennn… Next sist.. D tnggu ya.. Makin okeh dueh.. Tapi kl bisa d bkin greget gtu.. Mau ksih ide bngung lebih hebat sista d banding saya..

  3. Jonghyun sweet bgt, yoona jg kliatan bhagia bgt 🙂
    Hari itu byk bgt kebhagian yg jonghyun kasih ke yoona 😀
    Lanjutin terus author ga ush pikirin tamatnya kapan, slama author mnikmati dn ada ide lnjut aja kalo perlu sampe mreka dpt baby yg lucu hahaha lol
    Yg behind the scane pas kunjungn member snsd sama cnblue di rmh yoona dn jonghyun sama pas mreka honeymoon 🙂
    Ditunggu lnjutnnya 🙂

  4. ah Jonghyun kamu ko semakin unyu…romantis,beruntung ny Yoona punya suami kya kamu,
    wah tempat2 yg di dateng’in mereka kaya ny bener2 bagus bnget,,asli jadi pengin kesana,,beneran ada kan??
    oh ya pengin bnget nih behind the scene ny waktu ada Kyu Line,,it episode favorit ku…
    untuk tamat ny WGM ini,justru aku pengin ny ga pernah tamat,ehehe… 😛

  5. waaah makin seru ceritanya author-nim.
    hmmm kalo aja WGM versi nya author-nim ini jadi kenyataan… pasti seru deh dan ditunggu tiap minggunya 😀
    pengen deh di cerita selanjutnya ada kolaborasi Jonghyun sama Yoona kayak YongSeo dulu. 🙂

  6. eyyyy ciyeee abang jong mencintai yong ihiiiy.
    ep ini unyuuuuu bgt. envy jadinya *lho
    yoona ma jong cocok deh yg satu petakilan cerewet eh yg satu pendiem tp usil aaaa saling melengkapi.
    itu ep minggu bsok mengingatkan scene yongseo nih. hahaha.
    lanjutlahhh mangat author-nim

  7. walaupun hrz nunggu lama klo cerita’a kyk gini ga bakal rugi dech rasa’a…smoga author’a makin dapat ide jadi ff wgm ini ga bakal selesai dgn cepat…

  8. Gak bosen kok. Jangan khawatir… Heehehhee
    Tp jangann lama2e buuat nextnya yaa..

    Oya bs d buat jonghun yoona endingnya bnrran pacaran??

  9. Ah…daebak…
    Keren…
    Jonghyun bener2 diam2 romantus deh!
    Ih…lucunya cerotanya chingu…
    Seru…
    Lanjut…

  10. Deerburning makin so sweet aja nich… Jonghyun pun sepertinya bila ada Yoona disampingnya langsung dech berenergi n happy nya jadi keluar…. sama suka bikin panarasan dengan kata “Rahasia”… iiihhhh bikin gemes… lanjut thor….

  11. jgn ditamatin dlu ceritanya thor, ga relaaa wkk tp tlg d episode2 berikutnya dibikin lebih greget gitu thor ya coba d kasih konflik sedikit hehe..
    episode ini jonghyunnya so sweet banget hehe, good job author!! fighting!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s