Some – #MonthsOfLove (February)

some

Some

A fanfiction by Felicia Rena

Oneshoot – 1136 words

Super Junior Kyuhyun & Red Velvet Seulgi

For projects Months of Love – February

Song of the month : Some by Soyu ft. Junggigo.

.

.

Seulgi berkali-kali menggelengkan kepalanya mendengar obrolan teman-temannya. Besok adalah hari Valentine, dan seperti kebanyakan gadis-gadis pada umumnya, teman-temannya pun sibuk membicarakan coklat seperti apa yang akan mereka berikan pada kekasih mereka ataupun laki-laki yang mereka sukai.

“Mana yang lebih baik menurutmu? Apa sebaiknya aku membuat coklatnya sendiri atau membeli coklat di toko saja?” Seungwan menyuarakan kebimbangannya.

“Tentu saja akan lebih berkesan kalau kau membuatnya sendiri. Ah! Tapi aku tidak berbakat dalam memasak!” sahut Jinri.

“Kau bisa mempelajarinya dalam waktu cepat kok. Membuat coklat tidak sesulit yang kau bayangkan.” Naeun ikut menimpali.

“Kurasa aku akan membeli saja,” gumam Soojung di sisi lain.

Di tengah kehebohan teman-temannya, Seulgi menatap layar handphone-nya yang gelap. Ia terus memelototi benda persegi panjang itu seolah mengharapkan benda itu berdenting dan mengabulkan keinginannya. Ia menghembuskan napasnya, entah untuk yang keberapa kalinya.

Ya! Kang Seulgi!”

Seulgi terkesiap kaget ketika Soojung menggoyangkan bahunya. Ia melemparkan pandangan bingung ke sekitarnya dan melihat bahwa teman-temannya juga menatapnya dengan tatapan yang sama.

“Apa yang sedang kau pikirkan, Seulgi-ya?” tanya Naeun.

“Apa?” Seulgi masih mengerjap bingung. “Apa yang sedang kalian bicarakan?”

“Kami sedang membicarakan rencana kencan Naeun dan Taemin oppa sebelum kami menyadari kalau kau sudah terbang ke duniamu sendiri,” sahut Seungwan. Cengiran jahil muncul di wajahnya ketika ia melanjutkan. “Jadi katakan, apa rencanamu besok dengan Kyuhyun oppa? Kenapa kau terus menerus menatap handphone-mu seperti itu? Mengharapkan pesan darinya, eh?”

Ingin sekali rasanya Seulgi menyumpal mulut Seungwan dengan roti yang ada di meja. Bagaimana gadis itu bisa tahu bahwa Seulgi sedang menunggu pesan dari lelaki bernama Cho Kyuhyun? Walaupun Seulgi tentu tidak akan mengakuinya di depan teman-temannya.

Aniya! Aku tidak sedang menunggu apa-apa kok!” elak Seulgi.

“Jadi, apa rencanamu besok dengan Kyuhyun oppa?” Kali ini Seulgi ganti ingin menyumpal mulut Jinri yang mengulang pertanyaan Seungwan.

“Tidak ada. Memangnya kenapa aku harus punya rencana dengannya besok?” sahut Seulgi.

“Karena besok hari Valentine?” Soojung menatapnya dengan tatapan seolah Seulgi tidak bisa menjawab pertanyaan satu tambah satu sama dengan dua.

Exactly. Memangnya kenapa kalau besok hari Valentine? We’re just friends. Kami hanya teman. Jadi kami tidak harus punya acara di hari Valentine kan?” ucap Seulgi cepat. Ia mengakui dalam hatinya kalau ada perasaan sedih yang menyusup ketika mengucapkan kalimat ‘kami hanya teman’. Bolehkah ia berharap lebih?

Exactly,” ulang Seungwan. “Aku tidak tahu kenapa sampai saat ini kalian masih ‘hanya teman’.”

Aku juga tidak tahu mengapa, batin Seulgi.

“Mereka yang tidak tahu kisahmu tidak akan percaya jika kau dan Kyuhyun oppa hanya berteman,” kata Soojung.

Seulgi hanya mengangkat bahunya, tidak tahu harus menanggapi apa. Memang benar, hubungannya dengan Kyuhyun memang sulit untuk di definisikan. Mereka tidak memiliki status lebih tinggi dari ‘teman’, tetapi mereka juga tidak seperti ‘teman’ pada umumnya. Menurut Naeun, Seulgi dan Kyuhyun berada dalam hubungan tanpa status. Seungwan menyebutnya dalam bahasa yang lebih populer, ‘some’.

You like him, don’t you? Kau menyukainya kan?”

Seulgi menghela napasnya sebal. Ia yakin teman-temannya sudah terlalu mengenalnya untuk mengetahui sendiri jawabannya. Haruskah ia menjawabnya?

“Entahlah,” guman Seulgi. “Aku tidak tahu apa yang kurasakan. Yang aku tahu, aku ingin bangun setiap pagi dan melihat pesan darinya setiap pagi di handphone-ku. Aku ingin tidur setiap malam setelah mendengar suaranya dari telepon. Aku ingin—“ Aku ingin bisa memeluknya di tempat umum dan memamerkannya pada orang lain.

She likes him.” Soojung menarik kesimpulannya. “Tell him, then.”

Kini giliran Seulgi yang menatap Soojung dengan tatapan aneh.

What? Apa?” tanya Soojung. “You don’t want to lose him, don’t you? Kau tidak mau kehilangannya kan? Kalau begitu katakan perasaanmu padanya sebelum kau didahului orang lain. Apa kau tidak tahu kalau banyak gadis-gadis lain yang mengantri untuk Kyuhyun oppa?”

