We Got Married: Episode 24 (Double Date II)

wgmnew

 

Title: We Got Married [Episode 1] [Episode 2] [Episode 3] [Episode 4] [Episode 5] [Episode 6] [Episode 7] [Episode 8] [Episode 9] [Episode 10] [Episode 11] [Episode 12] [Episode 13] [Episode 14] [Episode 15] [Episode 16] [Episode 17] [Episode 18] [Episode 19] [Episode 20] [Episode 21] [Episode 22] [Episode 23]

Author: Felicia Rena

Rating: PG 15+

Genre: Romance, Family, and others

Main Casts: Im Yoon Ah, Lee Jong Hyun

Guest Stars: CNBLUE Minhyuk, f(x) Krystal

Other Casts: Kim Jung Min as MC1, Park Mi Sun as MC2, Lee Ji Hye as MC3, Danny Ahn as MC4

Disclaimer: I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Poster by Felicia Rena

*Note: Yang berwarna merah adalah komentar dari para MC di studio. Oranye adalah pertanyaan dari PD-nim di sesi interviewPink adalah Yoona di sesi interviewBiru adalah Jonghyun di sesi interview.

(Really) long time no see! ^^

NO PLAGIAT, please…:)

.

.

.

Oppadeul, apa kalian tidak mau memilih gembok?” Krystal bertanya pada Jonghyun dan Minhyuk.

Aniya. Tidak perlu,” tolak Jonghyun dan Minhyuk.

“Biarkan saja, Soojung-ah. Laki-laki memang biasanya tidak tertarik pada hal-hal seperti ini,” celetuk Yoona.

“Apa kau sudah selesai menulis?” Yoona menanyai Krystal yang mengangguk antusias. “Kajja! Ayo kita gantungkan!”

Q: Apa yang kau tulis di gembokmu?

Yoona: Haruskah kalian bertanya? (tertawa) Tentu saja—tentang kami. Aku berharap ia akan mengingat hari apa ini.

“Apakah kalian sudah selesai?” Jonghyun menghampiri Yoona dan Krystal yang baru saja selesai menggantungkan gembok mereka di tempat yang cukup tinggi. Beruntung mereka berdua memiliki tubuh yang terbilang tinggi.

“Bagaimana kalau kita mengunjungi tempat yang lain?” usul Minhyuk.

“Baiklah. Ayo kita pergi!” sahut Yoona.

.

EPISODE 24 – DOUBLE DATE II

JUNE 26, 2014

Mobil Mercedes-benz putih milik Jonghyun melaju membelah jalanan kota Seoul. Di dalamnya, Yoona duduk di samping kursi pengemudi—dimana Jonghyun duduk—sedangkan Minhyuk dan Krystal duduk di belakang.

“Kemana kita akan pergi?” tanya Jonghyun.

“Kau ingin pergi kemana?” Minhyuk bertanya pada Krystal.

Eonni, sebaiknya kita pergi kemana?” Krystal mengalihkan pertanyaan itu pada Yoona.

“Jonghyun-ah, bagaimana menurutmu?” Yoona menoleh menatap Jonghyun.

Ya! Aku yang pertama kali bertanya. Hentikan permainan mengalihkan pertanyaan itu!” balas Jonghyun yang disambut kekehan oleh tiga orang lainnya.

“Aku ingin pergi ke taman bermain,” ucap Yoona.

“Oh! Aku juga berpikir seperti itu, eonni!” sambut Krystal.

“Taman bermain?” Minhyuk terlihat berpikir. “Tidak buruk. Bagaimana denganmu, hyung?”

Geurae, kajja. Kita pergi ke taman bermain,” ujar Jonghyun. Di sebelahnya, Yoona menoleh kebelakang dan melakukan tos dengan Krystal.

“Sejak dulu impianku adalah bisa berkencan di taman bermain,” ungkap Yoona.

“Apakah sebelumnya kau tidak pernah melakukannya, eonni?” tanya Krystal.

Yoona melirik sekilas ke arah Jonghyun. Lelaki itu terlihat tidak peduli dengan apa yang dibicarakan oleh Yoona dan Krystal, tetapi Yoona tahu bahwa sesekali Jonghyun meliriknya dan menunggu jawabannya.

“Hhmmm—tentu saja pernah,” sahut Yoona enteng.

Ya! Dengan siapa kau pergi?” Jonghyun menimpali cepat sebelum Krystal bisa menanggapi.

Yoona tersenyum menahan tawa. Keinginan untuk menggoda suaminya muncul begitu saja.

“Rahasia,” ucap Yoona.

Jonghyun mencibir kesal. Yoona yang melihatnya tertawa senang. Jelas sekali ia suka melihat Jonghyun cemburu.

“Apakah akan muncul skandal jika kau mengatakannya, hyungsoo?” Minhyuk menyeringai jahil.

Yoona menoleh cepat ke arah Minhyuk yang memandangnya tanpa dosa. Yoona menggelengkan kepalanya, tidak menyangka jika Minhyuk juga bisa memiliki lidah beracun seperti Super Junior Kyuhyun.

MC2: Mwoya? Mwoya? Aku jadi penasaran dengan siapa Yoona-ssi pergi sebelumnya.

MC1: Jangan-jangan ia pernah berkencan dengan seorang idol juga!

“Kalian akan terkejut jika aku mengungkapkannya,” ungkap Yoona dengan nada serius, tetapi detik berikutnya ia terkekeh.

Jonghyun: (menghela napas) Sebenarnya ia pergi dengan siapa? Kenapa harus menutup-nutupi dengan siapa ia pergi sebelumnya? Apakah benar-benar akan muncul skandal jika ia mengatakannya? Ah, ini membuatku gila.

Q: Sebenarnya dengan siapa kau pergi sebelumnya?

