We Got Married: Episode 23 (Double Date)

wgmnew

Title: We Got Married [Episode 1] [Episode 2] [Episode 3] [Episode 4] [Episode 5] [Episode 6] [Episode 7] [Episode 8] [Episode 9] [Episode 10] [Episode 11] [Episode 12] [Episode 13] [Episode 14] [Episode 15] [Episode 16] [Episode 17] [Episode 18] [Episode 19] [Episode 20] [Episode 21] [Episode 22]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 15+

Genre: Romance, Family, and others

Main Casts: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Guest Stars: CNBLUE Minhyuk, f(x) Krystal

Other Casts: Kim Jung Min as MC1, Park Mi Sun as MC2, Lee Ji Hye as MC3, Danny Ahn as MC4

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Poster by Felicia Rena

*Note: Yang berwarna merah adalah komentar dari para MC di studio. Oranye adalah pertanyaan dari PD-nim di sesi interviewPink adalah Yoona di sesi interviewBiru adalah Jonghyun di sesi interview. Hijau adalah Minhyuk di sesi interview. Ungu adalah Krystal di sesi interview.

NO PLAGIAT, please…:)

.

.

.

EPISODE 23 – DOUBLE DATE

JUNE 26, 2014

Sudah hampir satu bulan berlalu sejak musim semi digantikan oleh musim panas. Suhu yang hampir mencapai 30 derajat celcius membuat sebagian masyakakat lebih memilih menghabiskan waktunya di dalam ruangan dengan ditemani pendingin ruangan. Tetapi tidak sedikit juga mereka yang memanfaatkan cuaca yang cerah untuk berjalan-jalan di luar bersama dengan orang-orang terdekat mereka.

Lee Jonghyun dan Im Yoona duduk berhadapan di sebuah restourant. Beberapa menit sudah lewat dalam keheningan yang mereka ciptakan. Yoona terlihat melamun sementara Jonghyun menunduk memainkan ponselnya.

“Jonghyun-ah.” Yoona memutuskan untuk memecah keheningan dengan memanggil Jonghyun sembari mengaduk-aduk jus jeruk-nya menggunakan sedotan.

“Hm?” Jonghyun menanggapi singkat panggilan Yoona. Ia masih sibuk dengan ponselnya.

“Apa kau tahu sekarang hari apa?” tanya Yoona.

“Hari Kamis,” jawab Jonghyun sekenanya.

Yoona menatap Jonghyun dengan tatapan yang sulit di artikan. Menyadari tatapan yang diberikan oleh Yoona padanya, Jonghyun-pun menoleh menatap gadis itu.

“Ada apa?” tanyanya dengan mimik bingung.

Yoona: Hari ini, 26 Juni adalah tepat setengah tahun sejak kita bersama.

MC1: Benarkah? Sudah setengah tahun? Cepat sekali!

MC2: Chukhahamnida!

Yoona: Sudah kuduga ia tidak mengingatnya (tertawa getir).

MC3: Ia pasti merasa kecewa. Bagi wanita, hari-hari seperti itu sangat penting.

Q: Apa kau benar-benar tidak tahu ada apa dengan hari itu?

Jonghyun: Memangnya ada apa lagi selain hari itu adalah hari Kamis?

MC2,3: Aigo, Jonghyun-ssi!

MC1: Tapi, tunggu dulu! Bukankah ia selalu seperti itu? Selama ini juga ia selalu berpura-pura tidak tahu dan tidak peduli, tetapi sebenarnya ia sudah menyiapkan sesuatu.

MC2: Kalau begitu apakah mungkin yang kali ini juga—?

“Lupakan saja,” balas Yoona seraya memalingkan wajahnya ke arah luar jendela.

Jonghyun memperhatikan Yoona selama beberapa saat sebelum kembali beralih pada ponselnya.

Yoona: Aku tidak berharap ia akan mengingatnya—maksudku—aku tidak mengekspektasikan apapun—

“Apakah mereka masih lama?” Yoona kembali berbicara dengan topik yang berbeda.

MC2: Mwonde? Apakah mereka sedang menunggu seseorang? Siapa yang sedang mereka tunggu?

