We Got Married: Episode 21 (Trip In Busan)

wgmnew

Title: We Got Married [Episode 1] [Episode 2] [Episode 3] [Episode 4] [Episode 5] [Episode 6] [Episode 7] [Episode 8] [Episode 9] [Episode 10] [Episode 11] [Episode 12] [Episode 13] [Episode 14] [Episode 15] [Episode 16] [Episode 17] [Episode 18] [Episode 19] [Episode 20]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 15+

Genre: Romance, Family, and others

Main Casts: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Other Casts: Kim Jung Min as MC1, Park Mi Sun as MC2, Lee Ji Hye as MC3, Danny Ahn as MC4

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Poster by Felicia Rena

*Note: Yang berwarna merah adalah komentar dari para MC di studio. Oranye adalah pertanyaan dari PD-nim di sesi interviewPink adalah Yoona di sesi interviewBiru adalah Jonghyun di sesi interview.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

NO PLAGIAT, please…:)

.

.

.

 “Saengil chukhahaeyo.”

 “Gomawo.”

Yoona mengambil selembar kertas dari dalam tas-nya dan menyobeknya memanjang seperti bentuk voucher. Ia lalu menuliskan sesuatu di kertas itu, menandatanganinya, dan memberikannya pada Jonghyun. Voucher berisi satu permintaan untuk Jonghyun. Lelaki itu menerima kertas yang diberikan oleh Yoona itu dengan senyum sumringah.

“Hanya satu permintaan,” kata Yoona.

Araseo,” sahut Jonghyun. “Gomawo!”

Saengil chukhahae.”

Jonghyun: Ini akan menjadi salah satu sejarah ulangtahun yang paling berkesan untukku. Biasanya aku tidak terlalu peduli dengan perayaan ulangtahun atau tradisi atau sebagainya. Hanya saja kali ini terasa begitu spesial bagiku karena aku memiliki orang-orang yang aku sayangi ada di sampingku.

Yoona: Untuk pertama kalinya selama hidupku, sejauh yang aku ingat, aku merasakan kehangatan dalam keluarga seutuhnya. Aku tidak pernah merasakan kehangatan seorang ibu—dan aku merasa bersyukur dan bahagia karena sekarang aku bisa merasakan kasih sayang seorang ibu. Aku benar-benar berterimakasih pada ibu Jonghyun, dan tentunya juga pada ayahnya yang sudah menerimaku dengan baik.

EPISODE 21 – TRIP IN BUSAN

May 15, 2014

Yoona dan Jonghyun masih duduk berdua di teras depan rumah Jonghyun. Rumah Jonghyun berada begitu dekat dengan laut sehingga mereka bahkan bisa merasakan hawa angin laut menerpa wajah mereka. Jonghyun bahkan mengatakan mereka bisa berjalan kaki dari rumahnya menuju laut.

“Apa ada tempat-tempat yang ingin kau kunjungi?” tanya Jonghyun. “Aku bisa memberikanmu tur mengelilingi Busan kalau kau mau.”

Yoona tertawa mendengar penawaran yang diberikan oleh Jonghyun.

“Kalau begitu, ajak aku ke tempat-tempat yang biasa kau datangi,” pinta Yoona. “Aku ingin melihat semua tempat yang memiliki sejarah bagimu.”

Q: Apakah ada tempat-tempat yang ingin kau kunjungi di Busan?

Yoona: Aku ingin melihat tempat-tempat yang memiliki banyak kenangan tentang Jonghyun. Aku yakin tempat-tempat itu pasti memiliki banyak cerita tentang Jonghyun yang tidak aku ketahui. Karena itu aku ingin mengunjungi semua tempat itu.

Q: Apakah ada tempat yang ingin kau kunjungi bersama istrimu di tempat kelahiranmu?

Jonghyun: Beberapa tempat, mungkin. Aku ingin mengenalkannya pada tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan. Bukankah itu juga suatu hal yang penting dalam sebuah hubungan? Mengenal pasanganmu, seperti itu.