Yoona: Aku pergi dengan ayahku sebelumnya (tertawa), ah, dan dengan memberku juga. Lucu sekali melihat mereka penasaran begitu, terutama Jonghyun. Senang sekali rasanya bisa menggodanya seperti itu.

MC3: Yoona benar-benar jahil.

MC4: Padahal aku sudah mengharapkan sesuatu yang lebih heboh.

“Kita sampai!” seru Yoona ketika Jonghyun menghentikan mobilnya di parkiran taman bermain.

Yoona dan Krystal segera melesat keluar mobil dan pintu masuk taman hiburan dengan antusias. Mereka berdua melompat-lompat kecil layaknya anak kecil yang di ajak oleh orang tuanya pergi ke taman hiburan.

Kajja! Ayo kita masuk!” Yoona merangkul lengan Jonghyun begitu lelaki itu keluar dari mobil dan menariknya menuju pintu masuk. Krystal dan Minhyuk mengikuti mereka di belakang.

Eonni, tunggu!” Krystal melangkah cepat mengikuti Yoona yang sudah berada di depan.

“Mereka sepertinya melupakan kita,” tambah Minhyuk.

Jonghyun membeli tiket masuk untuk mereka berempat. Mereka lalu bersama-sama masuk ke dalam taman hiburan.

“Kita mau kemana dulu?” tanya Jonghyun.

“Roller coaster!”

“Viking!”

“Disco pang pang!”

Ya! Tentukan salah satu dulu!” Jonghyun menyahut galak seperti seorang ayah yang sedang menasihati anaknya.

“Aku ingin naik roller coaster!” Yoona berkata cepat.

Eonni, kau ini tidak ada bosan-bosannya naik roller coaster.” Krystal menggelengkan kepalanya. “Roller coaster itu sudah kuno. Lebih baik kita naik disco pang pang saja.”

“Viking kelihatannya lebih seru. Bukankah begitu, hyung?” Minhyuk menoleh ke arah Jonghyun meminta bantuan.

Aniya! Tidak! Roller coaster disini bukan seperti roller coaster yang biasanya. Yang disini lebih seru!” Yoona berusaha mempertahankan pendapatnya.

Ya! Kita bisa naik semuanya nanti, sekarang kita mau naik apa dulu?” Jonghyun mulai kehilangan kesabarannya.

“Roller coaster!”

“Viking!”

“Disco pang pang!”

Jonghyun menepuk kepalanya dan mengacak rambutnya frustasi ketika tiga orang itu mulai berdebat lagi.

MC2: Aigo, Jonghyun-ssi benar-benar harus bersabar (tertawa)

Jonghyun: Tidak bisakah mereka sepakat dalam menentukan pilihan? Aku seperti pergi dengan tiga orang anak kecil. Aigo (menghela napas). Minhyukie—kalian salah jika mengira ia adalah anak penurut. Ia memang penurut, tetapi ia cukup keras kepala jika sudah memiliki pendapat sendiri (menggelengkan kepala).

Mereka berempat akhirnya sepakat untuk menuju permainan roller coaster terlebih dulu. Yoona berhasil menang ketika mereka memutuskan untuk mengundi siapa yang akan menentukan permainan pertama.

Oppa, apa kau tahu kalau Yoona eonni suka sekali main roller coaster?” tanya Krystal pada Jonghyun selagi mereka menanti giliran untuk naik roller coaster.

“Ah, jinjjayo?” Jonghyun menoleh ke arah Yoona dengan kedua alis terangkat sementara yang ditatap hanya tertawa dan mengangkat bahunya.

“Giliran kita! Kajja!” Yoona menarik Jonghyun dengan penuh antusias ketika petugas mempersilakan penumpang berikutnya untuk masuk dan naik ke atas roller coaster yang baru saja dikosongkan.

Yoona dan Jonghyun duduk di barisan paling depan sementara Minhyuk dan Krystal ada di belakang mereka. Yoona tertawa senang sementara Jonghyun terlihat sedikit khawatir.

MC1: Hoo, sepertinya Jonghyun-ssi terlihat lebih gugup dibandingkan dengan Yoona-ssi.

MC3: Sepertinya Yoona sama sekali tidak takut.

Dibelakang mereka, Krystal berpengangan erat pada pengaman yang menahan tubuhnya. Maknae f(x) itu bahkan sudah menutup rapat kedua matanya, padahal roller coaster bahkan belum berjalan. Ia berkali-kali menghela napasnya, berusaha untuk meredakan detak jantungnya yang berdegup kencang.

Minhyuk melirik Krystal dan melihat mulut gadis itu komat-kamit seperti sedang berdoa. Drummer CNBLUE itu melengkungkan bibirnya membentuk senyum. Ia lalu meraih tangan kanan Krystal dan menggenggamnya erat.

Merasa ada seseorang yang menggenggam tangannya, Krystal membuka sebelah matanya dan menoleh ke arah Minhyuk. Lelaki itu sedang tersenyum menatapnya. Krystal mengerjapkan matanya sebelum kemudian balas menggenggam erat tangan Minhyuk sambil tersenyum.

MC2,3: Aaaaww!!!

MC1: Karena itulah banyak pasangan yang suka pergi ke taman bermain.

Yoona yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda takut terlihat sangat bersemangat melihat ke sekelilingnya. Ia lalu menoleh ke arah Jonghyun yang sedari tadi tidak mengucapkan sepatah kata apapun.

“Kau takut?” tanya Yoona pada Jonghyun.

Eo?” Jonghyun terlihat kaget dan buru-buru menoleh ke arah Yoona. “Aniya! Tentu saja tidak!”

“Kau terlihat pucat,” kata Yoona lagi.

“Kulitku memang seperti ini. Kau tahu sendiri kan?” jawab Jonghyun. “Gwaenchana. Aku baik-baik saja.”

Yoona tersenyum geli. “Baiklah,” ucapnya.

