We Got Married: Episode 19 (Meet The Sisters)

wgmnew

Title: We Got Married [Episode 1] [Episode 2] [Episode 3] [Episode 4] [Episode 5] [Episode 6] [Episode 7] [Episode 8] [Episode 9] [Episode 10] [Episode 11] [Episode 12] [Episode 13] [Episode 14] [Episode 15] [Episode 16] [Episode 17] [Episode 18]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 15+

Genre: Romance, Family, and others

Main Casts: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Guest Stars: SNSD

Other Casts: Kim Jung Min as MC1, Park Mi Sun as MC2, Lee Ji Hye as MC3, Danny Ahn as MC4

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Poster by Felicia Rena

*Note: Yang berwarna merah adalah komentar dari para MC danguest commentators di studio. Oranye adalah pertanyaan dari PD-nim di sesi interviewPink adalah Yoona di sesi interviewBiru adalah Jonghyun di sesi interview.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

NO PLAGIAT, please…:)

.

.

.

EPISODE 19 – MEET THE SISTERS

May 1, 2014 – WGM Village ; 10:23 KST

Jonghyun menatap kosong ke arah dapur, dimana Yoona sedang berada sekarang. Visual SNSD itu sedari tadi sibuk mempersiapkan makanan-makanan kecil yang akan dibawanya ke dorm SNSD. Saking asiknya Yoona dengan kegiatannya itu, ia sampai-sampai tidak menyadari kebisuan Jonghyun saat ini.

MC4: Ada apa dengan atmosfir di sekitar mereka?

Jonghyun: Ini adalah hari yang sangat menegangkan untukku.

MC1,2: Apa? Apa? Apa yang terjadi?

Jonghyun: Hari ini, kami—aku dan Yoona—akan mengunjungi dorm SNSD. Ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan mereka, tetapi tetap saja aku merasa sangat gugup.

MC4: Aaaah! Akhirnya hari ini datang juga! Aku sudah lama menantikannya.

Jonghyun: Walaupun begitu, aku tetap berharap semoga kali ini aku akan bisa mengenal mereka lebih dekat dan bisa mengakrabkan diri dengan mereka.

“Apa yang kau pikirkan?”

Jonghyun tersentak kaget mendengar pertanyaan Yoona. Selama beberapa saat, ia terlihat bingung dan mengerjapkan kedua matanya, seolah sedang berusaha memahami dimana ia berada sekarang dan apa yang sedang ia lakukan.

“Apa yang kau pikirkan?” Yoona mengulangi pertanyaannya ketika melihat respon yang diberikan oleh Jonghyun.

Yoona meletakkan dua kantung plastik berukuran sedang yang akan dibawanya ke dorm nanti di atas meja makan. Ia berbalik dan memandang Jonghyun dengan kedua alis terangkat meskipun sudut bibirnya sedikit tertarik.

Yoona: Aku tahu apa yang sedang ia pikirkan. Ia pasti sedang merasa gugup karena akan berkunjung ke dorm-ku dan bertemu dengan para memberku. Omo! Aku selalu ingin tertawa jika mengingat ekspresinya saat itu (tersenyum geli).

Ani—aniyeyo. Aku tidak sedang memikirkan apa-apa,” sahut Jonghyun setelah ia berhasil menguasai dirinya.

Yoona mendengus pelan. Sudut bibirnya tertarik semakin naik, membuat sebuah lengkungan tercipta di bibirnya. Ia berjalan mendekati Jonghyun dan duduk di sebelah laki-laki yang nampaknya sudah mulai kehilangan fokusnya lagi.

Yoona menjentikkan jarinya di depan wajah Jonghyun dan membuat lelaki itu tersentak sekali lagi.

“Masih berkata kau tidak memikirkan apa-apa?” tanya Yoona sambil memiringkan kepalanya dan tersenyum menatap Jonghyun.

Jonghyun mendesah berat. Tingkahnya yang aneh memang terlalu kentara dan ia tahu Yoona tidak mungkin bisa ia bohongi.

