Waiting for You

yoonhaewaitingforyou

Title :

Waiting for You

Casts :

Im Yoon Ah | Lee Dong Hae

Another appearance from Super Junior, SNSD, EXO, SMTOWN

Rating : PG15+

Author’s Note :

This is my first YoonHae fanfic! Tepatnya FF YoonHae pertama yang akhirnya berhasil selesai. Alasan utama kenapa akhirnya aku bikin FF ini adalah, because I miss Donghae so much! Dan setelah beberapa kali nyari-nyari YoonHae moments, my YoonHae feel is back! They’re my first OTP afterall. Hope you’ll enjoy this fanfic! #WaitingForDonghae

.

 

Yoona berdiri mematung di depan sebuah restoran dekat gedung S.M. Entertainment. Ketujuh member SNSD lainnya memasuki restoran satu per satu, tetapi Yoona sama sekali tidak beranjak dari tempatnya. Ia hanya memandangi pintu restoran sambil menggigit bibir bawahnya.

“Yoona, kenapa kau berdiri saja disitu? Ayo masuk!” Yuri membuyarkan lamunan Yoona.

Ketika visual SNSD itu tidak juga bergerak, Yuri mulai menarik tangan Yoona dengan tidak sabar.

Eonni!” Yoona memegang tangan Yuri, menghentikan gadis yang lebih tua itu untuk menarik tangannya.

Yuri menyadari suara Yoona yang gemetar dan berhenti melangkah.

“Aku mengerti, Yoong. Aku tahu apa yang ada di pikiranmu saat ini. Aku tahu apa yang kau rasakan.” Yuri merangkul Yoona dan mengusap lembut pundak sahabatnya.

“Kalau kau tidak mau masuk, kau boleh pulang. Aku akan bilang pada yang lainnya kalau kau tidak enak badan,” tawar Yuri.

Aniyeyo. Tidak apa-apa, eonni. Aku hanya—kurasa aku hanya gugup,” ujar Yoona.

“Baiklah. Kalau begitu, kajja! Ayo masuk.” Yuri menggandeng tangan Yoona dan menuntunnya masuk ke dalam restoran.

Suasana di dalam restoran terlihat sangat ramai. Tidak terlihat pengunjung lain selain artis S.M.E. Tentu saja, karena malam ini restoran tersebut disewa khusus untuk artis S.M.E. BoA, DBSK Changmin, Super Junior Siwon dan Kyuhyun terlihat duduk bersama di salah satu meja. Beberapa anggota Super Junior lainnya duduk bersama member SHINee dan EXO. Member SNSD lainnya sudah tersebar ke seluruh penjuru, bergabung bersama koleganya.

Di sudut lain, tampak Super Junior Donghae duduk bersama SHINee Jonghyun, f(x) Amber serta EXO Sehun dan Chanyeol. Sehun tampak mengaitkan lengannya pada Donghae seolah enggan melepaskan hyung kesayangannya selain member EXO itu. Wajar saja, karena malam ini mereka sedang mengadakan pesta ulang tahun sekaligus pesta perpisahan untuk Donghae yang besok akan menjalani wajib militer hingga dua tahun ke depan.

Hyung bogoshipeoyo. Belum apa-apa aku sudah merindukanmu. Siapa yang nanti akan menemaniku bermain?” Sehun sedari tadi terus mengeluarkan gumaman-gumaman yang terdengar seperti setengah merengek pada Donghae.

Aigo, Oh Sehun! Kau ini seperti anak kecil saja.” Chanyeol menggelengkan kepalanya melihat perilaku maknae grup-nya itu.

Sehun hanya menatap Chanyeol dan menjulurkan lidahnya sebelum kembali menggumamkan rengekannya pada Donghae yang hanya tertawa.

“Oh! Yuri noona! Yoona noona!” Sehun tiba-tiba menegakkan posisi duduknya ketika melihat dua personil SNSD itu berjalan memasuki ruangan.

Yuri berjalan ke arah mereka dengan Yoona mengikuti di belakangnya.

