(Heirs Fiction) The Story of Lee Bo Na and Yoon Chan Young: Episode 3

storyofbonachanyoung2

Title:

The Story of Lee Bo Na and Yoon Chan Young

[Teaser] [Before Story] [Episode 1] [Episode 2]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 13+

Genre:

School life, friendship, romance, drama

Main Cast:

Krystal Jung as Lee Bo Na

Kang Minhyuk as Yoon Chan Young

Other Cast:

Park Shin Hye as Cha Eun Sang

Lee Min Ho as Kim Tan

Kim Woo Bin as Choi Young Do

Park Hyung Sik as Jo Myung Soo

Jeon Soo Jin as Kang Ye Sol

Kim Ji Won as Rachel Yoo

Disclaimer:

The Heirs, Lee Bo Na, and Yoon Chan Young belongs to Kim Eun Sook. I do not own anything.

Hope you’ll enjoy this fanfic.

.

.

.

“Chan Young-ah!”

Yoon Chan Young tersenyum ketika melihat Lee Bo Na setengah berlari ke arahnya sambil tersenyum lebar seperti biasanya.

Omo! Uri Bo Na datang lebih pagi hari ini,” ujar Chan Young.

“Tentu saja! Aku sengaja berangkat lebih pagi untuk bertemu denganmu. Kau tahu aku sangat merindukanmu. Neomu neomu bogoshipeoseo,” sahut Bo Na.

Chan Young tertawa kecil. Tangannya otomatis bergerak untuk mengacak rambut Bo Na setiap kali gadis itu terlihat menggemaskan di matanya.

Aigo, kau benar-benar manis. Gomawo. Nado bogoshipeoseo. Aku juga merindukanmu,” balas Chan Young.

Bo Na tersenyum manis. “Chan Young-ah, kajja! Ayo kita berkencan mengelilingi sekolah,” ajak Bo Na.

Bo Na menarik Chan Young berdiri dan mengajaknya keluar kelas. Belum lama berjalan, mereka melihat Jo Myung Soo berlari menuruni tangga dengan kamera di tangannya. Pemuda itu menghampiri Bo Na dan Chan Young.

Ya! Ya! Lee Bo Na!” panggil Myung Soo.

“Ada apa dengannya?” tanya Bo Na cuek.

Myung Soo berhenti di depan Bo Na dan Chan Young. Ia berusaha mengatur napasnya yang tersengal-sengal.

“Jangan terkejut,” ucap Myung Soo pada Bo Na.

“Jangan menghalangi jalanku,” sahut Bo Na.

“Kim Tan kembali ke Korea,” kata Myung Soo.

Setelah berkata demikian, Myung Soo segera mengangkat kameranya dan memotret Bo Na. Kameranya berhasil mengabadikan Bo Na yang sedang menutup mulut dengan kedua tangannya, terlihat terkejut dengan berita yang dibawa oleh Myung Soo. Sementara itu, Chan Young menatap Bo Na dengan tatapan yang sulit di artikan.

Myung Soo mengecek hasil jepretan kameranya. Bo Na memberikan kode diiringi tatapan membunuh pada Myung Soo, menyuruhnya untuk diam.

“Kau pasti bingung,” ucap Myung Soo sambil tersenyum pada Chan Young.

Pemuda itu lalu menepuk lengan Chan Young sebelum berlalu pergi. Sementara itu, Bo Na berusaha untuk menghindari tatapan Chan Young. Sial! Jo Myung Soo itu sudah menghancurkan kencan paginya bersama Chan Young.

“Ada apa?” tanya Chan Young sambil terus memperhatikan Bo Na.

“Huh?” Bo Na menoleh ke arah Chan Young. Otaknya berpikir cepat mencari alasan untuk menghindari topik yang bahkan tidak masuk daftar topik yang ingin dibahasnya bersama Chan Young.

“Ah, tadi aku sedang bernyanyi dalam pikiranku. Apa yang ia katakan?” Bo Na berpura-pura tidak mendengar ucapan Myung Soo.

