Proposal – #MonthsOfLove (May)

deerburningproposal

Proposal

A fanfiction by Felicia Rena

CNBLUE Jonghyun & SNSD YoonA

For projects Months of Love – Mei

Song of the month : Propose Song by 4Men

.

Sequel from Wish.

.

ORIGINAL VIDEO

.

May 23, 2016

Jung Yonghwa mengangkat kedua alisnya menatap sahabatnya yang berjalan mondar-mandir di dalam kantornya. Sejak menginterupsi kantornya secara mendadak sekitar dua puluh menit yang lalu, Jonghyun tidak berhenti berjalan mondar-mandir sambil menggumamkan beberapa kata yang tidak dapat ditangkap artinya. Sepuluh menit kembali berlalu dan Yonghwa-pun akhirnya kehilangan kesabarannya.

“Bisakah kau duduk dengan tenang dan katakan padaku apa yang ingin kau katakan?” ucap Yonghwa.

Jonghyun akhirnya berhenti dan mengambil tempat duduk di seberang lelaki yang satu tahun lebih tua darinya itu sambil menggumamkan kata maaf.

“Jadi? Apa yang ingin kau katakan?” tanya Yonghwa setelah Jonghyun duduk.

Hyung, apakah aku harus melamarnya secara resmi atau mengadakan pesta kejutan ulang tahun untuknya?” Jonghyun langsung melontarkan pertanyaan yang sedari tadi berdengung di kepalanya tanpa jawaban.

Yonghwa mengerjapkan kedua matanya. “Kau tahu kan kalau kau bisa melakukan keduanya sekaligus. Adakan pesta kejutan ulang tahun untuknya dan kau bisa melamarnya disana,” jawabnya.

Jonghyun mendesah pelan. “Aku tahu. Tapi sejak tadi pertanyaan itu terus menerus ada di kepalaku.”

Yonghwa menggelengkan kepalanya. Ia bisa merasakan kegugupan yang dirasakan Jonghyun karena lelaki itu bahkan tidak berusaha untuk menyembunyikannya.

Hyung, menurutmu dimana sebaiknya aku melakukannya? Apakah aku harus melakukannya di sebuah kafe, restoran berkelas atau di taman yang banyak orang? Atau menyewa taman bermain?” Jonghyun kembali melontarkan pertanyaan berikutnya. “Lalu apakah sebaiknya aku memberinya bunga atau memberinya sebuah cincin?”

“Jonghyun-ah,” Yonghwa memulai, “yang bisa kukatakan adalah lakukan seperti biasa yang kau lakukan.”

“Jika kau bingung memikirkan tempat, lakukan di tempat dimana kau biasa menghabiskan waktu bersamanya atau tempat yang berkesan bagi kalian. Tidak perlu memaksakan untuk menyewa tempat,” tambah Yonghwa. “Masalah bunga atau cincin, tidak masalah kalau kau mau membawa bunga, tapi tentu saja jangan sampai lupa membawa cincin kalau kau mau melamarnya, baboya.”

Jonghyun menganggukkan kepalanya. Kegugupan masih terlihat di wajahnya, tetapi ia terlihat bisa menerima apa yang diucapkan oleh Yonghwa.

Hyung, apakah sebaiknya aku melakukannya di siang hari atau malam hari?” Jonghyun kembali bertanya dan membuat Yonghwa mendesah pelan karena tahu Jonghyun akan terus melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuknya.

-proposal-

May 29, 2016

Jonghyun menggigit bibirnya gugup. Di tangannya terdapat sebuah kotak kecil yang baru saja ia ambil tadi di salah satu toko perhiasan di Gangnam. Ia membukanya dan nampak sebuah cincin silver dengan batu kecil yang berkilau, membuatnya terlihat elegan namun tidak berlebihan.

Ia sudah menunggu saat seperti ini sekian lama. Saat dimana ia bisa menjadikan Yoona sebagai miliknya. Ia akan melamar gadis itu dan ia berharap semua rencananya besok akan berjalan dengan lancar.

Jonghyun mendesah cukup keras untuk mengeluarkan kegugupannya. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Kyuhyun. Ia sudah bersiap untuk menghujani sepupunya itu dengan berbagai kalimat pengingat mengenai event pentingnya besok ketika Kyuhyun memotongnya terlebih dulu.

