You’re My Home

You’re My Home

A Fanfiction by Felicia Rena

Cast :

Oh Se Hun | Jung Soo Jung

Genre :

Friendship

Rating :

PG 15

.

My first SeStal FF

Hope you’ll enjoy!

.

“Apakah Jongin belum kembali?”

Sehun mengalihkan perhatiannya dari ponselnya ketika mendengar suara Suho. Leader grup-nya tersebut sedang berdiri di tengah ruangan dengan kedua tangan berada di pinggang. Ekspresi cemas nampak jelas di wajah lelaki yang tiga tahun lebih tua darinya itu.

“Belum, hyung,” jawab Chanyeol yang sedang bermain game dengan Baekhyun sambil menggelengkan kepalanya.

“Apakah ada yang tahu kemana ia pergi?” Suho bertanya lagi.

“Entahlah. Ia tidak mengatakan apa-apa saat pergi tadi.” Kali ini D.O yang menjawab pertanyaan Suho.

“Ada yang sudah mencoba menghubunginya?”

“Sudah kulakukan sejak tadi, tapi ia tidak menjawab panggilan teleponku ataupun membalas pesanku,” ujar Chen.

Suho menghela napasnya. Sehun menatap ponselnya dan melihat bahwa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Memang bukan hal yang baru jika salah satu dari mereka pulang larut malam, mengingat waktu luang yang mereka miliki memang hanya malam hari. Akan tetapi Suho membuat peraturan bahwa siapapun yang akan pulang larut malam harus mengatakan terlebih dahulu—setidaknya kepadanya—kemana ia akan pergi, supaya ia tahu keberadaan member tersebut jika manager mereka tiba-tiba memutuskan untuk melakukan pemeriksaan mendadak ke dalam dorm mereka.

“Sudahlah, hyung. Mungkin ia sedang berkencan dengan Soojung dan lupa waktu.” Baekhyun mengangkat bahunya.

“Haruskah kita mencoba menghubungi Soojung kalau begitu?” Suho terlihat berpikir.

Baekhyun mendengus mendengarnya. “Dan mengganggu apapun yang sedang mereka lakukan? Tidak, terima kasih. Kau saja yang mencoba menghubungi mereka kalau begitu, hyung.”

Sehun sedang memperhatikan Suho yang sibuk bergumam entah apa ketika ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Ia mengalihkan perhatiannya kembali pada ponselnya dan menatap nama pengirim pesan tersebut.

Soojung.

Sehun membuka pesan tersebut dan menemukan dua kata yang ditulis gadis itu.

‘Aku membutuhkanmu.’

Tanpa pikir panjang lagi, Sehun langsung menelepon nomor ponsel Soojung. Setelah mendengar nada sambung yang cukup lama, Sehun akhirnya mendengar suara Soojung di seberang sana.

“Halo.”

Sehun mengerutkan dahinya mendengar suara Soojung. Ia langsung tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi pada gadis itu.

“Soojung-ah, kau ada dimana?”

Mendengar Sehun menyebutkan nama Soojung, seluruh member EXO langsung menghentikan apapun kegiatan mereka dan menolehkan kepala untuk menatap sang maknae.

“Aku?” Terdengar jeda sesaat sebelum Soojung kembali melanjutkan, “Aku yakin kau tahu dimana aku berada.”

“Tetaplah disana!” ucap Sehun cepat sebelum memutuskan sambungan telepon.

Member EXO lainnya masih memperhatikan Sehun yang sudah berdiri dan bergegas masuk ke dalam kamarnya. Tidak lama kemudian ia kembali keluar dengan sudah berganti baju dan mengenakan jaketnya, lengkap dengan topi dan masker untuk penyamarannya.

“Aku pergi dulu, hyung. Aku harus menemui Soojung,” kata Sehun dengan tergesa-gesa.

Ya! Bukankah Jongin juga bersama Soojung?” tanya Baekhyun.

“Kurasa tidak, hyung. Jadi kalian harus mencarinya di tempat lain,” sahut Sehun sambil memakai sepatunya.

“Kalau ia tidak bersama Soojung, lalu dimana ia?” Ganti Xiumin yang bertanya.

“Aku tidak tahu. Itu tugas kalian untuk mencarinya malam ini, hyung. Aku pergi dulu.”

Ya! Oh Sehun! Beritahu aku kau mau menemui Soojung dimana?”

Belum sempat Suho menyelesaikan pertanyaannya, Sehun sudah menghilang di balik pintu depan.

Chanyeol menggelengkan kepalanya. “Apa yang akan kita lakukan pada dua maknae itu?”

-*-*-

Sehun mengemudikan mobilnya dengan cepat. Dalam pikirannya hanya ada Soojung dan apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Dimana Jongin? Apakah mereka bertengkar? Hanya itu alasan yang bisa dipikirkan oleh Sehun saat ini.