Araseo,” ucapnya pelan. Selama beberapa saat ia kembali terdiam, berusaha meredam rasa gugupnya yang mendadak kembali muncul. Ia menatap Yoona dengan tatapan yang seolah mengatakan, ‘kau-seharusnya-tahu-apa-yang-membuatku-bersikap-seperti-ini.‘

Yoona terkekeh dan menganggukkan kepalanya. Nampaknya ia memahami arti dari tatapan yang diberikan oleh Jonghyun padanya.

“Tenang saja. Eonni-eonni-ku tidak menggigit kok.” Yoona berujar santai. “Mereka sudah lama sekali ingin bertemu dan mengenalmu.”

Jonghyun menghela napasnya. Merasa tidak punya pilihan lain selain menghadapinya—selagi ia belum berubah pikiran dan mengecewakan Yoona, akhirnya ia bangkit berdiri dan meraih bungkusan-bungkusan yang sudah disiapkan oleh Yoona.

Kajja. Ayo, kita berangkat,” katanya.

Yoona tersenyum lebar dan melompat berdiri. Ia berjalan mengikuti Jonghyun yang sudah berjalan keluar rumah mereka terlebih dulu.

May 1, 2014 – SNSD Dorm ; 11:01 KST

Yoona memimpin Jonghyun memasuki gedung apartemennya. Mereka menaiki sebuah lift bersama-sama. Yoona nampak bersenandung kecil. Terlihat dari ekspresinya jika ia sedang merasa senang. Sementara itu, kedua tangan Jonghyun menjinjing kantung plastik berisi bingkisan dari Yoona untuk para membernya. Walaupun terlihat cuek, tetapi sorot matanya memperlihatkan kegelisahan yang sedang dirasakannya.

Sesampainya mereka di lantai tujuan, Yoona mengamit lengan Jonghyun dan menariknya keluar dari lift. Ia membawa Jonghyun sampai di depan sebuah pintu. Yoona melepaskan pegangannya dan menekan bel.

Tidak perlu menunggu lama, terdengar suara pintu dibuka. Dari balik daun pintu, muncullah Yuri dan Sooyoung. Keduanya segera memasang senyum lebar.

“Jjong seobang!”

Jonghyun tersenyum kikuk mendengar panggilan Yuri dan Sooyoung padanya. Di sebelahnya, Yoona justru tertawa lebar dan mendorong dua membernya itu untuk menyingkir dari depan pintu supaya ia dan Jonghyun bisa lewat.

“Oh! Wasseo? Kalian sudah datang?” sapa Taeyeon yang muncul dari dapur.

“Jjong seobang! Annyeong!”

“Jonghyun-ssi!”

Perlahan senyum yang terukir di wajah Jonghyun bertambah lebar seiring dengan member-member SNSD yang menyapanya dengan riang dan santai. Ketegangan yang sebelumnya tercetak di wajahnya kini mulai mencair melihat keramahan yang diberikan untuknya.

Q: Bagaimana pendapatmu mengenai sambutan yang diberikan oleh para sudara iparmu?

Jonghyun: Joahaeyo. Aku menyukainya. Mereka menyambutku dengan hangat dan santai. Aku merasa aku bisa merasakan kehangatan mereka dan sepertinya kegugupanku mulai menghilang. Kurasa aku akan bisa mengenal mereka lebih dekat hari ini. Ani—aku harus bisa mengakrabkan diri dengan mereka hari ini.

MC2: Charaeseo! Good job!

Para member SNSD lainnya justru tampak lebih antusias untuk menyambut Jonghyun dibandingkan dengan Yoona. Mereka jelas lebih memperhatikan kehadiran Jonghyun daripada member mereka sendiri. Yoona mengerucutkan bibirnya sebal ketika ia menyadari hal itu.

Ya! Kalian hanya menyambutnya dan tidak menyambutku, eoh?” tukasnya kesal. “Kalian tidak senang aku datang?”

Hyoyeon menoleh pada Yoona dan mengeluarkan cengirannya. “Eii! Bukankah kau sudah biasa keluar-masuk dorm ini, Yoong? Mengapa kami harus menyambutmu?” balasnya dengan gaya yang membuat Yoona merasa semakin sebal.

“Aish! Kalian ini, benar-benar!” gerutu Yoona tanpa ada yang memperhatikan. Para membernya masih saja sibuk dengan Jonghyun. Beberapa dari mereka menyuruh Jonghyun untuk duduk, ada yang menawarkan minuman, dan lainnya tampak mengajaknya mengobrol.