Ara! Ara! Aku mengerti apa tugasku besok! Aku akan memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Aku juga sudah memastikan Yonghwa dan yang lainnya tahu apa yang harus mereka lakukan, jadi berhenti meneleponku setiap tiga puluh menit sekali! Aku butuh istirahat untuk hari besarmu besok!” kata Kyuhyun sebelum memutuskan sambungan telepon tanpa mengucapkan salam.

-proposal-

May 30, 2016

Yoona kembali mematut dirinya di depan cermin, memastikan penampilannya sekali lagi. Lima menit lagi Jonghyun akan tiba dan ia ingin terlihat sempurna di depan lelaki itu. Ia selalu ingin terlihat sempurna di depan Jonghyun walaupun lelaki itu selalu mengatakan bahwa Yoona akan selalu terlihat sempurna di matanya dengan apapun yang ia kenakan.

Yoona tersenyum kecil mengingat semua yang telah terjadi selama satu tahun terakhir ini sejak ia bertemu kembali dengan Jonghyun. Sejujurnya, ia tidak pernah menyangka jika Jonghyun terus menunggunya walau sepuluh tahun telah berlalu.

Ia masih ingat, setelah pertemuan pertama mereka sejak sepuluh tahun terpisah di hari ulang tahun Jonghyun, mereka terus bertemu hampir setiap hari, seolah waktu tidak pernah cukup untuk mereka saling mengobati kerinduan selama sepuluh tahun. Ia masih ingat ketika Jonghyun pertama kali mengungkapkan perasaannya dan Yoona melakukan hal yang sama. Saat itu Jonghyun menggenggam tangannya erat seolah ingin menunjukkan bahwa ia tidak ingin Yoona pergi dan meninggalkannya lagi, dan Yoona balas menggenggam tangan mereka untuk meyakinkan Jonghyun bahwa ia tidak akan pergi lagi. Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, hanya dengan tindakan kecil seperti itu, mereka sudah tahu apa yang ada dalam pikiran dan hati masing-masing.

Yoona tersentak dari lamunannya ketika ia merasakan sepasang tangan kini melingkari pinggangnya.

“Aku memanggilmu dan membunyikan bel sejak tadi tetapi kau tidak juga keluar. Kau membuatku khawatir, jadi aku langsung masuk ke dalam,” jelas Jonghyun tanpa diminta.

“Apa yang sedang kau pikirkan sampai kau tidak mendengar bel apartemenmu sendiri?” tanya Jonghyun lagi ketika Yoona hanya tertawa kecil.

Ani. Bukan apa-apa.” Yoona menggelengkan kepalanya. “Hanya teringat akan beberapa hal saja.”

Kerutan kecil muncul di dahi Jonghyun. Ia memutar tubuh Yoona menghadapnya dan menatap kedua mata rusa gadis itu. Yoona balas menatapnya sambil tersenyum. Jonghyun menghela napasnya dan balas tersenyum setelah mengecup bibir gadis itu.

“Kau sudah siap?” tanya Jonghyun.

Yoona menganggukkan kepalanya dan mengambil tas tangannya. “Kemana kita akan pergi?”

“Rahasia,” sahut Jonghyun sambil tersenyum kecil.

Ya! Kenapa kau tidak mau memberitahuku?” Yoona mengerucutkan bibirnya dan membuat Jonghyun terkekeh.

Lelaki itu menarik pinggang Yoona mendekat padanya dan berbisik di telinga gadis itu. “Kita akan pergi melihat hadiahmu. Happy birthday, my love,” bisiknya.

-proposal-

Jonghyun menghentikan mobilnya di sebuah daerah yang tidak dikenal oleh Yoona. Daerah ini tidak terlalu jauh dari pusat kota dimana apartemen Yoona berada. Jika Yoona tidak salah hitung, mereka hanya membutuhkan waktu sekitar kurang lebih tiga puluh menit untuk mencapai tempat ini dari apartemennya tadi.

Jonghyun melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Yoona melakukan hal yang sama. Ia baru saja akan membuka pintu mobil ketika Jonghyun sudah terlebih dulu melakukannya.

“Dimana kita?” tanya Yoona sambil menatap sekelilingnya.

