We Got Married: Episode 18 (Heart Song)

wgmnew

Title: We Got Married [Episode 1] [Episode 2] [Episode 3] [Episode 4] [Episode 5] [Episode 6] [Episode 7] [Episode 8] [Episode 9] [Episode 10] [Episode 11] [Episode 12] [Episode 13] [Episode 14] [Episode 15] [Episode 16] [Episode 17]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 15+

Genre: Romance, Family, and others

Main Casts: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Other Casts: Kim Jung Min as MC1, Park Mi Sun as MC2, Lee Ji Hye as MC3, Danny Ahn as MC4

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Poster by Felicia Rena

*Note: Yang berwarna merah adalah komentar dari para MC danguest commentators di studio. Oranye adalah pertanyaan dari PD-nim di sesi interviewPink adalah Yoona di sesi interviewBiru adalah Jonghyun di sesi interview.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

NO PLAGIAT, please…:)

.

.

.

EPISODE 18 – HEART SONG

April 26, 2014 – Dongguk University

Langit sudah berubah menjadi gelap ketika Jonghyun dan Yoona kembali memasuki Seoul. Jonghyun terus mengemudikan mobilnya dan berhenti di area Universitas Dongguk, yang menjadi tempat ketiga yang mereka datangi hari itu. Walaupun hari sudah malam, tetapi area kampus itu, tepatnya di Stadium Dongguk, masih ramai oleh orang-orang. Semuanya seperti sedang merayakan sesuatu.

“Bukankah ini kampusku? Untuk apa kita kemari?” Yoona mengernyitkan dahinya bingung ketika menyadari dimana ia berada.

“Untuk mengantarmu kuliah.” Jonghyun menjawab asal dan membuatnya mendapatkan satu jitakan dari Yoona di kepalanya.

 “Kau ini banyak bertanya. Sudahlah, ayo ikut!” Jonghyun menarik tangan Yoona dan menggandengnya membelah kerumunan orang-orang.

Selama tanggal 25 April sampai 11 Mei, diadakan Lotus Lantern Festival yang bertempat di Jogyesa Temple, Bongeunsa Temple, dan area Universitas Dongguk. Di tempat-tempat itulah acara-acara seperti lantern parade dan pertunjukan budaya diselenggarakan.

Ketika Jonghyun dan Yoona tiba di stadium Universitas Dongguk, suasana sudah sangat ramai. Orang-orang tertawa dan menari bersama-sama, beberapa dari mereka bahkan menggunakan kostum tradisional hanbok. Semuanya menunggu acara Lantern Parade dimulai.

Lantern parade akan diadakan di Jogyesa Temple pada pukul tujuh malam. Acara ini merupakan acara yang paling ditunggu-tunggu, sehingga sebelum pukul tujuh-pun, tempat itu sudah dipadati oleh orang-orang yang ingin melihat lantern parade.

Jonghyun menggenggam erat tangan kiri Yoona selagi berjalan, menjaga supaya mereka tidak terpisah di tengah keramaian. Sementara itu, tangan kanan Yoona juga memeluk lengan kanan Jonghyun tidak kalah eratnya.

MC4: Kau memang harus melakukannya di tengah keramaian. Bergandengan tangan.

Mereka berdua berhenti berjalan ketika mereka melihat sebuah lentera diterbangkan ke langit. Beberapa detik kemudian, lentera-lentera lainnya menyusul ke angkasa. Cahaya mereka bersinar terang, mempercantik langit yang gelap.

MC3: Omo! Cantik sekali!

Daebak! Yeppeuda!” Yoona menggumam kagum menatap lentera-lentera yang semakin banyak mengapung di udara.

Jonghyun dan Yoona terus memandangi dengan kagum langit tempat lentera-lentera yang tidak terhitung lagi jumlahnya itu semakin menjauh. Jonghyun menundukkan kepalanya, menatap Yoona yang masih menengadah ke atas.

“Apakah kau masih marah padaku?” tanyanya.

“Huh?” Yoona menoleh menatapnya dengan kedua alis saling bertaut.

MC1: Ia sudah lupa.

“Ah!” Kini kedua alis Yoona sudah kembali ke tempatnya, pertanda gadis itu sudah mengingat kalau sebelumnya ia merasa sebal pada lelaki di sampingnya itu.

Aniya. Aku sudah melupakannya. Lagipula kau juga sudah menjelaskannya padaku, bukan?” ujar Yoona seraya kembali mengarahkan pandangannya ke langit.

Jonghyun tersenyum sambil terus memandang Yoona. Ia lalu melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Yoona.