“Kim Tan kembali ke Korea.” Chan Young mengulang berita yang dibawa oleh Myung Soo tadi.

“Siapa? Ah, orang yang kau temui di L.A?” cetus Bo Na, lalu dengan cepat mengalihkan pembicaraan mereka, “Apa judul lagu yang tadi kunyanyikan dalam kepalaku?”

“Aku penasaran sekali ingin mengetahuinya sekarang. Aku akan bertanya pada Ye Sol.” Bo Na bergegas melangkah pergi.

Chan Young ikut berjalan mengikuti Bo Na di belakang sambil tersenyum geli. Ia tahu Bo Na ingin menghindari berbicara mengenai Kim Tan.

“Lagu apa? G.O.D gotjimal? Atau Big Bang gotjimal? T-ara gotjimal?” seru Chan Young dengan sengaja untuk menyindir Bo Na.

Bo Na mempercepat langkahnya mejadi berlari kecil ketika menyadari Chan Young mengikutinya di belakang. Ia harus menghindari Chan Young saat ini supaya lelaki itu tidak bertanya macam-macam padanya. Bo Na bersumpah ia tidak akan pernah memberitahu Chan Young apa hubungannya dengan Kim Tan.

“Lee Bo Na!” Chan Young berhenti mengikuti Bo Na dan tertawa kecil melihat tingkah kekasihnya itu.

Neomu kyeopta! Kau adalah pembohong besar, Lee Bo Na.” Chan Young menggumam geli setelah Bo Na berbelok dan menghilang dari pandangannya. Ia lalu berbalik dan berjalan kembali ke kelasnya sambil tersenyum menahan tawa.

Sementara itu, Bo Na melangkah kesal menuju tempat latihan golf sekolah. Begitu memasuki tempat itu, matanya langsung mencari seseorang.

Ya! Yoo Rachel!” teriak Bo Na ketika ia menemukan orang yang dicarinya sedang bermain golf.

Bo Na berjalan mendekati Rachel, yang tidak merespon panggilan Bo Na.

Wae? Ada apa?” tanya Rachel singkat ketika Bo Na sudah berada di sebelahnya dan menatapnya kesal.

“Apa benar Kim Tan kembali ke Korea? Myung Soo berkata seperti itu.” Bo Na meminta kepastian dari Rachel.

“Bagaimana jika benar? Bisakah kau tidak memikirkan tunanganku dan hanya mengkhawatirkan Yoon Chan Young saja?” balas Rachel sambil menatap Bo Na. “Ia berkencan dengan orang lain di Amerika.”

“Dia bukan orang lain. Dia adalah temannya. Kekasihku sering meneleponku dan memberitahuku semuanya, jadi tidak ada yang tidak aku ketahui tentangnya. Tidak seperti tunanganmu,” tukas Bo Na. Ia jelas tidak suka jika ada yang berbicara jelek mengenai kekasihnya.

 “Kenapa kau begitu peduli apakah ia kembali atau tidak?” Rachel kembali bertanya.

“Apakah kau akan terluka jika kau memberitahuku?” Bo Na mulai geram karena menurutnya, Rachel hanya berputar-putar sejak tadi sementara ia hanya membutuhkan jawaban iya atau tidak. “Aku hanya takut Kim Tan akan melukai Yoon Chan Young!”

Rachel hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Bo Na dan itu membuat Bo Na merasa semakin kesal.

“Jika aku dan Chan Young sampai putus, aku akan menggunakan semua uangku untuk membalas dendam padamu!” seru Bo Na untuk terakhir kalinya sebelum beranjak pergi.

_the_heirs_

“Dasar nenek sihir! Memangnya ia akan rugi apa jika memberitahuku? Apa ia pikir aku akan kembali pada laki-laki itu? Itu hanya terjadi dalam otaknya saja! Keurochi, aku tahu kalau Kim Tan pasti belum bisa melupakanku dan ingin kembali padaku, tetapi aku sudah memiliki Chan Young. Aku takut jika Kim Tan akan melukai Chan Young jika tahu aku berpacaran dengannya—“

“Siapa yang akan melukaiku?”