Saengil chukhahaeyo, oppa!” ucap Yuri sambil ber-high five dengan Donghae. “Aku masih tidak percaya kau memilih hari ulang tahunmu untuk pergi. Kau benar-benar penuh dengan kejutan.”

Donghae tertawa kecil menanggapi Yuri, akan tetapi kedua matanya jatuh pada gadis yang masih berdiri beberapa meter di belakang Yuri.

“Yoona noona!” Sehun memanggil Yoona dan melambaikan tangannya, meminta gadis itu untuk duduk di sampingnya setelah mengusir Chanyeol yang semula duduk disana.

Yoona terlihat bimbang sesaat sebelum akhirnya tersenyum dan duduk di samping Sehun. Ia lalu menghadap Donghae dan melihat bahwa lelaki itu sudah menatapnya sejak tadi.

Saengil chukhahaeyo, oppa,” ucap Yoona pelan.

Gomawo, Yoona-ya,” balas Donghae sambil tersenyum.

“Yoona-ya! Yuri-ya! Aku baru melihat kalian! Kupikir kalian tidak datang.” Siwon menyapa Yoona dan Yuri sembari memberikan ponsel nya pada Donghae.

“Leeteuk hyung menelepon. Katanya ia tidak bisa menghubungimu. Kau pasti mematikan dering ponsel mu lagi kan?” jelas Siwon.

Donghae menunjukkan cengiran polosnya sambil mengambil ponsel Siwon selagi yang empunya duduk di samping Yuri.

Yeoboseyo, hyung.”

Ya! Lee Donghae! Untuk apa kau memiliki ponsel jika orang lain tidak bisa menghubungimu, eoh?” Suara Leeteuk yang saat ini berada di Switzerland terdengar kesal, tetapi Donghae hanya tertawa.

Mianhaeyo, hyung. Maaf, aku mematikan dering ponselku, jadi aku tidak tahu kau menelepon,” ujar Donghae sambil mengecek ponselnya. Benar saja, ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Leeteuk.

“Hae-ya, saengil chukhahae. Mianhae, hyung tidak bisa bersamamu saat ini. Aku juga minta maaf karena aku tidak bisa mengantarmu besok—“ Leeteuk terdiam selama beberapa saat.

Hyung! Kau menangis?” Donghae melebarkan kedua matanya terkejut ketika menangkap suara sesenggukan di seberang sana.

Ya! Aku tidak menangis! Aish, kau ini!” Leeteuk mengelak, tetapi getaran pada suaranya tidak bisa membohongi Donghae.

Ya! Lee Donghae! Jaga dirimu baik-baik, eoh? Lakukan tugasmu dengan baik dan kembalilah dengan selamat, araseo? Kau mengerti?” Suara Leeteuk kembali terdengar seperti biasanya.

Araseoyo, hyung. Kau tidak perlu khawatir. Aku akan kembali dengan selamat untukmu,” sahut Donghae yang tidak bisa menahan tawanya.

Donghae baru akan mengembalikan ponsel Siwon setelah Leeteuk memutuskan sambungan telepon ketika ia melihat kembali layar ponsel Siwon dan menyadari apa yang sedang lelaki itu lakukan sebelum Leeteuk menelepon.

Ya! Choi Siwon, apa yang sedang kau lakukan?” Donghae menatap Siwon dengan pandangan aneh. Yuri yang juga melihat layar ponsel Siwon langsung tertawa.

“Mengedit fotomu untuk ku posting di instagram besok,” jawab Siwon santai sambil menerima ponselnya kembali.

“Kau benar-benar orang aneh,” komentar Donghae sambil menggelengkan kepalanya.

Beberapa saat kemudian, Sooyoung, Hyoyeon, dan Yesung bergabung di meja mereka, sementara Jonghyun dan Amber kini bergabung bersama Changmin dan Kyuhyun yang—entah apa yang mereka lakukan—membuat tertawa orang-orang di sekitar mereka.

“Sehun-ah, kau mengantuk?” Yoona menyadari Sehun berkali-kali mengedipkan kedua matanya. Jelas bahwa kedua kelopak matanya mulai terasa berat, tetapi ia tetap berusaha untuk terjaga.