Yoona: Tentunya aku bisa membedakan mana yang warna kulit dan mana yang pucat (terkekeh).

Roller coaster mulai berjalan maju. Jonghyun mulai menarik napasnya sementara Yoona justru menegakkan tubuhnya, seolah menanti apa yang ada di depannya. Krystal semakin erat menggenggam tangan Minhyuk yang dibalas oleh pemilik marga Kang itu.

“Wuuaaaaa!!!”

Suara teriakan terdengar ketika kereta roller coaster mulai melaju turun dari ketinggian dan berbelok dengan cepat. Krystal mengeluarkan suara lengkingan yang belum pernah di dengar oleh Minhyuk. Krystal menggenggam tangannya begitu kencang sampai Minhyuk merasa tulang jemarinya bisa remuk.

Sebaliknya, Yoona justru berteriak karena senang. Ia sangat menikmati angin yang berlalu kencang akibat kecepatan dari roller coaster. Ia bahkan masih bisa tertawa di saat kebanyakan orang lain yang ikut naik di belakangnya hanya bisa berteriak.

Yoona meraih tangan Jonghyun dan menggenggamnya. Jonghyun menoleh kaget ketika merasakan genggaman Yoona. Ia menoleh dan mendapati Yoona tersenyum penuh arti padanya. Jonghyun meringis kecil dan berikutnya, ia dan Yoona sama-sama berteriak kencang ketika roller coaster kembali menukik turun.

Jonghyun: Ah, jadi karena inikah mereka suka berkencan di taman bermain? Aku rasa sekarang aku mengerti alasannya.

Yoona: Aku selalu penasaran mengapa mereka—pasangan-pasangan lain—suka berkencan di taman bermain. Kurasa sekarang aku tahu jawabannya. Menurutku, taman bermain adalah dimana pasangan bisa berbagi secara emosional. Berbagi rasa senang maupun rasa takut (tertawa).

Saat roller coaster akhirnya berhenti, Yoona adalah satu dari sedikit yang bisa keluar dari kereta tanpa bantuan dan masih bisa berdiri tegak tanpa ingin muntah. Krystal mungkin akan jatuh jika saja Minhyuk tidak membantunya keluar dan memegangi bahunya saat ia berdiri.

Yoona menoleh ke arah Jonghyun yang sudah berdiri di sebelahnya. Lelaki itu hanya diam tanpa ekspresi, tetapi jelas terlihat bahwa wajahnya memang pucat dan bukan karena kulitnya yang putih.

“Wah, aku benar-benar terkejut. Hyungsoo kuat sekali.” Minhyuk menggelengkan kepalanya ketika melihat Yoona yang masih berdiri segar dan bahkan tersenyum senang.

“Kurasa aku butuh udara segar dulu. Astaga, roller coaster itu bisa membunuhku,” ujar Krystal yang juga terlihat pucat.

Minhyuk terkekeh dan mengeratkan pegangannya pada bahu Krystal. Ia masih ingat saat berada di roller coaster tadi, Krystal terus-menerus bicara dalam bahasa Inggris yang tidak ia ketahui apa artinya. Mungkin Krystal sendiri tanpa sadar menggunakan bahasa Inggris dalam kepanikannya.

“Kalau begitu kita jalan-jalan saja dulu sebelum memutuskan untuk naik permainan lain,” ujar Yoona.

Mereka berempat segera menyetujuinya dan berjalan menjauh dari wahana roller coaster. Jonghyun membeli minuman untuk mereka berempat, terutama untuk Krystal yang memang terlihat membutuhkan minum. Mereka duduk berhadapan di bangku yang ada di dekat penjual-penjual makanan yang berjejer.

“Hei.” Yoona menarik perhatian tiga orang lainnya.

“Bagaimana jika kita bertukar pasangan?” usul Yoona.

Ya!” Jonghyun hendak memprotes.

MC4: Jonghyun-ssi jelas tidak menyukai ide itu.

Waeyo? Hanya untuk beberapa waktu saja. Kita juga jadi bisa saling mengenal kan?” jelas Yoona.

Q: Apakah kau menyetujui ide istrimu?

Jonghyun: Sama sekali tidak. Aku tidak ingin berbagi ataupun meminjamkan istriku pada siapapun, sekalipun ia adalah sahabatku atau dongsaeng-ku. Tapi—yah—tidak ada yang bisa menolak permintaan Yoona.

Q: Mengapa kau mengusulkan untuk bertukar pasangan?

Yoona: Kupikir itu bisa memberi kita waktu untuk saling mengenal. Aku bisa mengenal Minhyuk lebih dekat, dan Jonghyun juga bisa mengenal Soojung lebih jauh. Hanya itu saja.

Entah cara apa yang digunakan oleh Yoona, tetapi akhirnya mereka berempat terbagi menjadi dua. Yoona bersama dengan Minhyuk, sedangkan Jonghyun bersama Krystal. Mereka pergi ke arah yang berbeda.

Yoona dan Minhyuk berjalan bersama dengan cukup santai. Mereka terlihat mengobrol dengan akrab dan sesekali tertawa bersama.

“Minhyuk-ah, apa kau mengkhawatirkan Soojung?” tanya Yoona.

Ne?” Minhyuk sepertinya tidak menduga Yoona akan bertanya seperti itu.

“Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Kau tahu kan kalau kau selalu bisa bercerita apapun padaku?” ujar Yoona sambil terkekeh.

Aniyeyo. Bukan begitu, hyungsoo.” Minhyuk menggelengkan kepalanya. Kedua matanya membentuk lengkungan yang membuatnya tampak menggemaskan.

“Kau menyukai Soojung kan?” Yoona bertanya lagi.

Ne?” Sekali lagi, Minhyuk nampak tidak siap dengan pertanyaan Yoona. “Hyungsoo!”

Yoona tertawa pelan. Wajah Minhyuk kini sudah mulai memerah, namun Yoona tidak mau berhenti.