MC2: Mungkin sebenarnya Yoona-ssi merasa cemburu karena member-nya begitu memperhatikan Jonghyun-ssi.

MC3: Ne, majayo! Benar sekali! Kurasa juga seperti itu!

“Aku membawakan makanan kecil untuk kalian!” Yoona mencoba mengalihkan perhatian delapan member lainnya dari suaminya.

Ne, taruh saja di atas meja, Yoong!”

Yoona menghentakkan kakinya kesal ketika Jessica menyahutnya tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya. Sambil menggerutu pelan, ia-pun mengangkat kantung-kantung plastik yang sudah tergeletak di atas karpet dan bermaksud meletakkannya di atas meja makan.

Jonghyun yang sedari tadi memperhatikan gelagat Yoona segera saja bangkit berdiri dan menghampiri Yoona tanpa mempedulikan member SNSD lainnya. Ia meraih kantung-kantung plastik di tangan Yoona tanpa berucap sepatah kata-pun dan membawanya ke meja makan.

Yoona tak bergeming dari tempatnya, masih terkejut dengan sikap manis Jonghyun padanya. Sementara itu member SNSD lainnya merasa kagum atas tindakan Jonghyun dan bersorak senang seperti sedang menonton adegan romantis dalam drama.

MC3: Aaah! Aku iri sekali!

“Aaah! Aku iri sekali!” seru Sooyoung.

MC1: Hei! Kalian kembar (tertawa)!

Seohyun mengambil alih dapur dan membantu Jonghyun dan Yoona mengeluarkan buah dan makanan kecil yang Yoona bawa. Sang maknae itu lalu menyuruh Yoona dan Jonghyun untuk kembali bergabung dengan yang lainnya sementara ia yang akan menyiapkan makanan untuk mereka semua.

Setelah Sunny datang dan membantu Seohyun, barulah Yoona dan Jonghyun kembali ke ruang tengah dimana member SNSD lainnya sedang berkumpul. Yoona duduk di sebelah Tiffany, sedangkan Jonghyun duduk di antara Yoona dan Taeyeon.

“Jonghyun-ssi, jangan tegang seperti itu. Ini kan bukan pertama kalinya kita bertemu,” kata Jessica sambil tertawa.

“Itu benar! Santai saja, tidak perlu kaku seperti itu.” Taeyeon ikut menimpali sambil tersenyum manis.

“Kami semua disini mendukung kalian, tidak perlu khawatir!” tambah Hyoyeon dengan pandangan mata yang berkilat jahil.

Jonghyun hanya tertawa kecil menanggapi perkataan mereka. Yoona menyentuh lengannya sekilas dan Jonghyun merasakan ketegangannya hilang digantikan oleh rasa sedikit lebih rileks.

“Aku belum mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian. Chukhahae!” ujar Jessica sambil menepukkan kedua tangannya.

Gomawo, eonni,” balas Yoona.

Sesaat tidak ada yang berbicara di antara mereka. Sooyoung, Hyoyeon, dan Tiffany saling bertukar pandang penuh arti melalui mata mereka.

MC2: Sepertinya Sooyoung-ssi, Hyoyeon-ssi, dan Tiffany-ssi sedang merencanakan sesuatu.

“Jonghyun-ssi, apakah kami boleh bertanya?” tanya Tiffany lengkap dengan senyum eye-smile-nya.

Tiba-tiba saja Jonghyun kembali merasa gugup. Pertanyaan yang ingin diajukan oleh Tiffany bisa saja pertanyaan yang berbahaya, dimana ia harus esktra hati-hati untuk menjawabnya jika masih ingin pulang dengan selamat.

Jonghyun mengangguk pelan, mengijinkan Tiffany untuk bertanya.

“Apakah kau menyukai Yoona?”

Senyum malaikat Tiffany mendadak terlihat menyeramkan bagi Jonghyun. Lelaki itu memutar otaknya, menyusun rangkaian kata-kata untuk memberikan jawaban yang bagus. Ia tidak ingin berbohong, tetapi apakah itu artinya ia juga harus mengatakan yang sebenarnya? Ugh, Jonghyun merasa bahkan ia sendiri tidak memiliki jawaban yang pasti atas pertanyaan Tiffany.