Seulgi menggelengkan kepalanya ngeri, tetapi ia terlihat berpikir keras. Entah apa yang ada dalam pikirannya.

“Kau punya waktu malam ini untuk mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya. Besok hari Valentine! Kau tidak akan tahu berapa banyak cokelat dan pengakuan cinta yang akan ia dapatkan besok,” ujar Seungwan setengah berbisik.

“Kenapa kau berbisik seperti itu?” Seulgi menatap bingung sahabatnya.

“Karena oppa-mu sudah menjemputmu! Lihat! Ia berjalan ke arah kita!”

Seulgi menoleh dengan cepat dan mendapati Kyuhyun tersenyum ke arahnya.

“Apa aku mengganggu kalian?”

.

These days, it feels like you’re mine, it seems like you’re mine but not
It feels like I’m yours, it seems like I’m yours but not
What are we? I’m confused, don’t be aloof

(Some – Soyou feat JunggiGo)

.

Seulgi lebih banyak diam dalam perjalanannya pulang bersama Kyuhyun. Sesekali ia akan melirik Kyuhyun yang sibuk dengan kemudi mobilnya.

Belakangan ini Kyuhyun nampak berbeda. Ia lebih sering menghubungi Seulgi daripada sebelumnya. Ia juga berkali-kali menawarkan diri untuk menjemput Seulgi setiap kali gadis itu ada diluar, entah pulang kuliah atau kumpul bersama teman-temannya seperti hari ini. Lelaki itu juga nampak lebih perhatian daripada sebelumnya. Semua hal itu membuat Seulgi merasa bingung. Ia terus memikirkan makna dibalik perubahan sikap lelaki itu terhadapnya.

Bukan sekali dua kali Seulgi berpikir bahwa mungkin Kyuhyun menaruh perasaan padanya. Tetapi disaat ia mulai berharap, sikap Kyuhyun akan kembali seperti biasanya. Cuek dan semena-mena. Jelas perubahan itu membuat Seulgi semakin bingung. Di satu sisi ia merasa ada yang berubah dalam hubungan mereka, tetapi di sisi lain nampaknya tidak ada yang berubah. Sometimes it feels like he’s mine, but he’s not.

“Apa kau ada acara besok?” Pertanyaan Kyuhyun yang tiba-tiba mengagetkan Seulgi yang sedari tadi masih tenggelan dalam pikirannya sendiri.

“Tidak ada. Waeyo? Kenapa? Apa oppa mau mengajakku kencan?” balas Seulgi.

“Oh! Bagaimana kau bisa tahu kalau aku mau mengajakmu kencan?” Kyuhyun pura-pura terkejut.

Seulgi mengerjapkan kedua matanya kaget karena Kyuhyun tidak mengelak seperti biasanya. Tetapi melihat Kyuhyun yang mulai tertawa, Seulgi menyadari bahwa Kyuhyun tidaklah mungkin serius. Ia menghembuskan napasnya, entah mengapa merasa sedikit kecewa.

Araseoyo. Memangnya oppa mau mengajakku kemana?” tanya Seulgi.

“Rahasia,” sahut Kyuhyun dengan seringainya yang biasa. “Aku tidak akan memberitahumu.”

Seulgi mendecakkan lidahnya mendengar jawaban Kyuhyun. “Kalau oppa tidak mau memberitahuku, aku tidak mau pergi dengan oppa,” ujar Seulgi seraya menjulurkan lidahnya ke arah Kyuhyun.

“Benarkah? Kau yakin tidak akan menyesal jika menolak tawaranku?” kata Kyuhyun, masih dengan seringainya yang menyebalkan.

Seulgi mengerucutkan bibirnya. Mereka sudah sampai di depan rumah gadis itu. Kyuhyun bergegas turun dan setengah berlari ke sisi Seulgi untuk membukakan pintu mobil untuknya. Satu hal yang tidak biasanya dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun.

Seulgi turun dari mobil dan berbalik menghadap Kyuhyun.

Oppa memang menyebalkan!” desisnya.

Kyuhyun terkekeh dan mengangkat tangannya untuk mengacak rambut gadis itu.

“Masuklah,” ucap Kyuhyun.

Seulgi menganggukkan kepalanya dan melambai ke arah Kyuhyun. Ia baru saja berbalik ketika Kyuhyun memanggilnya. Ia melihat Kyuhyun tersenyum. Benar-benar tersenyum. Bukan seringai menyebalkannya yang biasa.

“Aku akan menjemputmu besok jam lima sore. Kau harus sudah siap saat itu,” ujar Kyuhyun. Ia tersenyum lagi dan membalikkan tubuhnya. Lalu seolah seperti teringat akan sesuatu, ia kembali menghadap Seulgi yang masih menatapnya.

“Ah, don’t forget. It’s a date.”

Seringai khas Kyuhyun kembali muncul sebelum laki-laki itu berbalik meninggalkan Seulgi yang masih mematung sambil memegangi knop pintu rumahnya dengan jantung yang tiba-tiba berdegup kencang.

Mungkin sudah waktunya mereka memberikan tanda yang jelas dalam hubungan some ini.

Can I call you mine? You’re mine, oppa.” Seulgi tersenyum menatap tempat kosong yang ditinggalkan oleh Kyuhyun sebelum masuk ke dalam rumahnya.

END

Advertisements

One thought on “Some – #MonthsOfLove (February)

  1. Great job for the author!! Sepanjang baca ff ini selalu senyum senyum sendiri sambil dengerin lagu some 🙂 Suka cara author bikin ending dari cerita ini, bikin degdegan sendiri dan penasaran ingin tau cerita pas lg date nyaaa^^ Kalo authornya berbaik hati bikin lanjutan cerita ini, aku bakal dengan senang hati bacanyaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s