Semua orang pasti tahu bahwa Jung Soojung atau Krystal adalah kekasih dari Kim Jongin atau Kai. Sudah satu tahun lebih mereka bersama dan beberapa kali itu pula tersebar foto-foto mereka saat sedang kencan atau mengenakan barang-barang couple. Meskipun demikian, bukan berarti mereka tidak pernah bertengkar. Sebagai sahabat dari kedua belah pihak, Sehun mungkin adalah orang yang paling mengetahui apa saja masalah mereka. Bukan hanya sekali ia juga menjadi mediator bagi pasangan tersebut.

Sehun menghentikan mobilnya di sebuah taman. Ia turun dari mobilnya dan memperhatikan sekitarnya, memastikan tidak ada siapapun yang mengikutinya atau melihatnya berada disana. Meskipun sedang mengkhawatirkan Soojung, ia tetap harus berhati-hati terhadap papparazi. Ia tidak ingin menambah masalah Soojung jika mereka berdua tertangkap kamera sedang bersama.

Taman itu merupakan tempat favorit Soojung. Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah gadis itu. Sejak kecil, jika ia merasa sedih, memiliki masalah, atau bahkan sedang marah, Soojung selalu pergi ke taman itu. Tidak banyak orang yang datang ke taman itu, oleh karena itu Soojung sangat menyukainya. Menurutnya, ia selalu bisa menenangkan diri dan menjernihkan pikiran jika ia berada di taman itu. Sebagai sahabat gadis itu, Sehun tentu tahu akan hal ini karena ia sering sekali menemukan Soojung disana.

Sehun menemukan Soojung di salah satu bangku taman, tempat yang sama dimana ia selalu menemukan Soojung. Gadis itu menggunakan hoodie dan masker. Ia duduk dengan kepala tertunduk sehingga makin sulit bagi Sehun untuk bisa melihat wajahnya. Soojung bahkan tidak mengangkat kepalanya ketika Sehun duduk di sampingnya.

Sehun menurunkan maskernya dan menoleh menatap Soojung.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Apa kau tahu sekarang sudah jam berapa? Tidak baik untuk seorang gadis sepertimu masih berada di luar sendirian sampai selarut ini,” tambahnya.

“Dimana Jongin? Apa kalian bertengkar lagi?” Sehun kembali bertanya ketika Soojung tidak kunjung menanggapi ucapannya.

We broke up,” ucap Soojung dengan suara yang sangat pelan—nyaris menyerupai bisikan—dari balik maskernya.

Sehun memperhatikan Soojung dengan kedua mata yang melebar. Belakangan ini pasangan itu memang sering bertengkar. Kesibukan masing-masing dari mereka membuat mereka sulit untuk berkomunikasi dan hal itu membuat hubungan mereka menjadi renggang. Akan tetapi Sehun tidak menyangka bahwa mereka akan mengakhiri hubungan yang sudah berjalan selama lebih dari satu tahun itu. Ia selalu mengira kalau pada akhirnya Jongin dan Soojung akan menemukan cara untuk memperbaiki hubungan mereka.

“Bagaimana perasaanmu saat ini? Apa kau baik-baik saja?” tanya Sehun ketika Soojung tidak memberikan penjelasan apa-apa.

Soojung akhirnya mengangkat kepalanya, menurunkan maskernya dan menatap Sehun. Ia tidak menangis, tetapi meskipun hanya diterangi lampu taman dan cahaya bulan, Sehun bisa melihat jejak airmata di wajah gadis itu. Soojung mengangkat bahunya dan kembali menunduk.

“Entahlah. Aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini,” ucap Soojung.

Sehun mengangkat tangannya dan meletakkannya di punggung Soojung, menepuknya pelan. Entah sudah berapa kali ia berada di posisi seperti ini. Setiap kali Sehun mendatangi Soojung setelah gadis itu bertengkar dengan Jongin, mereka hanya akan duduk berdampingan. Soojung akan lebih banyak diam dan Sehun hanya akan menepuk2 punggung gadis itu, berharap bisa membuatnya merasa lebih baik.

“Semua akan baik-baik saja,” katanya.

Setelah mendengar apa yang terjadi, Sehun seketika tahu dimana Jongin berada saat ini. Teman satu grup-nya itu pasti sedang bersama Taemin. Jika Soojung akan memanggil Sehun setelah bertengkar dengan Jongin, maka lelaki berkulit tan itu akan pergi menemui Taemin.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kami.” Soojung kembali mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke depan. “Aku bahkan tidak tahu sejak kapan kami menjadi seperti ini.”

Sehun hanya diam dan membiarkan Soojung mengeluarkan seluruh isi hatinya, seperti yang selalu ia lakukan. Dan seperti biasanya juga, Sehun tidak pernah suka melihat Soojung seperti ini. Ia tidak suka melihat Soojung murung dan sedih.

“Sebelum kami berdua menyadarinya, kami sudah berada di tempat yang berbeda dan jarak di antara kami semakin lebar.” Soojung menghela napasnya dan melanjutkan, “Saat kami akhirnya menyadarinya, semua sepertinya sudah terlambat.”

