[FF] Young Love

Young Love

A Fanfiction by Felicia Rena

Cast :

CNBLUE Jonghyun | SNSD YoonA

Genre :

Romance

Rating :

PG 13

Author’s Note :

Sesuai judulnya, FF ini terinspirasi dari lagu “Young Love” yang dinyanyikan Jonghyun dan Melody Day. FF ini tercatat sudah selesai sejak 28 Agustus 2014, but for some reason, FF ini belum pernah di publish dimanapun sampai sekarang. Rencana awalnya, FF ini mau di translate ke Bahasa Inggris dan di publish di asianfanfics, karena ada permintaan FF DeerBurning berbahasa Inggris. Tapi, berhubung kemampuan Bahasa Inggris aku pas-pasan juga, akhirnya rencana itupun belum terlaksana. Anyway, aku sama sekali tidak mengubah isi FF ini, maupun membacanya ulang, jadi FF ini murni dari hasil yang aku tulis tiga setengah tahun yang lalu. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata ataupun typo, boleh mengingatkan di kolom komentar. Thank you! ^^

Hope you’ll enjoy

.

Actually, when I see you, my heart pounds

When I face you, everything grows white and erases

-oOo-

Jonghyun’s POV

Annyeonghaseyo.”

Aku mengucapkan sepatah kata itu seraya berlalu. Setelah beberapa langkah, aku berhenti berjalan dan menoleh ke belakang. Punggung gadis itu semakin menjauh.

Gadis itu—Im Yoona telah menjadi sasaran para siswa di sekolah. Cantik dan menyenangkan. Kurasa itulah yang membuatnya langsung menjadi siswi populer hanya dalam beberapa hari pertama menjadi murid kelas satu.

Aku menghela napasku. Padahal di rumah aku sudah berlatih untuk mengajak Yoona mengobrol. Aku bahkan sudah menulis apa saja yang sebaiknya aku katakan jika memiliki kesempatan mengobrol dengannya. Rupanya aku masih belum berhasil mengumpulkan keberanianku untuk mengucapkan lebih dari sekedar salam. Aish, laki-laki macam apa aku ini?

Sometimes when I run into you, we only exchange short greetings

But there are so many words I prepared to tell you

-oOo-

Yoona’s POV

Aku melirik sekilas lelaki yang baru saja menyapaku. Hanya sebuah sapaan singkat dan ia berlalu begitu cepat. Aku penasaran, kenapa ia terlihat terburu-buru seperti itu.

Lelaki itu—Lee Jonghyun—telah mencuri perhatianku sejak aku pertama kali melihatnya. Wajahnya yang tampan, kulitnya yang putih, ditambah dengan lesung pipi-nya yang muncul saat ia tersenyum membuatku terpesona.

Berkali-kali aku mencoba untuk mengajaknya mengobrol, tetapi tidak pernah berhasil. Aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku. Bukankah berteman adalah keahlianku? Pada akhirnya yang kulakukan hanyalah mondar-mandir di tempat dimana ia berada, berharap ia akan melihatku dan mengajakku mengobrol. Yah, ia memang melihatku, tetapi yang ia ucapkan hanyalah salam formalitas belaka.

I wonder why you’re so busy

You just say hi and quickly pass by

I was waiting for you but why don’t you know?

-oOo-

Author’s POV

Jonghyun berjalan pelan-pelan memasuki gerbang sekolah. Di depannya, Yoona juga sedang berjalan santai. Ia sengaja mengecilkan jarak langkahnya supaya ia bisa menatap punggung gadis yang belakangan ini membuat jantungnya berdebar tidak karuan setiap kali ia melihatnya. Seperti saat ini, Jonghyun merasakan jantungnya kembali berulah hanya dengan melihat punggung gadis itu. Tetapi selain jantungnya yang berdetak dengan kecepatan di atas normal, ia juga merasakan suatu euforia yang menyelimutinya. Bagaikan sihir yang membuat hatinya terasa nyaman dan bibirnya tidak bisa tidak tersenyum.