Semburat merah muda muncul di kedua pipi Yoona ketika mendengar Tiffany melontarkan pertanyaannya. Gadis itu melotot, memberikan tatapan memperingatkan pada Tiffany yang sama sekali tidak dipedulikan oleh membernya yang fasih berbahasa Inggris itu.

“Sulit untuk tidak menyukainya,” aku Jonghyun pelan seraya melirik ke arah Yoona yang menunduk malu.

Taeyeon menyenggol Jessica dan keduanya terkikik geli mendengar jawaban Jonghyun. Di sisi lain, Sooyoung dan Yuri saling bertukar pandang penuh arti.

“Jadi apa kau menyukainya?” Hyoyeon bertanya memastikan.

Jonghyun hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi rupanya senyumannya itu sendiri sudah menjadi jawaban bagi para gadis yang ada disana.

“Apa yang kau suka dari Yoona?” tanya Yuri.

MC3: Bukankah mereka sudah pernah menanyakannya?

Ya! Kami sudah menanyakan hal itu kemarin saat berkunjung ke rumah mereka! Kau tidak menonton broadcast-nya, eoh?” potong Sooyoung.

“Ah, wae? Memangnya kenapa kalau aku menanyakannya lagi? Lagipula aku kan belum mendengar jawabannya secara langsung. Aku sedang ada jadwal saat broadcast episode itu berlangsung,” balas Yuri.

MC1: Geurae! Yuri-ssi memang tidak ikut saat member SNSD berkunjung ke rumah Yoona-ssi dan Jonghyun-ssi.

Semua mata kini menatap Jonghyun, menantikan jawaban yang keluar dari mulut lelaki itu. Jonghyun berpikir cepat. Ia merasa harus berhati-hati dalam menjawab.

“Aku—Yoona sangat pandai dan jujur dalam mengekspresikan perasaannya. Kurasa itu adalah hal yang paling kusukai darinya. Ia jujur dan tidak menutupi apapun dariku,” jawab Jonghyun.

“Apakah menurutmu Yoona adalah tipe istri idealmu?” Hyoyeon  bertanya dengan matanya yang tidak berhenti berkilat jahil.

Eonni!” Yoona memberikan peringatan kepada eonni-nya melalui tatapan matanya supaya mereka berhenti menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya malu.

MC4: Pertanyaan bagus, Hyoyeon-ssi!

MC2: Kurasa Hyoyeon-ssi memang jagonya untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Ia berbakat menjadi seorang reporter.

Q: Apakah menurutmu kau adalah tipe istri ideal bagi suamimu?

Yoona: Hmm—entahlah. Aku tidak pernah memikirkannya. Aku hanya berusaha untuk memerankan peran sebagai seorang istri dengan sebaik mungkin. Itu saja.

MC3: Tentu saja, yang penting adalah kau melakukan yang terbaik.

Q: Apakah Yoona adalah tipe istri idealmu?

Jonghyun: (tertawa) Eng—biar kupikirkan. Aku tidak pernah mendefinisikan seperti apa ideal bagiku. Aku tidak memiliki tipe ideal seperti itu, jadi aku tidak tahu harus menjawab seperti apa. Tapi kurasa Yoona sudah menjadi seorang istri yang baik untukku.

“Aku tidak memiliki tipe ideal,” jelas Jonghyun. “Tapi bagiku Yoona adalah yang terbaik.”

Sekali lagi suara sorakan keras terdengar dari enam member SNSD yang ada di ruangan itu.

“Kalau begitu, pada saat seperti apa kau tidak menyukai Yoona?” tanya Jessica.

“Hmm—“ Jonghyun mengerutkan keningnya tanda ia sedang berpikir.

“Aku!” Taeyeon mengangkat tangannya, menyatakan bahwa ia ingin menjawab pertanyaan itu. “Aku tidak menyukai Yoona jika ia sedang jahil!”

Ucapan Taeyeon sontak membuat yang lain tertawa dan membenarkan. Mereka semua pastilah pernah menjadi korban dari Yoona yang terkenal sebagai member paling jahil.