Bo Na membelalakkan kedua matanya terkejut ketika tiba-tiba Yoon Chan Young sudah berdiri di hadapannya dengan kedua alis terangkat disertai pandangan bertanya. Bo Na segera menutup mulutnya yang masih terbuka setelah mengeluarkan gerutuan sepanjang perjalanannya dari bertemu Rachel tadi.

“Apakah Kim Tan yang disebutkan oleh Myung Soo tadi? Aku mendengar kau menyebut namanya barusan. Kau mengenalnya?” Chan Young kembali melanjutkan ketika melihat ekspresi terkejut Bo Na.

“Kim Tan? Kim Tan nugu? Aku sama sekali tidak mengenalnya. Kau pasti salah dengar, Chan Young-ah.” Bo Na menjawab cepat pertanyaan Chan Young.

“Kalau begitu, siapa yang akan melukaiku?” Chan Young mengulang kembali pertanyaannya, walaupun sebenarnya ia sudah mendengar semua gerutuan Bo Na. Ia hanya suka menggoda gadis itu karena ia tahu Bo Na pasti akan mengelak topik yang membuatnya harus berbicara mengenai Kim Tan.

Aniya. Apakah tadi aku berbicara seperti itu? Sudah kukatakan kau pasti salah dengar.” Bo Na kembali berakting seperti ketika Myung Soo menghampirinya tadi.

“Lagipula, jangan khawatir, Chan Young-ah. Tidak akan ada yang berani melukaimu jika aku bersamamu. Aku akan membalas semua orang yang berani melukaimu. Kau tenang saja,” ucap Bo Na dengan ekspresi menyeramkan yang masih mampu membuat Chan Young tertawa dan menggelengkan kepalanya.

Arasseo. Aku mengerti,” sahut Chan Young sambil menganggukkan kepalanya. Beberapa saat kemudian, ekspresinya kembali berubah seperti sedang berpikir.

“Kalau begitu, apakah itu berarti akan ada yang melukaiku?” tanyanya lagi.

“Ah! Aku harus pergi sekarang! Hyo Sin sunbae sepertinya tadi mencariku. Aku harus menemuinya secepatnya.”

Setelah berkata seperti itu, Bo Na langsung berbalik tanpa berani menatap Chan Young lagi. Sebaiknya ia segera kabur sebelum mulutnya membongkar apa yang ia tidak ingin Chan Young ketahui.

Chan Young hanya menatap punggung Bo Na yang semakin menjauh tanpa berusaha mencegahnya. Ia tersenyum simpul mengingat sikap Bo Na yang selalu menghindarinya jika nama Kim Tan disebutkan. Well, Chan Young sama sekali tidak mempermasalahkan jika Bo Na memiliki mantan pacar, hanya saja, ia penasaran mengapa Bo Na terlihat begitu menyembunyikan masa lalunya itu?

_the_heirs_

The Next Day

Bo Na melangkah bosan menuju loker-nya. Tumben sekali mendekati jam masuk sekolah seperti ini, Chan Young belum juga muncul, padahal Bo Na sudah sengaja datang lebih pagi supaya bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengannya.

Bo Na baru saja mengunci loker-nya ketika ia melihat seorang gadis berjalan di tengah lorong dan tampak sedikit bingung dengan keadaan sekitarnya yang terasa asing. Normalnya, Bo Na akan tidak mempedulikan orang-orang seperti itu, tetapi kali ini ia tidak bisa melakukannya. Alasannya adalah karena ia mengenal gadis itu. Bagaimana mungkin ia bisa berada disini?

Ya!” Bo Na memanggil gadis itu seraya berjalan mendekatinya. “Apa yang kau lakukan disini? Apakah kau sedang melakukan tur?”