Actually, when I see you, my heart pounds

When I face you, everything grows white and erases

Jonghyun menghembuskan napas panjang. Ia memberanikan diri untuk melangkah lebih cepat, mencoba untuk menyusul Yoona. Tepat ketika ia berada di belakang gadis itu, Jonghyun menghentikan langkahnya. Kedua kakinya seolah dipaku ditempat, membuatnya tidak bisa bergerak lebih dekat lagi. Ia hanya bisa menatap Yoona yang semakin menjauh seraya merutuki keberaniannya sebagai laki-laki.

Like a fool, the closer I try to get to you, the farther we get

The name that only lingers in my mouth

Your dazzling image just gets farther away

Jonghyun menggelengkan kepalanya sebagai usaha untuk menjernihkan pikirannya. Ia tidak pernah merasa seperti ini. Ia tidak pernah menyukai seseorang sampai seperti ini. Rasa suka yang membuat dadanya sesak karena jantungnya yang berdetak cepat menghantam dadanya. Ia benar-benar ingin mengatakan pada gadis itu, kalau ia menyukainya. Lee Jonghyun menyukai Im Yoona.

I want to tell you now

That I really like you a lot

-oOo-

Jonghyun’s POV

Aku melihat Yoona berjalan menuju perpustakaan. Tanpa pikir panjang lagi aku segera berlari keluar kantin meninggalkan Yonghwa yang berteriak memanggil namaku. Aku bergegas menuju perpustakaan dan berharap ia masih ada disana.

Sesampainya di perpustakaan, aku segera mencari buku. Hanya berpura-pura, karena sebenarnya kedua mataku menjelajahi seisi perpustakaan, mencari sosoknya.

Itu dia! Aku menemukannya sedang berdiri di bagian rak buku-buku sains. Perlahan aku melangkahkan kakiku mendekatinya. Aku sudah bertekad, hari ini aku harus bisa mengajaknya bicara. Maka ketika keberanian masih bersamaku, sebaiknya aku menggunakan kesempatan ini baik-baik.

“Hai,” sapaku. Seperti biasa, aku harus memulai dengan sapaan singkat.

Yoona menoleh dan terlihat sedikit terkejut dengan kehadiranku. Ia lalu mengulas senyum manis—yang juga terlihat gugup. Kedua mata rusanya kembali beralih ke deretan buku-buku di depannya.

“Apa yang kau cari?”

Berhasil! Setidaknya satu kalimat berhasil meluncur lagi dari mulutku.

 “Aku sedang mencari buku referensi untuk tugas yang diberikan oleh Kim sonsaengnim,” sahutnya pelan.

Aku menggaruk bagian belakang kepalaku yang tidak gatal. Keberanianku mulai menciut lagi. Aku melihat Yoona melirik ke arahku, lalu ia tersenyum kecil dan mengalihkan pandangannya lagi.

Every time I difficultly start to talk to you, you only awkwardly smile

I try to run into you like it’s a coincidence, did you notice?

-oOo-

Yoona’s POV

Aku melirik ke arah gerombolan siswa yang berdiri di depan pintu kelas. Sudah berkali-kali aku mencuri pandang ke arah sana, berharap akan bertemu pandang dengan Jonghyun. Aku terus menunggu, tetapi Jonghyun tidak kunjung melihat ke arahku.

Lama kelamaan, aku sadar aku tidak lagi sekedar mencuri pandang. Aku menatap Jonghyun lekat-lekat, mengagumi lelaki itu dari kejauhan. Garis rahangnya tegas dan tatapan matanya tajam, membuat kesan dingin ketika pertama kali melihatnya. Tetapi ketika melihatnya untuk yang kedua kali, ia akan mulai menampakkan senyumnya yang menawan dan tawanya yang terdengar begitu jujur. Sungguh, aku bisa merasakan jantungku berdegup kencang hanya dengan mengamati lelaki itu dari jauh seperti ini.

Aku menghembuskan napas yang entah sejak kapan kutahan. Aku tiba-tiba teringat akan sepucuk surat yang masih terselip rapi di antara lembaran buku di dalam tasku. Entah apa yang aku pikirkan saat menulis surat itu. Surat yang berisi ungkapan jujur atas apa yang aku rasakan pada seorang lelaki bernama Lee Jonghyun. Surat yang mungkin tidak akan pernah tersampaikan.