“Aku juga terkadang tidak menyukainya jika ia sedang jahil. Itu sangat menyebalkan. Tetapi setelah kupikir-pikir, aku lebih tidak menyukai jika ia tidak menjadi dirinya sendiri. Jadi akhirnya, aku memilih untuk bertahan dengan kejahilannya,” ungkap Jonghyun.

Rona merah yang mulanya sudah mulai menghilang kembali menjalar di kedua pipi Yoona. Terlebih lagi ketika membernya terkekeh senang dan menatapnya menggoda serta penuh arti.

Tidak lama kemudian, Seohyun dan Sunny kembali dari dapur dengan membawa piring-piring berisi buah potong dan makanan kecil lainnya. Tanpa perlu diragukan lagi, Sooyoung yang terkenal sebagai shikshin grup itu menjadi yang pertama mengambil makanan yang tersedia, membuat semua orang mengagumi gerakannya yang cepat. Seohyun dan Sunny bergabung bersama mereka dan duduk di sebelah Tiffany.

Suara dentingan garpu yang beradu dengan piring terdengar selagi mereka sibuk menusuk buah potong. Yoona menusuk sepotong strawberry dan mengarahkannya ke mulut Jonghyun, mengabaikan tatapan membernya selagi ia menyuapkan buah kesukaannya itu pada Jonghyun.

“Jonghyun-ssi,” panggil Yuri.

Jonghyun menoleh ke arah Yuri. “Ne? Ada apa?” tanyanya.

“Apakah kau bisa mengajariku bermain gitar?” Yuri bertanya tanpa basa-basi.

Jonghyun terlihat terkejut. Sepertinya ia tidak menyangka akan menerima permintaan seperti itu.

“Aku? Mengapa aku?” Jonghyun tidak tahu harus menanggapinya seperti apa.

“Kau tahu, aku belajar bermain gitar untuk syuting film dan sepertinya aku tertarik untuk benar-benar mempelajarinya. Seohyun terlalu galak untuk menjadi guruku dan aku takut padanya. Jadi, apakah kau mau mengajariku?” terang Yuri, tanpa mempedulikan tatapan protes Seohyun yang dilayangkan padanya.

“Hhhmmm—“ Jonghyun nampak berpikir. Suasana seketika hening, semua orang sepertinya sedang menunggu jawaban dari Jonghyun. Lelaki itu melirik ke arah Yoona yang mengangguk pelan.

“Baiklah,” ucap Jonghyun akhirnya.

Yuri tersenyum senang dan mengambil gitarnya yang ia simpan di kamarnya. Ketika ia kembali bersama gitarnya, ia menggeser Taeyeon dan duduk di sebelah Jonghyun.

Selama Jonghyun mengajari Yuri, Yoona tidak pernah sedetikpun melepaskan pandangannya dari mereka. Sesekali tanpa sadar ia menahan napasnya ketika Jonghyun menyentuh jemari Yuri untuk membenarkan posisi kuncinya. Ia bahkan sama sekali tidak menyadari membernya yang lain melihatnya sambil berusaha menahan tawa.

Q: Apa yang kau pikirkan saat melihat suamimu mengajari membermu bermain gitar?

Yoona: Mwoya (tertawa)? Apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan? Aigo. Seharusnya aku tidak mengijinkan Jonghyun untuk melakukannya. Ugh, kurasa aku mulai berbicara tidak jelas. Aish, jeongmal! Yuri eonni, tunggu pembalasanku nanti (tertawa)!

MC1: Yuri-ssi harus ingat untuk berhati-hati pada Yoona-ssi mulai sekarang.

Yuri yang nampaknya menyadari tatapan yang diberikan oleh Yoona padanya sedari tadi akhirnya tertawa gugup.

Gomawoyo, Jonghyun-ssi. Kurasa Yoona akan menerkamku jika kau mengajariku lebih lama lagi,” ujar Yuri setengah menggoda dongsaeng yang paling dekat dengannya itu.

Jonghyun ikut tertawa seraya melirik Yoona yang menggembungkan pipinya lucu.

Q: Apakah menurutmu istrimu merasa cemburu?

Jonghyun: Mungkinkah? Aku akan senang jika ia memang merasa cemburu (tertawa).