“Entahlah. Coba kita hubungi mereka,” ujar Jonghyun tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponselnya. Ia menggerakkan jarinya di atas layar sebelum menempelkan benda itu ke telinganya. Di seberangnya, Yoona ikut melakukan hal yang sama.

Neo eodiga? Kau ada dimana sekarang?” Jonghyun langsung berbicara setelah mendengar sapaan yang menjawab panggilan teleponnya.

“Oh, yeoboseyo? Neo eodiseo? Kau ada dimana?” Yoona melemparkan pertanyaan yang sama kepada penjawab panggilannya.

“Ah, kau sudah hampir sampai? Arasseo, baiklah kalau begitu,” lanjut Yoona setelah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. “Aku menunggumu, eoh. Annyeong!”

Ppaliwa! Cepatlah! Kau benar-benar lama sekali! Aku bosan menunggumu.”

Yoona yang sudah selesai dengan teleponnya kini menonton Jonghyun yang setengah merajuk pada orang yang sedang di ajaknya berbicara.

“Ia masih di jalan. Mungkin sebentar lagi akan sampai.” Yoona memberitahu Jonghyun setelah lelaki itu selesai dengan ponselnya.

Jonghyun menganggukkan kepalanya. “Ia juga begitu,” ujarnya sambil menunjuk ponselnya, merujuk pada orang yang baru saja selesai berbicara dengannya lewat telepon.

Setelah percakapan singkat masing-masing melalui telepon, mereka kembali terdiam. Kali ini ganti Jonghyun yang memandang ke luar jendela, sedangkan Yoona memperhatikan tingkah Jonghyun dalam diam.

Yoona: Ia tampak seperti sedang melamun dan tersenyum sendiri. Apakah ia sudah gila? Ah, aku tahu apa yang ada dalam pikirannya.

“Kau pasti senang sekali saat ini, eoh?” Yoona bertanya pada Jonghyun yang terlihat berusaha keras menyembunyikan senyumnya.

Neo eotteokhe arasseo? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?” Jonghyun balas bertanya.

“Itu tertulis dengan jelas di wajahmu,” gumam Yoona yang lebih menyerupai gerutuan. Ia lalu menggembungkan pipinya kesal.

Yoona: Jinjja. Ia benar-benar jujur mengakuinya. Yah, aku tahu ia memang menyukainya. Jonghyun juga pernah mengatakan kalau ia cantik dan mengakui bahwa ia adalah fan-nya. Gwaenchanha. Aku tidak ada masalah dengan hal itu. Sama sekali tidak.

Jonghyun: Ne. Ya, itu memang benar. Aku merasa kalau ia cantik. Aku menonton drama-nya dan sejak saat itu aku menjadi fan-nya. Aku merasa sangat senang karena akan bertemu langsung dengannya. Bukankah itu wajar-wajar saja? Tentu kita akan merasa senang jika bertemu dengan orang yang kita idolakan bukan? Lagipula aku hanya sekedar fan-nya. Tidak lebih.

Q: Siapa orang yang akan kalian temui?

Yoona: Itu rahasia. Kalian akan mengetahuinya nanti (tersenyum).

Q: Apakah ia laki-laki atau perempuan?

Yoona: Perempuan dan laki-laki. Kami berencana untuk melakukan double date.

Q: Lalu apakah kau sedang merasa cemburu dengan wanita yang akan datang?

Yoona: Apa? Tidak. Tentu saja tidak. Aku sama sekali tidak cemburu.

MC1: Tidak ada yang pernah mengakui jika mereka sedang cemburu.

Suara pintu yang terbuka membuat Yoona dan Jonghyun sama-sama menoleh ke arah pintu. Seorang laki-laki memasuki restourant seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Pandangan mata lelaki itu berhenti di meja Yoona dan Jonghyun.

MC3: Minhyuk-ssi!

Hyungsoo, annyeonghaseyo! Lama tidak berjumpa.” Kang Minhyuk, drummer CNBLUE itu menyapa Yoona dan duduk di sebelah Jonghyun.