I don’t know why but your eyes keep missing mine

Your face looks indiferent

The letter I wrote long ago is still in my bag

-oOo-

Author’s POV

Yoona menghentikan langkahnya ketika ia melihat Jonghyun. Intensitas dentuman yang dihasilkan oleh jantungnya semakin meningkat seiring dengan langkah lelaki itu yang semakin dekat. Selama beberapa detik, Yoona seolah melupakan sekelilingnya. Dalam matanya, ia hanya melihat Jonghyun. Wajah lelaki itu tercetak begitu jelas dalam benaknya.

Actually, when I see you, my heart pounds

When I face you, everything grows white and erases

Dalam satu detik, Yoona mengambil keputusan untuk mendekati lelaki itu. Ia belum memikirkan apa yang akan ia katakan, tetapi mungkin satu sapaan singkat bisa mengawali sebuah obrolan. Baru beberapa langkah, tiba-tiba Yoona merasakan tubuhnya terdorong maju. Ia mungkin saja akan jatuh tersungkur di lantai jika saja tidak ada sepasang tangan kokoh yang menahan tubuhnya. Yoona mengangkat wajahnya dan ia merasa jantungnya berhenti berdetak ketika pandangannya bertemu dengan kedua mata tajam milik Jonghyun.

Waktu terasa berjalan begitu lambat. Yoona merasakan lemas di sekujur tubuhnya, membuat kakinya terasa tidak mampu untuk menopang berat tubuhnya. Tatapan Jonghyun seolah menghipnotisnya.

“Yoona-ssi, mianhaeyo! Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu.”

Suara seorang lelaki yang tidak sengaja menabraknya tadi membuat Yoona tersadar. Secepat kilat ia menarik dirinya dari—sebut saja—pelukan Jonghyun. Kedua pipinya bersemu merah. Ia menundukkan wajahnya, tidak berani menatap Jonghyun. Ia memutar tubuhnya dan berlari menjauh dari Jonghyun tanpa mengucapkan apapun.

Like a fool, the closer I try to get to you, the farther we get

The name that only lingers in my mouth

Your dazzling image just gets farther away

Setelah berlari sampai ke taman, Yoona berhenti untuk mengistirahatkan kedua kakinya. Ia menangkupkan tangan ke pipinya yang masih terasa panas. Ia menggigiti bibirnya sambil membayangkan kembali apa yang baru saja terjadi. Ia merasa malu sekaligus senang.

Yoona menghembuskan napasnya. Sesak di dadanya memberitahunya bahwa perasaannya menjadi semakin nyata. Ia menyukai lelaki itu. Im Yoona menyukai Lee Jonghyun.

I want to tell you now

That I really like you a lot

-oOo-

Author’s POV

Jonghyun mengetuk-ketukkan bolpoinnya ke atas meja. Tidak ada lagi yang menarik untuk disimak dari ceramah panjang di jam terakhir ini. Ia menatap ke luar jendela. Matahari bersinar begitu cerah hari ini.

Jonghyun menolehkan kembali wajahnya ke arah papan tulis. Hanya beberapa detik kemudian, pandangannya lalu tersita pada seorang gadis yang duduk di baris ketiga dari depan. Gadis itu menggunakan tangannya untuk menopang kepalanya. Ia terlihat sama bosannya seperti teman-teman yang lain.

Jonghyun tersenyum kecil. Jika ia bisa terus menatap Yoona seperti ini, maka ia akan sanggup bertahan dalam jam-jam pelajaran yang membosankan seperti sekarang.

Sayang, sepertinya harapan Jonghyun tidak terkabul karena tidak lama kemudian, bel tanda pulang sekolah berbunyi nyaring. Jonghyun mengeluh keras-keras, tetapi suaranya tenggelam oleh suara sorakan nyaring teman-temannya.

Seisi kelas mulai berkemas dan satu-persatu dari mereka meninggalkan kelas. Yoona sendiri baru saja selesai membereskan barang-barangnya dan akan beranjak pergi ketika seseorang memanggilnya.

“Im Yoona-ssi.”