“Apa yang kau sukai darinya?” Yoona terus menanti jawaban dari Minhyuk.

“Yah—“ Minhyuk terlihat menimbang jawabannya sesaat.

“Soojungie terlihat sangat natural. Ia bisa berbaur dengan orang lain dengan sangat baik. Pembawaannya juga ceria dan menyenangkan. Ia bisa membuat orang lain tertawa dengan mudah saat berada di dekatnya,” ungkap Minhyuk sambil tersenyum.

“Kelihatannya kau sangat menyukainya,” komentar Yoona.

Minhyuk tiba-tiba menatap Yoona serius. “Hyungsoo, kalau sampai besok muncul berita yang aneh-aneh, aku akan menuntut tanggung jawabmu, eoh,” ucapnya setengah mengancam, namun beberapa detik setelahnya, mereka kembali tertawa bersama.

“Bagaimana denganmu, hyungsoo? Apa yang kau sukai dari Jonghyun hyung?” Minhyuk balas bertanya.

“Hhmm—coba kupikirkan.” Yoona mengerutkan dahinya seperti sedang berpikir.

“Aku suka saat ia tertawa dan menunjukkan lesung pipinya. Aku suka saat ia bernyanyi dan bermain gitar. Aku sangat menyukainya ketika ia menunjukkan sisi romantisnya. Ah, aku juga suka saat ia membantah ucapanku. Aku menyukai leluconnya yang terkadang bahkan tidak bisa aku mengerti. Aku suka saat ia sedang serius. Aku suka saat ia terlihat bingung.” Yoona tersenyum kecil kemudian melanjutkan sambil tertawa. “Oh, eottokhae? Sepertinya aku menyukai semua yang ada pada dirinya.”

MC3: Yoona sepertinya sangat menyukai Jonghyun.

MC1: Mereka semakin menarik saja.

“Woah, sepertinya kau sangat menyukai Jonghyun hyung ya, hyungsoo,” ujar Minhyuk. “Jonghyun hyung benar-benar beruntung karena memiliki hyungsoo.”

“Soojungie juga sangat beruntung,” balas Yoona. Ia lalu tertawa ketika melihat Minhyuk tersipu malu.

Berbeda dengan Yoona dan Minhyuk, di sisi lain, Jonghyun dan Krystal berjalan bersama dalam keadaan yang cukup canggung. Berbeda dengan Yoona dan Minhyuk yang sudah saling mengenal sebelumnya, ini adalah pertemuan pertama bagi Jonghyun dan Krystal.

Oppa, sudah berapa lama kau mengenal Yoona eonni?” Setelah keheningan yang cukup lama, Krystal akhirnya membuka pembicaraan.

“Aku sudah mengenalnya sejak WGM Yonghwa hyung dan Seohyun-ssi. Tetapi kami baru benar-benar berteman sejak tahun 2011. Begitulah,” terang Jonghyun.

Krystal menganggukkan kepalanya. Keheningan kembali mendatangi mereka.

“Krystal-ssi.” Kini giliran Jonghyun yang memanggil Krystal. “Apa kau dekat dengan Yoona?”

Ne. Cukup dekat,” jawab Krystal. “Banyak orang yang menjuluki kami saudara kembar karena wajah kami yang mirip. Karena itulah kami menjadi dekat.”

“Ada apa, oppa? Apa ada yang ingin kau tanyakan?” tanya Krystal.

Aniyeyo. Hanya saja—“ Jonghyun menimbang apakah ia akan melontarkan pertanyaannya atau tidak. “Aku hanya ingin tahu seperti apa Yoona yang dikenal di agensinya.”

“Kurasa tidak jauh berbeda, oppa. Yoona eonni bukan tipe orang yang suka berpura-pura atau memakai topeng. Yoona eonni sangat terbuka dan berani menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Karena itulah kurasa banyak orang yang menyukainya sekaligus tidak menyukainya,” sahut Krystal.

Jonghyun tersenyum. “Ya. Ya, kau benar, Krystal-ssi. Ia adalah idol paling easy-going yang pernah kutemui. Yoona-lah yang pertama kali menyapaku seolah kami sudah berteman lama. Kurasa itu yang membuatku selalu merasa nyaman bersama-nya,” ungkapnya.

“Yoona sangat cantik, tetapi ia tidak pernah merasa dirinya cantik. Ia sukses dan berbakat, tetapi ia tidak begitu saja merasa puas dan tetap bekerja keras. Ia baik dan ramah pada semua orang. Aku sudah mengagumi semua itu sejak dulu.” Jonghyun menambahkan.

Krystal terdiam sesaat sambil menatap Jonghyun yang memandang menerawang ke kejauhan. Seulas senyum muncul di wajahnya.

Oppa, kau sangat menyukai Yoona eonni kan?” tanyanya sambil tetap tersenyum.

Ne?” Jonghyun menoleh cepat ke arah Krystal.

“Aku bisa melihatnya dari caramu membicarakan Yoona eonni,” ujar Krystal tertawa geli melihat Jonghyun yang kelihatan malu-malu.

“Apakah terlihat dengan sangat jelas?” tanya Jonghyun.

Krystal menganggukkan kepalanya. “Aku iri sekali,” ucapnya.

Jonghyun menatap Krystal dengan alis terangkat heran, menunggu gadis yang lebih muda empat tahun darinya itu untuk melanjutkan ucapannya.

“Aku juga ingin bertemu seorang laki-laki sepertimu, oppa. Aku menginginkan seorang laki-laki yang menyukaiku seperti oppa menyukai Yoona eonni,” lanjut Krystal sambil tersenyum.

“Bagaimana dengan Minhyukie?” tanya Jonghyun.

Krystal membelalakkan kedua matanya kaget. “Maksud oppa?” tanyanya sambil memiringkan kepalanya dengan kedua alis bertaut.