Annyeong, Minhyuk-ah. Ne, sudah lama sekali? Kapan terakhir kali kita bertemu? Saat konser kalian kah? Aigo, ternyata sudah lama sekali,” balas Yoona.

“Kenapa kau tidak pernah mengunjungi dorm kami lagi?” tanya Minhyuk.

“Jonghyun tidak mengajakku,” jawab Yoona sambil melirik Jonghyun yang balas memandangnya dengan kedua alis terangkat.

Minhyuk menoleh ke arah Jonghyun. “Hyung, ajaklah hyungsoo ke dorm lagi. Jungshin bilang ia rindu dan ingin sekali bertemu dengan hyungsoo,” ujarnya.

“Anak itu!” Jonghyun menggeram pelan. “Ia adalah alasan mengapa aku tidak membawa istriku ke dorm lagi, kau tahu?”

MC4: Aku bisa menebak headline besok pagi. Lee Jonghyun menolak membawa istrinya ke dorm CNBLUE karena Lee Jungshin?

Q: Kenapa kau tidak pernah membawa istrimu ke dorm CNBLUE lagi?

Jonghyun: Jika kami pergi ke dorm, aku akan merasa diabaikan. Yoona akan sibuk dengan memberku. Itu tidak jadi masalah. Hanya saja, aku rasa aku tidak terlalu menyukai keadaan seperti itu.

“Aku sudah menduganya, hyung,” kekeh Minhyuk.

“Jungshin sangat menyukai hyungsoo dan ia selalu meminta Jonghyun hyung untuk mengajak hyungsoo ke dorm kami lagi.” Minhyuk memberitahu Yoona.

Yoona ikut terkekeh bersama Minhyuk sementara Jonghyun menatap tajam drummer grup-nya itu. Selagi mereka tertawa, terdengar suara pintu terbuka lagi. Secara otomatis, mereka bertiga mengalihkan pandangan ke arah pintu. Terlihat seorang gadis berambut pirang panjang memasuki restourant dan seperti sedang mencari sesuatu.

MC1,4: Oh! F(x) Krystal!

“Soojung-ah!”

Gadis yang dipanggil Soojung oleh Yoona itu menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum ketika ia menemukan Yoona melambai ke arahnya.

Annyeonghaseyo!” Jung Soojung—atau yang lebih dikenal dengan nama Krystal—sedikit membungkukkan tubuhnya ke arah Jonghyun dan Minhyuk.

Jonghyun dan Minhyuk sendiri sudah setengah bangkit dari tempat duduk mereka dan balas membungkuk pada Krystal. Walaupun gadis itu lebih muda, tetapi Krystal adalah sunbae mereka yang debut setahun lebih dulu bersama grup-nya, f(x).

“Kau mengganti warna rambutmu?” Minhyuk langsung bertanya pada Krystal setelah gadis itu duduk di sebelah Yoona.

“Eoh, ini untuk comeback f(x),” terang Krystal sambil menyentuh rambutnya.

Minhyuk menganggukkan kepalanya. “Kau terlihat cocok dengan warna itu,” komentarnya.

“Aku sudah mendengarnya berkali-kali, oppa.” Krystal menyahut santai.

MC1: Apakah Krystal-ssi dan Minhyuk-ssi sudah saling mengenal? Mereka terlihat akrab.

MC3: Tentu saja! Mereka bermain bersama dalam sebuah drama sebelumnya. The Heirs!

MC4: Apa kau tidak tahu? Kau tidak pernah menontonnya?

MC2: Mereka Yoon Chan Young dan Lee Bo Na!

MC1: Aah! Jadi itu mereka?

“Ngomong-ngomong, oppa. Aku tidak tahu kau akan kesini juga.” Krystal melanjutkan dengan kerutan kecil muncul di antara kedua alisnya selagi ia menatap Minhyuk.

“Aku juga tidak tahu kalau kau akan kesini,”sahut Minhyuk. Ia lalu menoleh ke arah Jonghyun dan Yoona dengan kedua alis terangkat, meminta penjelasan. Begitupula dengan Krystal.