“Aku dipindahkan kesini,” jawab gadis itu—Cha Eun Sang, sahabat—Bo Na dengan setengah hati mengakuinya—Chan Young.

Mwo? Pindah?” Bo Na tampak kaget, namun detik berikutnya ia sudah menganggapnya sebagai lelucon. “Maldo andwae. Bagaimana bisa itu terjadi?”

Nuguya? Siapa ini?” Ye Sol muncul seraya mengamit lengan Bo Na dan menatap Eun Sang.

“Anak baru. Aku tidak bisa percaya ini semua,” sahut Bo Na sambil menatap Eun Sang dengan pandangan kosong.

Setahu Bo Na, Eun Sang tidak berasal dari kalangan orang kaya. Lagipula, mana mungkin anak orang kaya akan bekerja di kafe seperti yang Eun Sang lakukan. Lalu mengapa ia bisa berada disini? Rasanya tidak mungkin jika Chan Young yang berada di balik ini semua.

“Siapa wajah baru ini?” Myung Soo bergabung dengan mereka dan ikut menanyai mengenai keberadaan Eun Sang.

“Anak baru. Aku masih tidak bisa mempercayai ini semua.” Bo Na kembali menjawab seraya menggelengkan kepalanya.

Myung Soo sedang mengajak Eun Sang berbicara ketika tiba-tiba saja suasana di sekitar mereka menjadi ramai.

“Apakah ia benar-benar kembali?”

“Jadi ia benar-benar kembali?”

Begitulah yang dibisikkan oleh semua siswa yang ada disana sambil berlari keluar.

“Apakah—“ Bo Na terlihat berpikir. Sebuah pemahaman tiba-tiba menghampirinya. “Heol!”

“Sepertinya begitu,” sahut Rachel yang sepertinya juga sudah menyadari apa yang terjadi.

Bo Na lalu bergegas mengikuti kerumunan siswa yang menuju keluar gedung tanpa mempedulikan Ye Sol yang terus bertanya siapa yang dimaksud oleh semua orang.

Maldo andwae! Ini benar-benar mimpi buruk! Batin Bo Na.

_the_heirs_

Chan Young baru saja memasuki halaman sekolahnya ketika ia menyadari para siswa sedang berlari sambil meributkan sesuatu. Mereka semua terlihat terburu-buru menuju gedung utama sekolah. Chan Young mengerutkan keningnya, merasa penasaran. Ia lalu ikut bergerak cepat menuju pusat keramaian.

Sesampainya ia di antara kerumunan orang yang membentuk sebuah lingkaran besar, barulah ia menyadari apa yang terjadi. Kim Tan telah kembali dan ialah yang menjadi pusat perhatian para siswa. Chan Young menoleh dan melihat Bo Na juga ikut dalam kerumunan.

“Lama tidak bertemu.” Tan menyapa Bo Na datar sementara Bo Na hanya memberengut mendengar sapaannya.

Di sisi lain, Chan Young hanya menatap Bo Na dan Kim Tan bergantian tanpa ekspresi. Bo Na sendiri sepertinya belum menyadari kehadiran Chan Young.

Tan tiba-tiba ganti menoleh ke arah Chan Young. “Kekasih baru mantan pacarku,” panggilnya.

Bo Na ikut menoleh dan baru menyadari keberadaan Chan Young yang sedang menatap datar Kim Tan. Sial! Apa yang baru saja dikatakan oleh Kim Tan?

“Apa yang kau lakukan disini? Keuntungan pekerja?” tanya Tan. Ia merujuk pada ayah Chan Young yang bekerja di perusahaan keluarganya.

Bo Na menghela napasnya. “Keurochi, ia memang orang yang seperti itu,” gumamnya pelan seolah sedang memberitahu dirinya sendiri.

Tidak lama kemudian datanglah Choi Young Do, sahabat lama Kim Tan yang kini menjadi musuhnya. Entah apa tepatnya sebab mereka bermusuhan. Bahkan Bo Na yang terbilang cukup dekat dengan mereka-pun tidak mengetahui apa-apa.