“Aku ingin melihat sekolahmu, lalu dimana saja biasanya kau bermain bersama teman-temanmu, dan—ah—termasuk tempat kencan pertamamu!” ujar Yoona.

Jonghyun mengangkat kedua alisnya. “Kau yakin ingin melihat tempat yang terakhir itu?” tanyanya memastikan.

Yoona memicingkan matanya. “Wae? Kau tidak ingin aku melihatnya?” balasnya.

Jonghyun ganti mengangkat kedua tangannya. “Hei, aku hanya bertanya. Kenapa kau tiba-tiba jadi galak begitu sih?”

MC3: Tentu saja Yoona akan menjadi sensitif mengenai tempat itu.

MC4: Tapi bukankah ia sendiri yang meminta untuk pergi ke tempat itu?

MC3: (mengangkat bahu) Yah, wanita bisa saja merasa penasaran.

Aniyo! Aku tidak galak!” elak Yoona.

Araseo. Araseo. Kalau kau mau pergi, lebih baik sekarang kita bersiap-siap. Kajja!” ucap Jonghyun mengalah. Ia mengulurkan tangan kanannya dan membantu Yoona untuk berdiri.

. . .

Eommonim, kami pergi dulu!” pamit Yoona pada ibu Jonghyun yang mengantar mereka sampai ke depan rumah.

Eomma, aku tinggal dulu, ne,” ucap Jonghyun.

Ne. Kalian berdua hati-hatilah di jalan. Jonghyun-ah, jaga Yoona baik-baik, eoh?”  pesan Nyonya Lee.

Ne, eomma,” sahut Jonghyun yang sudah membuka pintu mobilnya.

Anyeonghi gyeseyo.” Yoona menundukkankan kepalanya ke arah Nyonya Lee sebelum masuk ke dalam mobil.

Anyeonghi gaseyo! Bersenang-senanglah!” balas Nyonya Lee sambil melambaikan tangannya dan memperhatikan mobil anaknya yang berjalan menjauh.

Sementara itu, di dalam mobil, Yoona terlihat sibuk mengamati pemandangan di sekitarnya. Tidak bisa dipungkiri, tempat kelahiran Jonghyun ini memang sangat indah. Suasananya yang tenang sungguh terasa menyegarkan bagi Yoona yang sejak kecil sudah berada di kota Seoul yang tidak pernah tidur.

Eomma-ku sepertinya sangat menyukaimu,” komentar Jonghyun.

“Ah, jinjjayo? Benarkah?” Yoona menoleh ke arah Jonghyun.

Lelaki berusia 25 tahun itu menganggukkan kepalanya. “Tidakkah kau menyadari kalau sejak kita berada disini, ia lebih sering menghabiskan waktunya denganmu daripada denganku?” ujarnya.

Yoona tidak bisa menyembunyikan senyuman gelinya yang lama-lama berubah menjadi tawa. Jonghyun meliriknya bingung, jelas tidak mengira akan mendapatkan respon seperti itu.

Wae? Jangan bilang kalau kau cemburu padaku karena ibu-mu lebih banyak menghabiskan waktu denganku?” tanya Yoona di sela-sela tawanya.

Rasanya ingin sekali Yoona kembali meledak tertawa melihat semburat merah yang muncul di wajah Jonghyun, kentara sekali kalau lelaki itu merasa malu. Kulitnya yang sangat putih itu tentu tidak membantu untuk menyembunyikan sapuan merah itu.

Aniya!” sergah Jonghyun cepat. “Bukan seperti itu!”

Yoona hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tetap tersenyum geli.

“Aku juga menyukai ibumu,” balas Yoona.

Jonghyun melirik sekilas ke arah Yoona. Ia tahu Yoona belum selesai dengan kalimatnya, jadi ia menunggu apa yang akan di ucapkan gadis itu selanjutnya.

“Kau tahu kan, aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.” Nada suara Yoona yang terdengar sedih membuat Jonghyun kembali meliriknya.

“Jadi aku senang sekali ketika ibumu menyambutku dengan hangat dan memperlakukanku seperti anaknya sendiri. Aku sangat berterima kasih pada ibumu karena membuatku merasa seperti memiliki seorang ibu,” lanjut Yoona seraya tersenyum di akhir kalimatnya.