“Sudah semakin larut, angin malam bisa membuatmu sakit,” terang Jonghyun ketika Yoona menatapnya dengan pandangan bertanya.

“Kau juga bisa sakit nanti. Tenang saja, aku tidak apa-apa,” kata Yoona.

Jonghyun menggeleng dan menahan tangan Yoona yang akan melepas jaketnya. Sebagai gantinya, ia melingkarkan tangannya di sekitar leher Yoona, memeluknya dari belakang.

MC2,3: Omo!

MC1: Jonghyun-ssi semakin berani saja. Ia tidak lagi malu-malu seperti dulu.

MC4: Ia sudah menjadi seorang laki-laki sejati.

“Jika seperti ini, aku tidak akan merasa kedinginan!” bisik Jonghyun pelan.

Yoona tertawa mendengar ucapan Jonghyun. “Dasar tukang merayu!” balasnya sambil terkekeh.

Q: Bagaimana kesamu tentang hari ini?

Yoona: Joahaeyo! Neomu! Aku tidak akan pernah melupakan hari ini (tersenyum). Jonghyun-ah, gomawoyo!

April 30, 2014 – WGM Village

Siang ini Yoona dan Jonghyun berkumpul kembali di rumah mereka. Seperti biasanya, Jonghyun tidak pernah lepas dari gitarnya, walaupun ia tetap duduk menghadap ke arah Yoona.

“Hei,” panggil Yoona. “Aku punya permintaan.”

“Apa itu?” Tiba-tiba Jonghyun merasakan suatu firasat tidak enak.

“Bagaimana—“ Yoona terlihat sedikit ragu untuk menyampaikan permintaannya. “Bagaimana jika kita berkunjung ke dorm SNSD?”

MWO?” Jonghyun membelalakkan kedua matanya kaget. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, tetapi Yoona tetap saja menatapnya dengan tatapan yang menyatakan bahwa gadis itu sedang tidak bercanda atau sekedar mengerjainya.

“Ayolah,” bujuk Yoona. “Kau harus mengenal lebih dekat semua memberku.”

Jonghyun terlihat menimbang-nimbang. Yoona sendiri sudah mengunjungi dorm CNBLUE, bahkan ia juga sudah sangat akrab dengan para member CNBLUE. Rasanya tidak adil bagi Yoona jika Jonghyun menolak permintaan itu. Lagipula, tidak ada salahnya kan untuk mengenal para saudari iparnya itu satu per satu? Bukankah selama ini yang ia kenal cukup dekat hanya Seohyun saja?

MC4: Ia terlihat bingung.

MC2: Kurasa pada akhirnya ia akan menyetujuinya. Ia tidak pernah menolak permintaan dari Yoona-ssi.

Jonghyun akhirnya menghela napasnya dan mengangguk. “Araseo. Baiklah, aku akan datang berkunjung,” ucapnya.

Jinjjayo?” Kedua bola mata Yoona berbinar antusias. “Kau berjanji?”

“Apakah aku pernah mengingkari ucapanku?” tanya Jonghyun.

Yoona menggeleng cepat. “Huwaah! Kau memang yang terbaik!” serunya sambil tersenyum lebar.

MC1: Ia kelihatannya senang sekali.

Jonghyun: Kurasa sebenarnya aku juga merasa penasaran dengan tempat tinggal Yoona. Aku juga mungkin bisa mendapatkan beberapa informasi mengenai dirinya yang tidak aku ketahui dari para membernya.

“Ah, benar juga! Aku punya sesuatu!” Yoona berseru tiba-tiba sambil menepukkan kedua tangannya. Ia lalu pergi mengambil tasnya dan membawanya ke ruang tengah. Kedua mata Jonghyun tidak lepas mengikuti gerakan kemana Yoona pergi.

Jjaan!” Yoona mengeluarkan sebuah album dari dalam tasnya dan menunjukkannya dengan bangga pada Jonghyun.

“Kau membelinya?” Jonghyun melebarkan kedua matanya melihat album yang dipegang oleh Yoona. Album itu adalah singel Jepang terbaru CNBLUE yang berjudul ‘Truth’ dan baru saja rilis tanggal 23 April kemarin.

Yoona menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar. Ia membuka albumnya dan menyerahkannya pada Jonghyun.

“Berikan tanda tanganmu untukku,” pintanya sambil menyodorkan album itu beserta sebuah spidol.

“Hanya aku?” Jonghyun mengangkat kedua alisnya.

