Two of Us – #MonthsOfLove (January)

twoofus2

Two of Us

A fanfiction by Felicia Rena

Ficlet – 878 words

EXO’s Kai-Kim Jongin & AOA’s Seolhyun

For projects Months of LoveJanuary

Song of the month : The Little Prince by Ryeowook.

.

.

2000

Jongin menatap ibunya dari balik jendela. Di luar sana, ibunya sedang mengobrol dengan seorang wanita yang sepertinya baru saja pindah ke rumah kosong di sebelah rumah mereka. Namun bukan ibunya yang menjadi perhatian Jongin, melainkan gadis kecil yang berdiri di sebelah wanita yang mengobrol dengan ibunya. Gadis itu berambut hitam panjang dan terlihat sangat cantik.

Jongin mungkin akan terus berada disana, memperhatikan gadis kecil itu dari balik jendela rumahnya jika saja gadis kecil itu tidak tiba-tiba menolehkan wajahnya ke arah Jongin. Terkejut, Jongin langsung menunduk dan berharap gadis itu tidak melihatnya.

Pelan-pelan Jongin menegakkan tubuhnya, bermaksud kembali mengintip melalui jendela. Betapa terkejutnya Jongin ketika melihat sepasang mata balas menatapnya dari balik jendela. Ia melompat mundur dan berteriak. Gadis kecil itu balas menatapnya polos dari balik jendela. Mereka hanya saling menatap selama beberapa saat sebelum akhirnya gadis itu mengulum senyum dan tertawa.

Jongin tidak pernah merasakan jantungnya berdegup begitu kencang seperti saat ini. Ia memberanikan diri melangkah keluar rumahnya dan mendapati gadis kecil itu tidak beranjak dari tempatnya, seolah menunggu Jongin menghampirinya. Jongin melirik sekilas ke arah ibunya yang masih sibuk mengobrol dengan ibu gadis itu.

Jongin menghampiri gadis kecil yang masih menatapnya sambil tersenyum. Setelah sesaat merasa ragu, Jongin mengulurkan tangannya.

“Hai,” sapa Jongin yang tidak bisa menyembunyikan kegugupannya. “Namaku Kim Jongin.”

Gadis itu menatap Jongin dengan kedua bola matanya yang bulat dan tersenyum lebar seraya menyambut uluran tangan Jongin.

“Namaku Kim Seolhyun. Banggapseumnida! Senang berkenalan denganmu.”

.

2010

Oppa!”

Jongin menoleh sambil tersenyum mendengar suara yang memanggilnya. Ia melihat Seolhyun berlari ke arahnya. Gadis itu memakai seragam SMA yang terlihat masih baru. Tentu saja, karena hari ini adalah hari pertama gadis itu menjalani kehidupan SMA.

“Kau sudah siap berangkat?” tanya Jongin.

Jongin satu tahun lebih tua dari Seolhyun. Ia sudah lebih dulu masuk SMA dan kini akan menjadi senior gadis itu.

“Tentu saja! Aku sudah tidak sabar untuk masuk SMA!” sahut Seolhyun dengan riang.

Jongin terkekeh melihat betapa bersemangatnya Seolhyun dan merasakan semangat juga mengaliri tubuhnya.

“Kalau begitu, kajja! Ayo kita berangkat. Kau pasti tidak mau terlambat di hari pertamamu masuk sekolah kan?” ujar Jongin.

“Tentu saja tidak! Kajja!”

.

2012

“Jongin-ah! Selamat atas kelulusanmu!”

Chukhahaeyo! Selamat, Jongin-ah!”

Sunbaenim, selamat atas kelulusannya!”

Jongin terus menerima ucapan selamat dari baik teman-temannya maupun para juniornya di sekolah. Namun, sejak tadi kedua matanya tidak fokus pada mereka yang mengucapkan selamat padanya. Kedua matanya sibuk mencari-cari sosok yang justru sedang ditunggunya untuk mengucapkan selamat.

“Sehun-ah, chankaman! Tunggu sebentar!” Jongin melimpahkan buket bunga dan ijasahnya ke dalam pelukan sahabatnya, Sehun.

Ya! Kau mau pergi kemana?” Sehun tidak sempat mendapatkan jawaban karena Jongin sudah melesat pergi begitu saja.

“Kim Seolhyun!”

Seolhyun menoleh dan tersenyum melihat Jongin yang terengah-engah karena berlari mengejarnya.

“Kau darimana saja? Aku mencarimu sejak ta—“

“Selamat atas kelulusanmu, oppa.” Seolhyun memotong ucapan Jongin sambil tetap tersenyum, namun Jongin bisa melihat bahwa mata gadis itu tidak ikut tersenyum.