Ditengah ketegangan antara Tan dan Young Do, tiba-tiba saja Cha Eun Sang datang dan—sepertinya tanpa disadarinya—berdiri di antara dua lelaki itu. Bo Na mengerjapkan matanya kaget melihatnya. Begitupula dengan Chan Young.

Melihat Eun Sang yang bingung saat menyadari keadaan di sekitarnya, Chan Young akhirnya berjalan maju dan menarik pergelangan tangan gadis itu.

“Ikutlah denganku,” ucapnya sambil menarik Eun Sang pergi dari kerumunan.

“Ah! Ini benar-benar menyebalkan!” Bo Na menghentakkan kakinya kesal melihat aksi Chan Young. Lihat! Inilah yang ditakutkannya jika Eun Sang benar-benar pindah ke sekolah mereka, yaitu Chan Young akan menomorsatukan Eun Sang dan menomorduakan dirinya.

“Jadi, ia adalah Kim Tan? Haah, mwoya? Aku mendengar kalau ia lebih jahat daripada Young Do, tetapi ia benar-benar hot.” Ye Sol membuyarkan lamunan Bo Na yang masih memandang ke arah dimana Chan Young membawa Eun Sang pergi.

“Itulah mengapa ia lebih jahat. Ia mem-bully anak-anak lain dengan wajah seperti itu,” ujar Bo Na tanpa semangat. Ia lebih memikirkan apa yang sedang dilakukan Chan Young dengan Eun Sang sekarang daripada berbicara soal Kim Tan.

Ye Sol menoleh ke arah Bo Na dan bertanya, “Bagaimana kau bisa mengenalnya?”

“Cinta pertamaku. Nappeunom,” sahut Bo Na. Ia benar-benar sudah tidak memiliki minat untuk membahas mengenai hal itu.

Jinjja? Benarkah? Kau pernah berpacaran dengan Kim Tan?” Ye Sol nampak terkejut dengan pengakuan Bo Na, tetapi Bo Na sepertinya sudah tidak lagi mendengar apa yang ia katakan.

_the_heirs_

 “Aish! Kemana perginya Chan Young dan gadis itu? Aku tidak akan memaafkan Cha Eun Sang! Tidak akan!” Bo Na terus menggerutu sepanjang perjalanannya mencari Chan Young dan Eun Sang yang menghilang sejak kehebohan tadi.

“Aah! Aku lelah sekali!” Bo Na berhenti berlari dan memegangi kedua lututnya. Kakinya mulai terasa sakit karena dipakai untuk berlari sejak tadi.

Saat berhenti itulah Bo Na melihat Chan Young bersama Cha Eun Sang sedang duduk bersama di sebuah bangku taman. Tanpa menyia-nyiakan sedetikpun, Bo Na segera berlari menghampiri mereka berdua. Ia bahkan sudah lupa jika tadi ia mengeluh kakinya sudah sakit.

Ya! Yoon Chan Young, kau benar-benar nappeun namja!” teriak Bo Na.

Chan Young dan Eun Sang sontak menoleh kea rah sumber suara yang meneriaki Chan Young. Mereka melihat Bo Na menghampiri mereka dengan wajah kesal yang tercetak jelas di wajahnya.

Ya! Cha Eun Sang, apa sebenarnya yang kau lakukan disini? Kalau kau datang kemari untuk mendekati pacarku, lupakan saja!” Setelah mendekat, Bo Na mengganti sasaran kekesalannya pada Eun Sang. Ia sengaja menengahi dua sahabat itu dan menyembunyikan Chan Young di belakangnya dengan sikap protektif.

“Ia dipindahkan kesini.” Chan Young mulai menjelaskan pada Bo Na.

“Tapi kenapa ia harus pindah kesini?” Bo Na masih belum bisa menerima.

“Bo Na-ya, bolehkah aku meminta satu hal padamu? Bisakah kau merahasiakan siapa Eun Sang sebenarnya? Tolong jangan katakan apapun soal ia yang masuk kemari karena beasiswa,” pinta Chan Young.