“Kalau begitu, anggap saja ibuku adalah ibumu,” sahut Jonghyun kalem.

Yoona menoleh ke arah Jonghyun dengan kerutan kecil di tengah kedua alisnya. Jonghyun menyadari tatapan Yoona tanpa harus menoleh ke arahnya.

Wae? Bukankah kau adalah istriku? Kalau begitu, ibuku adalah ibumu juga kan?” tanya Jonghyun sambil tersenyum jahil.

MC2: Tentu saja! Ibu pasanganmu adalah ibumu juga.

Yoona balas tersenyum malu dan mengangguk kecil. “Gomawo,” ucapnya.

Setelah itu sisa perjalanan mereka habiskan dalam diam. Jonghyun berkonsenterasi pada jalanan di depannya, sedangkan Yoona memilih untuk mengamati pemandangan.

“Apa kau ingin mengunjungi sekolahku?” Jonghyun memecah keheningan.

Ne?” Yoona menoleh, kemudian menganggukkan kepalanya cepat.

“Kau akan mengajakku kesana?” tanya Yoona.

“Kita sudah hampir sampai,” balas Jonghyun. “Sekolahku ada di daerah ini.”

Benar saja, tidak lama kemudian, Jonghyun mengemudikan mobilnya memasuki halaman sebuah sekolah menengah. Sekolah Menengah Songdo, begitulah yang tertulis di bagian depan sekolah itu. Jonghyun dan Yoona turun dari mobil bersamaan.

“Ini adalah sekolahku saat SMP, sebelum aku pindah ke Seoul untuk training saat SMA. Setiap kali aku pulang ke Busan, aku hampir selalu mengunjungi guru-guruku disini,” jelas Jonghyun. “Kajja. Aku akan mengajakmu bertemu mereka.”

Jonghyun mengulurkan tangannya dan meraih tangan Yoona, menariknya masuk ke dalam sekolah. Jam sekolah sudah berakhir, tetapi beberapa siswa masih tinggal disana untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Ketika para siswa itu menyadari kehadiran dua idol terkenal di sekolah mereka, tentu saja kehebohan segera terjadi. Mereka sibuk berbisik-bisik ketika Yoona dan Jonghyun melewati mereka sambil tersenyum.

MC3: Ada dua idol terkenal yang tiba-tiba mengunjungi sekolahmu, pasti rasanya seperti bermimpi.

Jonghyun berhenti di depan sebuah ruangan. Ia membuka pintunya dan terlihatlah beberapa anak sedang berlatih judo dengan bimbingan seorang guru pria. Jonghyun berjalan masuk dan mendekati guru tersebut.

Sonsaengnim, annyeonghaseyo!” sapa Jonghyun.

Kim Chang Keun menoleh dan sedikit terkejut melihat kehadiran Jonghyun disana, tetapi beberapa detik kemudian, ia mulai tertawa dan menepuk-nepuk pundak Jonghyun.

“Lee Jonghyun! Sudah lama sekali kau tidak datang kemari! Apakah kau begitu sibuknya sampai-sampai lupa tidak mengunjungiku?” ujar Kim sonsaengnim.

“Oh! Sunbaenim, annyeonghaseyo!” Para siswa yang semula sedang berlatih kini kompak memberi salam pada Jonghyun.

Ne, annyeonghaseyo. Kalian sudah bekerja keras, eoh?” balas Jonghyun.

Para siswa tersebut menganggukkan kepalanya dan membungkukkan tubuh mereka sekali lagi sebelum kembali pada kegiatan latihan mereka. Beberapa dari mereka sesekali mencuri pandang ke arah Yoona yang masih berdiri di belakang Jonghyun.

Jonghyun tertawa ringan. Ia lalu menarik Yoona mendekat. Kim sonsaengnim tampaknya baru menyadari kehadiran Yoona. Ekspresi terkejut itu kembali muncul di wajahnya.

