Catch Me If You Can – #MonthsOfLove (April)

catchmeifyoucan

Catch Me If You Can

A fanfiction by Felicia Rena

Ficlet – 747 words

Super Junior Siwon & Miss A Fei

For projects Months of Love – April

Song of the month : Catch Me If You Can by Girls’ Generation

.

.

You’re staring at me as if it’s love at first sight
But I can’t accept you easily
My heart changes every minute, every second, without rest
You’ll be so anxious

(Catch Me If You Can – Girls’ Generation)

.

Fei bisa merasakan sepasang mata itu terus menatapnya sejak tadi. Jujur saja, tatapan mata itu membuatnya merasa tidak nyaman. Siapapun akan merasa tidak nyaman jika terus menerus ditatap seperti itu.

Ia melirik sekilas dan melihat Choi Siwon masih menatapnya dengan intens. Fei menghela napasnya. Ia tidak bisa berkonsenterasi dengan pekerjaannya jika pria itu terus menerus menatapnya seperti itu.

“Apakah kau tidak punya hal lain untuk dikerjakan, Choi Siwon-ssi?” Fei akhirnya mengeluarkan suaranya.

Saat ini mereka sedang berada di salah satu ruang meeting. Mereka adalah partner kerja dimana Fei sebagai seorang arsitek yang menangani pembangunan gedung baru milik Choi Siwon. Sejak awal pertemuan mereka, lelaki itu telah menunjukkan ketertarikannya pada Fei secara terang-terangan walaupun wanita itu tidak memberinya tanggapan apa-apa.

“Ada,” sahut Siwon ringan. “Tapi aku tidak akan bisa melakukannya tanpa persetujuanmu, Fei-ssi.”

Fei mengerutkan keningnya bingung. “Persetujuanku? Memangnya apa yang akan kau lakukan yang membutuhkan persetujuanku?”

Siwon tersenyum dan menjawab, “Makan siang bersamamu.”

Fei memutar bola matanya dan kembali menatap pekerjaannya. Ingin sekali rasanya ia melempar kepala pria itu dengan sesuatu. Fei cukup yakin ada yang tidak beres dengan otak pria itu. Berada satu ruangan bersama pria itu bisa membuatnya gila.

Tidak, Fei bukannya tidak menyukai Choi Siwon. Siapa yang tidak akan menyukai pria itu? Ia tampan, kaya, tinggi, pintar, dan memiliki kepribadian serta selera humor yang baik. Wanita manapun tidak mungkin sanggup menolak pesona seorang Choi Siwon. Akan tetapi sejak Siwon menunjukkan ketertarikannya pada Fei, wanita itu justru semakin menjaga jarak dengannya. Hal itu membuat Siwon semakin penasaran karena sebelumnya tidak pernah ada wanita yang menolaknya.

“Apakah kau selalu secantik ini?”

Pertanyaan Siwon membuat Fei menghela napasnya dan kembali meletakkan berkas-berkas yang sedang dibacanya. Ia menatap Siwon tajam sementara pria itu hanya balas menatapnya dengan tatapan tidak bersalah.

“Dengarkan aku, Siwon-ssi,” ujar Fei dengan sedikit penekanan pada kata-katanya. Kata-kata manismu tidak akan berguna untukku, jadi berhenti mengucapkan kata-kata seperti itu karena aku tidak akan pernah jatuh ke dalamnya.”

“Lalu apa yang harus kulakukan supaya kau mau makan siang denganku?” tanya Siwon sambil tetap tersenyum.

“Tidak ada,” tukas Fei.

Siwon tersenyum kecil. Sungguh, ia tidak pernah merasa penasaran pada seorang wanita sebelumnya. Kenapa wanita ini berbeda? Wanita itu terlihat berubah-ubah. Terkadang ia bisa bersikap manis, tetapi berikutnya ia bisa menjadi sangat galak dan sulit didekati. Perubahan itu membuat Siwon ingin mengenal Fei yang sebenarnya.

“Apakah kau selalu berubah-ubah seperti ini? Kau tadi menyambutku dengan ramah, tetapi sekarang kau memperlakukanku seperti ini?” tanya Siwon lagi.

Fei kembali meletakkan berkas-berkasnya dan menatap Siwon. Senyum kecil kini muncul di bibirnya.

“Aku memang selalu mudah berubah, Siwon-ssi. Kadang aku seperti ini dan kadang seperti itu. Saat ini aku menginginkan ini, dan detik berikutnya aku ingin yang lain,” kata Fei. “Karena itu, jangan membuang-buang waktumu karena aku bisa dengan mudah berubah pikiran.”

Siwon mengeluarkan tawa kecil. “Kau benar-benar menarik,” ucapnya.

“Aku menganggapnya sebagai pujian. Terima kasih,” balas Fei.

“Apa kau tahu kalau ucapanmu justru membuatku semakin tertarik padamu?” Siwon mencondongkan tubuhnya ke arah Fei dan menatap langsung kedua mata wanita itu.

Fei balas menatap Siwon. Wajahnya masih tanpa ekspresi. Fei memang selalu mudah berubah pikiran. Ia selalu tertarik akan hal-hal baru. Untuk memilih makanan saja ia harus menghabiskan waktu yang cukup lama karena pilihannya selalu berubah. Bagaimana dengan cinta? Bukannya Fei tidak pernah berkencan, hanya saja tidak pernah ada laki-laki yang bertahan satu minggu dengannya. Fei sangat mudah bosan dan menurutnya, semua laki-laki yang pernah ia kencani itu membosankan. Tidak, Fei juga bukan tipe yang suka mempermainkan laki-laki. Ia hanya belum menemukan orang yang tepat yang membuatnya merasa tertarik. Fei menyukai orang yang penuh kejutan dan ia harus mengakui bahwa Choi Siwon adalah pria yang penuh kejutan. Pria itu sangat berbeda dengan bayangan Fei akan pria kaya pada umumnya. Siwon tidak bersikap seperti seseorang yang memiliki segalanya, dan banyak hal yang membuat Fei terkejut akan kepribadian Siwon selama mereka bekerja bersama. Tetapi tentu saja, Fei tidak akan bertekuk lutut semudah itu.

Fei mendekatkan wajahnya ke arah Siwon sehingga kini wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja. Ia tersenyum miring dan mendekatkan bibirnya ke telinga Siwon.

Well then,” bisiknya, “catch me if you can.”

“Pekerjaanku sudah selesai. Aku mau pulang,” ucap Fei setelah ia menarik diri. Ia merapikan berkas-berkasnya dengan cepat dan melangkah meninggalkan Siwon yang masih memandanginya.

“Bagaimana dengan makan siangnya?” teriak Siwon ketika Fei akan meninggalkan ruangan.

Wanita itu hanya melambaikan tangannya tanpa menatap Siwon dan keluar ruangan. Siwon hanya tertawa melihatnya dan merapikan berkas-berkasnya sendiri.

I’ll catch you for sure, Wang Fei,” ucapnya riang. “Tunggu aku, aku pasti akan menangkapmu.”

-END-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s