Mereka kini berada di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar, tetapi nampak cantik dan nyaman. Diam-diam Yoona mengagumi desain rumah yang ada di hadapannya. Ia ingin sekali memuji siapapun yang mendesain dan membangun rumah itu.

“Aku ingin menunjukkan padamu rumah yang ku desain,” ujar Jonghyun sambil membuka pintu pagar dan menuntun Yoona masuk.

Tanpa Jonghyun sadari, Yoona kini sedang menatapnya tidak percaya. Ia baru saja ingin melontarkan berbagai pujian pada siapapun arsitek yang merancang rumah itu. Diam-diam ia memuji kemampuan Jonghyun dalam hatinya. Ia tidak akan mengatakannya secara terang-terangan karena tahu Jonghyun pasti akan menggunakannya untuk menggodanya nanti.

Jonghyun membuka pintu dan menyalakan lampu, membiarkan cahaya menerangi ruangan itu supaya Yoona dapat melihat isinya. Belum banyak perabot yang ada di dalam ruangan itu dan sebagian besar perabot juga masih tertutup plastik. Yoona menduga bahwa perabotan itu pastilah belum lama dibeli. Jonghyun membawa Yoona mengelilingi rumah itu, menunjukkan setiap ruangan yang ada. Ia tahu Yoona mengagumi rumah itu dalam hatinya walaupun gadis itu tidak pernah mengucapkannya.

Rumah ini adalah rumah yang didesain dan dibangun oleh Jonghyun untuk Yoona. Rumah ini adalah tempat dimana mereka akan tinggal nanti jika Yoona setuju untuk menikah dengannya. God! Pikiran itu membuat rasa gugup kembali ia rasakan. Bagaimana jika Yoona berkata tidak? Ia tahu Yoona mencintainya sama seperti ia mencintai gadis itu. Tetapi bagaimana jika Yoona merasa ini semua terlalu cepat? Jonghyun menggelengkan kepalanya pelan. Ia tidak mungkin mundur. Ia akan mempertaruhkan semua kemungkinan yang ada demi sebuah kemungkinan dimana Yoona akan menjadi miliknya selamanya.

“Kenapa kau membawaku kesini?” tanya Yoona setelah tour mereka berakhir. “Apa kau ingin aku memujimu untuk karyamu kali ini? Karena jika itu yang kau inginkan, sepertinya aku memang harus memberikan pujian itu untukmu.”

Jonghyun melepaskan tawa kecil dan memeluk Yoona dari belakang. “Kau menyukainya?”

Yoona menganggukkan kepalanya tanpa ragu. “Aku menyukainya. Sangat.”

“Kalau begitu, welcome home,” bisik Jonghyun di telinganya.

Yoona membelalakkan kedua matanya. “Apa maksudmu?” tanyanya kaget.

Ia melepaskan diri dari pelukan Jonghyun dan menatap pria itu menuntut penjelasan. Jonghyun tidak sedang memberinya sebuah rumah sebagai hadiah ulang tahun kan?

“Ada satu tempat lagi yang harus kau lihat.” Jonghyun menuntun Yoona menuju pintu belakang tanpa mengacuhkan pertanyaan gadis itu sebelumnya.

Jonghyun membuka pintu belakang dan langit yang gelap menyambut mereka. Tetapi bukan itu yang menjadi perhatian Yoona melainkan lilin-lilin kecil yang diletakkan  dibawah membentuk sebuah jalan. Kedua mata Yoona mengikuti arah lilin-lilin itu dan menutup mulutnya kaget ketika ia melihat orang-orang yang ia kenal ada di ujung tempat dimana lilin itu berakhir.

“IM YOONA, SAENGIL CHUKHAHAEYO!”

Jonghyun menyentuh pundak Yoona dan mendorong pelan gadis itu supaya berjalan maju. Yoona membiarkan Jonghyun menuntunnya sambil memperhatikan satu-persatu wajah yang ada di depannya. Sahabatnya, Seohyun dan Yuri memegang kue ulang tahun dan tersenyum ke arahnya. Kyuhyun, Yonghwa, Jungshin, Minhyuk, dan—astaga—bahkan kedua orangtuanya dan juga kedua orangtua Jonghyun ada disana.