Jonghyun tersenyum simpul. “Apa kau menyukainya?” tanyanya lagi.

“Ah, Minhyuk oppa?” Kini giliran Krystal yang terlihat malu-malu. “Minhyuk oppa sangat baik padaku. Aku merasa aman dan nyaman saat bersamanya.”

“Kurasa ia juga menyukaimu,” ujar Jonghyun.

Ucapannya itu, sekali lagi membuat Krystal membelalakkan kedua matanya kaget.

MC1: Aigoo, Jonghyun-ssi, hal seperi itu seharusnya dikatakan sendiri oleh orang yang bersangkutan.

“Jonghyun-ah!”

Jonghyun dan Krystal menoleh ketika mendengar suara yang memanggil Jonghyun. Mereka melihat Yoona berlari ke arah mereka. Di belakangnya, Minhyuk mengikuti dengan setengah berlari. Yoona langsung menubruk Jonghyun dan melingkarkan lengannya di lengan lelaki itu.

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Yoona bertanya seraya menatap Jonghyun kemudian beralih ke Krystal dan kembali ke Jonghyun.

“Tentu saja itu rahasia kami, eonni,” balas Krystal yang tersenyum penuh rahasia.

“Aish.” Yoona mengerucutkan bibirnya. “Kalau begitu aku juga tidak akan memberitahu kalian apa yang aku dan Minhyuk bicarakan.”

“Kami juga tidak bertanya,” timpal Jonghyun.

Jonghyun dan Krystal tertawa terkekeh ketika melihat Yoona mencebikkan bibirnya berpura-pura kesal. Jonghyun mengangkat tangannya yang tidak dipeluk oleh Yoona dan melakukan high-five dengan Krystal.

“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita.” Minhyuk berujar seolah mereka sedang melakukan perjalanan jauh.

Mereka kembali mengitari taman bermain, mencari wahana yang ingin mereka naiki lagi. Krystal—yang semula mengusulkan permainan disco pang-pang—kini berbalik menentang mereka untuk naik disco pang-pang. Ia mengatakan kalau ia akan benar-benar mengeluarkan isi perutnya jika mereka menaiki wahana memabukkan itu.

Ya, ya, kita tidak boleh melewatkan itu!” Minhyuk tiba-tiba berhenti berjalan dan menunjuk ke arah rumah hantu.

Shireoyo! Aku tidak mau!” Krystal menolak dengan cepat.

Otte, hyung? Bagaimana menurutmu?” Minhyuk menanyai Jonghyun.

Joha! Aku setuju saja,” sahut Jonghyun.

“Shireoyo! Tidak mau!” Krystal masih tetap menolak.

“Jangan khawatir. Ada aku bersamamu,” ujar Minhyuk menenangkan.

“Kau tidak akan kabur meninggalkanku?” tanya Krystal.

“Kau tidak percaya padaku?” balas Minhyuk.

Krystal menatap Minhyuk dengan tatapan menyelidik, mencari sedikit saja kilatan jahil di wajah lelaki yang mungkin saja berniat mengerjainya itu. Setelah yakin bahwa Minhyuk tidak berniat menjailinya, akhirnya Krystal menganggukkan kepalanya.

Geurae. Nado joha. Aku setuju,” ujar Krystal.

“Yoong?” Jonghyun memanggil Yoona yang sedari tadi hanya diam.

Eoh? Nado joha. Ayo kita kesana,” jawab Yoona cepat. Ia mengeratkan pegangannya pada lengan Jonghyun.

“Kita akan masuk berpasang-pasangan. Siapa yang mau masuk duluan?” tanya Minhyuk.

“Kami akan masuk duluan,” sahut Yoona setelah Krystal mengerlingnya yag ditangkap Yoona sebagai kode supaya pasangan yang lebih tua itu masuk dulu.

Yoona dan Jonghyun memasuki rumah hantu dengan tangan yang saling bertautan. Suasana di dalam sangat gelap, sampai rasanya sulit untuk melihat apapun. Jalan yang mereka lewati berupa lorong sempit. Jonghyun memimpin di depan dan berjalan dengan perlahan.

“Waaa!!!”

Suara teriakan pertama terdengar ketika Jonghyun berbelok ke arah ruang yang lebih besar. Tiba-tiba saja sesosok hitam dengan wajah mengerikan berlari ke arah mereka dan berhenti tepat di depa Jonghyun. Yoona yang mendengar teriakan Jonghyun-pun ikut berteriak kecil, tetapi kemudian ia menjulurkan lehernya, berusaha mencari tahu apa yang membuat Jonghyun berteriak.

“Ah, annyeonghaseyo.” Jonghyun yang sudah mulai bisa menguasai dirinya kini menyapa sosok yang sudah bergeser untuk memberinya jalan.

Yoona merasakan Jonghyun menggenggam tangannya semakin erat. Yoona ikut menoleh ke arah sosok itu dan menundukkan kepalanya. “Kau sudah bekerja keras,” ucapnya ketika Jonghyun menariknya pergi.

“Apa kau takut?” Yoona bertanya sambil mendekatnya tubuhnya ke arah Jonghyun ketika mereka kembali melewati lorong sempit. Di bagian kanan dan kiri mereka terdapat meja-meja dan rak-rak berisi tumpukan barang.

Aniyeyo!” elak Jonghyun cepat. “Aku hanya kaget dan—WAAAA!”

Yoona kembali terlonjak kaget ketika Jonghyun tiba-tiba bergerak mundur dan menabraknya. Segera saja Yoona menundukkan kepalanya dan melihat sebuah tangan yang terulur masuk kembali ke dalam lemari kecil. Tangan itu pastinya yang sudah mengagetkan Jonghyun dengan memegang pergelangan kakinya.

Gwanchanha? Apa kau baik-baik saja?” Yoona menepuk-nepuk pundak Jonghyun.