Sonsaengnim, aku ingin mengenalkanmu pada seseorang. Apa kau tahu kalau aku sudah menikah? Ini istriku, Yoona,” kata Jonghyun.

Annyeonghaseyo, Yoona-imnida.” Yoona memperkenalkan dirinya sambil membungkuk.

“Ah! Ne, ne! Tentu saja aku tahu!” sahut Kim sonsaengnim sambil menatap Yoona takjub. “Wah, kau benar-benar beruntung, eh, Jonghyun-ah.”

Jonghyun terkekeh dan melirik Yoona yang tersipu malu.

“Kim Chang Keun sonsaengnim ini adalah orang yang dulu mengajariku judo,” jelas Jonghyun. “Jika aku pulang ke Busan, biasanya aku akan mengunjunginya.”

 “Yoona-ssi, apa kau tahu kalau Jonghyun adalah siswa kebanggaan sekolah ini? Saat masih sekolah dulu, ia adalah seorang murid teladan,” ujar Kim sonsaengnim seraya merangkul bahu Jonghyun dan menepuk-nepuknya bangga.

MC4: Apakah Jonghyun mengajak Yoona ke sekolahnya supaya guru-gurunya bisa memujinya di depan Yoona? (tertawa)

“Ah, benarkah? Aku baru mengetahuinya,” balas Yoona dengan kedua mata melebar.

“Aku sangat bangga padanya. Walaupun sudah terkenal dan sibuk, tetapi Jonghyun tidak pernah melupakanku dan sekolahnya ini. Ia sering sekali datang kemari dan berbagi cerita dengan para siswa disini. Banyak sekali siswa-siswa yang terinspirasi untuk menjadi seperti Jonghyun,” lanjut Kim sonsaengnim.

“Benarkah?” Yoona menatap Jonghyun yang hanya balas tersenyum malu.

“Itu benar! Lee Jonghyun sunbaenim adalah inspirasi bagi kami!” Tiba-tiba terdengar teriakan dari pada siswa klub Judo.

Ya! Kalian menguping, eoh? Bukankah kalian seharusnya berlatih?” Kim sonsaengnim mengeluarkan aura seramnya yang membuat semua siswa segera kembali sibuk berlatih.

“Apa kau membawaku ke sekolahmu supaya aku tahu seberapa hebatnya dirimu saat masih sekolah?” celetuk Yoona dalam perjalanan setelah meninggalkan Sekolah Menengah Songdo.

MC4: Aku juga mencurigai hal yang sama.

Jonghyun terkekeh mendengar celetukan Yoona. “Menurutmu begitu? Mungkin memang benar,” sahutnya di sela-sela tawanya. “Kau harus tahu kalau kau memiliki suami yang hebat. Bukankah begitu?”

Yoona mendengus tertawa. “Geurae. Tentu saja. Aigo, suamiku memang hebat, eoh,” balasnya sambil menepuk-nepuk punggung Jonghyun seperti seorang ibu yang bangga pada anaknya. Jonghyun meledak tertawa.

“Yoona-ya,” panggil Jonghyun setelah beberapa menit penuh keheningan.

“Hmm?” Yoona menjawab dengan gumaman pelan.

“Kurasa kita tidak memiliki cukup waktu jika kau ingin berkunjung ke semua tempat yang biasa aku kunjungi,” ujar Jonghyun. “Jadi kau ingin kemana?”

Yoona terlihat berpikir sesaat, kemudian ia mengangkat bahunya. “Mollayo. Aku tidak terlalu mengenal daerah ini. Bukankah kau yang lebih tahu? Ajak aku kemana saja,” katanya.

MC1: Pergi kemanapun tidak jadi masalah asalkan tetap berdua, bukankah begitu?

MC2&3: Tentu saja!

Jonghyun membawa mobilnya berkeliling kota sambil menjelaskan beberapa tempat yang mereka lewati. Yoona mencondongkan tubuhnya ke depan, terlihat tertarik untuk mengamati setiap tempat yang Jonghyun kenalkan.