Yoona tersenyum lebar dan tidak menjawab pertanyaan Jonghyun, membuat laki-laki itu menggelengkan kepalanya.

MC3: Ia hanya ingin tanda tangan Jonghyun.

Jonghyun menerimanya dan membubuhkan tanda tangannya di atas album itu. Setelah selesai, ia mengembalikannya pada Yoona yang menerimanya dengan riang.

“Apa kau sudah mendengarkannya?” tanya Jonghyun.

Keurom! Tentu saja sudah!” jawab Yoona.

“Lagu mana yang paling kau sukai?” tanya Jonghyun lagi penuh selidik.

Yoona tidak langsung menjawab pertanyaan itu melainkan balas menatap Jonghyun dan berpura-pura berpikir.

“Heart Song, tentu saja!” sahutnya kemudian.

Jonghyun terlihat sangat puas dengan jawaban Yoona. Ia tidak bisa menyembunyikan senyumannya yang mengembang lebar.

MC3 : Lihat betapa senangnya ia!

MC2 : Yoona-ssi tahu benar bagaimana cara membuatnya senang.

“Saat interview beberapa waktu yang lalu, kau mengatakan kalau kau menulis lagu ini untuk seseorang,” ucap Yoona setengah menggantung kalimatnya.

“Katakan padaku, kau menulis lagu itu untuk siapa?” tanyanya.

Q: Kau ingin tahu untuk siapa suamimu menciptakan lagu itu?

Yoona: Aku hanya merasa penasaran saja (mengangkat bahu). Darimana ia mendapatkan inspirasi untuk menulis lagu yang bagus seperti itu? Bukankah biasanya ia terkenal selalu menulis lagu patah hati? Tetapi lagunya kali ini benar-benar berbeda. Karena itulah aku ingin tahu—yah, mungkin aku memang ingin tahu siapa yang menginspirasinya untuk menulis lirik seperti itu.

Q: Apakah kau akan mengatakan yang sebenarnya?

Jonghyun: Haruskah aku memberitahunya (tertawa)? Aku suka membuat Yoona penasaran. Aku suka melihatnya merajuk (tersenyum).

MC4: Kurasa yang sebenarnya adalah ia ingin dirayu untuk mengatakan yang sebenarnya.

Jonghyun menatap Yoona sambil tersenyum menggoda. “Bagaimana menurutmu?” Ia justru balik bertanya.

Yoona mengerucutkan bibirnya sebal karena pertanyaannya dibalas dengan pertanyaan. “Aku bertanya padamu. Kenapa kau malah balik bertanya padaku?” gerutunya.

Jonghyun terkekeh senang. Ia sangat suka menggoda Yoona seperti ini dan ia tidak pernah bosan untuk terus melakukannya. Alih-alih menjawab ucapan Yoona, Jonghyun justru memilih untuk memetik gitarnya pelan.

Merasa di acuhkan, Yoona menggeram gemas dan memukul lengan Jonghyun. “Ya! Aku sedang bicara padamu!”

“Bicara saja. Aku mendengarkanmu kok,” balas Jonghyun dan membuatnya menerima satu pukulan lagi dari Yoona.

“Aish, tidak bisakah kau bersikap lembut pada suamimu?” Jonghyun akhirnya menyerah ketika Yoona kembali mengangkat tangan, siap memukulnya untuk ketiga kalinya.

“Kalau kau ingin seperti itu, maka bersikaplah manis pada istrimu, Tuan Lee,” ucap Yoona sambil menjulurkan lidahnya.

Jonghyun mendengus tertawa seraya mendorong pelan kepala Yoona.

“Kenapa kau ingin tahu?” tanya Jonghyun.

Wae? Memangnya kenapa? Apa aku tidak boleh tahu?” sahut Yoona.

“Aku ingin tahu siapa yang berhasil membuat Tuan Lee yang biasanya terlihat depresi ini bisa membuat lagu yang begitu manis,” tambahnya.

Jonghyun: Ia sedang memuji dirinya sendiri.

MC1: Sudah kukatakan, lagu itu pasti ditulisnya untuk Yoona.

“Apakah biasanya aku terlihat depresi?” Jonghyun kembali bertanya, seolah mengulur waktu untuk menjawab pertanyaan Yoona.

“Bukankah biasanya kau selalu menulis lagu tentang patah hati atau lagu sedih lainnya?” ujar Yoona. “Jadi tentu saja ketika kau menciptakan lagu yang tidak seperti biasanya itu, banyak yang akan bertanya-tanya.”

“Apakah kau sedang jatuh cinta?”