Jonghyun: Aku merasa aku bisa mendapatkan serangan jantung kapan saja. Yoona—wah—bagaimana aku mengatakannya? Apa ia tidak memiliki rasa takut? Sebagai seorang wanita, kurasa ia sangat kuat.

Gwaenchanha. Tidak apa-apa. Aku—aku hanya kaget saja,” sahut Jonghyun dengan sedikit terbata. “Kajja. Ayo kita jalan lagi.”

MC4: Ia sebenarnya takut tetapi masih berusaha untuk terlihat berani.

MC1: Tentu saja! Itu menyangkut harga dirinya sebagai seorang laki-laki.

Mereka kemudian melewati ruangan dengan lemari-lemari yang pintunya bergerak sendiri. Jonghyun sempat menendang salah satu lemari karena kesal ketika suara pintu lemari yang terbuka dan menutup itu mengagetkannya.

“Sebentar lagi pintu keluar kan?” tanya Yoona sambil mengintip dari belakang punggung Jonghyun.

Ne. Tenang saja, sebentar lagi ini semua akan selesai,” ujar Jonghyun.

Salah besar jika mereka menyangka bahwa semua sudah berakhir. Hanya berselang dua detik setelah Jonghyun menutup mulutnya, terdengar suara gemuruh di belakang mereka. Yoona dan Jonghyun sontak menoleh ke belakang. Mereka melihat sosok besar dengan tubuh yang terbalut perban lengkap dengan bercak-bercak merah di sekujur tubuhnya sedang berlari ke arah mereka sambil meraung kencang.

Jonghyun dengan cepat menarik Yoona ke depan sehingga mereka kini bertukar posisi. Jonghyun mendorok pundak Yoona supaya ia segera berlari, tetapi Yoona menarik tangan Jonghyun dan mereka berlari bersama dengan cepat sebelum sosok besar itu dapat mencapai tempat mereka.

Udara malam menyambut mereka begitu Yoona dan Jonghyun melewati pintu keluar. Dengan kedua tangan yang masih saling bertautan, mereka mengatur napas masing-masing. Keduanya bertatapan kemudian tertawa bersama mengingat apa saja yang terjadi di dalam sana.

Q: Bagaimana perasaanmu saat berada di dalam sana?

Jonghyun: Setelah aku berada di luar, kupikir mereka tidak terlalu menakutkan. Hanya saja mereka selalu muncul di saat yang tepat yang bisa membuatku kaget.

MC4: Memang sudah tugas mereka seperti itu.

Yoona: Entahlah. Sejujurnya aku tidak bisa melihat hantu-hantu di dalam dengan jelas. Jonghyun berada di depanku dan ia seperti menggunakan tubuhnya untuk membentengiku. Aku hanya bisa merasakan ia yang menuntunku keluar. Aku merasa ia menjagaku di dalam sana.

Sementara itu, Minhyuk dan Krystal juga sudah berada di dalam rumah hantu. Krystal berpegangan erat sekali pada Minhyuk.

“Aaaaa!!!”

Krystal berteriak kencang ketika melihat sosok hitam dengan wajah mengerikan yang berlari mendekatinya. Minhyuk dengan segera membentengi Krystal, memposisikan dirinya di antara Krystal dan sosok itu.

Jwaesonghamnida. Maaf, kami harus pergi.” Minhyuk merangkul Krystal dan menuntunnya perlahan untuk pergi dari tempat itu.

MC2: Minhyuk-ssi sangat gentle.

MC3: Aku juga ingin masuk ke rumah hantu bersama Minhyuk-ssi.

Gwaenchanha. Kau baik-baik saja kan?” Minhyuk berbisik pelan selagi mereka kembali berjalan.

Gwanchanhayo oppa,” sahut Krystal. “Aku tidak—AIGO!”

Krystal tersentak ketika merasa ia menyandung sesuatu. Ia segera melihat ke bawah, mencari apa yang ditabrak oleh kakinya tadi.

Oh my God!” seru Krystal ketika ia menangkap bayangan tangan yang gagal menangkap pergelangan kakinya ditarik masuk kembali ke dalam lemari.

Krystal langsung menarik Minhyuk mendekat tanpa melepaskan pandangannya ke arah dimana tangan itu menghilang.

Gwaenchanha. Tidak apa-apa. Ayo kita jalan lagi,” ajak Minhyuk sambil merangkul Krystal.

Oppa sebentar lagi pintu keluar kan?” Krystal bertanya ketika mereka sudah cukup lama berjalan.

Ne. Kurasa sebentar lagi pintu keluar,” ujar Minhyuk.

“Hwaaa!!!” Krystal kembali berteriak ketika ia menoleh ke belakang karena mendengar suara erangan dan melihat sosok besar terbalut perban berbercak merah.

Minhyuk yang juga sudah melihat apa yang mendatangi mereka segera kembali memposisikan dirinya di antara Krystal dan sosok besar berbalut perban itu.

“Kami akan segera pergi. Jwaesonghamnida. Maaf sudah mengganggu,” kata Minhyuk sambil menundukkan kepalanya dan menggiring Krystal menuju pintu keluar yang berjarak beberapa meter di depan mereka.

MC2: Minhyuk-ssi sopan sekali (tertawa).

Jonghyun dan Yoona menyambut Minhyuk dan Krystal yang baru saja keluar. Krystal menghela napas lega ketika ia sudah bisa melihat cahaya di sekitarnya.

“Bagaimana di dalam?” tanya Jonghyun.

“Aku tidak mengerti mengapa tempat seperti ini dibangun di taman hiburan,” ujar Krystal sambil menatap bangunan di belakangnya.

“Menurutku sama sekali tidak menghibur,” tambahnya dalam gerutuan pelan, menimbulkan kekehan dari Yoona, Jonghyun, dan Minhyuk.