Tidak terasa jarum sudah menunjukkan pukul empat sore. Jonghyun memutar mobilnya kembali ke arah rumah Jonghyun. Setelah beberapa menit perjalanan, Jonghyun berhenti di depan sebuah bangunan gereja yang terbilang cukup kuno dan klasik.

“Ini adalah gereja yang biasa didatangi oleh keluargaku. Aku juga sering pergi kesini bersama dengan teman-temanku, lalu biasanya setelah itu kami akan jalan-jalan bersama,” cerita Jonghyun setelah mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki gerbang.

Lelaki itu mendorong terbuka pintu gereja yang terbuat dari kayu jati. Ia lalu berjalan masuk sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan besar itu. Yoona ikut mengedarkan pandangannya dan bibirnya tidak bisa berhenti berdecak mengagumi interior dalam gereja yang klasik.

“Kau ingin kuberitahu satu hal?” tanya Jonghyun.

“Hm, apa?” tanya Yoona tanpa mengalihkan pandangannya.

“Kau tahu? Dulu aku sering berpikir aku ingin menikah disini,” ungkap Jonghyun sambil menatap altar.

Yoona menolehkan wajahnya dengan cepat ke arah Jonghyun yang masih menatap altar.

MC3: Jinjjayo? Benarkah?

MC2: Apakah laki-laki juga bisa bermimpi seperti itu?

MC4: Ya! Memangnya salah kalau laki-laki berpikir dan bermimpi seperti itu?

MC2&3: (tertawa)

“Sejak dulu aku selalu berpikir untuk menikah muda. Aku tidak bisa hidup sendiri, kau tahu kan? Dan dulu, saat aku masih sekolah, aku sering memikirkan mengenai suatu hari nanti aku akan menikah disini,” lanjut Jonghyun. Sudut bibirnya tertarik membentuk senyum mengingat masa lalunya.

“Lalu, dengan siapa dulu kau berpikir kau akan menikah?” tanya Yoona dengan kedua mata disipitkan.

MC1: Berhati-hatilah untuk menjawab.

Jonghyun mendekatkan bibirnya ke telinga Yoona. “SNSD Im Yoon Ah,” bisiknya pelan.

MC1,2,3,4: Eeeiiii!!!

Jonghyun: Saat aku masih sekolah dulu, SNSD melakukan debutnya dan menjadi sangat terkenal di Busan. Semua teman-temanku membicarakan member-membernya, mengagumi kecantikan mereka, dan sebagainya.

Q: Lalu apakah yang kau katakan itu benar?

Jonghyun: Eii, tentu saja tidak. Aku bukanlah siapa-siapa saat itu, jadi bagaimana mungkin aku berharap akan menikah dengan seorang idol (tertawa)?

MC2: Aku sudah menduganya.

Yoona: Aku tahu ia tidak mengatakan yang sebenarnya (menghela napas). Tapi tidak apa-apa. Aku cukup puas dengan jawabannya (tertawa).

MC1: Aku tidak bisa berhenti berpikir bahwa mereka berdua memang aneh.

“Apakah kau ingin mewujudkannya?” tanya Yoona.

“Apa?” Jonghyun mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Menikah disini,” terang Yoona.

“Apakah kau akan mewujudkannya?” Jonghyun balas bertanya.

MC3: Pertanyaan macam apa ini? Apakah mereka sedang melamar satu sama lain atau apa?

MC1: Sudah kukatakan mereka berdua memang aneh.

Rona merah menjalari kedua pipi Yoona dan membuat Jonghyun tersenyum.

Well, aku sudah menikah sekarang, kan?” lanjut Jonghyun.

“Itu hanya pikiranku saja. Sekarang bagiku tidak masalah dimana aku menikah, asalkan aku bersama orang yang aku cintai. Bukankah begitu?” tambahnya.

MC2: Ia sudah bertumbuh dewasa.

Yoona menatap Jonghyun dan tersenyum. “Ne, majayo. Benar sekali,” ucapnya.

Selama beberapa saat, hanya kedua mata mereka yang saling menatap tanpa ada yang berbicara. Bibir mereka sama-sama mengulas senyum manis sampai akhirnya Jonghyun memecah keheningan yang terjadi.