“Soojung-ah, kau sudah pernah bertemu dengannya? Ia adalah suamiku. Nampyeon.” Yoona memperkenalkan Krystal pada Jonghyun alih-alih menjawab pertanyaan tak terucap dari Minhyuk.

Annyeonghaseyo, Lee Jonghyun-imnida.” Jonghyun memperkenalkan dirinya.

“Ah, ne. Annyeonghaseyo, Krystal-imnida,” balas Krystal.

“Jonghyun adalah fan-mu dan ia bilang ia ingin bisa bertemu denganmu,” ujar Yoona.

“Ah ne, Minhyuk oppa sudah pernah mengatakannya dulu.” Krystal menunjuk Minhyuk.

“Kita juga sudah pernah bertemu sekilas sebelumnya. Di acara akhir tahun,” tambah Jonghyun.

Ne, majayo. Benar sekali.” Krystal mengiyakan. “Kami juga pernah berbicara sekali di telepon.”

Ne, maseumnida. Itu benar.” Jonghyun dan Minhyuk mengangguk.

“Jonghyun hyung meminta padaku untuk menelepon Soojung karena ia ingin berbicara padanya,” ungkap Minhyuk.

“Ah, jinjjayo? Begitukah?” Yoona menanggapi.

Minhyuk: Annyeonghaseyo, CNBLUE Kang Minhyuk-imnida.

Krystal: Annyeonghaseyo, f(x) Krystal-imnida.

Q: Bagaimana pendapatmu mengenai Jonghyun yang mengatakan kalau ia adalah fan-mu.

Krystal: Aku—aku merasa berterima kasih sekali untuk itu. Hanya saja, aku berharap ia tidak akan terlalu sering mengungkit mengenai hal itu di depan Yoona eonni (tertawa).

MC2: Adakah yang menyadari jika ekspresi Yoona-ssi mulai berubah?

Yoona: Ia terlihat sangat senang dan bersemangat. Apakah ia benar-benar sesenang itu bertemu dengan Soojung?

MC3: Aku pasti akan kesal jika suamiku mengidolakan orang lain seperti itu. Tidak peduli jika ia hanya fan.

Q: Apakah menurutmu istrimu tidak akan marah jika kau berkata jujur bahwa kau adalah fan Krystal?

Jonghyun: Geunyang—aku hanya fan-nya. Hanya itu saja. Tidak lebih.

MC4: Bukankah ia juga tidak suka jika Jungshin-ssi mengidolakan istrinya? Bukankah itu sama saja? (tertawa)

“Jadi, mengapa kau mengundangku kemari, hyung?” tanya Minhyuk pada Jonghyun.

“Ketika aku menawarkan untuk mempertemukan Krystal dengannya, ia bilang ia tidak bisa menemui Krystal tanpa dirimu, Minhyuk-ah,” jelas Yoona.

“Eiish, apa-apaan sih kau ini, hyung?” Minhyuk menaikkan sudut bibirnya.

Wae? Kau kan lebih mengenal Krystal-ssi daripada aku,” kata Jonghyun.

“Aish, kau ini.” Minhyuk menggelengkan kepalanya.

“Lalu setelah bertemu, apa pendapatmu mengenai Krystal?” Yoona bertanya pada Jonghyun.

MC2: Oh, Jonghyun-ssi harus benar-benar berhati-hati menjawabnya. Demi keutuhan rumah tangga mereka.

Jonghyun berpikir selama beberapa saat. Ia lalu menoleh menatap Krystal dengan kening masih berkerut.

“Menurutku Krystal-ssi sangat cantik,” ucap Jonghyun.

MC4: Apakah ia bodoh atau memang terlalu jujur?

“Dan ia juga mirip denganmu,” lanjutnya sambil beralih menatap Yoona.

MC1: Ia benar! Bukankah Krystal-ssi sering dsebut-sebut mirip dengan Yoona-ssi?

MC3: Mereka bisa saja mengaku sebagai kakak-adik dan orang-orang akan mempercayainya.

“Apakah kau menyukainya karena itu? Karena ia mirip denganku?” tanya Yoona.

Ani. Bukan karena itu,” balas Jonghyun.

MC4: Kurasa ia memang bodoh. Terkadang terlalu jujur membuatnya terlihat bodoh.