Kajja. Ayo, lebih baik kita segera pergi dari sini,” kata Minhyuk sambil tertawa.

Mereka berempat berjalan menjauhi rumah hantu. Sekarang sudah semakin malam dan suasana taman bermain-pun sudah semakin sepi.

“Sepertinya sudah waktunya kita pulang.” Yoona memandang sekelilingnya.

“Ya. Lagipula sekarang sudah malam dan aku lapar,” ujar Jonghyun.

“Baiklah. Kalau begitu kita bisa pergi makan dulu kemudian baru pulang. Otte?” Yoona menoleh ke arah Minhyuk dan Krystal, meminta pendapat mereka.

“Setuju!” jawab Minhyuk dan Krystal bersamaan.

Kajja! Ayo kita pergi,” ajak Yoona.

.we_got_married.

Setelah melalui hari yang cukup panjang, Jonghyun dan Yoona akhirnya tiba kembali di rumah mereka. Seperti biasanya, mereka langsung menghempaskan tubuh mereka bersandar pada sofa. Masing-masing menghela napas dengan pandangan yang tertuju pada langit-langit.

Yoona tiba-tiba tersentak seolah baru mengingat sesuatu dan memang ia baru saja mengingat sesuatu. Ini adalah peringatan setengah tahun mereka dan Jonghyun tidak mengucapkan apapun soal hal itu. Ia baru saja akan mengungkit hal itu lagi ketika Jonghyun tiba-tiba mengulurkan sesuatu padanya.

“Hadiah,” ucapnya sambil tersenyum penuh rahasia.

Jonghyun menegakkan posisi duduknya dan menghadap Yoona. Lelaki itu meraih tangan Yoona dan meletakkan sesuatu disana. Yoona terbelalak ketika melihat benda apa yang ada di tangannya saat ini. Sebuah gembok yang ia yakini berasal dari Namsan Tower, tempat yang mereka kunjungi tadi.

“Kau membelinya?” Yoona mengamati gembok itu. Di gembok itu tertulis ‘Lee Jonghyun-YoonA, half-year anniversary.’

“Kau mengingatnya?” Yoona kembali bertanya, kali ini dengan suara lebih keras.

Keureom! Tentu saja! Kau pikir aku lupa?” Jonghyun menambahkan sambil terkekeh jahil.

Yoona: Aku sudah menduganya! Aku tahu ia mengingatnya. Ia hanya pura-pura lupa dan tidak peduli. Ia selalu saja seperti itu. Tidak apa, aku menyukainya.

“Kenapa kau tidak memberikannya saat di Namsan Tower?” tanya Yoona.

“Kau kan sudah sibuk dengan gembokmu sendiri.” Jonghyun membalas santai.

“Kau kan bisa menggantungkan gembokmu sendiri disana,” ujar Yoona.

“Kau mau mengajakku berdebat?”

“Tidak. Baiklah, ayo kita hentikan.”

Jonghyun tersenyum kecil ketika Yoona kini tidak membahas hal tersebut lagi.

“Kemarilah.” Jonghyun memanggil Yoona untuk mendekat padanya.

Mwo? Ada apa?” Yoona bergerak mendekat dengan kening berkerut.

“Kemarikan telingamu. Ada yang ingin kukatakan,” lanjut Jonghyun.

Yoona mendekatkan wajahnya supaya Jonghyun bisa berbisik di telinganya. Tetapi ketika ia semakin mendekat, tiba-tiba Jonghyun mengecup pipinya, dan membuatnya tersentak kaget.

Happy half-year anniversary,” bisik Jonghyun jahil.

YA! Lee Jonghyun!” Yoona menyerang Jonghyun dengan pukulan ringan yang bertubi-tubi ke lengan lelaki itu. Semburat merah muncul di wajahnya dan membuat Jonghyun tertawa puas.

TO BE CONTINUED

PREVIEW EPISODE 25 – DATE IN CHINA

Tahun ini MBC kembali mengadakan Korean Music Wave di Beijing. Sebagai salah satu grup papan atas di Korea Selatan, SNSD dipastikan akan tampil dalam acara itu, begitu pula dengan CNBLUE. Kesibukan menjelang acara itu membuat Jonghyun dan Yoona tidak bisa bertemu.

Pertemuan pertama mereka setelah hampir sebulan lebih berpisah terjadi di Beijing, saat acara konferensi pers berlangsung.

“Apa yang terjadi dengan kedua matamu?” Yoona bertanya kaget ketika melihat Jonghyun dengan kacatama hitamnya.

Gwanchanha. Tidak apa-apa. Jangan khawatir,” balas Jonghyun.

“Kau tahu kan, tanggal 22 Oktober kemarin—kau tahu hari apa kan?” Yoona berkata lambat-lambat.

Eoh. Hari Rabu,” jawab Jonghyun santai.

YA!”

Jonghyun : Tanggal 22 Oktober adalah peringatan 300 hari kami. Tentu saja aku mengingatnya! Apa kalian meragukanku? Sayang sekali di hari itu baik Yoona maupun aku memiliki jadwal lain. Kurasa menggantinya dengan kencan di Beijing tidak ada salahnya bukan?

Yoona : Kencan? Di Beijing? Kurasa tidak ada salahnya (tertawa)

.we_got_married_.