I still love him,” ucapnya pelan. “Tapi aku juga tahu kalau kami tetap memaksakan diri untuk bersama, kami mungkin hanya akan berakhir menyakiti satu sama lain dan lebih parah lagi membenci satu sama lain karena hal itu. Oleh karena itulah kami akhirnya memutuskan untuk berpisah.”

“Kalau kalian memang ditakdirkan untuk bersama, aku yakin kalian berdua pasti akan menemukan jalan. Jika tidak—“ Sehun terdiam sesaat, “—aku yakin kau akan menemukan seseorang yang lebih baik untukmu dan kau akan baik-baik saja.”

Soojung meletakkan kepalanya di bahu Sehun dan menutup kedua matanya. Sehun ganti melingkarkan lengannya ke bahu Soojung dan sesekali menepuknya pelan.

“Kau tahu apa yang paling membuatku sedih?” tanya Soojung.

“Apa?”

Tanpa melihatnya, Sehun tahu bahwa Soojung sedang tersenyum kecil. Senyum yang ia juga tahu tidak mencapai mata maknae f(x) itu.

“Karena mungkin aku juga telah kehilangan ia sebagai sahabatku.”

Sehun tidak berkata apa-apa dan sepertinya Soojung juga tidak berharap ia mengatakan sesuatu. Mereka membiarkan keheningan yang nyaman menyelimuti mereka.

“Semuanya akan baik-baik saja.” Sehun mengulang ucapannya. “Kau dan Jongin akan baik-baik saja dan kau akan baik-baik saja. Give it some time.”

Mereka berdua sama-sama kembali terdiam untuk beberapa saat, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Terima kasih,” ucap Soojung.

“Untuk apa?”

Soojung tertawa kecil. “Karena sudah berlari kesini disaat aku membutuhkanmu,”sahutnya.

Sehun balas tertawa. “Anytime, Soojung-ah. Anytime.”

“Dan terima kasih karena sudah membuatku merasa lebih baik,” tambah Soojung.

“Bukankah memang itu yang selalu ku lakukan?” tanya Sehun dengan kedua alis terangkat.

Soojung mengangkat kepalanya dari bahu Sehun dan memukul lengan lelaki itu.

Aigo! Kau dan kepala besarmu!” ucapnya sambil berdecak.

Sehun tertawa. “Akui saja. Apa yang akan kau lakukan tanpa diriku, huh?”

Soojung terdiam dan menatap lelaki di sampingnya seperti sedang menilai. Ia lalu mengkat bahunya dan kembali meletakkan kepalanya di bahu Sehun.

“Entahlah,” katanya. “Tapi kurasa aku tidak akan baik-baik saja tanpamu.”

I don’t want to lose you too. Aku tidak ingin kehilangan dirimu juga,” tambah Soojung. “Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan tanpa dirimu.”

Sehun tersenyum dan mengacak-acak rambut Soojung, membuat gadis itu kembali mengangkat kepalanya dan menatap Sehun kesal. Sementara itu Sehun hanya terkekeh melihat ekspresi kesal Soojung yang menurutnya selalu lucu.

You won’t, Jung. Aku tidak akan meninggalkanmu. Kau terjebak selamanya denganku,” ucap Sehun sambil tertawa. “Now, smile! Aku tidak ingin melihatmu menangis. Apa kau tahu kalau kau sangat jelek kalau sedang menangis?”

“Aku tidak menangis!”

Ne. Ne. Apapun yang kau katakan, Jung.”

Soojung menatap Sehun yang sedang tertawa dan tersenyum kecil. Ia sungguh-sungguh ketika mengatakan bahwa ia tidak akan baik-baik saja tanpa lelaki itu. Apapun yang terjadi padanya, Sehun selalu berada di sisinya dan selalu bisa membuatnya merasa lebih baik. Lelaki itu membuatnya nyaman dan Soojung tahu ia tidak akan menukarnya dengan apapun atau siapapun.

Sehun tiba-tiba berdiri dan mengulurkan tangannya pada Soojung.

“Ayo pulang.”

Soojung meraih uluran tangan Sehun, membiarkan lelaki itu menariknya berdiri. Sehun tidak melepaskan genggaman tangannya ketika mereka berjalan berdampingan menuju mobil. Soojung menatap tangan mereka yang masih bertaut dan tersenyum. Ia tahu bahwa mungkin ia hanya terbawa suasana, tetapi satu hal yang ia tahu pasti, lelaki yang sedang menggenggam tangannya saat ini akan selalu menjadi tempatnya untuk pulang.

-FIN-

.

Author’s Note :

Ini adalah FF SeStal pertama yang berhasil aku selesaikan. FF ini dibuat dalam waktu kurang lebih satu sampai dua jam. Jadi mohon maaf untuk semua kekurangan yang ada dalam FF ini, walaupun aku sendiri nggak yakin aku ini nulis apa sih :” I want to write about friendship but I guess I couldn’t resist to write more about SeStal so its turned out like this, I’m not sure myself.

Please leave your comment!

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s