MC2: Yoona-ssi hanya ingin memastikan ia masih menjadi yang satu-satunya bagi Jonghyun-ssi. Apakah kau tidak mengerti, Jonghyun-ssi?

Minhyuk dan Krystal berusaha meyembunyikan tawa mereka melihat Yoona mencibir kesal menghadapi Jonghyun.

Q: Apakah menurutmu tidak apa-apa berkata seperti itu mengenai Krystal di hadapan istrimu sendiri?

Jonghyun: Aku mengatakan yang sejujurnya. Krystal-ssi memang cantik, tapi bagiku, tentu saja Yoona-lah yang paling cantik. (tersenyum)

MC2: Seharusnya ia juga berkata seperti itu di depan Yoona-ssi.

MC4: Kurasa ia tidak bisa mengatakannya karena ada Krystal-ssi disana.

“Soojung-ah, apakah setelah ini kau ada jadwal?” Yoona menanyai Krystal.

Aniyeyo, eonni. Aku sedang free hari ini. Waeyo?” sahut Krystal.

“Bagaimana denganmu Minhyuk-ah?” Alih-alih menjawab pertanyaan Krystal, Yoona justru ganti bertanya pada Minhyuk.

“Aku juga sedang tidak ada jadwal,” jawab Minhyuk.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan berempat? Otte?” Yoona mengusulkan idenya pada Krystal dan Minhyuk.

“Apakah ini akan jadi double date?” tanya Krystal.

“Kau boleh menyebutnya seperti itu,” ujar Yoona sambil mengeluarkan cengirannya.

Hyung, aku yakin ini adalah alasanmu yang sebenarnya memanggilku kemari kan? Kau dan hyungsoo pasti sudah merencanakannya.” Minhyuk menuding Jonghyun yang hanya tertawa.

“Bagaimana menurutmu, oppa?” Krystal meminta persetujuan Minhyuk.

“Yah, karena kita sudah ada disini, kurasa tidak ada salahnya. Bagaimana menurutmu?” Minhyuk balas bertanya.

“Oke. Aku juga tidak ada masalah.” Krystal membalas santai.

Call! Kalau begtu semua sudah setuju!” kata Yoona senang.

Hyung, hyungsoo, memangnya kemana kita akan pergi setelah ini?” tanya Minhyuk.

“Kemana kau ingin pergi?” Jonghyun bertanya pada Yoona.

“Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?” Yoona balas bertanya pada Krystal.

Oppa, apa kau ada ide?” Krystal mengembalikan pertanyaan itu pada Minhyuk.

“Bukankah aku yang pertama kali bertanya?” balas Minhyuk.

“Bagaimana dengan Namsan Tower? Sejak dulu aku ingin sekali pergi kesana.”

Joha! Aku setuju! Aku juga belum pernah pergi ke Namsan Tower.” Krystal menyetujui ide Minhyuk. “Eonni, eotteyo? Bagaimana?”

Jonghyun dan Yoona saling bertukar pandang. Melihat kedua dongsaeng mereka begitu bersemangat dengan ide menara Seoul itu, nampaknya mereka tidak bisa menolaknya. Lagipula toh mereka berdua tidak memiliki alternatif tempat lain.

Nado joha. Ayo kita kesana,” sambut Yoona sambil menatap Jonghyun yang menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Kalau begitu ayo kita pergi sekarang,” ajak Minhyuk.

“Soojung-ah, Minhyuk-ah, kalian kemari naik apa?” tanya Yoona.

“Manajer oppa mengantarku,”jawab Krystal.

Nado. Aku juga diantar oleh manajer hyung,” sahut Minhyuk.

“Kalau begitu kita pergi bersama saja,” ujar Yoona. Hari itu Jonghyun memang membawa mobilnya.

Berempat, mereka meninggalkan restourant itu. Minhyuk dan Krystal berjalan memimpin di depan, sementara Yoona dan Jonghyun mengekor di belakangnya. Mereka menuju parkiran dan mencari mobil Jonghyun supaya bisa segera meluncur ke Namsan.