Aniyeyo, noona. Aku tidak mengantuk,” elak Sehun, hanya saja kedua matanya mengkhianatinya dengan kembali terpejam.

Donghae yang juga menyadari bahwa Sehun tertidur segera menoleh melihat pemuda yang masih bergelayut di lengannya itu. Ia tersenyum dan membenarkan posisi duduk Sehun supaya dongsaeng-nya itu bisa tidur dengan nyaman.

Yoona menatap Donghae yang sedang mengurus Sehun. Seulas senyum muncul di wajahnya tanpa ia sadari, tetapi senyum itu hilang ketika Donghae tiba-tiba mengangkat kepalanya dan mereka bertemu pandang. Donghae terus menatapnya dan tatapannya itu seolah mengunci Yoona, membuat gadis itu tidak bisa bergerak ataupun mengalihkan pandangan. Mereka hanya saling menatap tanpa mengucapkan sepatah kata-pun, tetapi masing-masing seperti mengerti isi pikiran yang lain.

Aigo, Sehun sudah tertidur? Kurasa aku harus memanggil Suho hyung.” Suara Chanyeol menyadarkan baik Yoona dan Donghae. Keduanya segera mengalihkan pandangan masing-masing ke tempat lain.

Yoona kemudian berdiri dari tempat duduknya, mengundang tanya dari yang lainnya.

“Aku mau ke toilet sebentar,” pamitnya, lalu tanpa menunggu balasan dari yang lain, ia segera berjalan menuju toilet.

Yoona menatap pantulan wajahnya sendiri di cermin yang ada di toilet. Ia memegangi dadanya yang entah mengapa terasa sesak sejak tadi. Ia ingin bicara pada Donghae, tetapi suaranya seperti tidak bisa keluar setiap kali ia berhadapan dengan lelaki itu.

Yoona menghembuskan napasnya. Biar bagaimanapun, ia harus bicara pada Donghae. Ia tidak mungkin melewatkan malam ini tanpa bicara pada Donghae sementara lelaki itu akan berangkat melaksanakan kewajibannya pada negara besok. Hanya saja saat ini perasaannya terlalu kalut. Masih terasa sulit baginya untuk melepaskan Donghae. Mereka baru saja kembali bersama selama beberapa waktu dan sekarang laki-laki itu sudah harus pergi.

Setelah merasa lebih tenang, Yoona berjalan keluar dari toilet dan menemukan Donghae sedang menunggunya tidak jauh dari depan pintu toilet, bersandar pada dinding dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celananya. Laki-laki itu sengaja mengikutinya. Sama dengan Yoona, Donghae juga merasa bahwa ia perlu bicara pada gadis itu.

Donghae tersenyum ketika melihat Yoona menghampirinya. Ia mengulurkan tangannya, menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi dahi Yoona dan mengecup keningnya.

“Kau terlihat aneh malam ini. Apa kau baik-baik saja?” tanya Donghae.

Yoona menatap Donghae, memperhatikan setiap garis wajah lelaki itu, berusaha memasukkannya ke dalam memorinya, memastikan bahwa ia akan mengingat laki-laki itu dengan baik. Donghae sudah memotong rambutnya sampai hampir habis, tetapi tentu itu tidak mengurangi ketampanannya.

“Aku tidak akan mengantarkan oppa besok. Aku—kurasa aku tidak akan sanggup—“ Yoona mengeluarkan suaranya, berusaha keras mengaturnya supaya tidak terdengar bergetar. Ia tidak ingin membuat Donghae khawatir apalagi sedih.

Gwaenchanha. Tidak apa-apa.” Donghae menganggukkan kepalanya, memastikan pada Yoona bahwa ia mengerti.

Donghae meraih kedua tangan Yoona dan menggenggamnya erat. Ia menatap Yoona dalam-dalam. Sorot matanya kali ini terlihat serius.

“Yoona-ya, kau tidak perlu menungguku kalau kau mau. Kau boleh—“

Aniyeyo, oppa!” Yoona memotong ucapan Donghae. “Kita sudah membahasnya dan aku akan tetap menunggumu.”