Saengil chukhahae uri Yoona.” Mrs. Im langsung menyambut Yoona ke dalam pelukannya.

Happy birthday, princess.” Mr. Im tersenyum lembut sambil menatap putri semata wayangnya.

Satu per satu mereka yang ada disana mengucapkan selamat ulang tahun pada Yoona. Seohyun menarik Yoona untuk meniup lilin ulang tahunnya dan mereka semua bersorak untuknya setelah ia mengucapkan permohonannya dan meniup lilin.

Yoona merasa sangat bahagia sampai ia menyadari bahwa Jonghyun tidak lagi berada di sisinya. Ia menolehkan wajahnya untuk mencari keberadaan pria itu ketika ia mendengar suara alunan piano. Ia melihat Jonghyun memainkan sebuah piano yang baru Yoona sadari keberadaannya.

Yoona tidak pernah melihat Jonghyun bermain piano sebelumnya. Ia tahu bahwa Jonghyun sangat suka dan ahli dalam bermain gitar, tetapi ia tidak pernah tahu kalau lelaki itu juga bisa memainkan sebuah piano.

Jonghyun berhenti bermain dan menatap Yoona. Ia mendapati Yoona juga sedang menatapnya kagum.

“Yoona-ya, dengarkan aku baik-baik, eoh,” ucap Jonghyun.

Lelaki bermarga Lee itu tersenyum dan kembali memainkan pianonya. Sesekali ia akan mencuri pandang ke arah Yoona, hanya untuk memastikan kalau gadis itu juga sedang menatapnya.

Yoona menutup kedua mulutnya ketika ia mendengar Jonghyun mulai bernyanyi.

“I waited for such a long time for today

I hoped that you would be mine

Should I officially propose or throw a surprise birthday party?

The rub dub rub dub, heart pounding day is today”

“You are my lovely girl, you are my pretty girl

You are my eternal angel, will you accept me?

You are my lovely girl, you are my pretty girl

Look at my eyes, can you answer me? I am proposing to you”

Yoona tidak bisa mencegah airmatanya mengalir selagi Jonghyun menyelesaikan lagunya. Ia tahu apa yang sedang lelaki itu lakukan. Sejujurnya, Yoona sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan ini, tetapi ia tidak bisa memungkiri bahwa ia merasa sangat bahagia. Ia bisa merasakan ketulusan dalam setiap kalimat yang dinyanyikan oleh Jonghyun untuknya.

“You are my lovely girl, you are my pretty girl

You are my eternal angel, will you accept me?

You are my lovely girl, you are my pretty girl

Look at my eyes, can you answer me? I am proposing to you.”

Yoona memperhatikan ketika Yonghwa berjalan mendekati Jonghyun dan menggantikan permainan lelaki itu setelah Jonghyun menyelesaikan lagunya. Yonghwa memainkan melodi dari lagu yang sama sementara Jonghyun kini berdiri di antara ayahnya dan ayah Yoona yang memegang kertas bergambar yang sama.

Mr. Im adalah yang pertama membalik kertasnya,membiarkan semua orang membaca tulisan tangannya sendiri yang tertera di kertas putih itu. Ia terus membalik kertas-kertas yang ada ditangannya setelah memastikan semua orang selesai membaca.

My princess, Yoona. Hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke dua puluh enam tahun.”

“Aku masih ingat hari ketika kau pertama kali hadir di dunia ini.”

“Kau tidak akan pernah bisa membayangkan betapa bahagianya aku saat itu. Aku bersumpah untuk menjaga dan melindungimu.”

“Aku selalu khawatir jika suatu saat nanti aku tidak bisa lagi berada di sampingmu untuk melindungimu.”

“Tapi… kurasa sekarang aku tidak perlu khawatir karena kini kau sudah menemukan pangeranmu, yang akan menjaga dan melindungimu.”

My princess, Yoona. Ia meminta ijin padaku untuk menjadikanmu sebagai ratunya.”

Will you answer yes? Apakah kau akan menjawab iya?”

Yoona tidak bisa menurunkan tangannya yang sedari tadi menutup mulutnya. Ia membelalakkan kedua matanya ketika membaca apa yang ditulis oleh ayahnya. Tetapi sebelum ia bisa berkata apa-apa, Mr. Lee sudah membuka lembaran pertama kertasnya, menampilkan apa yang ia tulis di kertas putih itu.