Perjalanan mereka menuju Namsan tidak mencapai tiga puluh menit. Hari itu adalah tengah minggu dan tidak terlalu banyak orang yang mengunjungi Namsan, lebih lagi pada jam kerja seperti ini.

“Apa yang harus kita lakukan untuk mencapai puncak? Kalian mau berjalan atau naik cable car?” tanya Yoona.

“Memangnya kita bisa berjalan sampai ke puncak?” Krystal bertanya pada Yoona.

“Bisa. Hanya saja aku tidak tahu akan seberapa panjang,” jawab Yoona sambil tertawa.

“Bagaimana kalau cable car? Kita bisa melihat keseluruhan kota Seoul dari atas,” usul Jonghyun cepat. Sepertinya ide untuk berjalan terdengar buruk baginya.

“Ooh, joha joha!” Minhyuk dan Krystal menganggukkan kepala mereka setuju.

Geurom kajja! Kalau begitu, ayo!” Kini ganti Yoona dan Jonghyun memimpin di depan sedangkan Krystal dan Minhyuk berada di belakang.

MC2: Jonghyun-ssi dan Yoona-ssi seperti sedang membawa anak-anak mereka berwisata ke Namsan.

MC1,3,4: Ne, benar sekali!

Mereka berempat masuk ke dalam lift gedung dimana mereka akan menaiki cable car. Sesampainya di atas, mereka bergabung dalam satu cable car kosong yang menunggu.

Empat pasang mata tampak mengobservasi kota Seoul selagi cable car membawa mereka naik semakin tinggi.

Jinjja daebak!” Krystal menggumam kagum melihat keindahan yang dipancarkan oleh kota Seoul di bawah mereka.

“Yoona-ya, apa kau sudah pernah ke Namsan sebelumnya?” Jonghyun menanyai Yoona.

Eoh. Waktu aku kecil, aku pernah kesini bersama ayah dan kakakku,” jawab Yoona tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan dibawah.

“Bagaimana dengan kau sendiri?” Yoona ganti bertanya.

Jonghyun menggelengkan kepalanya. “Belum. Aku pindah ke Seoul untuk menjalani trainee. Aku tidak memiliki cukup waktu untuk berkunjung ke tempat seperti ini,” terangnya.

“Jadi di antara kita berempat, hanya aku yang pernah mengunjungi tempat ini?” Yoona kembali memastikan.

Eonni, hari ini kau adalah pemandu wisata kami,” ujar Krystal.

“Aku juga sudah lama tidak mengunjungi tempat ini. Kupikir sudah banyak yang berubah. Aku tidak ingat ada apa saja disana,” kata Yoona.

Sekitar dua puluh menit kemudian, mereka sampai di puncak. Gumam kekaguman tidak berhenti meluncur dari mulut mereka. Dari atas mereka bisa melihat kota Seoul yang terhampar begitu luas.

Kajja. Ayo kita naik ke atas menara,” ajak Yoona.

Mereka kembali memasuki lift yang akan membawa mereka naik ke bagian dalam Namsan Tower. Bagian atas lift menampilkan pemandangan luar angkasa yang bergerak, jadi mereka akan merasa seolah sedang menaiki roket menuju luar angkasa. Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, mereka sudah sampai di observation deck, dimana mereka bisa melihat keseluruhan kota Seoul.

“Wa! Daebak!” Yoona dan Krystal berlari bersama mendekati dinding kaca. Mereka tampak bersemangat mengamati setiap inchi kota Seoul.

Selagi dua gadis itu sedang sibuk mengagumi Seoul dari balik kaca, di samping mereka, Jonghyun dan Minhyuk justru sudah mencoba menggunakan teropong yang tersedia. Teropong itu membantu mereka melihat lebih dekat dan lebih jelas tempat-tempat di bawah mereka.

Ya! Kalian sibuk sekali, eoh.” Yoona menepuk pundak Jonghyun dengan gestur menegur. Jonghyun dan Minhyuk terkekeh karena ketahuan menggunakan teropong sendiri.