Pertanyaan itu membuat Jonghyun menolehkan kepalanya dengan cepat ke arah Yoona. Lelaki itu mengerjapkan kedua matanya dengan mulut setengah terbuka. Otaknya berpikir cepat, menganalisa pertanyaan itu beserta jawabannya.

MC4: Pertanyaan bagus!

MC3: Mereka benar-benar membuatku merasa gemas!

Q: Apa yang membuatmu bertanya seperti itu?

Yoona: Aku sama sekali tidak merencanakannya. Kurasa pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutku (tersenyum malu).

MC2: Biasanya ucapan yang tidak direncana seperti itu adalah isi hati yang sebenarnya.

Q: Apakah kau benar-benar ingin mengetahui jawabannya?

Yoona: Hhhmmm—ya, aku memang ingin mengetahui jawaban darinya.

Setelah beberapa saat, Jonghyun mengulas senyum manis dan kembali memetik gitarnya, memainkan melodi ‘Heart Song’. Di sampingnya, Yoona masih setia menanti jawabannya.

“Kurasa begitu,” kata Jonghyun tanpa menatap Yoona.

MC1,2,3,4: Oooohh!!!

Q: Apakah kau benar-benar merasa sedang jatuh cinta?

Jonghyun: Bagaimana menurut kalian (tertawa)? Aku tidak bisa mendefinisikan dengan pasti apa yang sedang kurasakan saat ini. Aku sudah lama tidak menjalin hubungan dengan seseorang dan kurasa aku sudah mulai melupakan perasaan itu. Mungkin—ini hanya mungkin—apakah seperti ini rasanya jatuh cinta?

Q: Apakah kau merasakannya pada istrimu?

Jonghyun: (berpikir) Apakah kalian berpikir seperti itu (tertawa)?

MC3: Tidak bisakah ia berhenti menjawab pertanyaan dengan pertanyaan dan berhenti berputar-putar seperti itu? Ia membuat kesal saja.

Jinjjayo?” Yoona membulatkan kedua matanya.

Q: Apa yang kau pikirkan mengenai pengakuan suamimu?

Yoona: Ia tidak mengatakan siapa. Ia tidak menyebutkan nama (tersenyum).

MC2: Tapi kurasa Yoona-ssi tahu kalau yang dimaksud Jonghyun-ssi adalah dirinya.

Yoona: Hatiku terasa hangat dan berdebar-debar di saat yang bersamaan. Aku akan sangat senang jika yang dikatakannya adalah benar.

MC1: Kurasa mereka benar-benar saling menyukai.

“Apa kau mendengarkan lagunya dengan baik?” tanya Jonghyun.

Yoona mengangguk. “Aku mendengarkannya dengan sangat baik,” jawabnya.

“Bagaimana kau bisa menulis lirik seperti itu?” Yoona masih bertanya penuh selidik.

“Biasanya, aku akan memikirkan musiknya lebih dulu, baru liriknya. Atau liriknya dulu yang akan muncul, baru kemudian aku akan mengkomposisi musiknya. Untuk lagu ini—kurasa liriknya muncul lebih dulu,” terang Jonghyun.

“Kau belum menjawab pertanyaanku!” ujar Yoona lagi.

“Pertanyaan yang mana? Kau terlalu banyak bertanya, Nona Im,” kata Jonghyun.

“Kau menciptakan lagu itu untuk siapa?” ulang Yoona.

Jonghyun: Kurasa sebenarnya ia sudah mengetahui jawabannya. Lalu kenapa ia terus-menerus memaksaku untuk menjawab? Aku yakin ia sudah mengetahui jawabannya—kalau aku menulis lagu itu tentangnya.

MC1: Akhirnya ia mengakuinya!

MC2: Tentu saja Yoona-ssi ingin mendengarnya secara langsung dari Jonghyun-ssi.

“Bukankah kau sudah mengetahui jawabannya?” Jonghyun masih terus menghindar untuk menjawab.

Aniya! Aku tidak tahu!” dusta Yoona.

Q: Apakah kau benar-benar tidak tahu?

Yoona: Tentu saja—kurasa aku tahu. Tapi aku ingin mendengarnya langsung darinya. Kurasa aku baru akan mempercayainya kalau aku mendengarnya langsung dari Jonghyun (tertawa).

Ya! Lee Jonghyun!” Yoona nampaknya masih belum menyerah.

Chagiyaa—“

Jonghyun bergidik ngeri mendengar panggilan terakhir dari Yoona. Entah mengapa sampai saat ini ia masih tidak suka jika dipanggil dengan panggilan chagiya, atau yeobo, atau semacamnya. Menurutnya itu sangat menggelikan.