“Ah, masih ada satu tempat lagi yang harus kau kunjungi. Kajja,” ajak Jonghyun.

Mereka berdua berjalan berdampingan meninggalkan gereja itu dengan jemari yang saling bertautan.

“Kita akan pergi kemana lagi?” tanya Yoona.

“Kau akan tahu nanti,” jawab Jonghyun singkat.

Yoona mengerucutkan bibirnya. “Selalu seperti itu,” gerutunya.

Mereka kemudian melaju ke arah rumah Jonghyun. Yoona sempat mengira mereka akan kembali ke rumah Jonghyun, tetapi rupanya lelaki itu menghentikan mobilnya di dekat pantai. Yoona bisa melihat hamparan pasir dan laut biru yang terbentang. Saat itu hari sudah semakin sore dan matahari hampir terbenam.

MC3: Bukankah suasana seperti itu adalah suasana yang romantis?

“Pantai?” Yoona menatap takjub pemandangan di depannya.

Jonghyun menganggukkan kepalanya. “Ini adalah pantai di dekat rumahku. Dulu, sepulang dari gereja, aku sering sekali bermain kesini bersama dengan teman-temanku,” ucap Jonghyun.

Yoona hanya menggumam tidak jelas sebelum berlari ke arah pantai. Jonghyun segera menyusul di belakangnya.

“Bukankah sudah lama sekali kita tidak pergi ke pantai berdua?” Yoona membuka pembicaraan.

“Ya. Kurasa di Jeju adalah yang pertama dan terakhir,” sahut Jonghyun setelah berpikir selama beberapa saat.

“Ah, maja! Aku jadi teringat ketika kita bertemu di Jeju,” ujar Yoona sambil tertawa.

MC1: Sudah hampir setengah tahun! Waktu cepat sekali berlalu.

Q: Bagaimana kau mengingat pertemuan pertama kalian?

Yoona: Rasanya aku ingin tertawa. Kami adalah teman sebelumnya, tetapi selama beberapa waktu setelah itu, rasanya kecanggungan selalu ada di antara kami.

Jonghyun: Kurasa kami benar-benar canggung saat itu. Eh, atau hanya aku saja yang merasa canggung? (tertawa) Aku merasa saat itu aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku lakukan dan katakan saat sedang bersamanya.

“Sudah hampir setengah tahun,” lanjut Yoona dengan pandangan yang menerawang ke depan. “Itu artinya kita sudah bersama selama hampir setengah tahun.”

Jonghyun mengangguk pelan mengiyakan. “Apakah kau senang bersamaku?” tanyanya seraya melirik Yoona.

Yoona berusaha menahan tawanya namun gagal. Ia tertawa pelan, terlebih lagi ia tahu bahwa Jonghyun saat ini sudah seperti kepiting rebus karena malu akan pertanyaannya sendiri.

“Tentu saja!” jawab Yoona akhirnya sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

Q: Bagaimana kalian merefleksikan kehidupan pernikahan kalian selama ini?

Jonghyun: Sudah hampir setengah tahun berlalu sejak kita bertemu di acara ini. Banyak hal yang sudah berubah. Aku juga merasa bahwa aku sendiri sudah banyak berubah. Memberku mengatakan demikian. Aku belajar untuk lebih terbuka dan memahami Yoona lebih baik lagi. Aku belajar untuk menjadi seorang suami yang baik dan lebih baik lagi.

Yoona: Setengah tahun dan aku merasa hanya sedikit waktu yang bisa kita gunakan untuk saling mengenal dengan lebih dalam. Karena kesibukan kita masing-masing, kita tidak bisa sering bertemu. Aku ingin kita lebih sering menghabiskan waktu bersama seperti ini.

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 22 – HER BIRTHDAY

Malam menjelang hari ulangtahun Yoona, Jonghyun mendapatkan bantuan dari para member SNSD untuk menyiapkan pesta kejutan untuk visual SNSD itu.

Saengil chukhahamnida! Saengil chukhahamnida! Saranghaneun uri Yoona-ya! Saengil chukhahamnida!”