Yoona menoleh dan melihat Jonghyun berdiri di belakangnya. Kelas sudah kosong dan hanya menyisakan mereka berdua di dalamnya.

“Ya?” Yoona menyahut pelan walaupun di dalam jantungnya seakan hampir melompat keluar.

“Bisa kita bicara sebentar?” tanya Jonghyun. “Ada yang ingin kukatakan padamu.”

On a dazzling and sunny day like today

I don’t want to long for you alone

-oOo-

Author’s POV

Jonghyun dan Yoona berjalan bersama menuju taman belakang sekolah. Tidak ada seorangpun di antara mereka yang berbicara dalam perjalanan. Mereka seolah sibuk dengan dunia mereka sendiri, walaupun alasan sebenarnya adalah mereka sama-sama berusaha meredakan detak jantung masing-masing.

Actually, when I see you, my heart pounds

When I face you, everything grows white and erases

Yoona melirik Jonghyun yang berjalan di sampingnya. Rasanya bagaikan mimpi ia bisa berjalan berdua bersama Jonghyun seperti ini. Biasanya, jangankan berdua seperti ini, bahkan untuk mendekat-pun rasanya sulit. Jonghyun selalu dikelilingi oleh teman-temannya, sedangkan ia sendiri sibuk dengan kegiatannya.

Like a fool, the closer I try to get to you, the farther we get

The name that only lingers in my mouth

Your dazzling image just gets farther away

Setelah mereka sampai di taman, Jonghyun berbalik menghadap Yoona. Saat itu Yoona baru menyadari betapa tingginya Jonghyun. Pandangan Yoona teralih pada dada bidang lelaki itu yang tertutup oleh seragamnya. Tiba-tiba saja, Yoona kembali teringat kejadian dimana Jonghyun menahan tubuhnya supaya tidak terjatuh. Mengingat hal itu membuat kedua pipi Yoona merona merah tanpa diminta.

“Yoona-ssi.” Jonghyun mulai berbicara. Ia terlihat berkali-kali menghembuskan napasnya.

“Ada yang ingin kukatakan padamu. Sejak dulu,” tambahnya.

Yoona menatap Jonghyun dengan kedua alis terangkat, penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh lelaki itu.

“Im Yoona-ssi, aku menyukaimu.”

Kedua mata Yoona melebar perlahan ketika ucapan Jonghyun mulai meresap ke dalam otaknya. Apakah ini mimpi?

Jonghyun menghembuskan napas lega. Akhirnya ia berhasil mengatakan apa yang sejak dulu ingin sekali ia katakan pada Yoona.

“Aku menyukaimu sejak dulu. Sejak pertama kali aku melihatmu, aku sudah tertarik padamu. Lama-lama, aku menyadari kalau aku menyukaimu.” Jonghyun melanjutkan kata-katanya dengan pelan namun mantap.

Yoona mengerjapkan kedua matanya, masih belum memercayai pendengarannya. Bayangan Jonghyun yang biasanya terlihat begitu jauh kini menjadi begitu dekat dan nyata di depannya.

“Aku—“ Yoona mendadak merasa kesulitan menemukan suaranya. Di depannya, Jonghyun masih menatapnya dengan harap-harap cemas.

“Sebenarnya—“ Yoona berusaha melanjutkan kalimatnya. Ia harus mengatakannya hari ini juga. Kalimat yang sejak dulu ingin sekali ia ungkapkan.

“Aku juga menyukaimu.” Giliran Yoona yang menghembuskan napas lega ketika kalimat penuh makna itu meluncur dari mulutnya.

Jonghyun tersenyum lebar, menunjukkan lesung pipinya yang sangat disukai oleh Yoona. Tangan lelaki itu bergerak mengusap puncak kepala Yoona.

Akhirnya, ia berhasil mengucapkan apa yang sedari dulu ingin diucapkannya. Mulai saat ini, ia tidak akan ragu lagi untuk mengatakannya. Ia akan selalu memberitahu Yoona, bahwa ia sangat menyukainya. Im Yoona, saranghae.

I want to tell you now

That I really like you a lot

I love you

-oOo-

END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s