Araseo! Araseo!” Jonghyun mengangkat kedua tangannya dan menghela napasnya.

Yoona tersenyum penuh kemenangan dan bergerak mendekat ke arah Jonghyun.

“Aku menulisnya dengan memikirkanmu,” aku Jonghyun, yang menolak untuk menatap Yoona. Semburat merah jambu muncul di pipinya yang putih.

Kedua sudut bibir Yoona semakin tertarik ke atas mendengar pengakuan Jonghyun.

Yoona: Ah, jadi itu benar (tersenyum)?

MC2: Sepertinya ia sangat puas dan senang sekali.

Yoona: Entah mengapa aku merasa sangat senang. Sangat sangat senang. Mengetahui kalau ia memikirkanku, bahkan sampai membuat sebuah lagu, bukankah itu sangat romantis? Kurasa semua wanita juga akan merasa bahagia jika mereka berada di posisiku.

Gomawoyo,” ucap Yoona lembut.

Jonghyun memiringkan kepalanya, melirik Yoona melalui ekor matanya.

“Untuk sudah memikirkanku,” lanjut gadis itu.

Giliran sudut bibir Jonghyun yang tertarik membentuk senyuman. Ia mengeluarkan tawa kecil seraya mengacak-acak rambut Yoona dengan gemas.

Jonghyun: Yoona-ya, jika kau merasa marah lagi padaku seperti kemarin, atau jika kau merasa aku tidak peduli padamu, maka dengarkan saja lagu itu. Dengan mendengarkannya, kau akan mengetahui isi hatiku yang sebenarnya (tersenyum).

 “Listen to my love song. Can you feel me? this song for you. Hey, listen to my love song. It’s my heart”

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 19 – MEET THE SISTERS

Jonghyun: Ini adalah hari yang sangat menegangkan untukku.

“Jjong seobang!”

Jonghyun memenuhi keinginan Yoona untuk berkunjung ke dorm SNSD. Para member SNSD lainnya menyambut kedatangan mereka dengan meriah. Tidak seperti sebelumnya, perlahan Jonghyun mulai bisa membaur dengan delapan saudari ipar-nya. Tentu saja, suasana ramai-pun tidak bisa dihindari.

Yoona: Ia sudah tidak lagi merasa canggung. Kurasa ia sudah bisa membaur dengan para memberku. Seharusnya aku merasa senang, tetapi aku juga merasa terabaikan.

Jonghyun: Kurasa aku sudah mulai terbiasa dengan mereka. Mereka juga sangat baik dan berusaha untuk mengakrabkan diri denganku, maka aku juga akan berusaha untuk mengenal mereka lebih baik lagi.

Yuri meminta Jonghyun untuk mengajarinya bermain gitar. Selama Jonghyun mengajari Yuri, Yoona tidak pernah berhenti menatap mereka berdua. Member lainnya yang melihat mereka berusaha menahan tawa.

Yoona: Apa yang mereka lakukan?

please leave your comment

Advertisements

21 thoughts on “We Got Married: Episode 18 (Heart Song)

  1. sepertinya di next chapter yoona cemburu ama yuri ya
    hahaha
    chapter ini so romantic
    thanks for the adorable story
    Can`t wait for your other update in aff and this page
    tq

  2. Jonghyun diam2 menghanyutkan, buat lagu sambil mikirin yoona. romantis banget..
    next thor, nggak sabar lihat yoona cemburu…

  3. aaaah aduh,senyum selalu deh baca ny,,,kenapa mereka selalu unyu,,,awal tadi waktu di lentera juga,creeess..
    wah eps mendatang kaya ny ada yg bakal panas nih,,huaaa ga sabar nunggu minggu depan,,FIGHTING Author!

  4. yeaaaaah ngedate jongyoon manis bgt deh ah. jonghyun tukang mengalihkan pertanyaan gimana yoongi ga kesel haha
    aduh next ep yg cemburu yoona nih asik gantian ihiiiy.
    ditunggu lanjutannya

  5. Owwwwwh so sweet abis
    Jjong sweet abis, apalgi yg meluk yoona XD
    Pas ngaku lagu yg ia buat tuk yoona jga manis bgt
    Next ditunggu 🙂
    Yakin yoona dibuat cemburu abis sama yuri hihihi

  6. Jonghyun emang keren dengan suka menggoda Yoona… sepertinya untuk lanjutan lebih seru lagi… karena para member SNSD pasti ngerjain Yoona supaya cemburu…hahahaha… next thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s