Yoona yang baru saja kembali dari syuting CF-nya merasa terharu melihat para member yang menunggunya pulang, terlebih lagi dengan kehadiran Jonghyun disana.

Yoona: Oh, kurasa aku tidak lagi terkejut jika memberku memberiku pesta kejutan. Kami sudah bersama selama bertahun-tahun dan hampir selalu melakukan ritual yang sama setiap kali member ada yang berulangtahun. Yang membuatnya menjadi lebih spesial lagi adalah karena Jonghyun juga ada disana.

Merasa sudah terbiasa, kini Jonghyun dan Yoona tidak lagi mempedulikan godaan-godaan yang dilancarkan oleh para member yang lain. Mereka hanya tertawa saja menanggapi godaan yang ditujukan untuk mereka.

Jonghyun mengulurkan kotak hadiahnya untuk Yoona yang diterima oleh gadis itu dengan antusias. Kotak itu dibungkus dengan kertas berwarna biru polos. Yoona membukanya dan ekspresi terkejut nampak jelas ketika ia mendapati isinya.

Jonghyun: Kurasa ini adalah pertama kalinya aku memberikan hadiah ulangtahun untuk seorang wanita. Apa yang sebaiknya kuberikan? Hal ini terus-menerus berputar di dalam pikiranku selama beberapa hari terakhir. Aku ingin memberikan sesuatu yang spesial, berkesan, dan bermakna untuknya.

.

please leave your comment

.

*Author’s Note : Akhirnya ke-haptic-an kuliah berakhir dan liburan datang. FF ini kembali lagi setelah sekian lama. Aku bakal usahain supaya FF ini bisa kembali ke jadwal publish-nya semula yaitu setiap hari Sabtu. Jeongmal gamsahamnida sekaligus mianhamnida buat semua pembaca yang masih tetep nungguin FF ini dan masih meluangkan waktunya untuk membaca kelanjutan FF ini 🙂

Advertisements

17 thoughts on “We Got Married: Episode 21 (Trip In Busan)

  1. Akhirnya ada update terbaru juga
    Kangen dengan pasangan ini
    Can`t wait for the next chapter
    Penasaran hadiah apa yg diberikan kepada yoona
    Wah,jonghyun tdk memakai voucher ultahnya,pasti seru kl dia meminta pada yoona
    Ditunggu next chapter y
    Tq

  2. ah seneng ny akhir ny ada kabar dari pasangan ini,,,kangen pengin baca kelanjutan ny,,dan sekarang terpuaskan, makasih Author,,,,untuk next preview ny,,wah penasaran nih kira2 Jonghyun ngsih kado apa ya buat Yoona,hmm,,,,
    di tunggu eps selanjut ny,,Fighting!!

  3. gantian dong jonghyun yg dikenalin sama appa dan eonni’a yoona…wah kira2 dpt apa yach yoona dr jonghyun??makin penasaran aza nich..

  4. Wah….makin seru and romantis nich..deerburning….apa yg dikasih ma jonghyun smp kaget gtu?ditunggu part selanjutnya yah…pengennya sich ff nya khusus deer burning couple

  5. wah…udah lama nunggu akhirnya ada lagi lanjutannya…
    daebak…perjalan mereka betul2 mengesankan bgt yah…ceritanya semakin lama semakin seru…
    udah serasa nonton wgm d tv…
    ditunggu lanjutanya chingu…

  6. Akhirnya dilnjut 🙂
    Makasih thor 🙂
    Suka crita ini, yoona jd tau jjong wktu dibusan 🙂
    Next part ultah yoona, pnsaran hadiah apa yg diksh ke yoona? Cincin kah?
    Next part ditunggu bgt 😀
    Hwaiting 🙂

  7. Hua….
    Akhirnya d publish jg setelah sekian lama kenunggu sampe lumutan
    setiap hr bk blognya eonni tp slalu blm d publish dan akhirnya d publish jg
    semakin menarik eon
    tp agak kurng panjang
    hehe
    chap srlanjtnya jgn lma” ya eon 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s