Jarum jam terus bergerak menunjukkan waktu yang semakin sore. Yoona akhirnya memutuskan sudah saatnya untuk ia dan Jonghyun kembali ke rumah mereka sendiri.

MC3: Sepertinya Yoona-ssi ingin cepat kembali ke rumah mereka supaya tidak ada lagi yang memonopoli Jonghyun-ssi.

“Jjong seobang, datanglah bermain kesini lain kali!” ucap Jessica ketika mereka mengantarkan Yoona dan Jonghyun ke depan pintu.

Jonghyun tersenyum dan menganggukkan kepalanya sekali. “Akan kuusahakan,” sahutnya.

“Jonghyun-ssi, senang berkenalan denganmu!”

“Jonghyun-ssi, kami titip Yoona padamu. Ia memang jahil, cerewet, dan menyebalkan, tapi kau tahu kan kalau ia banyak memiliki sisi baik dalam dirinya. Kami menyayanginya dan kuharap kau juga bisa menjaganya,” pesan Taeyeon.

MC2: Taeyeon-ssi benar-benar seperti seorang ibu yang akan melepas anak perempuannya.

“Tenang saja, noona. Aku akan menjaganya dengan baik,” janji Jonghyun.

Jonghyun: Aku terharu melihat betapa Yoona sangat dicintai dan disayangi oleh para membernya. Dari situ aku bisa melihat orang seperti apakah Yoona sebenarnya sehingga ia bisa dicintai oleh begitu banyak orang.

“Jonghyun-ssi, kapan-kapan ajari aku bermain gitar lagi ya. Tapi jangan beritahu Yoona,” kata Yuri yang sedetik kemudian bersembunyi di balik punggung Sooyoung karena Yoona memberinya death glare.

Eonnideul, Seohyun-ah, kami pulang dulu. Annyeong!” pamit Yoona disusul oleh Jonghyun.

Annyeong! Hati-hati di jalan!” seru delapan member SNSD lainnya sambil melambaikan tangan mereka.

Q: Bagaimana menurutmu ketika melihat interaksi antara suamimu dan membermu yang lain?

Yoona: Aku melihat sepertinya ia sudah tidak lagi merasa canggung. Kurasa ia sudah bisa membaur dengan para memberku. Seharusnya aku merasa senang, tetapi entah mengapa aku juga merasa terabaikan.

Q: Kenapa kau merasa terabaikan?

Yoona: Yah, lihat saja. Ia lebih banyak berbicara pada para memberku. Mereka juga terlihat lebih tertarik untuk bicara pada Jonghyun daripada denganku.

Jonghyun: Kurasa aku sudah mulai terbiasa dengan mereka. Mereka juga sangat baik dan berusaha untuk mengakrabkan diri denganku, maka aku juga akan berusaha untuk mengenal mereka lebih baik lagi.

MC2,3: Tentu saja ia akan merasa seperti itu.

MC4: Kurasa baru kali ini aku melihat Yoona merasa cemburu.

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 20 – MEET IN LAW

15 Mei adalah saat dimana Jonghyun merayakan bertambahnya satu usianya. Biasanya ia akan merayakannya hanya bersama para membernya atau fans-nya. Baginya, merayakan hari ulang tahun seperti ini juga tidak terlalu penting untuk dilakukan sehingga ia tidak memiliki inisiatif sendiri untuk mengadakan pesta ulang tahun atau semacamnya.

Tahun ini merupakan tahun yang spesial karena Jonghyun dapat merayakan ulang tahunnya bersama seseorang yang spesial juga. Kali ini, ia berkumpul bersama keluarganya dengan membawa serta ‘istri’-nya untuk memperingati hari kelahirannya itu.

Ya! Aku membawamu ke dorm-ku untuk bertemu dengan member-ku dan sekarang kau akan membawaku ke rumah-mu untuk bertemu dengan kedua orangtua-mu? Tidak adil! Kau curang!” Yoona berseru gugup.

Yoona: Kurasa aku belum siap untuk bertemu dengan mereka. Eottokhe? Bagaimana jika mereka tidak menyukaiku? Apakah mereka bisa menerimaku? Aaah! Aku bisa gila memikirkannya! Aku benar-benar khawatir!