Bo Na menatap Chan Young kesal. Kepalanya mulai terasa panas sekarang. Ia paling tidak suka jika Chan Young terlihat lebih peduli pada orang lain dibandingkan dirinya. Ia tidak suka memiliki saingan.

“Kenapa aku harus melakukannya?” Rasanya ingin sekali Bo Na menolak. Ia menolak untuk terlibat segala hal yang berhubungan dengan Cha Eun Sang.

Kedua manik Bo Na bertemu dengan milik Chan Young. Lelaki itu menatapnya dalam-dalam dan itu membuat Bo Na mendecak sebal. Ia beralih menatap Eun Sang dengan pandangan seolah sedang menilai.

“Kau berhutang padaku!” Bo Na berseru pada Eun Sang sebelum akhirnya melangkah pergi dari tempat itu.

“Kenapa ia temperamen sekali?” gumam Eun Sang setelah Bo Na menghilang dari pandangannya.

“Bukankah ia sangat lucu?” Chan Young menyahut bangga.

Eun Sang mencibir ke arah Chan Young yang menurutnya memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaannya.

_the_heirs_

Bo Na berjalan menuju ruang broadcasting, bermaksud untuk bersantai selagi istirahat. Ketika memasuki pintu, ia terkejut melihat kehadiran Kim Tan di dalam ruangan broadcasting. Laki-laki itu nampaknya sedang berbicara pada Lee Hyo Sin, sunbae mereka. Bo Na otomatis langsung membalikkan tubuhnya dan berniat untuk pergi, tepat ketika Kim Tan berbicara padanya.

“Bagaimana kabarmu, Lee Bo Na?”

Bo Na berhenti berjalan dan menolehkan wajahnya sedikit tanpa membalikkan tubuhnya lagi.

“Baik,” jawab Bo Na ketus.

“Dimana Chan Young sekarang?” tanya Tan lagi.

Bo Na menghela napasnya. Kenapa laki-laki itu menanyakan Chan Young? Apakah ia akan menantang Chan Young untuk berkelahi?

“Chan Young tidak melakukan sesuatu yang salah!” seru Bo Na sebelum akhirnya berjalan cepat meninggalkan ruangan itu.

“Oh, apa laki-laki itu sudah gila? Untuk apa ia menanyakan Chan Young? Ia mau mengajak Chan Young untuk berkelahi atau apa? Huh, sudah kuduga, ia pasti belum bisa melupakanku dan berusaha untuk mendapatkanku kembali dengan mencoba untuk memisahkanku dari Chan Young. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Chan Young-ku dan—“

“Kau sedang bicara dengan siapa?”

Bo Na merasa seperti baru saja terkena serangan jantung ketika tiba-tiba Chan Young sudah berdiri di hadapannya.

“Apa aku mengagetkanmu?” tanya Chan Young ketika ia melihat Bo Na menghela napasnya berkali-kali sambil mengelus-elus dadanya.

“Eh, Chan Young-ah, kau disini?” Bo Na tersenyum ragu. Apakah Chan Young mendengar semua ucapannya tadi? Huh, kenapa ia harus mengomel sendiri seperti tadi? Lee Bo Na, neo baboya?

Bo Na lalu berlari meninggalkan Chan Young tanpa melihat lagi kemana kakinya melangkah. Ia harus menghindari Chan Young dulu sampai ia menemukan cerita yang tepat untuk menjawab keingintahuan lelaki itu. Saat ia berhenti berlari, ternyata ia sudah ada di bagian depan sekolah. Saat itu ia melihat sahabatnya, Ye Sol, sedang berada di depan loker-nya.

“Ye Sol-ah!” panggil Bo Na.

Gadis yang dipanggil Ye Sol itu menoleh dan melihat Bo Na menghampirinya.

Eo, wae? Ada apa? Kau terlihat seperti baru saja dikejar setan,” kata Ye Sol sembari melanjutkan menata buku dalam lokernya.