“Kalian gunakan teropong itu saja, kami akan menggunakan yang lain. Soojung-ah, kajja!” Minhyuk menarik Krystal menjauhi pasangan Yoona-Jonghyun yang sedang sibuk dengan teropong di depan mereka.

“Oh! Aku bisa melihat Sungai Han!” Yoona melaporkan setiap tempat yang dilihatnya pada Jonghyun. “Neomu yeppeuta!”

“Sini, lihatlah!” Yoona menarik Jonghyun dan menyuruhnya untuk melihat melalui teropong.

“Lain kali, ayo kita berkencan di Sungai Han!” Yoona mengusulkan dengan antusias.

“Memangnya kita belum pernah ke Sungai Han?” Jonghyun berbalik menatap Yoona dengan kedua alis terangkat.

Yoona mengangkat kedua bahunya. “Entahlah. Tidak masalah, kita pergi saja lagi,” sahutnya.

Sudut bibir Jonghyun terangkat dan ia hanya mengangguk mengiyakan sebagai jawaban. Ia tahu Yoona pasti akan merajuk jika ia menolak permintaannya.

Di sisi lain, Minhyuk dan Krystal juga bergantian menggunakan teropong, walaupun Krystal lebih sering memakainya.

“Seoul benar-benar terlihat cantik dari sini, oppa,” ujar Krystal.

“Tentu saja! Namsan Tower dikenal sebagai salah satu tempat yang memiliki pemandangan kota Seoul paling indah,” sahut Minhyuk.

Krystal mendecakkan lidahnya. “Ucapanmu seperti seorang pemandu wisata saja, oppa,” komentarnya. “Bukankah seharusnya Yoona eonni yang menjadi pemandu wisata kita?”

“Jangan mengganggu mereka,” ucap Minhyuk sambil terkekeh mendengar ucapan Krystal. Tangannya bergerak otomatis untuk mengacak rambut pirang gadis itu. Kebiasaan itu muncul sejak mereka berdua sering menghabiskan waktu berdua selama proses syuting drama.

MC1,2,3,4: Ooh!

MC4: Untuk melakukan hal seperti itu, bukankah mereka harus dekat? Bukankah itu berarti mereka berdua memang dekat?

“Ah, maja!” Krystal tiba-tiba menarik dirinya dari teropong dan beralih menatap Minhyuk. “Oppa, kita harus melakukan kewajiban yang harus dilakukan setiap kali berkunjung ke Namsan!”

Mwonde? Apa itu?” Minhyuk bertanya heran.

“Menulis di gembok!” Krystal berseru penuh semangat, “atau di keramik, atau dimanapun! Kajja, kita harus meninggalkan jejak kalau kita pernah mengunjungi tempat ini!”

Krystal menarik lengan jaket Minhyuk, mengajaknya pergi. Sepertinya ia lupa jika mereka pergi dengan satu pasangan lain. Untung saja Minhyuk mengingatkannya.

Chakkaman! Tunggu sebentar! Kita harus memberitahu Jonghyun hyung dan hyungsoo terlebih dulu. Mereka akan mencari kita nanti kalau kita tiba-tiba menghilang,” kata Minhyuk.

“Ah, benar juga! Aku melupakan mereka.” Krystal meringis malu.

Krystal: Kurasa aku terlalu bersemangat (tertawa malu).

MC3: Sepertinya ia sangat menikmati waktunya bersama Minhyuk-ssi. Menyenangkan sekali.

MC2: Apa kau iri?

Jonghyun dan Yoona sedang melakukan perdebatan kecil mengenai girliran siapa yang akan menggunakan teropong berikutnya ketika Minhyuk datang dan menginterupsi pertengkaran mereka. Mereka berempat lalu menuju tempat dimana para pengunjung bisa memilih keramik atau gembok untuk ditulisi. Keramik bisa mereka tempel di dinding-dinding yang telah disediakan, sedangkan gembok—yang paling popular disana—digantungkan di luar. Konon katanya, mereka yang menuliskan nama di gembok itu dan menggantungnya akan bersama selamanya.