Di hari ulang tahunnya, Jonghyun membawa Yoona ke tanah kelahirannya, Busan. Disanalah Yoona akan bertemu dengan kedua orangtua Jonghyun untuk pertama kalinya. Seperti layaknya semua wanita, Yoona juga merasakan kecemasan ketika mengetahui bahwa ia akan bertemu dengan orangtua Jonghyun yang kini menjadi mertuanya.

Jonghyun: Aku tidak pernah membawa seorang wanita ke rumah sebelumnya. Ia adalah yang pertama. Kurasa aku bisa melakukannya karena kini ia adalah seseorang yang spesial bagiku (tersenyum). Aku tahu orangtuaku pasti akan menyukainya.

.

please leave your comment

.

*A/N: Entah ini maaf yang keberapa kali karena terlambat update dari jadwal >.< Sejujurnya FF ini udah setengah jalan sejak seminggu yang lalu, tapi ketika waktunya finishing, ada berita mengejutkan yang datang dari EXO tentang Kris. Berita itu bikin semangat nulisku hilang selama beberapa waktu. Bahkan sampai sekarang aku juga masih menunda FF birthday-nya Jonghyun (telat lama banget nih). Akhirnya dengan semangat yang tersisa dan karena nggak pingin readers nunggu lebih lama lagi, aku nyelesaiin episode ini di sela-sela waktu kuliah. Semoga episode ini nggak mengecewakan dan bisa membayar readers yang udah nungguin kelanjutan FF ini :’)

Advertisements

18 thoughts on “We Got Married: Episode 19 (Meet The Sisters)

  1. just same with you
    shock with kris news
    but i hope the storm will gone
    gak sabar utk next chapter
    pengen tahu reaksi keluarga jonghyun
    jangan berhenti menulis y
    keep fighting

  2. Wahhh
    Tambah seru
    Ngga sabar
    Tnggu episode slnjutnya
    Hwaiting thor
    Ttp mnunggu certa slnjutnya
    Ttp daebakk 😀

  3. aaah, part ini seruu..
    suka suka..
    udh mulai cair nih kebekuannya jonghyun kl ktmu member SNSD..
    kkkkk~, lucu ngebayangin yoona cmburu sm yuri..
    aaah, selalu ada kejahilan diantara mereka..

    hiiiy, minggu depan yoona ketemu mertua..??
    ga sabar nunggunyaa..

  4. sama kaya Author,,aku juga kaget waktu masalah Kris muncul,apa lgi berita ny sampe sekarang masih simpang-siur,,,
    oh meski ini telat di post tapi makasih loh ya eps ini seruuuu,, akhir ny Jonghyun ga canggung lagi,,dan tau klo Yoona cemburu,,,kekeke,,,
    wah lagi2 preview ny bikin penasaran,,,penasaran reaksi keluarga Jonghyun tentang Yoona,,Whaiting!

  5. q terharu dgn kata2 taeyeon ke jonghyun….

    Kirain mw di publish minggu depan chaap 19 coz setiap q cek pzti blm ada.. tp akhirny di publish deh

  6. Seru…
    Keren bgt..jdi penasaran next chapternya…aduh ga kbyang gimana yoona ktmu ortunya jonghyun…
    Ditunggu next chapternya…

  7. thanks for update author!! hmm coba deh episode berikutnya di bikin lbih greget lagi biar lebih seru bacanya hehe:) well ttp good job buat author, aku selalu suka ff nya^^ kkk

  8. thanks for update author!! hmm coba deh episode berikutnya dibikin lebih greget dan lebih panjang lg ceritanya dr yg ini hehe well ttp good job author!! aku ttp suka ff nya^^

  9. Wuah.. Ga sabar nunggu kisah yoona dengan keluarga jonghyun.. Semoga ada moment yang membuat yoona terharu dan bersyukur memiliki keluarga jonghyun.. Terlebih dgn ibu mertua.. Smoga bs menjadi ommanya yoona juga..
    Authornim… Fighting.. Smngat trus nulisnya ya..

  10. Hahaha… Yoona bila cemburu lucu juga ya…. apalagi pas Yuri yang minta diajarin main gitar….. hahahaha…. untuk lanjutan ff nya sprt nya seru nich…. Yoona di ajak menemui camer….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s