Bo Na menyandarkan tubuhnya pada pintu loker. “Kurasa aku bisa jadi gila,” ujarnya sambil mendesah pelan.

Mwonde? Apa yang terjadi?” tanya Ye Sol yang kini memusatkan perhatiannya pada Bo Na, tertarik pada cerita yang akan diungkapkan oleh sahabatnya itu.

“Kim Tan.” Bo Na memulai. “Ia mencari Chan Young. Maksudku—kenapa ia mencari Chan Young? Apa ia ingin berkelahi dengannya atau apa?’

“Kenapa Kim Tan ingin berkelahi dengan Chan Young?” Ye Sol mengerutkan keningnya bingung.

“Apa lagi? Ia masih belum bisa melupakanku.” Jawaban Bo Na membuat Ye Sol mendengus tidak percaya.

_the_heirs_

Chan Young terus menatap layar laptop di depannya, mencoba untuk mencari tahu penyebab kerusakan benda itu sehingga tidak dapat berfungsi sebagainya mestinya. Ditengah kegiatannya itu, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Chan Young meliriknya sekilas dan melihat nama Kim Tan tertera di layar ponselnya.

Chan Young menghela napasnya. Apa lagi yang diinginkan oleh putra kedua pemilik Jeguk grup itu?

“Kim Tan?” Chan Young menjawab panggilan telepon Tan.

Eoh, ini aku, Kim Tan.” Terdengar suara Tan di seberang. “Aku perlu bertemu denganmu.”

“Aku sedang berada di studio milik Myung Soo,” ujar Chan Young.

“Dimana itu?”

Chan Young berpikir sesaat, apakah sebaiknya ia menemui Kim Tan atau tidak. Akhirnya ia memberikan alamat studio Myung Soo padanya.

Benar saja, tidak lama kemudian, Kim Tan muncul. Ia berjalan masuk sembari memperhatikan sekeliling studio. “Tempat apa ini?” tanyanya.

Chan Young melirik Tan sekilas lalu kembali melanjutkan pekerjaannya mengutak-atik laptop Myung Soo.

“Studio, a.k.a tempat hangout Myung Soo,” jawab Chan Young selagi Tan duduk di atas meja.

“Apa yang kau lakukan?” Tan kembali bertanya sambil melihat ke arah Chan Young.

“Memperbaiki komputer yang dirusak oleh Myung Soo,” sahut Chan Young.

“Untuk apa kau menemuiku?” tanya Chan Young seraya beranjak berdiri.

Kim Tan melipat kedua tangannya. “Apakah kau tahu kalau Eun Sang tinggal dirumahku?”

“Eun Sang tahu kalau ia tinggal di rumahmu,” ucap Chan Young datar.

Tan bangkit dari posisinya. “Bicara soal itu,” katanya, “jangan beritahu yang lain kalau ia adalah penerima beasiswa, ataupun tentang ia dan aku. Dan juga tentang identitas aslinya.”

Chan Young tersenyum sinis. “Apakah kau menyuruhku untuk diam? Aku sudah berteman dengannya selama sepuluh tahun,” ujarnya.

“Teman memiliki potensi untuk menjadi musuh. Karena mereka tahu terlalu banyak mengenai satu sama lain. Itu adalah dunia yang aku tahu,” ungkap Tan.

Tan baru saja menutup mulutnya ketika terdengar suara pintu dibuka.

“Chan Young-ah!” Lee Bo Na berjalan masuk sambil tersenyum lebar seperti biasanya.

Chan Young memperhatikan ekspresi Bo Na ketika melihat Kim Tan. Gadis itu seketika langsung berbalik pergi sembari menempelkan ponsel di telinganya dan berpura-pura sedang menerima telepon. Chan Young tersenyum geli melihatnya.

“Sepertinya ia masih belum bisa lepas dariku,” celetuk Tan.

“Apakah orang menghindari truk sampah karena mereka tidak bisa lepas darinya?” Chan Young menggunakan perumpamaan untuk menyindir Tan.