“Yoona-ya, kau tahu kan dua tahun bukan waktu yang sebentar dan—“

“Kau sudah menungguku selama dua tahun ini, oppa. Kini giliranku untuk menunggumu,” ucap Yoona.

Berkali-kali menjalani hubungan putus-nyambung bersama Donghae membuat Yoona menyadari bahwa pada akhirnya, mereka akan kembali bersama. Menjalin hubungan dengan Lee Seung Gi selama hampir dua tahun rupanya tetap tidak mampu membuat Yoona melupakan Donghae. Pada akhirnya, Donghae-lah satu-satunya pria yang berhasil memenangkan hatinya. Begitu pula sebaliknya.

Donghae menarik Yoona ke dalam pelukannya. Ia membenamkan wajahnya ke pundak gadis itu, menghirup aroma yang menjadi candu untuknya, berharap ia bisa bertahan dengan mengingat aroma itu sampai waktunya ia bisa kembali memeluk gadisnya.

“Aku takut jika aku mengucapkannya terlalu sering, maka kata-kata ini akan kehilangan maknanya. Tetapi aku tidak pernah bisa menahan diriku untuk tidak mengatakannya setiap kali aku bersamamu. Kurasa ini adalah salah satu caraku untuk menunjukkan betapa besar cintaku padamu. Saranghaeyo, Yoona-ya. Neomu neomu saranghaeyo.”

Donghae melonggarkan pelukannya setelah ia menyelesaikan kalimatnya, tetapi Yoona kembali menariknya dan menutup jarak di antara mereka dengan menempelkan bibirnya pada bibir lelaki yang kini genap berusia 29 tahun itu. Donghae awalnya terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Yoona, tetapi tidak butuh waktu lebih lama dari satu detik baginya untuk membalas ciuman Yoona. Seluruh emosi yang sedang mereka rasakan seolah tersalurkan melalui ciuman yang mereka bagi saat ini.

“Kau akan mengunjungiku jika sedang liburan?”  tanya Yoona.

Donghae menempelkan dahinya pada dahi Yoona. “Tentu saja. Apa kau akan sering-sering mengunjungiku?”

“Hhmmm…. Aku harus melihat jadwalku terlebih dulu, dan juga meminta ijin pada manager oppa, dan—“

Ya!”

Yoona tertawa ketika melihat ekspresi Donghae. Ia akan sangat merindukan lelaki yang masih memeluk pinggangnya erat, seolah tidak ingin melepaskannya.

“Tentu saja. Aku pasti akan mengunjungimu. Aku juga akan mengajak yang lainnya nanti,” jawab Yoona.

“Berjanjilah padaku kau akan menjaga dirimu baik-baik dan kembali dengan selamat dan sehat,” kata Yoona lagi.

“Aku berjanji,” balas Donghae. “Aku akan kembali untukmu.”

Yoona mendengus tertawa. “Pembohong! Aku tadi jelas mendengar kau mengatakan pada Leeteuk oppa bahwa kau akan kembali untuknya.”

“Aish, kau ini—“ Donghae mendecakkan lidahnya kemudian ikut tertawa bersama Yoona.

Saengil chukhahaeyo. Aku akan menunggumu sampai kau kembali, oppa,” ucap Yoona.

Gomawo, Yoona-ya. Aku pasti akan kembali untukmu,” sahut Donghae sambil kembali mengecup kening Yoona.

THE END

Serve well and come back safely, Lee Donghae!

 

Advertisements

14 thoughts on “Waiting for You

  1. u.u jdi tambah baperr…. author bgus bgt crta.a mdh2 ini jdi real life mrka.. smga ada kbr baik buat yoonhae stlh hae oppa slsai wamil nnti aamiin…

  2. aku tambah baper, tapi makasih eon;* dengan adanya ff eonni kangen ku terobati, apalagi tadi lihat videonya donghae sama shindong nyanyi sorry sorry di acaranya camp militer^^

  3. Pas bagian nyatuin dahi….
    Oh my.. sweet banget ikan badut apalagi ngebayangin dia udah gundul gitukan duh manly abiiis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s