Seperti wanita lain pada umumnya yang tertarik pada hal seperti itu, Yoona dan Krystal segera saja sibuk memilih gembok yang akan mereka gantung. Sementara itu, Jonghyun dan Minhyuk justru memilih untuk melihat-lihat tulisan-tulisan di keramik yang ada di dinding. Sesekali mereka berdua akan menertawakan tulisan yang menurut mereka lucu atau terlalu cheesy.

Oppadeul, apa kalian tidak mau memilih gembok?” Krystal bertanya pada Jonghyun dan Minhyuk.

Aniya. Tidak perlu,” tolak Jonghyun dan Minhyuk.

“Biarkan saja, Soojung-ah. Laki-laki memang biasanya tidak tertarik pada hal-hal seperti ini,” celetuk Yoona.

“Apa kau sudah selesai menulis?” Yoona menanyai Krystal yang mengangguk antusias. “Kajja! Ayo kita gantungkan!”

Q: Kau menulis apa?

Krystal: Aku menulis untuk Lee Bona dan Yoon Chanyoung. Aku berharap mereka akan terus bersama.

Q: Bagaimana dengan Minhyuk dan Krystal?

Krystal: Entahlah, aku tidak tahu. Kita lihat saja nanti (tertawa).

Q: Apa yang kau tulis di gembokmu?

Yoona: Haruskah kalian bertanya? (tertawa) Tentu saja—tentang kami. Aku berharap ia akan mengingat hari apa ini.

“Apakah kalian sudah selesai?” Jonghyun menghampiri Yoona dan Krystal yang baru saja selesai menggantungkan gembok mereka di tempat yang cukup tinggi. Beruntung mereka berdua memiliki tubuh yang terbilang tinggi.

“Bagaimana kalau kita mengunjungi tempat yang lain?” usul Minhyuk.

“Baiklah. Ayo kita pergi!” sahut Yoona.

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 24 – Double Date II

Dua pasangan yang baru saja mengunjungi Namsan, kini memutuskan untuk mengakhiri hari mereka di taman bermain. Mereka menantang diri masing-masing untuk menaiki wahana yang tersedia. Setiap kali menaiki suatu wahana, mereka akan menyadari alasan mengapa pasangan-pasangan selalu suka berkencan di taman bermain.

Jonghyun: Ah, jadi karena inikah mereka suka berkencan di taman bermain? Aku rasa sekarang aku mengerti alasannya.

Yoona: Aku selalu penasaran mengapa mereka—pasangan-pasangan lain—suka berkencan di taman bermain. Kurasa sekarang aku tahu jawabannya.

Salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan setiap pasangan yang mendatangi taman bermain adalah rumah hantu. Begitu pula dengan dua pasangan ini.

“Waaa!!!”

“Aaaaa!!!”

Jonghyun: Aku merasa aku bisa mendapatkan serangan jantung kapan saja.

Minhyuk: Jonghyun hyung—waah, eothokhae? Bagaimana aku menjelaskannya?

Seusai double date mereka, Yoona dan Jonghyun kembali ke rumah mereka. Hari sudah berganti gelap dan Yoona kembali teringat mengenai peringatan setengah tahun mereka. Ia baru saja akan mengungkit hal itu lagi ketika Jonghyun tiba-tiba mengulurkan sesuatu padanya.

“Hadiah,” ucapnya sambil tersenyum penuh rahasia.

Yoona: Ia selalu saja seperti itu. Tidak apa, aku menyukainya.

 please leave your comment

Advertisements

25 thoughts on “We Got Married: Episode 23 (Double Date)

  1. jonghyun selalu gitu, suka telat di akhir bikin surprise nya. klo yoong ud ngambek baru deh mulai, hadeeeeeeeeehhh -_-
    suka bgt sm uri innocent couple <3, pokoknya ditunggu kelanjutan nya secepat nya ya thor!!! hwaiting

  2. Kerennnn… double date…. lanjut…… next chapter sepertinya seru ada kejutan dari Jonghyun… selalu dech Jonghyun lupa….

  3. Yeyyyy update 😀
    Suka bgt ep ini ada hyukstal couple hahaha
    Ditunggu ep brikutnya, kira2 jonghyun ksh hadiah apa ke yoona
    Gak sabar tuk ep brikut 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s