Mwo? Truk sampah?” seru Tan. “Ya! Kau menyamakanku dengan truk sampah?”

Chan Young mendengus pelan. Rupanya Kim Tan cukup pintar untuk menyadari maksud ucapannya.

“Sudahlah! Lebih baik aku pergi. Kelihatannya kekasihmu itu masih menunggu diluar,” ujar Tan.

_the_heirs_

Lee Bo Na berjalan mondar-mandir di depan pintu studio Myung Soo. Kedua alisnya bertaut dan ia menggigit bibirnya cemas. Kenapa Kim Tan bisa bersama dengan Chan Young? Apa yang mereka bicarakan berdua di dalam sana? Bagaimana jika Kim Tan melakukan atau mengatakan sesuatu yang bisa membuat Chan Young salah paham? Oh my God! Ia bisa mati penasaran.

Bo Na terlonjak kaget ketika tiba-tiba saja pintu studio terbuka. Ia menoleh dan melihat Kim Tan bersama Chan Young berdiri di ambang pintu menatapnya. Bo Na terpaku di tempatnya, tidak tahu harus berbuat apa ataupun mengatakan apa.

“Lihat, aku benar kan? Ia pasti masih menunggumu diluar.” Tan berbicara pada Chan Young. “Aku pergi dulu.”

Tan tersenyum menggoda pada Bo Na ketika melewatinya, sedangkan gadis itu hanya balas menatapnya sebal.

“Kau kemari untuk menemuiku? Kenapa kau tiba-tiba keluar?” tanya Chan Young setelah hanya ada ia dan Bo Na berdua.

“Aah, Ye Sol tadi meneleponku, jadi aku keluar untuk menerima teleponnya,” sahut Bo Na sembari menyentuh leher dan rambutnya, kebiasaannya jika sedang gugup.

Chan Young memiringkan kepalanya. Pandangannya menerawang ke arah lain seolah sedang berpikir.

“Kau tidak pernah sengaja keluar hanya untuk menerima telepon saat bersamaku,” gumam Chan Young.

“Itu karena kami membicarakan sesuatu yang penting.” Bo Na masih belum berani untuk menatap langsung Chan Young.

“Sesuatu yang penting seperti apa? Apakah aku tidak boleh mengetahuinya? Apakah kalian membicarakan sesuatu yang tidak boleh aku ketahui?” Chan Young kembali bertanya. Ia mencoba memancing jawaban dari Bo Na.

Geugo—hmm—itu—yah, urusan wanita, kau tahu kan?” ujar Bo Na.

Chan Young menganggukkan kepalanya sambil berusaha menahan senyumnya. “Araseo. Araseo. Aku mengerti,” katanya.

“Lalu, apa yang kau bicarakan dengan Kim Tan di dalam?” Bo Na bertanya hati-hati.

Chan Young tersenyum jahil. “Itu urusan lelaki. Kau tidak boleh mengetahuinya,” sahutnya.

Bo Na memanyunkan bibirnya mendengarkan jawaban Chan Young yang mengutip jawabannya. Jelas sekali kalau lelaki itu hanya ingin membalasnya. Menyebalkan sekali.

_the_heirs_

Advertisements

16 thoughts on “(Heirs Fiction) The Story of Lee Bo Na and Yoon Chan Young: Episode 3

  1. Aaaaaa …..
    akhirnya di update juga …
    bener bener kangen sama pasangan ini …
    jadi mau nonton the heirs lagi
    ditunggu episode ke 4 dan ingat jangan lama lama di lanjut nyaa
    hyukstal shipper menunggu

  2. Aigooo…
    Mereka semakin manis. Di filmnya aku ngakak banget sama Bona yang begitu pede 😀 mereka makin manis manis manisss…
    Author bagus dalam menambahkan adegannya. Ga bosa, senyum2 sendiri aku jadinya..
    Next part update soon yaa thor.. Ditunggu lohh~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s