Wae? Ada apa? Apa yang kau pikirkan?” tanya Jongin. Ia tahu bahwa sesuatu pasti sedang mengganggu pikiran Seolhyun, walaupun sebenarnya mungkin ia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu.

Seolhyun menggeleng pelan. “ Tidak apa-apa. Aku hanya—“ Seolhyun mengigiti bibirnya, ragu untuk melanjutkan kalimatnya, namun ia melihat Jongin menunggunya. “Aku sedih karena oppa akan pergi.”

Jongin menghela napasnya. Ia memang akan melanjutkan sekolahnya di perguruan tinggi yang ada di kota lain. Ia sendiri tidak ingin meninggalkan Seolhyun, tetapi ia harus melakukannya demi masa depannya. Seolhyun sendiri tahun depan juga akan melanjutkan ke perguruan tinggi, hanya saja ia mengincar perguruan tinggi yang berbeda dengan Jongin. Hal itu tentunya akan membuat mereka—untuk pertama kalinya dalam dua belas tahun terakhir—terpisah dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan.

Jongin maju selangkah mendekati Seolhyun dan menarik gadis itu dalam pelukannya. Seolhyun nampak terkejut dengan tindakan Jongin. Tubuhnya menegang selama beberapa saat, namun dengan cepat kembali rileks ketika Jongin mengusap kepalanya.

“Jangan sedih,” ucap Jongin. “Ini tidak seperti kita tidak akan bertemu lagi. Kita masih bisa bertemu saat liburan.”

“Tetap saja. Oppa tidak akan ada di sampingku jika aku membutuhkanmu—ani—kau tidak akan ada di sampingku seperti biasanya.” Seolhyun berujar lirih.

“Kau bisa menghubungiku kapan saja kau mau. Aku akan menemuimu setiap kali aku memiliki waktu, dan jika aku melakukannya, aku tidak peduli apa yang sedang kau lakukan, kau harus segera menemuiku!” kata Jongin.

Seolhyun tertawa kecil dalam pelukan Jongin. “Janji?”

Jongin mengusap pelan kepala Seolhyun sekali lagi, seolah meyakinkan gadis itu.

“Aku berjanji.” Ini bukan perpisahan. Kita tidak akan pernah terpisah.

.

The Little Prince said to me
It might be sad right now
But we’re never gonna be apart
That you’re going to want to laugh with me

(The Little Prince – Ryeowook)

.

2016

“Selamat tahun baru.”

Seolhyun melompat ke dalam pelukan Jongin ketika lelaki itu muncul di depan rumahnya.

“Kupikir oppa tidak akan pulang!” seru Seolhyun ketika ia melepaskan pelukannya.

“Tentu saja aku akan pulang. Bukankah aku sudah berjanji padamu untuk pulang setiap kali liburan?” balas Jongin. “Aku justru mengira kau yang tidak akan pulang liburan kali ini.”

Seolhyun mengerucutkan bibirnya. “Aku memang nyaris tidak bisa pulang, tapi mana mungkin aku melewatkan liburan ini tanpa pulang. Liburan ini adalah kesempatanku untuk bertemu oppa!”

Kai terkekeh sambil mengacak pelan rambut Seolhyun.

“Karena itu, cepatlah lulus. Aku menunggumu,” ujar Kai.

Seolhyun mengerjapkan kedua matanya bingung. “Menungguku? Untuk apa?” tanyanya polos.

Kai tertawa geli melihat kebingungan Seolhyun. “Aku akan memberitahumu jika saatnya sudah tiba,” sahutnya sambil tersenyum.

“Kapan?”

“Tunggu saja.”

Seolhyun mengerucutkan bibirnya dan membuat Kai tertawa gemas. Gadis itu menatap Kai dengan sebal sebelum akhirnya ikut tertawa bersama laki-laki itu.

END

A/N : Hai all! ^^ I’m coming back with another project, “Months of Love“. Untuk yang belum paham dan ingin tahu lebih lanjut soal project itu, bisa klik disini. FF bulan Januari ini terlambat banget di post karena bulan lalu lagi sibuk ambil data buat penelitian skripsi, akhirnya diputuskanlah untuk di post bersamaan dengan FF bulan Februari. Hehe.. Well, ini pertama kalinya aku menulis dengan cast Kai dan Seolhyun. Semoga di lain waktu aku bisa nulis lagi dengan cast mereka, dalam satu FF maupun FF lain.

Advertisements

One thought on “Two of Us – #MonthsOfLove (January)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s