Author’s Note : Untuk chapter ini, aku bener-bener cari banyak banget inspirasi. Mulai dari nonton WGM YongSeo, JoonSeo, Taeun buat inspirasi taman hiburan sampe EXO Showtime buat inspirasi rumah hantu. Jadi jangan heran kalau ada kemiripan. Hehehe. Pada kenyataannya, Yoona emang nggak takut naik roller coaster, bahkan bisa dibilang dia suka. Kalo yang lain sih sebenernya kurang tau. Karena kekurangtahuan aku itu, jadi waktu aku nulis chapter ini, karakter mereka ngalir gitu aja. Mohon dimaafkan kalau ada kesalahan ^^

Happy new year! and review please? ^^

Advertisements

35 thoughts on “We Got Married: Episode 24 (Double Date II)

  1. yeaaayyy akhirnya setelah sekian lama penantian, chapter ini di release jugaaaa.. >_<
    Aaakkkk skrg jd ga sabar nunggu chapter selanjutnyaaaaaaaaa..
    fighting kakkk ^^

  2. huwoooooooooooo…
    chapter ini muncul juga akhirnya dipermukaan..
    ya ampuuuuunn..
    mereka double date seru banget..
    ahahahahaa, aku juga ud mikir kesana, ttg rumah hantu.
    ternyata emg terinspirasi dr rmh hantu exoshowtime..
    eniwey, minhyuk sm krystall sweet deh..
    aku jd slh fokus, jonghyun sm yoona agk terlupakan olehku..
    hahhahahaaa..
    oke, chapter selanjutnya jgn lama yaaa…~~
    ^^

  3. Daebakk
    Makin keren thor
    Makin seru
    Momennya sweet bnget
    Hahaha
    Jonghyun oppa cemburu bnget
    Pdhl dongsaeng sendiri
    Yoona eoni emg goddes
    D tnggu chap slnjtnya
    Hwaiting 😀
    Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

  4. akhirnya nongol jga ni ff..udh hmpir lupa sma.ceritanya….woowwww makin seruuu..yoong emg cuek …lucu bgt pas dtmna bermain..wkwkwkwk..dtggu klnjutannya

  5. Happy new year Chingu,,,,
    akhir ny setelah sekian lama,WGM DeerBurning comeback,,yeeeii tetep seru,dan malah makin seru nih,,kocak banget mereka di tempat bermain,,jadi pengin ikutan kencan begitu,iri….
    next chap waaa bikin ga sabar,,kalo ga salah aku inget tuh yg Jonghyun pake kaca mata,karna sakit mata kan,,,kekeke,,,di ledekin Yoona ga yaa

  6. Finally di post jg lanjutan ff ini huaaa
    Sempet lupa sama eps sebelumnya dan akhirnya baca dulu eps 23 baru baca ini dan aaaaa 2 couple ini favorite aku bgt aaaaaa

    Jongyoon teruskan kisah manis kalian hihi

  7. akhirx update juga,,, q udah nunggu lammmmaaaaaaa bgt thor… hhhh… lanjut thorbuat moment merka tmbah romantis,,, fighting

  8. Wahhh ternyata yoona lebih pemberani hahaha
    Next chapter moment yoona jonghyun lebih so sweet lagi ya thor kalo bisa ada kiss scene
    Keep writing

  9. gak nyangka ff ini terus di lanjut.. wow!
    makin panjang, puas deh bacanya^^
    next next next quickly!!

    btw bikin ff baru dong thor, marriage life chapter.. boleh? hahah figthing!

  10. yeay akhirnya update juga 😀
    ternyata Yoona itu pemberani sekali bahkan lebih berani dari Jonghyun.. tapi Jonghyun jahil banget pakai acara cium pipi segala 😀
    heuw part ini keren banget thor.. ditunggu next partnya yaaaaa ^_^

  11. So sweat thor ☺
    Lagi kangen sma couple ini eh gak taunya author udah update,jadi kebalas dech kangen nya
    Minstal couple juga manis smpe senyum” gaje waktu bacanya
    Nextnya ditunggu ya thor,😀

  12. aaaaaaaaaa……….
    daebakkkkkk….
    akhirnyaaaa, setelah sekian lama… deerburning muncul jg ke permukaan,,,, *apaseehhh..
    jadi terobati deh, karna ff deerburning lagi jarang banget…
    hampir keseringan buka webnya deerburning…
    ceritanya kereenn, bikin senyum2 sendiri, apalgi ditambah #hyukstal..
    di prescon Yoona sempet ngetawaiin si Jjoong tuhh,.. #hahahahaahhaaaa #niat banget lagi ngetawain.nya…
    please,.. tambah moment sweet lagi + ada moment dimana Jjoong nyanyiin lagu buat Yoong + ada sweet kiss for they…
    *delulu : mereka pakai sepatu yang samaan… heheheh
    di cover terbarunya SN**, nah Jjong juga pakai sepatu itu di konser FNC Kingdom…
    kebanyakan ini nih kayanya,,, nanti isi peerutnya krystal beneran keluar lagi… heheheh/// wookeehhh
    keep wait for next chapter,,,
    fighting!

  13. Ooo gt yah knp para pasangan pd suka kencan di taman bermain…hihihi bang jongie takut ya nail roller coaster….ditunggu update an ny ya..

  14. Akhirnyaaaaaa di release juga………………..lama nunggunyaaaa…….bagus banget…………ditunggu yaa kelanjutanyaaa,,,,,,,,,,,,,

  15. Unnie…ceritanya bgs bgt. Udh pw banget bacanya. Gomawo unnie! ep 25 blm ada y ?udh gk sabar bgt nih ><
    Oh iya,unnie aku menyarakan klo bnykin adegan romantis(gk mikir macam "kok? sma jeoulusnya dong.Jonghyun oppanya kyk mrh ato cemburu gtu sma Yoona.Hehehe
    Gomawo unnie! Ajja! Ajja! Fighting!

  16. Daebak authornim ceritanya tambaj seru aja, emang YoonA tuh ada ke takut ya wahana yg menurut org lain mengerikan dia malah seneng hahahahah pokoknya TOP deh bisa nhelanjutin gf sampai eps sepanjang ini idenya ngalir terus seperti air semoga nex chap nya juga cepat di punlis ya thor tapi sepertinya aku bacanya lum smua nih hihi jd ijin tuk baca2 yg sebelumnya ya thor gomawo and fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s