“Yoona-ya. Aku sangat mengenal putraku.”

 “Aku tahu ia bisa menjadi sangat menyebalkan. Ia mungkin akan melakukan hal-hal yang tidak kau sukai.”

“Ia mungkin akan membuatmu marah dan muak padanya.”

“Jika suatu hari nanti hal itu terjadi, bisakah kau tetap berada di sisinya dan memeluknya?”

“Terima kasih karena kau telah melengkapi hidupnya. Please take care of my son. Tolong jaga putraku.”

“Dan jika ia sampai menyakitimu, datanglah padaku dan aku akan menghukumnya.”

“Yoona-ya, please be my daughter-in-law.”

Pandangan Yoona sudah mulai kabur karena airmata yang menggenang di kedua pelupuk matanya. Ia bahkan tidak menyadari Jonghyun kini sudah berada di hadapannya. Lelaki itu meraih kedua tangannya dan mengecupnya sebelum berlutut dengan satu kaki. Yoona menunduk memandang Jonghyun yang balas menatapnya dengan lembut.

“Im Yoona, will you marry me?”

Yoona tidak bisa menyembunyikan senyumnya ketika ia melempar dirinya ke dalam pelukan Jonghyun. Ia menganggukkan kepalanya, kehilangan kata-kata untuk mengatakan “iya”, tetapi memastikan bahwa semua orang tahu jawabannya.

Sorakan dan teriakan selamat mengiringi Jonghyun yang bangkit berdiri dan memasang cincin di jari manis tangan kiri Yoona. Dari sudut matanya, Yoona bisa melihat ibunya dan ibu Jonghyun menangis terharu dalam pelukan suami masing-masing.

Yoona mengangkat tangan kirinya dan menatap benda silver yang kini melingkar di jari manisnya. Ia dan Jonghyun memang belum genap setahun menjalin hubungan. Tetapi bagi Yoona, sepuluh tahun adalah waktu yang lebih dari cukup untuk membuatnya menyadari bahwa ia tidak mau—tidak—ia tidak bisa melewatkan sepuluh tahun lainnya tanpa Jonghyun di sisinya. Ia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa Jonghyun, begitupula sebaliknya.

Jonghyun menarik pinggang Yoona mendekat. Dahi mereka bertemu selagi mereka saling menatap dan tersenyum.

“Aku mencintaimu,” bisik Jonghyun pelan.

Nado saranghae. Aku juga,” balas Yoona sambil tersenyum ketika Jonghyun menutup jarak di antara mereka diiringi sorakan dari semua yang hadir disana.

Saengil chukhahae, Yoona-ya.”

END

.

Author’s Note :

I love this song! Suka banget sama lagu ini sejak pertama kali denger sekitar tahun 2014 lalu. Such a sweet song! ^^

Udah lama banget pingin bikin FF pake lagu ini dan akhirnya kesampean. Buat yang belum pernah denger lagunya, aku udah cantumin di bagian awal ya link-nya. Untuk yang aku pasang emang versi piano aja biar terdengar romantis tapi kalian tetep bisa fokus sama ceritanya. Hehehehe. I hope I don’t dissapoint you guys.

Awalnya nggak mau bikin ini jadi sekuelnya wish, karena ini bagian dari months of love projects yang seharusnya proyek oneshoot/ficlet/drabble aja, tapi karena ending dari wish emang kayanya gantung, jadi aku putusin buat bikin ini jadi sekuelnya. Awalnya juga aku berencana pake couple lain buat MOL projects bulan ini, but I guess I love deerburning too much! So here we are.

Please leave your comment ^^

Advertisements

6 thoughts on “Proposal – #MonthsOfLove (May)

  1. wah keren bgt…rmng cocok bgt buat sequel i wish…..lam disini g updet deerburning jd kangen bgt….q harap laen waktu lbh bnyak bikin ff deerburning hehhee

  2. So sweet kado terindah yg di dapet yoona dari sang pacar plus di dukung sepenuhnya okeh keluarga dan sahabat kereennnn singkat padat dan jelas klo bisa bikin sequel dong thor jd pengen tau kisah deerburning couple selanjutnya hihi maksa gomawo author and fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s